7 Rekomendasi Aplikasi Warehouse Management System (WMS) Terbaik untuk Bisnis

Rekomendasi Aplikasi Warehouse Management System Terbaik

Ketika jumlah SKU, pesanan, lokasi penyimpanan, dan aktivitas karyawan terus bertambah, proses yang masih mengandalkan spreadsheet atau pencatatan manual dapat memicu berbagai kendala mulai dari stok yang tidak akurat, barang sulit ditemukan, proses picking terlalu lama, hingga kesalahan pengiriman.

Masalah tersebut dapat berdampak langsung pada biaya operasional dan kepuasan pelanggan. Tim gudang harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari barang, melakukan pengecekan ulang, memperbaiki kesalahan, serta menangani retur akibat produk yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan.

Untuk membangun operasional gudang yang lebih terstruktur, bisnis dapat menggunakan aplikasi Warehouse Management System atau WMS. 

Sistem ini membantu menghubungkan proses penerimaan, penyimpanan, perpindahan stok, picking, packing, stock opname, hingga pengiriman dalam satu alur yang dapat dipantau.

Lalu, apa yang dimaksud dengan aplikasi Warehouse Management System, apa saja fungsinya, dan aplikasi WMS mana yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan bisnis? 

Simak pembahasan lengkapnya berikut ini:

Apa itu Aplikasi Warehouse Management System (WMS)?

aplikasi warehouse management system terbaik

Aplikasi Warehouse Management System (WMS) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur, memantau, dan mengoptimalkan seluruh aktivitas operasional di dalam gudang.

Sistem ini membantu bisnis mengelola proses sejak barang diterima dari pemasok, disimpan di lokasi tertentu, dipindahkan antar-area, diambil untuk memenuhi pesanan, dikemas, hingga akhirnya dikirim kepada pelanggan.

Melalui WMS, setiap pergerakan barang dapat tercatat secara digital dan terhubung dengan data stok. 

Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui jumlah persediaan, lokasi penyimpanan, status barang, serta progres pemrosesan pesanan secara lebih akurat.

Fungsi Utama Warehouse Management System

aplikasi warehouse management system terbaik

Mengelola Stok Secara Akurat

WMS mencatat barang masuk, keluar, dipindahkan, dikembalikan, dan disesuaikan. Setiap aktivitas dapat memperbarui data persediaan secara langsung.

Hal ini membantu mengurangi perbedaan antara stok yang tercatat di sistem dan jumlah barang yang tersedia secara fisik.

Mengetahui Lokasi Barang

Setiap produk dapat dilacak hingga ke lokasi penyimpanan yang lebih spesifik, seperti gudang, zona, rak, lorong, atau bin.

Staf tidak perlu mencari barang berdasarkan ingatan atau bertanya kepada rekan kerja karena lokasi produk sudah tersedia di sistem.

Mengatur Alur Kerja Gudang

WMS membantu membagi aktivitas gudang menjadi tugas yang terstruktur, mulai dari receiving, putaway, replenishment, picking, packing, hingga shipping.

Setiap petugas dapat mengetahui pekerjaan yang harus dilakukan dan prioritas tugasnya.

Mempercepat Proses Pemenuhan Pesanan

Dengan lokasi barang yang jelas, rute picking yang terarah, dan validasi barcode, waktu pemrosesan pesanan dapat menjadi lebih singkat.

Gudang dapat memproses lebih banyak pesanan tanpa selalu menambah jumlah tenaga kerja.

Mengurangi Kesalahan Operasional

WMS membantu mengurangi risiko salah ambil barang, salah jumlah, salah lokasi penyimpanan, hingga salah kirim.

Proses pemindaian barcode menjadi lapisan validasi sebelum aktivitas dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Mendukung Stock Opname

Stock opname dapat dilakukan secara lebih terstruktur berdasarkan zona, rak, atau kategori produk.

Beberapa sistem WMS mendukung cycle counting, yaitu penghitungan stok secara berkala tanpa harus menghentikan seluruh aktivitas gudang.

Mengatur Batch dan Tanggal Kedaluwarsa

Untuk produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, atau barang dengan masa simpan terbatas, WMS dapat mencatat nomor batch dan tanggal kedaluwarsa.

Sistem dapat menggunakan metode FEFO atau First Expired First Out agar produk dengan masa kadaluwarsa terdekat dikeluarkan terlebih dahulu.

Memantau Performa Karyawan

Aktivitas setiap staf dapat tercatat berdasarkan jumlah tugas yang diselesaikan, waktu pengerjaan, jumlah barang yang diproses, dan tingkat kesalahan.

Data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi produktivitas dan memperbaiki pembagian beban kerja.

Menyediakan Laporan Gudang

WMS menyediakan laporan yang membantu manajemen memahami kondisi operasional di gudang seperti apa saja yang terjadi, kapan hal itu terjadi, dan siapa yang melakukannya.

Rekomendasi Aplikasi Warehouse Management System (WMS)

Berikut beberapa rekomendasi aplikasi Warehouse Management System yang dapat dipertimbangkan.

1. Jubelio WMS (Paling Direkomendasikan)

aplikasi omnichannel

Jubelio WMS merupakan sistem manajemen gudang yang terintegrasi dengan ekosistem omnichannel Jubelio.

Sistem ini cocok dipertimbangkan oleh bisnis retail, brand, distributor, serta seller e-commerce yang mengelola penjualan dari banyak marketplace dan channel.

Karena terhubung dengan sistem omnichannel, informasi pesanan dan persediaan dapat diteruskan ke proses operasional gudang dalam satu ekosistem. 

Bisnis dapat mengelola aktivitas mulai dari penerimaan barang, penempatan, penyimpanan, picking, packing, stock opname, hingga pengiriman.

Jubelio WMS juga menawarkan visibilitas operasional gudang secara real-time, pengelolaan tanggal kadaluwarsa, serta pemantauan performa tim gudang.

Fitur Utama Jubelio WMS:

Inbound dan Receiving

Setiap barang yang tiba di gudang dapat dicatat sejak proses penerimaan mulai dari jumlah, kondisi, SKU, hingga lokasi penyimpanannya.

Pencatatan yang terstruktur membantu tim memastikan barang yang diterima sesuai dengan dokumen pembelian atau pengiriman dari supplier. 

Jika ditemukan perbedaan jumlah maupun kondisi barang, tim dapat melakukan pengecekan lebih cepat sebelum stok masuk ke sistem.

Picking dan Packing

Sistem membantu tim mengikuti daftar pengambilan barang secara lebih terarah, kemudian melakukan validasi sebelum pesanan dikemas. 

Alur ini dapat mengurangi risiko salah SKU, salah varian, jumlah barang kurang, maupun paket tertukar.

Akurasi yang lebih tinggi membantu bisnis menekan biaya retur, pengiriman ulang, dan pekerjaan tambahan. 

Pada saat yang sama, pelanggan dapat menerima pesanan sesuai dengan informasi pembelian mereka.

Metode Picking Sesuai Karakter Gudang

Setiap gudang memiliki volume order, layout, jumlah SKU, dan pola operasional yang berbeda. Oleh karena itu, satu metode picking belum tentu sesuai untuk seluruh kondisi.

Sistem mendukung beberapa metode seperti cluster picking, batch picking, dan zone picking. Bisnis dapat memilih metode berdasarkan jumlah pesanan, kepadatan SKU, pembagian area, maupun kapasitas tim gudang.

software post terbaik

Manajemen Lokasi Gudang

Lokasi barang dapat diatur berdasarkan struktur gudang mulai dari lantai, area, lorong, kolom, rak, hingga bin penyimpanan.

Informasi lokasi yang jelas membantu staf mengetahui posisi barang tanpa perlu mencari secara manual. Proses putaway, replenishment, picking, dan stock opname pun dapat berjalan lebih cepat.

Selain meningkatkan produktivitas, pengaturan lokasi juga membantu bisnis memanfaatkan kapasitas gudang secara lebih optimal.

Metode FEFO untuk Menjaga Rotasi Persediaan

Melalui metode First Expired, First Out, sistem dapat mengarahkan staf untuk mengambil barang dengan tanggal kadaluwarsa paling dekat terlebih dahulu.

Metode ini relevan untuk bisnis FMCG, makanan, minuman, beauty, farmasi, dan kategori lain yang memiliki batas masa simpan.

Penerapan FEFO membantu mengurangi potensi barang kadaluwarsa, menekan nilai stok yang terbuang, serta menjaga kualitas produk yang dikirim kepada pelanggan.

Pemenuhan Pesanan dalam Satu Alur

Proses fulfillment dapat dikelola mulai dari pesanan diterima, picking, pengecekan barang, packing, pencetakan label, hingga shipping.

Setiap tahapan saling terhubung sehingga status pesanan lebih mudah dipantau. Tim dapat mengetahui order yang masih menunggu pengambilan, sedang dikemas, maupun sudah siap diserahkan kepada kurir.

Pengelolaan Multi Gudang

Stok dari beberapa gudang, cabang, toko, maupun lokasi fulfillment dapat dipantau melalui satu sistem.

Bisnis dapat melihat ketersediaan barang di setiap lokasi, mengatur perpindahan stok, serta menentukan gudang yang paling sesuai untuk memenuhi pesanan.

Visibilitas ini membantu mencegah penumpukan barang di satu lokasi ketika gudang lain mengalami kekurangan. 

Distribusi persediaan pun dapat disesuaikan berdasarkan permintaan di masing-masing wilayah.

Stock Opname

Stock opname membantu bisnis memastikan jumlah barang secara fisik sesuai dengan data yang tercatat di sistem.

Proses penghitungan dapat dilakukan dengan alur yang lebih terstruktur, sehingga tim lebih cepat menemukan selisih, barang hilang, kesalahan penempatan, maupun transaksi yang belum tercatat.

Laporan Operasional Gudang

Aktivitas penerimaan barang, penyimpanan, perpindahan stok, picking, packing, stock opname, dan pengiriman dapat tercatat dalam sistem.

Data tersebut membantu manajemen melihat kondisi operasional gudang secara lebih menyeluruh dari jumlah pesanan yang diproses, waktu pengerjaan, tingkat kesalahan, dan pergerakan persediaan.

Laporan gudang dapat menjadi dasar untuk menemukan bottleneck, mengevaluasi penggunaan kapasitas, serta menentukan perbaikan proses yang memiliki dampak paling besar terhadap produktivitas.

Monitoring Performa Karyawan

Setiap aktivitas staf gudang dapat dipantau berdasarkan tugas dan hasil pekerjaan yang diselesaikan.

Bisnis dapat melihat produktivitas picking, packing, receiving, maupun aktivitas lainnya untuk mengetahui bagian yang sudah berjalan efisien dan area yang masih perlu ditingkatkan.

Data performa juga membantu supervisor membagi beban kerja secara lebih seimbang, menentukan kebutuhan pelatihan, serta menetapkan target yang lebih realistis.

Pemantauan ini tidak hanya digunakan untuk menilai individu. Informasi tersebut juga dapat membantu bisnis menemukan hambatan proses, memperbaiki pembagian area kerja, dan meningkatkan kapasitas tim secara keseluruhan.

Dengan fitur yang lengkap, hal ini menjadikan Jubelio WMS sebagai salah satu aplikasi WMS yang paling direkomendasikan untuk segala skala bisnis.

Kalau kamu penasaran sama fiturnya, kamu bisa coba Jubelio WMS secara GRATIS!

2. SAP Extended Warehouse Management

SAP Extended Warehouse Management atau SAP EWM merupakan solusi WMS yang dirancang untuk mendukung aktivitas gudang dengan volume tinggi dan proses yang kompleks.

Sistem ini menyediakan dukungan untuk proses inbound, penyimpanan, pergerakan barang, fulfillment, serta integrasi aktivitas gudang dengan supply chain perusahaan.

SAP EWM juga dapat membantu mengelola proses logistik yang membutuhkan konfigurasi dan otomatisasi lebih lanjut.

SAP EWM biasanya dipertimbangkan oleh perusahaan yang sudah menggunakan produk SAP atau memiliki kebutuhan integrasi enterprise secara menyeluruh.

Fitur:

  • Manajemen lokasi penyimpanan
  • Manajemen fulfillment
  • Integrasi produksi & supply chain
  • Otomatisasi proses gudang
  • Pemantauan operasional

3. Oracle WMS

sistem HCM

Oracle merupakan aplikasi WMS berbasis cloud yang menjadi bagian dari ekosistem Oracle Supply Chain Management.

Sistem ini dikembangkan untuk mengelola proses fulfillment yang kompleks sekaligus memberikan visibilitas persediaan dari pusat distribusi hingga lokasi retail. 

Oracle WMS juga mendukung kebutuhan omnichannel dan pengelolaan inventory dalam jaringan supply chain yang lebih luas.

Fitur:

  • Inventory visibility
  • Picking, packing, dan shipping
  • Fulfillment
  • Integrasi sistem supply chain
  • Pemantauan kinerja gudang
  • Laporan dan analisis

4. Manhattan WMS

Manhattan WMS merupakan WMS berbasis cloud yang ditujukan untuk operasional gudang dan supply chain dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Platform ini menggunakan arsitektur cloud-native dan microservices. Manhattan Active WM dirancang untuk menghubungkan aktivitas operasional, tenaga kerja, robotika, transportasi, serta otomatisasi gudang dalam satu platform.

Fitur:

  • Inventory visibility
  • Pengelolaan tenaga kerja
  • Integrasi robot dan otomatisasi
  • Manajemen alur gudang
  • Pemantauan produktivitas

Integrasi ERP

5. Infor WMS

Infor WMS merupakan Warehouse Management System berbasis cloud yang dirancang untuk gudang dengan proses operasional yang kompleks.

Sistem ini menawarkan kemampuan seperti labor management, visualisasi tiga dimensi, voice processing, analitik terintegrasi, serta dukungan untuk operasional pihak ketiga atau 3PL.

Fitur:

  • Receiving
  • Putaway & slotting
  • Inventory management
  • Picking & Packing
  • 3PL billing
  • Analisis dan visualisasi gudang
  • Cross docking

6. Microsoft Dynamics 365

Microsoft Dynamics 365 Supply Chain Management memiliki modul warehouse management yang terintegrasi dengan proses supply chain lainnya.

Modul tersebut dapat digunakan untuk mengelola aktivitas gudang pada perusahaan manufaktur, distribusi, dan retail. 

Sistemnya dapat dihubungkan dengan proses transportasi, produksi, quality control, pembelian, transfer, penjualan, hingga retur.

Fitur:

  • Manajemen layout dan zona gudang
  • Receiving dan putaway
  • Picking dan packing
  • Replenishment
  • Integrasi manufaktur
  • Integrasi transportasi

7. NetSuite Warehouse Management System

NetSuite WMS merupakan sistem manajemen gudang yang terintegrasi dengan NetSuite ERP.

Aplikasi ini membantu mengelola receiving, putaway, inventory tracking, picking, packing, shipping, cycle counting, dan pemindaian barcode. 

NetSuite juga menyediakan aplikasi mobile agar staf dapat melakukan tugas operasional langsung dari area gudang.

Fitur:

  • Inventory tracking
  • Barcode scanning
  • Pick, pack, dan ship
  • Cycle counting
  • Integrasi dengan ERP
  • Integrasi sistem pengiriman

Itulah beberapa rekomendasi aplikasi WMS yang bisa kamu coba, apabila kamu membutuhkan fitur WMS yang lengkap secara end-to-end, maka pilihannya adalah Jubelio WMS.

Kamu bisa coba aplikasi Jubelio WMS secara GRATIS sekarang juga!

*Artikel ini hasil kerjasama Jubelio dan Gajihub

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar