Gaji Dokter di Indonesia Tahun 2026 dan Tahapan Pendidikannya

gaji dokter

Dokter menjadi salah satu profesi yang diidamkan banyak orang, salah satunya karena gaji yang dimilikinya.

Sebagai profesi yang berhubungan dengan menyelamatkan nyawa seseorang, dokter memiliki gaji yang menjanjikan.

Gaji yang dimilikinya ini bisa berbeda, disesuaikan dengan jenis dokter, apakah dokter umum, dokter hewan, atau dokter spesialis.

Termasuk di mana instansi dokter tersebut bekerja, apakah di klinik, membuka praktik mandiri, atau di rumah sakit.

Lalu berapa gaji dokter di Indonesia pada tahun 2026 dan apa saja tahapan untuk menjadi dokter?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai gaji dokter di Indonesia dan tahapan untuk menjadi dokter.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Berapa Gaji Dokter Tahun 2026?

gaji dokter

Dari laporan Indeed gaji dokter umum di Indonesia per Juni 2026 ada di angka rata-rata Rp7.323.454 per bulan.

Tentunya angka ini dapat berbeda disesuaikan dengan spesialisasi dan tempat praktik.

Misalnya dokter yang praktik di Jakarta bisa mendapatkan upah di angka Rp16.059.110 per bulan.

Untuk melihat estimasi upah yang didapatkan oleh dokter di Indonesia sesuai dengan spesialisasi dan bidangnya Anda bisa menyimaknya di bawah ini:

1. Dokter Umum PNS

Dalam menentukan gaji dokter umum PNS, pemerintah mengaturkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024.

Untuk besaran gajinya disesuaikan dengan golongan dan masa kerja yang dimiliki.

Pada dokter umum PNS, secara umum ada di golongan III/a hingga III/d dengan rentang gaji pokoknya sebagai berikut:

  • Golongan III/a: Rp2.785.700–Rp4.575.200
  • Golongan III/b: Rp2.903.600–Rp4.768.800
  • Golongan III/c: Rp3.026.400–Rp4.970.500
  • Golongan III/d: Rp3.154.400–Rp5.180.700

Selain mendapatkan gaji pokok, dokter umum PNS juga mendapatkan tunjangan kinerja, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang makan, dan lain-lain sesai dengan ketentuan di instansi tempat bekerja.

2. Dokter Umum di Rumah Sakit Swasta

Dibandingkan dengan dokter umum PNS, dokter umum yang bekerja di rumah sakit swasta secara umum memiliki gaji yang lebih tinggi.

Dilansir dari situs Good News from Indonesia, upah dokter umum di rumah sakit swasta berkisar antara Rp6.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.

Besaran gaji ini disesuaikan dengan pengalaman, reputasi, hingga lokasi rumah sakit.

Baca Juga: Gaji Perawat di Indonesia dan Syaratnya

3. Dokter Umum di Daerah Terpencil

Gaji dokter umum yang bekerja di daerah terpencil juga berbeda dengan dokter yang bekerja di kota.

Dari situs Bloomberg Technoz, gaji dokter umum di daerah terpencil berkisar antara Rp2.220.000 hingga Rp3.594.889 per bulan.

Tentunya penghasilan dokter di atas dapat berbeda disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah dan kementerian yang berkaitan.

4. Dokter Spesialis Forensik

Setelah membahas mengenai upah dokter umum, ini saatnya membahas mengenai gaji dokter spesialis.

Karena untuk menjadi spesialis dokter harus menempuh pendidikan tambahan, maka gaji yang dimilikinya juga bisa lebih besar.

Untuk dokter spesialis forensik bisa mendapatkan gaji hingga Rp32.570.000 per bulan.

Gaji ini mencakup gaji pokok dan tunjangan, namun belum termasuk dengan insentif atau jasa layanan tambahan.

Besaran gaji ini juga dapat berbeda disesuaikan dengan kebijakan dari rumah sakit dan lokasi kerja,

5. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Untuk dokter spesialis jantung dan pembuluh darah bisa mendapatkan gaji antara Rp15.000.000 hingga Rp50.000.000 per bulan.

Besaran angka ini dapat berbeda disesuaikan dengan pengalaman yang dimiliki.

Bahkan dokter spesialis jantung ini bisa mendapatkan gaji tahunan antara Rp5 hingga 6 miliar, khususnya bagi dokter yang praktik di rumah sakit besar atau memiliki spesialis tambahan yakni kardiotoraks.

gajihub banner 3

Baca Juga: Gaji Satpol PP di Indonesia dan Komponennya

6. Dokter Spesialis Anak

Untuk dokter spesialis anak, upah yang dimiliki adalah antara Rp20.000.000 hingga Rp30.000.000 per bulan.

Ini berlaku bagi dokter spesialis anak yang bekerja di rumah sakit umum.

Sedangkan dokter spesialis anak yang bekerja di rumah sakit swasta bisa mendapatkan gaji antara Rp18.000.000 hingga Rp25.000.000.

Untuk dokter anak dengan pengalaman kerja lebih dari 10 tahun, gaji yang didapatkan bisa mencapai Rp75.000.000 – Rp100.000.000 per bulan.

7. Gaji Dokter Spesialis Bedah

Dibandingkan dokter klinis (non-bedah), dokter bedah bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi yakni dia angka Rp46.825.000 per bulan.

Angka ini merupakan angka bersih setelah dikurangi dengan potongan-potongan lainnya.

Besaran upah dokter ini dapat berbeda sesuai dengan pengalaman, lokasi rumah sakit, hingga jenis tindakan medis yang dilakukan.

8. Dokter Spesialis Kandungan/Obgyn

Dokter spesialis kandungan atau dikenal dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) berperan penting dalam kesehatan ibu dan anak.

Upah yang dimiliki oleh dokter kandungan ini berkisar antara Rp25.000.000 hingga Rp100.000.000 per bulan.

Besaran angka ini juga disesuaikan dengan lokasi, pengalaman, dan jenis rumah sakitnya.

9. Dokter Spesialis Anestesi

Seorang dokter spesialis anestesi bertanggung jawab untuk memberikan anestesi kepada pasien selama menjalani prosedur medis.

Untuk upah yang didapatkannya dapat berbeda-beda disesuaikan dengan lokasi dan jenis rumah sakitnya.

Dari situas The Asian Parent, upah yang didapatkan dokter anestesi antara Rp20.000.000 hingga Rp45.000.000 per bulan.

Baca Juga: Berapa Gaji Guru Swasta di Indonesia?

10. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

upah

Untuk dokter spesialis penyakit dalam, upah yang dimilikinya ada di angka sekitar Rp88.500.000 per bulan, disesuaikan dengan perhitungan gaji pokok, tunjangan, dan fee for service.

Tentunya besaran upah ini disesuaikan dengan pengalaman, lokasi rumah sakit, dan jenis fasilitas medis di mana mereka bekerja.

Di Indonesia untuk rata-rata upah dokter spesialis penyakit dalam ada di angka Rp20.000.000 hingga Rp50.000.000 per bulan.

11. Dokter Spesialis Saraf

Untuk dokter spesialis saraf mendapatkan upah mulai dari Rp12.000.000 hingga Rp30.000.000 per bulan.

Untuk dokter spesialis saraf yang telah bekerja lebih dari 10 tahun bisa mendapatkan upah hingga Rp50.000.000 per bulan.

12. Dokter Spesialis THT-KL

Secara umum, dokter spesialis THT-KL bisa mendapatkan upah antara Rp20.000.000 hingga Rp50.000.000 per bulan.

Besaran upah ini disesuaikan dengan pengalaman yang dimiliki, lokasi rumah sakit, hingga fasilitas yang dimiliki.

13. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Sama seperti dokter lainnya, gaji dokter spesialis kulit dan kelamin juga disesuaikan dengan pengalaman dan lokaso praktiknya.

Secara umum, dokter spesialis kulit dan kelamin mendapatkan gaji antara Rp20.000.000 hingga Rp30.000.000 per bulan.

Besaran upah ini juga disesuaikan dengan tingkat senioritasnya di mana semakin senior maka upah yang dimiliki semakin tinggi.

Baca Juga: Gaji All in: Regulasi dan Perhitungannya

14. Dokter Spesialis Mata

Untuk dokter spesialis mata, upah yang didapatkan bisa mencapai angka Rp100.000.000 per bulan.

Upah yang didapatkan juga dapat berbeda disesuaikan dengan keahliannya, misalnya untuk ahli bedah mata bisa mendapatkan upah yang lebih tinggi dibandingkan spesialis mata umum.

15. Dokter Gigi

Upah yang didapatkan oleh dokter gigi juga disesuaikan dengan tempat praktik, pengalaman, dan juga spesialisasi..

Untuk secara rata-rata, upah dokter gigi di Indonesia ada di angkat Rp5.310.000 hingga Rp8.310.000 per bulan.

Untuk dokter gigi yang membuka praktik mandiri bisa mendapatkan Rp1.500.000 hingga Rp3.000.000 per tindakan medis.

16. Dokter Hewan

Secara umum, dokter hewan bisa mendapatkan upah di kisaran angka Rp4.500.000 hingga Rp10.000.000 per bulan.

Angka ini dapat berbeda disesuaikan dengan lokasi kerja, tingkat pengalaman, dan jenis institusi tempat bekerja.

Untuk dokter hewan yang memiliki petshop bisa mendapatkan upah hingga Rp13.000.000 sesuai dengan tanggung jawab dan lokasi kerja.

Baca Juga: Gaji Penyiar Radio dan Skill yang Dibutuhkan

Apa Saja Tahapan untuk Menjadi Dokter?

gaji dokter

Buat Anda yang tertarik untuk menjadi dokter, ada tahapan pendidikan yang harus ditempuh.

Apa saja tahapan pendidikan dokter yang harus ditempuh ini?

1. Pendidikan Sarjana Kedokteran

Tahapan pendidikan pertama yang harus ditempuh dokter adalah pendidikan sarjana kedokteran.

Pendidikan sarjana kedokteran ini ditempuh selama 3,5 tahun hingga 4 tahun di fakultas kedokteran.

Ketika lulus, mereka mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran atau S.Ked.

2. Pendidikan Profesi Dokter (Koas)

Setelah lulus dari pendidikan sarjana kedokteran, mahasiswa kedokteran melanjutkan ke jenjang Pendidikan Profesi Dokter atau koas.

Di sini mereka akan melakukan praktik klinik di rumah sakit pendidikan selama 1,5 hingga 2 tahun dan berinteraksi langsung dengan pasien di bawah supervisi dokter senior.

Selama menjalankan koas, para mahasiswa tidak mendapatkan gaji.

Baca Juga: Gaji Pramugari Pesawat dan KAI Tahun 2026

3. Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD)

Setelah selesai menjalani koas, mahasiswa harus mengikuti UKMPPD untuk bisa mendapatkan gelar profesi dokter.

Untuk ujiannya terdiri dari ujian tulis (computer-based test) dan juga ujian praktik (objective structured clinical examination/OSCE).

Ujian ini diberikan untuk menilai kompetensi klinis dan pengetahuan medis dari mahasiswa.

4. Sumpah Dokter

Setelah dinyatakan lulus UKMPPD, calon dokter selanjutnya mengikuti sumpah dokter dan mendapatkan surat tanda registrasi (STR).

Surat ini dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Namun setelah sumpah dokter ini, dokter yang baru lulus belum bisa praktik mandiri dan harus menjalani program internship terlebih dahulu.

Baca Juga: Berapa Gaji YouTuber dan Cara Menghitungnya

5. Program Internship

Program internship merupakan program magang selama satu tahun di fasilitas pelayanan kesehatan, baik itu rumah sakit ataupun puskesmas.

Tujuan dari program ini adalah untuk memantapkan kompetensi dokter sebelum akhirnya mereka mendapatkan surat izin praktik (SIP).

Selama program ini dokter internship mendapatkan bantuan biaya hidup dari pemerintah, di mana besarannya disesuaikan dengan lokasi penempatan.

Berikut besaran bantuan biaya hidup yang didapatkan dokter sesuai dengan lokasinya:

  • Kategori 1 Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK): Rp6.499.575
  • Kategori 2 Maluku, NTT, dan Papua (Di luar DTPK): Rp3.999.574
  • Kategori 3 Kalimantan dan Sulawesi (Di luar DTPK): Rp3.727.034
  • Kategori 4 Sumatra dan NTB (Di luar ibu kota provinsi dan DTPK): Rp3.498.800
  • Kategori 5 Ibu Kota Provinsi di Sumatra dan NTB: Rp3.241.200
  • Kategori 6 Jawa dan Bali: Rp3.241.200

Di sini calon dokter dapat mendaftar dan memiliki lokasinya sendiri, baru ditempatkan di RSUD atau di puskesmas.

Untuk penghasilannya bisa dari beberapa hal berikut ini:

  • Bantuan Biaya Hidup atau BBH
  • Bantuan Biaya Pembayaran Pajak PPh (2,5%)
  • Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan BPJS Keseharan
  • Bantuan Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja
  • Bantuan Iuran Jaminan Kematian

6. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)

Bagi dokter yang ingin melanjutkan pendidikan dokter spesialis, maka dokter harus menempuh pendidikan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

PPDS ditempuh selama 4 tahun hingga 7 tahun dengan dua sistem, yakni University Base dan Hospital Base yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan.

Selama menjalani PPDS, dokter tidak boleh bekerja atau membuka praktik dan tidak mendapatkan gaji.

Baca Juga: Berapa Gaji Masinis dan Syarat yang Harus Dipenuhi

Di Mana Saja Tempat Praktik Dokter Umum?

gaji dokter

Dokter umum dapat berpraktik di berbagai fasilitas kesehatan, yakni sebagai berikut:

1. Puskesmas

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pertama yang dimiliki oleh pemerintah.

Di puskesmas ini menjadi tempat utama dokter umum dalam memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan jufa rehabilitatif.

2. Rumah Sakit Umum Pusat dan Rumah Sakit Umum Daerah

Dokter umum juga bisa praktik di RSUP dan RSUD di mana biasanya bertugas di unit gawat darurat, poliklinik, ataupun rawat inap.

Di sini dokter memberikan pelayanan media dasar sebelum dirujuk ke dokter spesialis.

3. Rumah Sakit Swasta

Dokter juga bisa bekerja di rumah sakit swasta, di mana bisa bekerja sebagai tenaga medis tetap ataupun paruh waktu.

Ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan dari rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Content Creator: Jenjang Karier dan Gajinya

4. Klinik dan Balai Pengobatan

Dokter juga bisa praktik di klinik atau balai pengobatan.

Di klinik dan balai pengobatan ini dokter umum bisa memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

5. Perusahaan atau Kantor

Dokter umum juga bisa bekerja di perusahaan, seperti di klinik internal mereka.

Di sini mereka bertugas untuk menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin kepada karyawan.

6. Praktik Mandiri

Terakhir adalah dokter umum yang membuka praktik pribadi di rumah atau tempat lain yang memenuhi persyaratan.

Persyaratan ini terdiri dari Surat Izin Praktik (SIP) dan dinas kesehatan setempat.

Baca Juga: Golongan PPPK, Gaji, dan Tunjangannya

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai gaji dokter yang dapat menjadi referensi Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa gaji dokter dapat bervariasi disesuaikan dengan di mana dokter praktik hingga spesifikasi dokter.

Untuk dokter yang telah menempuh pendidikan dokter spesialis bisa mendapatkan gaji lebih tinggi hingga Rp100 juta per bulan.

Untuk pengelolaan penggajian di perusahaan, pastikan Anda menggunakan software absensi dari GajiHub.

GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar