Cover letter menjadi bagian yang sering disebut ketika membahas dokumen lamaran kerja.
Cover letter ini biasanya menjadi salah satu persyaratan bersamaan dengan surat lamaran kerja, CV, dan portofolio.
Buat Anda yang sedang mencari pekerjaan, sudahkah Anda memahami apa itu cover letter?
Lalu bagaimana cara membuat dokumen satu ini?
Buat Anda yang ingin mengetahuinya, yuk simak penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:
Bagaimana Cara Membuat Cover Letter?

Cover letter merupakan surat pengantar lamaran kerja yang akan melengkapi dokumen-dokumen lainnya ketika melamar kerja seperti CV ataupun portofolio.
Isi dari cover letter yakni berupa latar belakang pelamar kerja, alasan atau motivasi melamar kerja di perusahaan, hingga alasan yang membuat tertarik dengan posisi atau bidang pekerjaan yang dilamar.
Untuk membuat surat ini, Anda harus menyesuaikannya dengan bagian-bagian yang ada di dalamnya.
Berikut cara membuat cover letter yang baik dan benar:
1. Profil Singkat
Cara membuatnya yang pertama adalah dengan membuat profil singkat mengenai diri Anda.
Profil singkat ini berisi mengenai data diri Anda yakni nama lengkap, nomor telepon, email, alamat lengkap, hingga akun media sosial atau LinkedIn.
2. Bagian Pembuka
Bagian kedua mengenai cara membuat surat ini adalah membuat bagian pembuka surat.
Anda bisa menulis tujuan dari surat ini diberikan yakni dalam hal ini rekruter atau tim HRD perusahaan Anda melamar kerja.
Anda bisa mencari siapa bagian HRD di profil LinkedIn perusahaan.
Jika Anda tidak juga menemukannya, Anda bisa mengisinya dengan format berikut ini:
- Yth. Kepala Divisi HRD (nama perusahaan)
- Kepada HR Manager
- Yth HR Manager
- HR dari (nama perusahaan)
Baca Juga: Download Contoh Surat Lamaran Kerja Untuk Berbagai Profesi
3. Isi Surat
Pada bagian isi surat, Anda bisa mengisinya dengan deskripsi pekerjaan yang ada di lowongan pekerjaan.
Kemudian Anda bisa menjelaskan pengalaman kerja Anda, keterampilan Anda, dan kemampuan Anda dalam mengisi lowongan pekerjaan tersebut.
Anda juga bisa menjelaskan pencapaian atau prestasi yang telah Anda dapatkan dan jelaskan apa yang Anda lakukan untuk berkontribusi dengan perusahaan.
Anda bisa melakukan riset mengenai perusahaan yang akan Anda lamar agar bisa menulis cover letter dengan baik.
4. Bagian Penutup
Pada bagian penutup, Anda bisa memberikan ajakan untuk bertindak atas surat lamaran kerja Anda.
Anda bisa menyampaikan harapan Anda untuk diterima di pekerjaan tersebut.
Jangan lupa untuk memberikan alamat emai dan nomor telepon agar rekruter bisa dengan menghubungi Anda terkait lamaran kerja Anda.
Terakhir, ucapkan terima kasih karena pihak HRD atau rekruter telah meluangkan waktu untuk membaca surat Anda.
Baca Juga: Cara Membuat Tentang Saya di CV agar Menarik
Contoh Cover Letter
Berikut beberapa contoh cover letter yang bisa Anda gunakan sebagai referensi:
1. Contoh Cover Letter Admin Operasional

2. Contoh Cover Letter Desainer Grafis

Baca Juga: 20 Contoh Surat Pengalaman Kerja dan Download Templatenya
3. Contoh Cover Letter Customer Service

4. Contoh Cover Letter Digital Marketing

5. Contoh Cover Letter Intership

Baca Juga: Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan: 17 Contoh dan Template Gratis
6. Contoh Cover Letter HRD

7. Contoh Cover Letter Web Developer

8. Contoh Cover Letter Marketing

Baca Juga: 10 Contoh Surat Lamaran Kerja Word, Download di Sini
9. Contoh Cover Letter Penghubung Pemasaran

10. Contoh Cover Letter Marketing

Baca Juga: Resume dan CV: Pengertian, Perbedaan, dan Tips Membuatnya
11. Contoh Cover Letter Admin

12. Contoh Cover Letter Staff Finance

13. Contoh Cover Letter HR Generalist

14. Contoh Cover Letter Backend Developer

15. Contoh Cover Letter Sales Executiver

16. Contoh Cover Letter Bahasa Inggris

17. Contoh Cover Letter Bahasa Inggris

18. Contoh Cover Letter Template Bahasa Inggris

19. Contoh Cover Letter Desainer Grafis

20. Contoh Cover Letter SEO Content Writer

21. Contoh Cover Letter Warehouse

22. Contoh Cover Letter Manajer Pemasaran

23. Contoh Cover Letter HR Staff

24. Contoh Cover Letter Staff Accounting

25. Contoh Cover Letter Template

Baca Juga: 9 Berkas Lamaran Kerja yang Perlu Dipersiapkan, Apa Saja?
Download Cover Letter dan Template Cover Letter
Buat Anda yang membutuhkan cover letter untuk melamar pekerjaan, Anda bisa mendownload contoh cover letter dan templatenya di bawah ini:
Download Template Cover Letter
Baca Juga: Download 10 Contoh Surat Keterangan Kerja Gratis
Apa Manfaat dari Cover Letter?

Berikut sejumlah manfaat dengan membuat cover letter:
1. Menambahkan Sentuhan Pribadi pada CV Anda
Cover letter memberikan Anda kesempatan untuk menyampaikan detail spesifik tentang alasan mengapa Anda cocok untuk posisi yang dilamar.
Hal ini mencakup hal-hal yang mungkin tidak tercantum dalam CV.
Cover letter juga menambahkan sentuhan personal, membuat aplikasi Anda terlihat lebih manusiawi dan mudah dihubungkan dengan perekrut.
Dengan cara ini, Anda bisa lebih meyakinkan perusahaan bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk dipilih.
Baca Juga: Resume Parsing: Cara Kerja, Manfaat, dan Contoh Software
2. Memperkenalkan Diri dan Menyampaikan Ketertarikan Anda
Bagian pembuka cover letter adalah tempat Anda memperkenalkan diri dan menjelaskan mengapa Anda tertarik dengan posisi yang ditawarkan.
Bagian ini sangat penting karena menjadi momen pertama untuk menarik perhatian perekrut.
Pengantar yang baik akan menciptakan kesan pertama yang positif dan menentukan bagaimana cover letter Anda diterima secara keseluruhan.
3. Menjelaskan Kualifikasi dan Pengalaman Anda
Dalam cover letter, Anda memiliki ruang untuk menyoroti keterampilan, pengalaman, dan pencapaian yang paling relevan dengan posisi yang dilamar.
Anda dapat menjelaskan bagaimana hal-hal tersebut sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Melalui cara ini, Anda dapat memperkuat argumen bahwa Anda adalah kandidat yang paling memenuhi kualifikasi untuk posisi tersebut.
Baca Juga: 20+ Contoh Summary di dalam CV, Cara Menulis, dan Manfaat
4. Menunjukkan Kemampuan Menulis Anda
Cover letter adalah kesempatan bagi Anda untuk menunjukkan kemampuan menulis melalui paragraf yang terstruktur dengan baik, jelas, dan persuasif.
Hal ini tidak hanya membantu Anda menyampaikan pesan secara efektif, tetapi juga menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan komunikasi tertulis yang baik.
Kemampuan ini sangat penting di banyak jenis pekerjaan, dan cover letter yang ditulis dengan baik dapat menjadi bukti nyata dari kemampuan tersebut.
5. Mencerminkan Kepribadian Anda
Gaya penulisan dalam cover letter, termasuk nada dan pilihan kata yang Anda gunakan, dapat mencerminkan kepribadian Anda.
Cover letter ini memberikan gambaran tentang diri Anda di luar kualifikasi formal yang tertera pada CV.
Rekruter dapat melihat nilai-nilai seperti semangat, antusiasme, serta dedikasi Anda terhadap pekerjaan yang dilamar.
Hal ini membantu mereka memahami siapa Anda sebagai individu.
Dengan kata lain, cover letter tidak hanya berfungsi untuk menunjukkan secara lebih mendalam alasan Anda adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut.

Baca Juga: Pengertian Job Simplification dan Tahapannya
8 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Cover Letter

Agar cover letter yang Anda buat bisa menarik HRD, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan:
1. Lakukan Riset
Tips pertama yang bisa Anda lakukan adalah melakukan riset.
Salah satu riset yang bisa Anda lakukan adalah dengan membaca deskripsi pekerjaan yang ada di lowongan pekerjaan.
Cari tahu informasi mengenai perusahaan tempat Anda melamar kerja dan pelajari apa yang dibutuhkan untuk posisi yang Anda lamar.
Selain bisa membaca dari deskripsi lowongan kerja, Anda bisa mencari informasi ini dari website, media sosial, hingga LinkedIn perusahaan.
2. Buat Profil Singkat
Tips kedua adalah jangan lupa untuk membuat profil singkat mengenai diri Anda di surat ini.
Profil singkat akan membantu Anda memperkenalkan diri kepada HRD yang akan membaca cover letter ini.
3. Buat Pembukaan yang Kuat
Membuat kalimat pembukaan yang kuat dan menarik akan membuat HRD tertarik dengan profil Anda dan kemungkinan HRD melirik CV dan meloloskan Anda ke tahap interview akan semakin besar.
Anda bisa to the point di bagian ini, misalnya dengan langsung menjelaskan kemampuan dan pengalaman kerja Anda.
Hindari kalimat pembukaan sebagai berikut: Nama saya A dan saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan B.
Baca Juga: 10 Contoh Surat Panggilan Kerja dan Download Templatenya
4. Jangan Terlalu Panjang
Jangan membuat surat ini terlalu panjang.
Buat cover letter dalam satu halaman saja!
Membuat surat ini terlalu panjang akan membuat HRD menghabiskan banyak waktu.
Ingat, ada banyak dokumen yang harus dibaca oleh HRD.
Membuat surat ini dengan terlalu panjang akan membuat HRD tidak tertarik dengan lamaran kerja Anda.
Baca Juga: Application Letter: Pengertian, Struktur, dan Cara Membuat
5. Bedakan dengan CV
Cover letter dan CV adalah dua hal yang berbeda.
CV berisi data diri Anda, sedangkan dalam cover letter terdapat alasan mengapa Anda layak mendapatkan pekerjaan ini.
Anda juga bisa menunjukan skill yang Anda miliki dan Anda bisa melengkapinya dengan link yang bisa menunjukan kemampuan Anda tersebut.
6. Buktikan Kelayakan Anda
Buat surat ini dengan meyakinkan dan persuasif.
Dari sini Anda bisa meyakinkan kelayakan Anda untuk mendapatkan pekerjaan ini.
Anda bisa menulikannya dengan percaya diri, namun pastikan percaya diri Anda tidak terkesan sombong.
Anda juga wajib jujur dengan isi yang ada di dalam surat.
Anda juga sebaiknya tidak menulis hal-hal yang tidak relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar.
Misalnya Anda melamar pekerjaan di bidang desain grafis, namun Anda menyebutkan pengalaman Anda dalam olahraga voli.
Baca Juga: 10 Contoh Surat Promosi Jabatan dan Cara Membuatnya
7. Baca Kembali
Sebelum Anda mengirimkan surat ini, pastikan Anda membaca kembali.
Lihatlah lagi apakah ada salah dalam penulisan dan apakah ada tanda baca yang tidak sesuai.
Anda bisa memberikan jeda waktu selama beberapa jam dan baca kembali cover letter yang Anda buat.
Baca Juga: 10 Contoh CV ATS dan Cara Membuatnya
8. Sesuaikan dengan Lowongan Kerja
Terakhir, Anda wajib menyesuaikan cover letter yang Anda buat dengan lowongan kerja.
Jika di dalam lowongan kerja Anda diminta untuk mengirimkan email, maka Anda tidak perlu mengirimkan lamaran kerja Anda secara langsung.
Begitu juga dengan dokumen pelengkap lainnya, pastikan Anda sudah mengirimkan sesuai yang diminta dalam deskripsi lowongan pekerjaan.
Baca Juga: Contoh CV Fresh Graduate Tanpa Pengalaman Kerja Terbaik
Perbedaan Cover Letter dengan Resume dan Surat Lamaran Kerja
Di antara Anda apakah masih ada yang bingung membedakan cover letter dengan resume dan surat lamaran kerja?
Ya, ketiga memang sama-sama ada ketika Anda melamar pekerjaan.
Meski ketiganya merupakan dokumen yang melengkapi lamaran kerja, namun keduanya adalah dua hal yang berbeda.
Berikut perbedaan antara cover letter, resume, dan surat lamaran kerja yang penting untuk Anda pahami:
| Perbedaan | Cover Letter | Resume | Surat Lamaran Kerja |
| Fungsinya | Dokumen pengantar lamaran kerja yang akan melengkapi dokumen-dokumen lainnya seperti CV dan portofolio. | Ringkasan dari cover letter yang di dalamnya berisi informasi mengenai pelamar kerja, kontak yang bisa dihubungi, pengalaman kerja, riwayat pendidikan, hingga keterampilan yang dimiliki. | Surat pengantar CV, di mana di dalamnya berisi rangkuman mengapa Anda layak mendapatkan posisi ini sehingga memancing rekruter membaca CV Anda. |
| Isi | Cover letter memiliki isi yang singkat, persuasif, dan fokus kepada keterampilan yang menonjol. | Memiliki isi yang menerangkan identitas dan kualifikasi kandidat. | Surat lamaran kerja memiliki isi yang mendetail, lebih terstruktur, dan dijelaskan kualifikasi lengkap di dalamnya. |
| Format | Format seperti halnya surat lengkap seperti halnya surat bisnis. | Resume memiliki format poin-poin atau bullet point yang berisi ringkasan dari isi di dalamnya. | Surat lamaran kerja memiliki format resmi. |
Baca Juga: Motivation Letter: Cara Membuat, Contoh, dan Templatenya
Cover Letter dalam Bahasa Indonesia vs Bahasa Inggris, Mana yang Lebih Baik?
Membahas mengenai lebih baik mana, cover letter dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa Inggris, ini disesuaikan dengan perusahaan yang dilamar.
Misalnya Anda melamar pekerjaan multinasional atau bahkan internasional, maka Anda direkomendasikan untuk membuatnya dalam bahasa Inggris.
Membuat cover letter dalam bahasa Inggris dapat menunjukkan profesionalisme dan kemampuan bahasa Inggris Anda.
Namun jika Anda ingin melamar pekerjaan untuk perusahaan dalam negeri dan dengan kemampuan bahasa Inggris Anda yang cukup, sebaiknya gunakan bahasa Indonesia.
Ini untuk mencegah Anda ditanyakan kemampuan bahasa Inggris Anda pada saat wawancara.
Namun jika Anda memiliki memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, menggunakan format bahasa Inggris sangat disarankan.
Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Membuat Cover Letter
Ada 5 kesalahan yang harus Anda hindari ketika membuat cover letter, apa saja?
1. Format yang Terlalu Formal atau Santai
Pertama adalah format yang dimiliki terlalu formal atau santau.
Perlu diingat bahwa Anda menulis cover letter ini ditujukan kepada seseorang yang menawarkan lowongan kerja.
Jadi, pastikan jangan ditulis seperti Anda sedang menulis surat untuk teman Anda.
Namun jangan juga menulisnya dengan bahasa yang terlalu formal.
Anda dapat menyeimbangkan gaya bahasa formal dan santai untuk membuat cover letter yang Anda buat lebih profesional.
2. Menggunakan Ungkapan Klise yang Berlebihan
Kedua adalah menggunakan ungkapan klise secara berlebihan.
Misalnya menulis pekerja keras yang terlalu sering atau keterangan “out of the box”.
Dibandingkan menyebutkan kualitas diri Anda secara eksplisit, Anda bisa menjabarkan bagaimana Anda bisa menemukan solusi terhadap suatu permasalahan.
3. Terlalu Menceritakan Diri Sendiri
Ketiga, terlalu menceritakan diri sendiri.
Memang, Anda perlu untuk menunjukkan kualitas diri Anda namun perhatikan apakah kemampuan tersebut relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Jadi, pastikan Anda meninjau kembali lamaran pekerjaan Anda.
4. Mengulang Isi Resume
Keempat adalah mengulang isi resume.
Di resume Anda telah menuliskan riwayat pendidikan, dan kemampuan atau skill Anda.
Hindari menuliskan hal ini kembali di cover letter.
5. Terlalu Panjang
Terakhir adalah terlalu panjang.
Jika Anda menulis cover letter terlalu panjang, maka HRD bisa skip cover letter Anda karena HRD hanya menghabiskan waktu kurang dari 10 detik untuk membacanya.
Baca Juga: 15 Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris Terbaik
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan mengenai cover letter yang wajib untuk Anda pahami.
Jangan lupa untuk melakukan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda dengan baik.
Gunakan software payroll dan aplikasi HRIS dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan karyawan perusahaan Anda.
GajiHub dilengkapi berbagai fitur yang akan memudahkan pengelolaan karyawan.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan nikmati semua kemudahan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.
- 8 Cara Membuat Timeline Project dan Contohnya - 30 January 2026
- Cognitive Overload: Dampak dan Cara Mengatasinya - 30 January 2026
- Panduan Coretax untuk Wajib Pajak - 30 January 2026