Ketika membahas mengenai UMR, maka Jogja menjadi pembahasan yang tidak boleh terlewatkan.
Hal ini karena Jogja dikenal sebagai provinsi yang memiliki UMR rendah.
Pembahasan mengenai UMR Jogja ini sering dimuat di berbagai portal berita, misalnya saja dari Mojok.co dengan judul Fakta Penderitaan Fresh Graduate di Jogja: Harus Double Job Hanya Demi Bisa Hidup Layak dan Menabung Mengingat UMR Jogja 2025 Ini Terlalu Menyiksa.
Dalam esai tersebut dijelaskan bahwa sebagai fresh graduate penulis pernah mengalami dilema yang juga dirasakan oleh keponakannya.
Hal ini karena kembali ke Jogja untuk bekerja, maka harus berhadapan dengan UMR yang kecil dan hanya cukup untuk bertahan hidup.
Dilansir dari Kompas.com, di tahun 2026 ini, Yogyakarta menempati posisi ketiga sebagai provinsi dengan UMP terendah di Indonesia.
Lalu berapa besaran UMR Jogja dan bagaimana perbandingan UMR Jogja dengan kebutuhan hidup layaknya?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai UMR Jogja dan perbandingan UMR Jogja dengan kebutuhan hidup layaknya.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda bisa membacanya di bawah ini:
Berapa UMR Jogja Tahun 2026?

Jogja atau Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang ada di Indonesia dan dikenal sebagai kota pelajar dan kota budaya.
Yogyakarta yang terkenal dengan keistimewaannya, menjadi tujuan wisata baik oleh turis lokal hingga turis mancanegara.
Hal ini karena ada banyak bagian yang bisa dijelajah di Jogja ini, baik dari segi budayanya, sejarahnya, hingga kulinernya.
Nah, ketika membahas Yogyakarta, maka tidak bisa dipisahkan dari pembahasan UMR yang dimilikinya.
Bahkan banyak yang menyebut mereka yang bergaji Jogja ini dengan ODGJ atau Orang Dengan Gaji Jogja.
Sebutan ini diberikan karena gaji dan UMR di Jogja yang kecil, terlebih jika dibandingkan dengan biaya hidup di kota tersebut.
Lalu berapa UMR Jogja di tahun 2026 ini?
Di tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur DIY Nomor 443 Tahun 2025, diketahui bahwa UMP Jogja ada di angka Rp2.417.495.
Gunung Kidul menjadi kabupaten dengan UMK terendah di Yogyakarta dengan besarannya Rp2.417.495.
Sedangkan untuk UMK tertingginya dipegang oleh Kota Yogyakarta yakni dengan besarannya Rp2.827.593.
Sedangkan untuk kabupaten lainnya yakni Kabupaten Sleman ada di angka Rp2.624.387, Kabupaten Bantul ada di angka Rp2.509.001, dan Kabupaten Kulon Progo ada di angka Rp2.504.520.

Baca Juga: UMR Padang Tahun 2026 dan 5 Tahun Terakhir
Berapa Kenaikan UMK Jogja 10 Tahun Terakhir?
Setelah Anda mengetahui besaran UMP Jogja di tahun 2026, lalu berapa besaran UMP Jogja selama 10 tahun terakhir?
Berikut besaran UMP Jogja dalam 10 tahun terakhir dan besaran kenaikannya:
- UMP Jogja tahun 2016: Rp1.182.510 mengalami kenaikan 19,6% atau Rp 194.010 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja tahun 2017: Rp1.337.645 mengalami kenaikan 13,1% atau Rp 155.135 dari tahun sebelumnya.
- UMO Jogja tahun 2018: Rp1.454.154 mengalami kenaikan 8,7% atau Rp 116.509 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja tahun 2019: Rp1.570.923 mengalami kenaikan 8% atau Rp 116.769 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja tahun 2020: Rp1.704.608 mengalami kenaikan 8,5% atau Rp 133.685 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja tahun 2021: Rp1.765.000 mengalami kenaikan 3,5% atau Rp 60.392 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja tahun 2022: Rp1.840.915 mengalami kenaikan 4,3% atau Rp 75.915 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja tahun 2023: Rp1.981.782 mengalami kenaikan 7,6% atau Rp 140.867 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja Tahun 2024: Rp2.125.898 mengalami kenaikan 7,2% atau Rp 144.116 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja tahun 2025: Rp 2.264.080 mengalami kenaikan 6,4 % atau 138.182 dari tahun sebelumnya.
- UMP Jogja tahun 2026: Rp2.417.495 mengalami kenaikan 6,78% atau bertambah Rp153.414 dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: UMR Bogor Tahun 2026 dan 10 Tahun Terakhir
Bagaimana Perbandingan UMR Jogja dan Kebutuhan Hidup Layak di Jogja?

Dari penjelasan sebelumnya diketahui bahwa Jogja memiliki besaran UMP yang cukup rendah, bahkan menempati UMP terendah ketiga di Indonesia.
Lalu bagaimana dengan biaya hidup di Jogja ini?
Dari Survey Biaya Hidup (SBH) Yogyakarta yang dilakukan di tahun 2018, diketahui biaya hidup di Yogyakarta ada di angka Rp4,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
Dalam survey tersebut diketahui hanya 0,06% masyarakat Yogyakarta yang memiliki biaya hidup di bawah Rp1.500.000.
Sedangkan di tahun yang sama yakni 2018, UMP di Yogyakarta pada saat itu ada di angka Rp1.453.154.
Ketimpangan antara biaya hidup dan UMP ini juga menjadi sorotan Pakar Ekonomi Pembangunan Wilayah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Dessy Rachmawatie, M.Si.
Dessy menilai kondisi ketimpangan ini menggambarkan adanya ketidakseimbangan antara kebijakan pengupahan dengan biaya hidup di masyarakat.
“UMK Kota Yogyakarta yang tertinggi di DIY saja masih sangat jauh di bawah Jakarta, Surabaya, atau kota-kota besar lainnya. Padahal, jika dilihat dari sisi biaya hidup, pengeluaran masyarakat relatif hampir sama dengan kota-kota tersebut,” ujar Dessy yang dilansir dari website Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Adanya ketimpangan ini menurut Dessy dapat menjadi persoalan yang serius jika dikaitkan dengan daya beli dan kesejahteraan di masyarakat.
Baca Juga: UMR Surabaya Tahun 2026 dan 10 Tahun Terakhir
Apa Penyebab UMR Jogja Rendah?

Dengan biaya hidup di Jogja yang tidak seimbang dengan UMR yang dimilikinya, ada pertanyaan yang akhirnya muncul yakni apa penyebab UMR Jogja rendah?
Dosen FISIPOL sekaligus peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si, menjelaskan penyebab mengapa Yogyakarta memiliki UMP yang rendah.
Salah satu penyebabnya adalah karena di Yogyakarta tidak tersedia banyak lapangan pekerjaan.
Menurutnya, ini membuat persaingan antar perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja menjadi tidak ketat.
“Implikasinya upah yang ditawarkan juga tidak tinggi. Sisi lain adalah standar hidup layak di Jogja tidak tinggi sehingga ini berdampak pada upah rendah,” ucap Hempri yang dilansir dari Detik.com.
Terlebih lagi, Yogyakarta bukan kota industri, sehingga dalam hal peningkatan standarisasi kesejahteraan buruh yang ada di Yogyakarta penting untuk menjadi perhatian.
Baca Juga: UMR Cikarang Tahun 2026 sesuai Keputusan Gubernur
Apa Saja Peluang Karier di Jogja?

Seperti yang diketahui, Yogyakarta bukanlah daerah industri dan ini menjadi salah satu penyebab mengapa UMP di daerah ini rendah.
Namun bukan berarti daerah ini tidak memiliki peluang karier atau kesempatan kerja untuk Anda.
Buat Anda yang ingin bekerja di D.I Yogyakarta, ada berbagai peluang karier yang bisa dijadikan pilihan, yakni sebagai berikut:
1. Sektor Pendidikan
Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar sehingga sektor pendidikan ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi di daerah ini.
Ada berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, mulai dari perguruan tinggi negeri hingga perguruan tinggi swasta.
Perguruan tinggi negeri misalnya, ada Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, hingga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Peluang karier yang ada di sektor pendidikan, di antaranya:
- Dosen
- Guru
- Tenaga administrasi
- Tutor
- Asisten pengajar
- Guru bimbel
2. Sektor Pariwisata
Sektor yang kedua adalah sektor pariwisata di mana ini menjadi daya tarik dari Yogyakarta.
Sebut saja Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Pantai di Gunung Kidul, dan lainnya.
Belum lagi wisata budaya seperti Keraton Yogyakarta, Museum, Benteng, hingga monumen-monumen yang ada di Yogyakarta.
Untuk peluang kariernya di sektor pariwisata adalah sebagai berikut:
- Hotel dan penginapan: Resepsionis, housekeeping, front office, room attendant, event manager, hingga purchasing officer.
- Restoran dan kafe: barista, waiter/waitress, karier, chef, crew kitchen, duty manager.
- Tour travel: tour consultant, travel agent, tour manager, hingga customer service.
Baca Juga: Besaran UMR Kota Bandung Tahun 2026
3. Industri Kreatif
Yogyakarta juga dikenal sebagai kota dengan kreativitas yang tinggi.
Di sini ada banyak sentra kesenian, desainer, batik, hingga kerajinan.
Untuk peluang kerjanya adalah sebagai berikut:
- Pembatik, pengrajin tekstil, pengrajin kayu, hingga pengrajin barang daur ulang.
- Desainer pakaian, desainer interior, hingga desainer grafis.
- Content creator, social media specialist, videografer, hingga editor.
4. Teknologi dan Startup
Pertumbuhan industri teknologi dan startup di Yogyakarta juga mengalami peningkatan.
Ada banyak perusahaan rintisan di bidang teknologi pendidikan, keuangan, hingga e-commerce yang ada di Yogyakarta.
Untuk peluang karier yang tersedia di antaranya:
- Software developer, programmer, hingga web developer.
- UX/IU designer, mobile app developer.
- IT support, admin support, operations associate, hingga data entry.
Baca Juga: UMR Jakarta 2025: Ini Rinciannya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai UMR Jogja yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa UMR Jogja di tahun 2026 ada di angka Rp2.417.495 dengan kabupaten Gunung Kidul sebagai kabupaten dengan UMK terendah.
Untuk memudahkan pengelolaan penggajian karyawan di perusahaan Anda, gunakan software payroll dari GajiHub.
GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- UMR Solo Tahun 2026 dan Kenaikannya 10 Tahun Terakhir - 14 August 2026
- UMR Jogja Tahun 2026 dan 10 Tahun Terakhir - 14 August 2026
- AI dalam HR Mengubah Cara Kerja. Ini Skill Wajib Disiapkan - 14 August 2026