Informasi mengenai UMP atau Upah Minimum Provinsi, menjadi informasi penting yang ditunggu setiap bulan oleh para pekerja dan pencari pekerjaan, termasuk di Provinsi Maluku Utara.
UMP ini menjadi gambaran berapa upah atau gaji yang didapatkan ketika bekerja di suatu wilayah provinsi.
UMP ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi melalui Gubernur dan berlaku bagi wilayah yang tidak menetapkan UMK atau Upah Minimum Kota/Kabupaten secara mandiri.
Ketika UMP ditetapkan, maka setiap perusahaan yang ada di bawah wilayah tersebut wajib menaatinya sebagai dasar penggajian karyawan, termasuk di wilayah Provinsi Maluku Utara.
Sebagai Provinsi yang terkenal dengan hasil rempah dan pertambangan nikel, membuat Maluku Utara menjadi salah satu tujuan bekerja di Indonesia Timur.
Lalu berapa besaran UMP Maluku Utara tahun 2026 dan apa saja peluang kerja yang ada di Maluku Utara?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai UMP Maluku Utara dan peluang kerja yang dimilikinya.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Berapa UMP Maluku Utara 2026?

Di tahun 2026, UMP Maluku Utara ditetapkan sebesar Rp3.510.240 per bulan.
Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 524/KPTS/MU/2025 tentang Penetapan Besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 dan berlaku sejak 1 Januari 2026.
Besaran UMP ini mengalami kenaikan sebesar 4,2% dibandingkan UMP Maluku Utara di tahun sebelumnya yang ada di angka Rp3.408.000.
Berikut perbandingan UMP Maluku Utara 2025 dan 2026:
| Keterangan | UMP 2025 | UMP 2026 |
|---|---|---|
| UMP Maluku Utara | Rp3.408.000 | Rp3.510.240 |
| Kenaikan | – | Rp102.240 |
| Persentase kenaikan | – | 3% |
| Mulai berlaku | 1 Januari 2025 | 1 Januari 2026 |
| Dasar penetapan 2026 | – | Kepgub Maluku Utara No. 524/KPTS/MU/2025 |

Baca Juga: UMP Kalimantan Utara 2026 Naik Menjadi Rp3,7 Juta, Ini Detailnya
Berapa UMK di Maluku Utara 2026?
Selain menetapkan UMP di wilayah Maluku Utara, Pemerintah Maluku Utara juga menetapkan UMK di kota dan kabupaten yang ada di Maluku Utara.
Provinsi Maluku Utara memiliki 10 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Pulau Taliabu, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan.
Pada 2026, Kota Ternate menjadi daerah yang memiliki UMK tersendiri, sedangkan wilayah lainnya menggunakan UMP Maluku Utara sebagai acuan upah minimum.
Hal ini juga ditegaskan dalam pengumuman KPPN Ternate mengenai penyesuaian UMP/UMK pada aplikasi penggajian pemerintah.
Berikut daftar UMK Maluku Utara 2026:
| Kabupaten/Kota | UMK 2026 | Keterangan |
|---|---|---|
| Kota Ternate | Rp3.599.562 | Memiliki UMK tersendiri |
| Halmahera Barat | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
| Halmahera Tengah | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
| Halmahera Utara | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
| Halmahera Selatan | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
| Halmahera Timur | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
| Kepulauan Sula | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
| Pulau Morotai | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
| Pulau Taliabu | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
| Kota Tidore Kepulauan | Rp3.510.240 | Mengikuti UMP |
Mengapa Kota Ternate memiliki UMK berbeda?
UMK dapat ditetapkan untuk kabupaten atau kota tertentu berdasarkan mekanisme yang diatur dalam peraturan pengupahan. Dalam kasus Maluku Utara, Kota Ternate menetapkan UMK secara tersendiri.
Pada 2026, UMK Ternate lebih tinggi sekitar Rp89.322 dibandingkan UMP Maluku Utara.
| Perbandingan | Nilai |
|---|---|
| UMP Maluku Utara 2026 | Rp3.510.240 |
| UMK Ternate 2026 | Rp3.599.562 |
| Selisih | Rp89.322 |
| UMK Ternate lebih tinggi | ±2,54% |
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pekerja dan perusahaan perlu melihat wilayah tempat perusahaan beroperasi ketika menentukan acuan upah minimum.
Baca Juga: UMP Sulawesi Selatan Naik 7,21% Menjadi 3,9 Juta
Bagaimana Dasar Penetapan UMP Maluku Utara 2026?

UMP 2026 ditetapkan melalui keputusan gubernur berdasarkan ketentuan pengupahan yang berlaku.
Untuk tahun 2026, pemerintah menggunakan mekanisme penyesuaian upah minimum sebagaimana diatur dalam PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Secara umum, penyesuaian upah minimum mempertimbangkan beberapa variabel, antara lain inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu atau alfa.
Kondisi ekonomi Maluku Utara juga menjadi bagian penting dalam melihat konteks penetapan upah.
BPS mencatat perekonomian Maluku Utara sepanjang 2025 tumbuh sangat tinggi, yaitu 34,17%.
Dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 62,64%.
Selain itu, dalam menentukan UMP Maluku Utara tahun 2026, ada pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan, yakni sebagai berikut:
1. Tingkat inflasi
Pertimbangan yang pertama adalah berkaitan dengan tingkat inflasi yang ada di Maluku Utara.
Dengan adanya perubahan harga kebutuhan pokok di Maluku Utara menjadi acuan agar pekerja bisa memenuhi kehidupan layak.
2. Pertumbuhan ekonomi
Selain inflasi, penetapan UMP juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayah tersebut.
Pertumbuhan ekonomi ini mencerminkan kemampuan dunia usaha dalam menyesuaikan kenaikan upah.
3. Kebutuhan hidup layak
Kebutuhan hidup layak atau KHL merupakan komponen kebutuhan dasar untuk pekerja lajang, yang berkaitan dengan sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi.
Baca Juga: UMP dan UMSP Sulawesi Tenggara 2026
4. Kondisi pasar tenaga kerja
Kondisi tenaga kerja juga menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran UMP.
Ini termasuk penyerapan tenaga kerja, pengangguran, hingga struktur industri yang ada di Maluku Utara.
5. Rekomendasi dewan pengupahan daerah
Dalam menentukan UMP, Dewan Pengupahan Daerah memiliki peran penting.
Mereka ini terdiri dari pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dimana hasil kajiannya akan disampaikan kepada gubernur sebagai pertimbangan penetapan UMP.
6. Produktivitas tenaga kerja
Produktivitas tenaga kerja memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor unggulan yang ada di daerah.
7. Keseimbangan kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan usaha
Terakhir adalah berkaitan dengan keseimbangan kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan usaha.
Ini dilakukan agar kenaikan upah dapat tetap adil bagi pekerja tanpa memberatkan dunia usaha secara berlebihan.
Baca Juga: UMP Sulawesi Utara 2026 dan Kenaikannya
UMP Maluku Utara dalam 10 Tahun Terakhir
Melihat perkembangan UMP selama 10 tahun dapat memberikan gambaran mengenai perubahan standar upah minimum di Maluku Utara.
Periode 2017–2026 menunjukkan bahwa UMP Maluku Utara secara umum mengalami peningkatan.
Kenaikan paling besar dalam periode tersebut terjadi pada 2018, ketika UMP naik 17,5% dari sekitar Rp1,98 juta menjadi Rp2,32 juta.
Berikut perkembangan UMP Maluku Utara:
| Tahun | UMP Maluku Utara | Kenaikan | Persentase |
|---|---|---|---|
| 2017 | Rp1.975.152 | – | – |
| 2018 | Rp2.320.803 | Rp345.651 | 17,50% |
| 2019 | Rp2.508.091 | Rp187.288 | ±8,07% |
| 2020 | Rp2.721.530 | Rp213.439 | ±8,51% |
| 2021 | Rp2.721.530 | Rp0 | 0% |
| 2022 | Rp2.862.231 | Rp140.701 | ±5,17% |
| 2023 | Rp2.976.720 | Rp114.489 | 4% |
| 2024 | Rp3.200.000 | Rp223.280 | 7,50% |
| 2025 | Rp3.408.000 | Rp208.000 | 6,50% |
| 2026 | Rp3.510.240 | Rp102.240 | 3% |
Data historis menunjukkan adanya perubahan cukup signifikan selama satu dekade.
UMP meningkat dari sekitar Rp1,98 juta pada 2017 menjadi Rp3,51 juta pada 2026.
Pada 2018, UMP meningkat 17,5% menjadi Rp2.320.803. Angka tersebut tercantum dalam penetapan UMP melalui SK Gubernur Maluku Utara Nomor 270/KPTS/MU/2017.
Pada 2019, UMP meningkat menjadi sekitar Rp2,508 juta dan kemudian naik menjadi Rp2.721.530 pada 2020.
Pada 2021, nominal tersebut tidak mengalami perubahan.
Data UMP 2020 dan 2021 menunjukkan nilai Rp2.721.530.
Pada 2022, UMP meningkat menjadi Rp2.862.231 atau sekitar 5,17%. Angka tersebut tercantum dalam Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 409/KPTS/MU/2021.
Kemudian, UMP 2023 mencapai Rp2.976.720 dan UMP 2024 naik menjadi Rp3.200.000.
Data Kemnaker yang diolah dalam Indonesia Employment Report juga mencatat kenaikan UMP Maluku Utara 2024 sebesar 7,5%.
Pada 2025, UMP meningkat menjadi Rp3.408.000, sedangkan pada 2026 menjadi Rp3.510.240.
Baca Juga: UMP Kalimantan Barat 2026 Naik Jadi 3 Juta, Ini Detailnya
Bagaimana Kondisi Industri di Maluku Utara?

Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami perubahan struktur ekonomi cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu pendorong utamanya adalah pertambangan dan industri pengolahan mineral, terutama yang berkaitan dengan nikel.
Berdasarkan data BPS, pada 2025 industri pengolahan memiliki pertumbuhan sebesar 62,64%.
Pertambangan dan penggalian juga menjadi sektor yang sangat penting dalam perekonomian daerah.
Data distribusi PDRB BPS 2025 menunjukkan bahwa industri pengolahan berkontribusi sekitar 42,01% terhadap PDRB berdasarkan harga berlaku.
Sementara itu, pertambangan dan penggalian berkontribusi sekitar 20,84%, dengan pertambangan bijih logam menjadi bagian dominan.
Kondisi tersebut membuat sektor industri dan pertambangan menjadi bagian penting dalam pasar kerja Maluku Utara.
1. Pertambangan nikel
Pertambangan nikel merupakan salah satu industri utama yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi Maluku Utara.
Kegiatan pertambangan menciptakan kebutuhan terhadap berbagai posisi, mulai dari operator alat berat, teknisi, mekanik, geologist, engineer, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga administrasi dan logistik.
Namun, peluang kerja pada sektor pertambangan umumnya membutuhkan kompetensi tertentu, terutama untuk posisi teknis dan operasional.
2. Industri pengolahan
Pertumbuhan industri pengolahan membuat kebutuhan tenaga kerja tidak hanya berasal dari perusahaan tambang.
Industri pengolahan membutuhkan pekerja pada bagian produksi, quality control, maintenance, warehouse, procurement, engineering, human resources, finance, hingga administrasi.
BPS juga mencatat bahwa pada Agustus 2025, 24,90% penduduk yang bekerja di Maluku Utara bekerja di sektor industri pengolahan.
Angka tersebut menjadikan industri pengolahan sebagai sektor dengan proporsi pekerja terbesar berdasarkan lapangan pekerjaan utama.
Baca Juga: UMP Kalimantan Timur 2026 Naik 5,12%, Ini Detailnya
3. Konstruksi
Pertumbuhan investasi dan pembangunan fasilitas industri ikut menciptakan kebutuhan tenaga kerja konstruksi.
Posisi yang dapat ditemukan antara lain tenaga teknik, pengawas lapangan, operator alat, pekerja konstruksi, safety officer, drafter, hingga staf administrasi proyek.
Pada triwulan II 2026, BPS mencatat lapangan usaha konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi secara kuartalan, yaitu 13,02%.
4. Perdagangan
Perdagangan menjadi sektor yang penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung distribusi barang antarpulau.
Peluang kerja dapat tersedia sebagai sales, kasir, customer service, merchandiser, staf gudang, purchasing, administrasi, hingga supervisor toko.
5. Perikanan
Sebagai provinsi kepulauan, Maluku Utara juga memiliki potensi ekonomi dari sektor kelautan dan perikanan.
Peluang kerja tidak hanya terbatas pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga dapat berkembang pada pengolahan hasil perikanan, cold storage, distribusi, logistik, pemasaran, dan industri makanan.
Baca Juga: UMP Kalimantan Tengah 2026 dan Peluang Kerjanya
Apa Saja Peluang Kerja di Maluku Utara?

Peluang kerja di Maluku Utara cukup beragam dan berkembang mengikuti struktur ekonomi daerah.
Pencari kerja tidak hanya dapat mengincar perusahaan pertambangan, tetapi juga industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, jasa, logistik, pariwisata, hingga administrasi.
Berdasarkan Sakernas Agustus 2025, jumlah angkatan kerja di Maluku Utara mencapai 705,58 ribu orang, sedangkan penduduk yang bekerja mencapai 673,46 ribu orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tercatat 69,57% dan Tingkat Pengangguran Terbuka 4,55%.
Namun, struktur ketenagakerjaan Maluku Utara masih didominasi sektor informal.
BPS mencatat 64,51% pekerja berada di sektor informal, sedangkan 35,49% bekerja di sektor formal.
Berikut beberapa bidang yang dapat menjadi pilihan pencari kerja.
| Bidang | Contoh Pekerjaan |
|---|---|
| Pertambangan | Operator, teknisi, geologist, engineer, HSE |
| Industri pengolahan | Operator produksi, QC, maintenance, warehouse |
| Konstruksi | Site engineer, safety officer, teknisi, supervisor |
| Logistik | Admin logistik, warehouse staff, dispatcher |
| Perdagangan | Sales, kasir, merchandiser, supervisor |
| Perikanan | Pengolahan hasil ikan, quality control, distribusi |
| Perbankan & keuangan | Teller, customer service, marketing, admin |
| Pariwisata | Hotel, restoran, tour operator, customer service |
| Administrasi | HR, finance, accounting, sekretaris, admin |
| Teknologi | IT support, digital marketing, data entry |
1. Peluang kerja di sektor pertambangan dan industri
Bagi lulusan teknik, pertambangan dan industri pengolahan dapat menjadi salah satu bidang yang relevan untuk dipertimbangkan.
Posisi seperti mechanical engineer, electrical engineer, mining engineer, process engineer, HSE officer, operator, dan quality control dapat dibutuhkan seiring berkembangnya aktivitas industri.
Namun, kebutuhan tenaga kerja sangat bergantung pada proyek, produksi, investasi, serta kondisi industri pada masing-masing perusahaan.
Baca Juga: UMP Kalimantan Selatan Tahun 2026 dan 10 Tahun Terakhir
2. Peluang kerja di Ternate
Ternate memiliki karakter ekonomi yang berbeda dari kawasan industri pertambangan di Halmahera.
Sebagai pusat aktivitas perkotaan dan perdagangan, Ternate memiliki peluang kerja pada sektor jasa, perdagangan, administrasi, pendidikan, perbankan, logistik, dan pariwisata.
Data lowongan kerja pada 2026 juga menunjukkan adanya kebutuhan tenaga kerja di bidang administrasi, penjualan, pendidikan, logistik, dan layanan pelanggan di Ternate.
Contohnya, terdapat lowongan untuk sales representative, admin pengiriman, student advisor, serta posisi administrasi lainnya.
3. Peluang kerja di sektor pariwisata
Maluku Utara memiliki potensi pariwisata karena karakter wilayah kepulauan, sejarah, dan destinasi alamnya.
Sektor ini dapat membuka pekerjaan pada hotel, restoran, transportasi wisata, agen perjalanan, pemandu wisata, hingga usaha kuliner.
Data BPS menunjukkan bahwa tingkat penghunian kamar hotel di Maluku Utara pada Mei 2026 mencapai 23,95%, sementara hotel bintang mencatat TPK 44,22%.
Rata-rata lama menginap tamu pada periode tersebut mencapai 1,41 malam.
Meskipun tingkat okupansi dapat berubah mengikuti musim dan jumlah kunjungan wisatawan, data tersebut menunjukkan adanya aktivitas sektor akomodasi yang dapat mendukung kebutuhan tenaga kerja.
Baca Juga: UMP Sumatera Selatan 2026 Rp3,9 Juta, Ini Detailnya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai UMP Maluku Utara tahun 2026 yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa UMP Maluku Utara tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp3.510.240 per bulan, naik Rp102.240 dari UMP 2025 sebesar Rp3.408.000.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 524/KPTS/MU/2025 dan berlaku mulai 1 Januari 2026.
Untuk UMK, Kota Ternate menjadi daerah yang memiliki UMK tersendiri, yaitu Rp3.599.562.
Sementara sembilan kabupaten/kota lainnya menggunakan UMP Maluku Utara sebesar Rp3.510.240 sebagai acuan upah minimum.
Bagi karyawan, penetapan UMP ini jadi bagian penting karena akan berdampak pada upah yang mereka dapatkan.
Oleh karenanya perusahaan wajib memberikan upah kepada karyawan sesuai dengan ketentuan UMP yang telah ditetapkan.
Untuk memudahkan pengelolaan karyawan termasuk penggajian karyawan, gunakan software payroll dari GajiHub.
GajiHub merupakan software payroll dan absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan proses manajemen HR.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- UMP Maluku Utara 2026 Naik Jadi Rp3,5 Juta, Ini Lengkapnya! - 29 September 2026
- UMP di 6 Provinsi Papua 2026 dan Besaran UMK - 29 September 2026
- UMP Maluku 2026 dan 10 Tahun Terakhir - 29 September 2026