Gaji Perawat di Indonesia dan Syaratnya

Buat Anda yang tertarik bekerja sebagai perawat, informasi mengenai gaji perawat jadi bagian penting yang wajib diketahui.

Tentunya untuk menjadi perawat dibutuhkan kualifikasi khusus mulai dari lulus dari pendidikan jurusan keperawatan hingga tambahan pendidikan profesi keperawatan.

Untuk besaran gaji perawat di Indonesia dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pengalaman yang dimiliki, tingkat pendidikan, hingga di mana lokasi bekerja.

Selain di Indonesia, saat ini perawat juga memiliki kesempatan untuk berkarier di luar negeri, seperti di Jepang hingga Jerman.

Lalu berapa besaran gaji perawat yang ada di Indonesia dan apa saja syarat untuk melamar kerja sebagai perawat di Indonesia?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai gaji perawat dan syarat menjadi perawat.

Baca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:

Berapa Gaji Perawat di Indonesia?

gaji perawat

Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 dijelaskan bahwa perawat merupakan seorang yang telah lulus pendidikan tinggi keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Perawat memiliki tugas untuk memberikan asuhan keperawatan, sebagai pelindung dan advokat klien, sebagai rehabilitator, hingga menjadi komunikator dan kolaborator.

Dilansir dari situs Indeed, gaji perawat di Indonesia rata-rata ada di angka Rp4.363.700 per bulan untuk di rumah sakit swasta.

Selain dari rata-rata gaji perawat di Indonesia, besaran gaji perawat juga berbeda-beda antara perawat ASN, honorer, dan perawat yang bekerja di rumah sakit swasta.

Berikut informasi lengkapnya untuk Anda:

1. Gaji Perawat ASN

Sedangkan untuk perawat dengan status PNS/ASN diatur dalam PP Nomor 5 Tahun 2024, profesi perawat di Indonesia dimulai dari golongan II untuk lulusan D3 dan golongan III untuk lulusan S1.

Untuk besaran gajinya adalah sebagai berikut:

Gaji Perawat ASN untuk Lulusan D3

  • Golongan IIA: Rp2.533.440–Rp4.226.344
  • Golongan IIB: Rp2.766.600–Rp4.405.100
  • Golongan IIC: Rp2.883.644–Rp4.591.512
  • Golongan IID: Rp3.005.676–Rp4.785.696

Gaji Perawat ASN untuk Lulusan S1

  • Golongan IIIA: Rp3.231.412–Rp5.307.232
  • Golongan IIIB: Rp3.368.176–Rp5.531.808
  • Golongan IIIC: Rp3.510.624–Rp5.765.780
  • Golongan IIID: Rp3.659.104–Rp6.009.612

Selain mendapatkan gaji, perawat di bawah ASN juga mendapatkan benefit lainnya dalam bentuk tunjangan, yakni sebagai berikut:

  • Tunjangan kinerja
  • Tunjangan sertifikasi dan jabatan
  • Tunjangan keluarga
  • Tunjangan pensiun
  • Gaji ke-13

Baca Juga: Golongan PPPK, Gaji, dan Tunjangannya

2. Gaji Perawat Honorer

Jika dibandingkan dengan perawat ASN atau PNS yang memiliki struktur gaji dan tunjangan yang jelas, gaji perawat honorer masih terbilang rendah di Indonesia.

Besaran gaji ini disesuaikan dengan kebijakan dari pemerintah, seperti yang dilansir dari Skor Life, gaji honorer antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan.

Karena statusnya yang belum tetap, perawat honorer belum mendapatkan benefit lainnya, misalnya dari tunjangan kinerja, hingga jaminan pensiun.

Berbeda dengan laporan dari situs Skor Life, dari hasil wawancara di akun Instagram Thesadewa diketahui bahwa gaji honorer di puskesmas mulai dari Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per bulan.

Meski terbilang kecil, namun menjadi perawat honorer dapat menjadi batu loncatan untuk mendapatkan pengalaman dan kesempatan menjadi perawat PNS/PPPK.

3. Gaji Perawat di Rumah Sakit Swasta

Untuk gaji perawat di rumah sakit swasta ini dapat berbeda-beda karena tidak diatur secara langsung oleh pemerintah.

Dari informasi yang dilansir dari website MetroTV News gaji perawat di rumah sakit swasta adalah sebagai berikut:

  • RS Pondok Indah: Rp3 juta–Rp7 juta.
  • RS Siloam: Rp4 juta–Rp8 juta.
  • RS Awal Bros: Rp2,5 juta–Rp5 juta.
  • RS Mitra Keluarga: Rp3 juta–Rp8 juta.

Namun perlu diketahui bahwa besaran gaji perawat di rumah sakit swasta dipengaruhi oleh besaran UMP di kota tersebut.

gajihub banner

Baca Juga: 10 Contoh Surat Permohonan Kenaikan Gaji dan Cara Membuatnya

Berapa Gaji Perawat di Luar Negeri?

gaji perawat

Selain bisa berkarier di dalam negeri, perawat juga memiliki kesempatan untuk berkarier di luar negeri.

Tentunya untuk upah perawat di luar negeri juga mengikuti dengan standar upah yang ada di sana.

Lalu berapa upah perawat yang bekerja di luar negeri? Berikut informasinya untuk Anda:

1. Jepang

Perawat dari Indonesia yang bekerja di Jepang bisa mendapatkan upah mulai dari ¥200.000 hingga ¥300.000 atau setara dengan Rp22 juta hingga Rp33 juta per bulannya.

Tentunya gaji ini belum dipotong dengan pajak dan biaya hidup di Jepang yang lumayan tinggi.

2. Jerman

Jika Anda berminat untuk berkarier sebagai perawat di Eropa, maka Jerman bisa menjadi pilihan untuk Anda.

Perawat di Jerman mendapatkan upah mulai dari €2.000 hingga €2.800 atau sekitar Rp34 juta hingga Rp47 juta.

Baca Juga: Kenapa Gaji Pelaut Selalu Jadi Daya Tarik?

3. Arab Saudi

Buat Anda yang tertarik bekerja sebagai perawat di Arab Saudi, upah yang dimiliki bisa berkisar antara Rp20 juta hingga Rp35 juta per bulan.

Besaran upah ini disesuaikan dengan pengalaman dan posisi yang dimiliki.

4. Australia dan Kanada

Berkarier sebagai perawat di luar negeri juga terbuka di negara Australia dan Kanada.

Di negara ini Anda bisa mendapatkan upah mulai dari Rp60 juta hingga Rp100 juta per bulan.

Untuk bekerja menjadi perawat di luar negeri, setiap negara pastinya memiliki aturan yang berbeda-beda.

Biasanya yang perlu dipersiapkan adalah STR (Surat Tanda Registrasi) yang masih aktif, ijazah, dan sertifikat bahasa tempat bekerja, misalnya Jepang maka harus lulus tes bahasa Jepang dan mendapatkan sertifkatnya.

Baca Juga: Gaji Fresh Graduate Berdasarkan Lokasi, Perusahaan, dan Jenis Pekerjaan

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Gaji Perawat?

nurse

Tentunya upah perawat dapat berbeda antara satu sama lain karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:

1. Tingkat Pendidikan

Pertama adalah faktor tingkat pendidikan yang dimiliki, di mana biasanya untuk perawat dengan lulusan S1 dengan gelar S.Kep memiliki upah yang lebih besar dibandingkan D3.

Terlebih jika ditambah dengan pendidikan profesi atau Ners, bisa menambah kualifikasi yang membuat upah perawat menjadi lebih tinggi.

2. Pengalaman Kerja

Besarnya upah perawat juga dipengaruhi oleh pengalaman kerja yang dimiliki.

Perawat yang memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun lebih dipercaya dalam menangani pasien dengan kasus kompleks sehingga bayaran yang dimiliki bisa lebih tinggi dibandingkan mereka yang baru lulus.

3. Lokasi Kerja

Lokasi kerja juga menjadi faktor yang mempengaruhi besaran gaji perawat.

Perawat yang bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, hingga Karawang biasanya menawarkan gaji yang lebih tinggi.

Sedangkan untuk perawat di daerah terpencil biasanya upah yang didapatkan relatif kecil.

Baca Juga: Gaji Bukan Segalanya: Ini Benefit yang Dicari Kandidat Saat Ini

4. Spesialisasi

Perawat yang telah memiliki spesialisasi khusus biasanya dibayar lebih mahal karena keahlian ini tidak dimiliki oleh semua orang.

Spesialisasi yang banyak dibutuhkan di antaranya perawat anestasi, ICU, hemodialisis, dan onkologi.

5. Jenis Fasilitas Kesehatan

Bekerja di rumah sakit swasta atau internasional bisa membuat perawat mendapatkan upah yang lebih tinggi dibandingkan dengan di klinik.

Sedangkan untuk perawat yang bekerja di rumah sakit pemerintah biasanya telah memiliki standar upah tersendiri.

Memang, gaji perawat pemerintah tidak sebesar di rumah sakit swasta, namun cenderung lebih stabil dengan tunjangan yang lebih jelas.

6. Kebijakan dari Pemerintah

Besaran upah perawat juga dipengaruhi oleh kebijakan dari pemerintah, misalnya dari penetapan UMK atau UMP setiap tahunnya.

Penetapan UMK dan UMP ini membuat rumah sakit harus mengikuti ketetapan yang ada.

Jadi, jika terdapat kenaikan UMK dan UMP setiap tahunnya maka upah perawat juga ikut naik.

7. Status Kepegawaian

Terakhir adalah status kepegawaian, misalnya status ASN, kontrak, atau honorer.

Perawat dengan status ASN biasanya memiliki gaji yang sesuai dengan regulasi pemerintah dan lebih stabil.

Baca Juga: Gaji General Affair dan Jenjang Karier yang Dimiliki

Apa Saja Syarat untuk Menjadi Perawat?

gaji perawat

Untuk menjadi perawat, ada persyaratan yang harus dipenuhi, yakni sebagai berikut:

1. Persyaratan Pendidikan

  • Pendidikan Formal: Telah lulus dari institusi pendidikan keperawatan dengan jenjang minimal D3 atau S1 jurusan Keperawatan.
  • Pendidikan Profesi (Ners): Setelah lulus S1 Keperawatan, dapat mengikuti pendidikan profesi selama kurang lebih 1 tahun untuk mendapatkan gelar Ners (Ns).
  • Jurusan saat SMA: Jurusan IPA atau jika SMK bisa jurusan kesehatan.

Baca Juga: Berapa Gaji Pelayaran? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

2. Persyaratan Administrasi dan Kompetensi

  • Uji Kompetensi Nasional (Ukom): Setelah menyelesaikan pendidikan, dapat mengikuti dan lulus ujian sebagai bukti standar kompetensi perawat.
  • Surat Tanda Registrasi (STR): Yakni bukti tertulis resmi yang diberikan konsil kepada perawat yang telah terakreditasi. STR ini menjadi syarat mutlak untuk bekerja di fasilitas kesehatan dan Surat Izin Praktik (SIP).

3. Syarat Fisik dan Mental

  • Kondisi Fisik: Umumnya syaratnya sehat jasmani dan rohani, tidak ada disabilitas fisik berat yang dapat mengganggu pekerjaan. Untuk tinggi badan mininal 150 cm untuk perempuan dan 155 cm untuk laki-laki.
  • Kesiapan Emosional: Memiliki empati, kemampuan komunikasi yang baik, dan kesiapan mental dalam menghadapi tekanan karena profesi perawat berhadapan dengan kedaruratan, kesakitan, dan duka.

Baca Juga: Ini Tren Gaji pada Sektor Kesehatan dan Tren Rekrutmennya

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai gaji perawat yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa gaji perawat di Indonesia dapat berbeda-beda disesuaikan dengan background pendidikan hingga dimana bekerja.

Misalnya perawat yang bekerja sebagai ASN tentunya memiliki upah yang berbeda dengan perawat honorer dan yang bekerja di rumah sakit swasta.

Selain bekerja di Indonesia, perawat juga memiliki kesempatan untuk bekerja di luar negeri dan mendapatkan gaji yang lebih besar.

Untuk perusahaan, pastikan Anda melakukan pengelolaan karyawan dengan baik.

Gunakan software absensi dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar