Tahukah Anda bahwa UMP Kalimantan Utara menjadi informasi penting bagi Anda yang ingin bekerja di wilayah ini?
UMP Kalimantan Utara ini berkaitan dengan besaran gaji yang didapatkan ketika bekerja di suatu wilayah.
Selain itu, penentuan UMP juga berkaitan dengan berapa biaya hidup di wilayah yang bersangkutan.
Hal ini dikarenakan dalam penentuan UMP, salah satu indikator yang digunakan adalah Kebutuhan Hidup Layak atau KHL dan inflasi.
Lalu, berapa besaran UMP Kalimantan Utara di tahun 2026 ini dan apa dasar penetapannya?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai UMP Kalimantan Utara di tahun 2026 dan dasar penetapannya.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Berapa UMP dan UMSP Kalimantan Utara Tahun 2026?

Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 100.3.3.1/698/2025 tentang Upah Minimum Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026, UMP Kalimantan Utara 2026 ditetapkan sebesar Rp3.775.243 per bulan.
Keputusan tersebut ditetapkan pada Desember 2025 dan mulai berlaku pada 1 Januari 2026.
Jika dibandingkan dengan UMP Kalimantan Utara 2025 sebesar Rp3.580.160, terdapat kenaikan sebesar Rp195.083 atau sekitar 5,45%.
| Keterangan | UMP 2025 | UMP 2026 |
|---|---|---|
| Kalimantan Utara | Rp3.580.160 | Rp3.775.243 |
| Kenaikan nominal | – | Rp195.083 |
| Persentase kenaikan | – | 5,45% |
| Berlaku | 2025 | 1 Januari 2026 |
Besaran UMP tersebut menjadi acuan upah minimum pada tingkat provinsi.
Namun, bagi daerah yang telah menetapkan UMK, perusahaan perlu memperhatikan ketentuan upah minimum kabupaten/kota yang berlaku di wilayah masing-masing.
Selain UMP, pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP).
Untuk 2026, beberapa sektor yang memiliki upah minimum sektoral antara lain minyak dan gas, pertambangan batu bara, serta perkebunan kelapa sawit.
| Sektor | UMSP Kalimantan Utara 2026 |
|---|---|
| Minyak dan gas | Rp3.814.864 |
| Pertambangan batu bara | Rp3.806.846 |
| Perkebunan kelapa sawit | Rp3.798.828 |
Dengan demikian, pekerja pada sektor tertentu dapat memiliki ketentuan upah minimum sektoral yang berbeda dari UMP umum.

Baca Juga: UMP Kalimantan Tengah 2026 dan Peluang Kerjanya
Apa Dasar yang Digunakan dalam Menetapkan UMP Kalimantan Utara Tahun 2026?
Dalam menetapkan UMP Kalimantan Utara 2026, tentunya pemerintah daerah tidak dilakukan secara sembarangan.
Besaran upah minimum ditetapkan berdasarkan peraturan pengupahan yang berlaku secara nasional dan mempertimbangkan kondisi ekonomi serta ketenagakerjaan.
Dasar hukum penting yang digunakan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Peraturan tersebut menjadi salah satu dasar dalam penetapan upah minimum 2026 di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Utara.
Secara umum, penetapan upah minimum mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi dan ketenagakerjaan.
Berikut dasar yang digunakan dalam menetapkan UMP Kalimantan Utara tahun 2026:
1. Inflasi
Inflasi menjadi salah satu komponen dalam formula penyesuaian upah minimum.
Perubahan harga barang dan jasa dapat memengaruhi kemampuan pekerja dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, kondisi perubahan harga menjadi bagian dari pertimbangan ketika pemerintah menetapkan penyesuaian upah minimum.
2. Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi daerah juga menjadi bagian penting dalam menentukan penyesuaian upah.
Daerah dengan aktivitas ekonomi yang berkembang memiliki dinamika produktivitas, investasi, dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda.
Data mengenai kondisi ekonomi tersebut salah satunya berasal dari Badan Pusat Statistik.
BPS mencatat perekonomian Kalimantan Utara pada 2025 tumbuh 4,56%. PDRB atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp156,03 triliun, sedangkan PDRB per kapita mencapai sekitar Rp208,21 juta.
Baca Juga: UMP Kalimantan Selatan Tahun 2026 dan 10 Tahun Terakhir
3. Nilai alfa
Dalam formula pengupahan, terdapat nilai alfa yang digunakan bersama indikator pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Penentuan nilai tersebut menjadi bagian dari mekanisme penghitungan penyesuaian upah minimum sesuai regulasi yang berlaku.
4. Kondisi ketenagakerjaan
Kondisi pasar kerja juga menjadi bagian dari gambaran ketika pemerintah menetapkan kebijakan pengupahan.
Data BPS digunakan untuk melihat jumlah angkatan kerja, penduduk yang bekerja, tingkat pengangguran, serta struktur pekerjaan di Kalimantan Utara.
Penetapan UMP juga melalui pembahasan dalam mekanisme Dewan Pengupahan, sehingga keputusan tidak hanya mempertimbangkan satu indikator ekonomi.
Baca Juga: UMP Kalimantan Barat 2026 Naik Jadi 3 Juta, Ini Detailnya
Berapa UMK di Kalimantan Utara Tahun 2026?

Kalimantan Utara terdiri dari lima kabupaten dan satu kota.
Untuk 2026, masing-masing daerah memiliki ketentuan UMK tersendiri.
Berdasarkan keputusan gubernur yang ditetapkan pada akhir 2025, berikut daftar UMK Kalimantan Utara 2026.
| Kabupaten/Kota | UMK Kalimantan Utara 2026 |
|---|---|
| Kota Tarakan | Rp4.742.169 |
| Kabupaten Malinau | Rp4.040.073 |
| Kabupaten Bulungan | Rp3.900.396 |
| Kabupaten Tana Tidung | Rp3.870.800 |
| Kabupaten Nunukan | Rp3.845.251,23 |
Dari daftar tersebut, Kota Tarakan memiliki UMK sebesar Rp4.742.169, sedangkan Kabupaten Nunukan memiliki UMK sebesar Rp3.845.251,23.
Beberapa UMK tersebut juga memiliki ketentuan upah minimum sektoral kabupaten/kota.
| Wilayah | Sektor | UMSK 2026 |
|---|---|---|
| Tarakan | Industri kayu lapis dan pertambangan minyak bumi | Rp4.754.904 |
| Malinau | Pertambangan dan kehutanan | Rp4.050.886 |
| Bulungan | Perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara | Rp3.924.212 |
| Bulungan | Pertambangan minyak dan gas | Rp3.950.502 |
| Tana Tidung | Pertanian serta pertambangan dan migas | Rp3.872.100 |
| Nunukan | Pertanian, perkebunan, dan perkayuan | Rp3.858.521,85 |
| Nunukan | Pertambangan umum | Rp3.871.874,86 |
Dengan adanya UMK, pekerja dan perusahaan perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku di kabupaten/kota tempat kegiatan usaha berlangsung, bukan hanya melihat UMP tingkat provinsi.
Baca Juga: UMP Sumatera Barat Tahun 2026 dan Kenaikannya
Berapa UMP Kalimantan Utara dalam 10 Tahun Terakhir?
Melihat perkembangan UMP dalam beberapa tahun terakhir dapat membantu Anda mengetahui bagaimana perubahan standar upah minimum di Kalimantan Utara.
Berdasarkan data pemerintah daerah dan rangkaian data upah minimum, berikut perkembangan UMP Kalimantan Utara dalam 10 tahun terakhir:
| Tahun | UMP Kalimantan Utara |
|---|---|
| 2017 | Rp2.354.800 |
| 2018 | Rp2.559.903 |
| 2019 | Rp2.765.463 |
| 2020 | Rp3.000.804 |
| 2021 | Rp3.000.804 |
| 2022 | Rp3.016.738 |
| 2023 | Rp3.251.702 |
| 2024 | Rp3.361.653 |
| 2025 | Rp3.580.160 |
| 2026 | Rp3.775.243 |
Data tersebut menunjukkan bahwa secara nominal UMP Kalimantan Utara mengalami peningkatan dalam periode 2017–2026.
Pada 2017, UMP berada di angka Rp2.354.800 yang meningkat menjadi Rp2.559.903 pada 2018 dan Rp2.765.463 pada 2019.
Kenaikan cukup besar terlihat pada 2020 ketika UMP mencapai Rp3.000.804.
Pada 2021 nominalnya masih berada di angka yang sama, kemudian meningkat menjadi Rp3.016.738 pada 2022.
Setelah itu, UMP kembali mengalami kenaikan menjadi Rp3.251.702 pada 2023, Rp3.361.653 pada 2024, Rp3.580.160 pada 2025, dan Rp3.775.243 pada 2026.
Jika dibandingkan dengan 2017, UMP Kalimantan Utara 2026 telah meningkat sekitar Rp1,42 juta secara nominal.
Perubahan tersebut perlu dibaca dalam konteks ekonomi masing-masing tahun karena penetapan upah minimum dipengaruhi oleh formula dan kondisi ekonomi yang berlaku pada periode tersebut.
Baca Juga: UMP NTT Tahun 2026 Naik 5,45%, Berikut Detailnya
Bagaimana Perbandingan UMP Kalimantan Utara dengan Daerah Sekitarnya?

Untuk melihat posisi UMP Kalimantan Utara, Anda dapat membandingkannya dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Pada 2026, lima provinsi di Pulau Kalimantan memiliki besaran UMP yang berbeda.
| Provinsi | UMP 2026 |
|---|---|
| Kalimantan Utara | Rp3.775.243 |
| Kalimantan Timur | Rp3.762.431 |
| Kalimantan Selatan | Rp3.725.000 |
| Kalimantan Tengah | Rp3.686.138 |
| Kalimantan Barat | Rp3.054.552 |
Berdasarkan data tersebut, UMP Kalimantan Utara berada pada angka Rp3.775.243.
Sementara itu, Kalimantan Timur berada pada Rp3.762.431 dan Kalimantan Selatan Rp3.725.000.
Perbedaan UMP antarprovinsi tidak berarti bahwa biaya hidup, produktivitas, struktur ekonomi, dan kondisi pasar kerja di setiap daerah juga sama.
Karena itu, nominal UMP sebaiknya dibaca bersama dengan indikator ekonomi dan ketenagakerjaan masing-masing wilayah.
Baca Juga: UMP Sumatera Selatan 2026 Rp3,9 Juta, Ini Detailnya
Apa Saja Peluang Kerja yang Ada di Kalimantan Utara?
Selain mengetahui UMP Kalimantan Utara 2026, pencari kerja juga perlu melihat sektor ekonomi yang berkembang di daerah tersebut.
Hal ini dapat membantu Anda menentukan bidang pekerjaan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Berdasarkan data BPS dan perkembangan ekonomi daerah, terdapat beberapa sektor yang memiliki aktivitas penting di Kalimantan Utara:
1. Pertambangan
Pertambangan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian Kalimantan Utara.
Komoditas seperti batu bara dan minyak serta gas turut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi daerah.
Bahkan, pemerintah menetapkan UMSP untuk sektor minyak dan gas serta pertambangan batu bara pada 2026.
Peluang pekerjaan di bidang ini dapat mencakup operator, teknisi, mekanik, tenaga K3, geologist, engineering, administrasi, hingga pekerjaan pendukung operasional.
2. Perkebunan Kelapa Sawit
Sektor perkebunan juga menjadi salah satu bidang yang dapat memberikan peluang pekerjaan di Kalimantan Utara.
Selain pekerjaan di area perkebunan, terdapat peluang pada rantai pasok dan pengolahan hasil perkebunan, termasuk tenaga operasional, administrasi, mekanik, logistik, quality control, hingga supervisor lapangan.
3. Industri Pengolahan
Industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang perlu diperhatikan seiring berkembangnya investasi dan kawasan industri.
Data BPS menunjukkan bahwa industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang mencatat pertumbuhan dalam perekonomian Kalimantan Utara.
Pada triwulan III 2025, industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan kumulatif tertinggi, yaitu 10,67%.
Hal tersebut membuka kebutuhan terhadap berbagai tenaga kerja, mulai dari operator produksi, teknisi, quality control, warehouse, supply chain, hingga administrasi.
Baca Juga: UMP Jambi 2026 dan 20 Tahun Terakhir
4. Konstruksi
Pembangunan infrastruktur dan berbagai proyek pengembangan kawasan turut menciptakan kebutuhan tenaga kerja konstruksi.
BPS mencatat bahwa konstruksi menjadi salah satu sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara.
Pada triwulan III 2025, sektor konstruksi tumbuh 13,96% secara tahunan.
Peluang kerjanya dapat mencakup pekerja konstruksi, mandor, teknisi, estimator, quantity surveyor, drafter, engineer, hingga staf administrasi proyek.
5. Perdagangan
Sektor perdagangan juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi daerah.
Pertumbuhan aktivitas perdagangan dapat menciptakan pekerjaan seperti sales, kasir, customer service, staf gudang, purchasing, administrasi, hingga pengelola toko dan distribusi.
6. Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan
BPS mencatat bahwa lapangan pekerjaan pertanian, perikanan, dan kehutanan menyerap bagian besar tenaga kerja Kalimantan Utara.
Pada November 2025, sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan menjadi lapangan pekerjaan dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yaitu sekitar 29,43% dari penduduk bekerja.
Peluang kerja pada sektor ini tidak hanya berada pada pekerjaan lapangan, tetapi juga dapat berkembang ke pengolahan hasil, distribusi, administrasi, teknologi pertanian, quality control, dan rantai pasok.
7. Logistik dan Transportasi
Letak Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia serta aktivitas perdagangan antardaerah membuat logistik dan transportasi menjadi sektor yang relevan.
Pekerjaan yang dapat ditemukan antara lain staf logistik, warehouse, dispatcher, administrasi pengiriman, pengemudi, supply chain, hingga customer service.
Baca Juga: UMP Aceh Tahun 2026 dan 10 Tahun Terakhir
Bagaimana Kondisi Ketenagakerjaan Kalimantan Utara?

Data BPS dapat digunakan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi pasar kerja Kalimantan Utara.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 3,85%.
| Indikator Ketenagakerjaan | November 2025 |
|---|---|
| Angkatan kerja | 418.417 orang |
| Penduduk bekerja | 402.400 orang |
| TPT | 3,83% |
| Pekerja formal | 211.372 orang |
| Pekerja informal | 191.028 orang |
| Sektor dengan penyerapan terbesar | Pertanian, perikanan, kehutanan |
Data tersebut menunjukkan bahwa struktur pasar kerja Kalimantan Utara terdiri dari pekerjaan formal dan informal.
Bagi pencari kerja, kondisi tersebut penting untuk diperhatikan ketika menentukan bidang pekerjaan dan keterampilan yang perlu dikembangkan.
BPS juga telah merilis data ketenagakerjaan Mei 2026.
Pada periode tersebut, TPT Kalimantan Utara tercatat 3,90%.
Dengan melihat data ketenagakerjaan secara berkala, pencari kerja dapat memperoleh gambaran yang lebih aktual mengenai perkembangan pasar kerja di Kalimantan Utara.
Baca Juga: UMP Kepulauan Riau 2026 dan Kenaikannya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai UMP Kalimantan Utara yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa UMP Kalimantan Utara 2026 ditetapkan sebesar Rp3.775.243 per bulan, naik Rp195.083 atau sekitar 5,45% dibandingkan UMP 2025 yang sebesar Rp3.580.160.
Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 100.3.3.1/698/2025 tentang Upah Minimum Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 dan berlaku mulai 1 Januari 2026.
Untuk memudahkan pengelolaan gaji karyawan di perusahaan Anda, gunakan software payroll dari GajiHub.
GajiHub merupakan software payroll, HRIS, dan absensi yang memiliki fitur terlengkap untuk kemudahan pengelolaan manajemen HR dan karyawan Anda.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- UMP Kalimantan Utara 2026 Naik Menjadi Rp3,7 Juta, Ini Detailnya - 24 September 2026
- UMP Sulawesi Selatan Naik 7,21% Menjadi 3,9 Juta - 24 September 2026
- UMP dan UMSP Sulawesi Tenggara 2026 - 24 September 2026