Pauli dan Kraepelin Tes: Pengertian, Fungsi, dan Perbedaannya

tes pauli 1

Sekilas, baik tes Kraepelin maupun tes Pauli tampak sama. Kraepelin dan Pauli sama-sama menggunakan banyak angka untuk menunjukkan bagaimana kesimpulan mereka bekerja.

Faktanya memang kedua tes ini mengharuskan Anda melakukan penghitungan dan membutuhkan perhatian ekstrim terhadap detail. Prinsip yang sama berlaku untuk kedua ujian ini. Setidaknya Anda pandai matematika, memiliki banyak kesabaran, dapat mengendalikan emosi Anda, dan termotivasi untuk memperhatikan detail.

Tes Kraepelin dan tes Pauli sendiri memliki  beberapa perbedaan. Pada artikel ini kita akan membahas pengertian tes Kraepelin dan tes Pauli, beserta manfaatnya, perbedaannya, dan tips untuk menyelesaikan kedua tes ini dengan baik.

Apa itu Tes Kraepelin

Test Kraepelin adalah jenis tes psikotes yang berisi susunan angka-angka untuk membentuk grafik. Tes ini sering kali digunakan dalam proses rekrutmen tenaga kerja baru di suatu perusahaan atau instansi.

Nama Kraepelin diambil dari penemu jenis tes psikotes ini yaitu Emilie Kraepelin yang merupakan seorang psikiater. Mengerjakan tes kraepelin ini sebenarnya mudah, Hanya dengan menjumlahkan dua angka terdekat dengan nominal 0-9.

Pada prinsipnya tidak ada waktu yang cukup untuk mengerjakan tes koran tersebut karena memang jumlahnya sangat banyak dan kamu tidak dituntut untuk mengerjakan semua soal yang ada.

Namun interpretasi dari tes kraepelin dapat digunakan oleh seorang Human Management Development (HRD) untuk mengetahui bagaimana karakter calon pegawai perusahaan.

Hasil tes Kraepelin akan menginterpretasikan empat hal, yaitu:

  1. Faktor kecepatan (speed factor)
  2. Faktor ketelitian (accuracy factor)
  3. Faktor keajegan (rithme factor)
  4. Faktor ketahanan (ausdeur factor)

Baca juga: Annual Salary dan Annual Income: Pengertian dan Perbedaannya

Apa itu Tes Pauli

Pauli test adalah salah satu psikotes kerja yang paling umum diberikan kepada kandidat calon karyawan sebuah perusahaan. Tes ini sangat populer dan sudah ada untuk waktu yang lama.

Tes ini merupakan tes yang mengutamakan kemampuan matematika dan konsentrasi yang baik. Untuk mengerjakannya, kamu perlu melakukan perhitungan sederhana, yaitu menambahkan deret angka dari 0 sampai 9 secara terus-menerus dari atas ke bawah.

Angka yang ditampilkan diurutkan secara vertikal. Karena susunannya ini, tes Pauli juga sering dikenal dengan tes koran.

Awalnya, pada tahun 1982 Prof. Dr. Richard Pauli melakukan pembaruan terhadap tes Kraepelin yang dicetuskan oleh psikiater Emil Kraepelin. Tes yang disempurnakan ini merupakan gabungan metode eksperimental dengan karakterologi modern.

Oleh karena itu, tes ini dapat digunakan untuk memahami kepribadian seseorang. Dalam dunia kerja, Pauli test dipercaya untuk mengukur sikap kerja dengan mengukur unsur kemauan, yaitu yang paling kuat diukur dalam tes ini.

Psikotes jenis ini memiliki paham bahwa manusia mampu belajar dan berlatih untuk meningkatkan performa, dan tingkat motivasi serta kemampuannyalah yang penting untuk ditinjau.

Baca juga:Partner Kerja: Pengertian, Pengaruh, dan Cara Menghadapinya

Perbedaan Tes Pauli dan Kraeplin

Sejarah

Selama tahun 1800-an, tes Kraeplin awalnya  digunakan oleh seorang pria bernama Emil Kraepelin. Pertama, ia mengembangkan kit diagnostik yang dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang menderita penyakit Alzheimer atau demensia atau tidak.

Sedangkan tes Pauli dikembangkan oleh Prof. Richard Pauli. Pada awalnya, ia membuat alat yang ia yakini dapat digunakan untuk menentukan identitas seseorang. Baru pada tahun 1951, tes Pauli digunakan kembali sebagai alat penilaian kepribadian.

Interval waktu percobaan

Pada tes Kraeplin Anda akan diinstruksikan untuk “berpindah” dari satu tes ke tes berikutnya.  Ketika perintah muncul, Anda harus pindah ke kolom pekerjaan yang berbeda dari kolom pekerjaan Anda sebelumnya.
Segera setelah instruksi diberikan, Anda harus berusaha semaksimal mungkin untuk memindahkan pekerjaan dari kolom kiri ke kolom kanan.

Sedangkan pada tes Pauli Anda akan diberikan sinyal “garis” oleh koordinator acara pada saat tes. Ketika Anda melihat instruksi ini, Anda harus menyelaraskan angka terakhir pada tes dengan tanda yang sesuai. Setelah itu, Anda harus mengulang ujian sesegera mungkin dengan tetap berada di kolom yang sama.

Baca juga: Jobdesk Manajer Personalia dan Perbedaanya dengan HR Manager

Durasi penyelesaian tes

Tes Kraepelin dapat diselesaikan hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit. Pastikan jawaban Anda benar sehingga Anda dapat menyelesaikan pertanyaan tepat waktu.

Tes Pauli disisi lain, berlangsung lebih lama daripada tes Kraepelin, dan bisa berlangsung selama enam puluh menit.

Formulir pemeriksaan

Lembar kerja Kraepelin lebih padat dan dicetak pada satu lembar kertas yang berukuran A4 atau F4. Hal ini menunjukkan bahwa tidak akan ada lembar kerja lain yang diberikan kepada Anda setelah Anda menyelesaikan semua pertanyaan pada tes Kraepelin.

Meskipun ada lebih dari satu lembar tes untuk tes Pauli, masing-masing lembar tes kira-kira seukuran koran. Terkadang tes Pauli disebut sebagai tes koran dan ini sangat masuk akal. Jadi, bahkan jika Anda sudah menjawab semua pertanyaan, Anda masih bisa mendapatkan lebih banyak lembar kerja.

Cara kerja

Selain itu, ada instruksi berupa isyarat gerak yang merupakan bagian dari tes Kraepelin. Angka-angka dijumlahkan, mulai dari bawah dan terus ke atas. Di sisi lain, jumlah angka ditentukan oleh tes Pauli dengan bergerak dari atas ke bawah.

tes pauli 2

Manfaat Tes Pauli dan Kraeplin

Manfaat tes Kraepelin

Manfaat tes Kraepelin adalah untuk mengetahui tipe performa seseorang dalam bekerja. Beberapa contoh implementasi tes Kraepelin pada calon pegawai, misalnya:

  • Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah; ini menjadi indikasi gejala depresi mental yang dialami oleh calon pegawai.
  • Terlalu sering salah Hitung; ini menjadi indikasi bahwa calon pegawai mengalami distraksi mental.
  • Penurunan grafik secara tajam; ini menjadi indikasi bahwa calon pegawai hilang ingatan sesaat pada saat tes, atau indikasi epilepsi
  • Rentang ritme/ grafik terlalu besar; ini adalah indikasi bahwa calon pegawai memiliki masalah atau gangguan emosional

Baca juga: Pengertian Interview User dan Bedanya dengan Interview HRD

Manfaat tes Pauli

Sebelum mengetahui fungsi tes Pauli, Anda perlu mengetahui aspek-aspek yang di ungkap oleh tes Pauli sebagai berikut:

  • Energy psikis (jml): energy psikis mengungkap besarnya potensi energy kerja, terutama ketika dibawah tekanan.
  • Ketelitian dan tanggung jawab (Be): ketelitian dan tanggung jawab menunjukkan adanya kesediaan bertanggung jawab, teliti, kepedulian, akan tetapi dapat berarti pula mudah dipengaruhi, labil, kurang waspada.
  • Kehati-hatian (Sa): kehati-hatian menunjukkan adanya kecermatan, hati-hati, konsentrasi, kesiagaan dan kemantapan kerja terhadap pengaruh tekanan.
  • Pengendalian perasaan (Si): pengendalian perasaan menunjukkan adanya ketenangan, penyesuaian diri, keseimbangan dan sebaliknya dapat berarti menggambarkan penuh temperamen, mudah terangsang, dan cenderung egosentris.
  • Dorongan berprestasi (Ti): dorongan berprestasi menggambarkan kesediaan dan kemampuan berprestasi, serta kemauan untuk mengembangkan diri.
  • Vitalitas dan perencanaan (Tp): vitalitas dan perencanaan menunjukkan ambisi untuk Mengarahkan diri, dan mengatur kemampuan dalam mengatur tempo dan irama kerja.

Dari aspek-aspek diatas, dapat dilihat fungsi tes pauli sebagai berikut:

  • Sebagai suatu metode eksperimental untuk mendapat pengaruh sikap kerja terhadap prestasi kerja.
  • Sebagai alat diagnostic yang dapat dipercaya untuk memeriksa batas-batas perbedaan individu.
  • Sebagai tipologi kepribadian.
  • Untuk usaha pemeriksaan prestasi yang cukup baik.
  • Untuk mendiagnosis perbedaan konstitutif. Hasil itu antara lain menunjukkan bahwa daya tahan wanita lebih besar dari pria, jeajegan prestasi orang desa lebih tinggi dari orang kota, dan sebagainya. Hal-hal tersebutpun akhirnya mampu menunjukkan bahwa tes Pauli bisa dimanfaatkan untuk pemahaman psikologi sosial.
  • Digunakan untuk orang yang menderita luka/gangguan di otak, misalnya terkena tembakan dikepala. Hasilnya menunjukkan bahwa luka pada “parietal” dan “frontal” menunjukkan kurangnya prestasi yang besar, sedang luka pada “occipital” menunjukkan kurangnya prestasi yang tak terlalu besar (paling minimal).
  • Digunakan sebagai salah satu metode untuk mengetahui pengaruh perangsangan dari luar (misal narkoba).
  • Dapat digunakan sebagai diagnostic untuk mendeteksi anak-anak yang sukar dibimbing. Pada tes itu terdapat kurve dengan bentuk-bentuk tertentu untuk mereka yang terhambat perkembangannya. Untuk mereka yang tidak mempunyai pendirian (Hatloso) dan mereka yang lemah diri.
  • Tes pauli ini digunakan sebagai metode pemeriksaan untuk orang yang buta meskipun prestasinya bila dibandingkan dengan orang yang normal berkurang, akan tetapi prestasi individual masih terlihat di dalam tes sebagai prestasi orang yang normal.
  • Untuk alat pembantu eksperimental yang menjadi dasar untuk diagnostic karakterologi.

Baca juga: Cara Menjadi HR Specialist dan Bedanya Dengan HR Generalist

gajihub 2

Tips Menyelesaikan Tes Pauli dan Kraeplin

Untuk lolos kedua tes ini ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan. berikut ini beberapa rahasia agar Anda bisa lulus ketika mengerjakan tes pauli dan kraepelin.

1. Persiapkan semuanya

Rahasia lulus mengerjakan tes yang pertama dan wajib Anda lakukan adalah mempersiapkan semuanya secara matang. karena pasti hampir di semua jenis tes akan membutuhkan persiapan yang matang sehingga Anda harus banyak berlatih soal-soal tentang tes ini.

Jangan lupa membawa beberapa peralatan seperti pensil. namun, perlu diperhatikan agar sebaiknya jangan hanya membawa satu pensil saja. Lebih amannya, jika Anda membawa cadangan. Anda juga harus bisa mengatur waktu saat mengerjakan, mengingat waktu yang diberikan untuk tes ini memang cukup singkat.

2. Perbanyak latihan soal

Tips selanjutnya ada baiknya Anda memperbanyak latihan soal tes. Hal ini untuk melatih Anda agar terbiasa ketika mengerjakan soal tes ini. Sekarang ini cukup mudah untuk menemukan soal tes Pauli dan Kraepelin yang bisa temukan di Google. Anda bisa mencoba untuk mengerjakan soal tersebut.

Dengan selalu mencoba mengerjakan soal tes Kraepelin, ini nantinya mental dan fisik Anda akan terlatih untuk mengerjakannya, sehingga ketika Anda menghadapi tes yang sebenarnya Anda tidak akan mengalami kesusahan.

Baca juga: Bagaimana Cara Menjadi HR Consultant?

3. Tenang

Rahasia lulus mengerjakan tes Pauli dan Kraepelin selanjutnya adalah tenang dan jangan terburu-buru ketika mengerjakan soal. Anda harus bersikap tenang baik sebelum mengerjakan tes maupun ketika Anda sudah mulai mengerjakan tes ini.

Jika Anda bersikap tenang dan tidak terlalu terburu-buru ketika mengerjakan soal, pasti akan jauh lebih fokus dan mudah dalam menyelesaikan tes.

Meskipun sebaiknya Anda tidak terburu-buru namun ada baiknya Anda juga tetap memperhatikan waktu sehingga Anda bisa menyelesaikannya semua tes tepat waktu.

4. Teliti

Rahasia lulus dalam mengerjakan tes Pauli dan Kraepelin selanjutnya Anda harus teliti ketika mengerjakan soal, terlebih tes ini kebanyakan berisi penjumlahan. Oleh sebab itu, Anda harus fokus dan teliti ketika menjumlahkan angka-angka dalam tes ini agar hasil penjumlahan Andabisa sesuai dan benar.

Memang dalam mengerjakan soal ketelitian adalah hal utama yang harus Anda lakukan. Jika Anda kurang teliti pasti hasilnya juga tidak sesuai dengan harapan.

Untuk itu sebaiknya Anda tetap teliti dan memperhatikan waktu agar semua soal terutama soal hitungan bisa Anda kerjakan dengan baik dan benar.

5. persiapkan fisik

Rahasia lulus tes Pauli dan Kraepelin selanjutnya adalah Anda juga harus mempersiapkan fisik dan mental sebaik mungkin.

Pastikan fisik dan mental Anda dalam keadaan yang prima, sehingga bisa mengikuti tes dengan baik dan benar. Terlebih ketika Anda mengerjakan tes ketika fisik dalam kondisi yang baik pasti akan lebih mudah dalam menyelesaikannya. Sehingga soal perhitungan akan terjawab secara tepat dan cepat, dan peluang Anda lolos dalam mengikuti tes semakin besar.

Untuk itu sebelum Anda mengikuti tes sebaiknya pastikan keadaan fisik dan mental Anda baik.

Baca juga: Tugas HR Generalist dan Bedanya dengan HR Manager 

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai tes Pauli dan Kraeplin yang biasanya digunakand dalam proses psikotest saat wawancara kerja. Melakukan kedua tes ini memungkin Anda untuk mendapatkan kandidat yang memiliki psokologi yang baik dan juga tahan tekanan kerja.

Disisi lain, untuk memudahkan Anda dalam melakukan pengelolaan data karyawan dan seluruh proses HR, Anda bisa mencoba menggunakan software payroll dan HR dari Gajihub.

Gajihub adalah software payroll dan HR yang memiliki fitur terlengkap dan harga terjangkau yang cocok digunakan oleh semua jenis dan skala bisnis.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Gajihub secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui tautan ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *