Cara menghitung gaji per jam jadi bagian penting yang harus dipahami oleh HRD dan pemilik bisnis.
Menghitung gaji per jam ini berguna untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menghitung freelancer hingga menghitung upah lembur.
Lalu bagaimana cara menghitung gaji per jam ini dan berapa jam kerja dalam satu bulan?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mulai dari cara menghitungnya hingga kalkulator gaji per jam.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Berapa Jam Kerja dalam Satu Bulan?

Sesuai dengan PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, untuk menghitung gaji per jam Anda dapat membaginya dengan 126.
Angka 126 didapatkan dari upah satu minggu yakni 29 jam kemudian dikalikan dengan jumlah minggu dalam satu tahun yakni 52 minggu kemudian dibagikan dengan 12 bulan sehingga total menjadi 126.
Namun angka 126 ini berlaku untuk pekerja paruh waktu atau pekerja harian yang berpedoman pada perhitungan upah harian.
Untuk angka 29 didapatkan dari BPS di mana kriteria gaji per jam didapatkan jika seseorang bekerja kurang dari 35 jam sehingga rata-ratanya 24-30 jam dalam sehari dengan media tertinggi 29 jam.
Untuk perhitungan secara umum, gaji per jam dihitung dengan membagi total gaji dalam satu periode dengan jumlah jam kerja untuk periode yang sama.
Untuk karyawan dengan gaji bulanan, jumlah jam kerja yang dimiliki tidak selalu sama, hal ini karena jumlah hari kerja setiap bulan berbeda-beda.
Untuk menyederhanakan perhitungan, biasanya digunakan angka rata-rata jam kerja bulanan berdasarkan jumlah hari kerja per minggu dan jam kerja per hari.
Dua pola jam kerja yang umum digunakan di Indonesia:
- Sistem 5 hari kerja: 8 jam per hari, sehingga total 40 jam per minggu.
- Sistem 6 hari kerja: 7 jam per hari, dengan total 40 jam per minggu juga (hari terakhir biasanya lebih pendek).
Untuk mengonversi jam kerja mingguan menjadi bulanan, cara yang umum dipakai adalah dengan mengalikan jam kerja per minggu dengan rata-rata jumlah minggu dalam sebulan (sekitar 4,33 minggu), sehingga:
Jam kerja per bulan = Jam kerja per minggu × 4,33
Sebagai gambaran, untuk 40 jam kerja per minggu, hasilnya sekitar 173 jam per bulan.
Perlu dibedakan juga antara jam kerja normal yakni jam kerja sesuai kontrak, misalnya 40 jam/minggu dan jam lembur yakni jam kerja tambahan di luar jam kerja normal, yang dihitung dengan tarif berbeda dan dibahas lebih lanjut di bagian lembur.

Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Bulanan dan Komponennya
Bagaimana Cara Menghitung Gaji Per Bulan?

Setelah Anda mengetahui jumlah jam kerja dalam satu bulan, baik itu untuk karyawan harian atau bulanan, ini saatnya Anda menghitung gaji per jam.
Untuk karyawan dengan penggajian per bulan, cara menghitung gaji per jam dapat menggunakan rumus berikut ini:
Gaji per jam = Gaji bulanan ÷ Jumlah jam kerja dalam sebulan
Komponen yang digunakan dalam perhitungan ini biasanya adalah upah pokok, yaitu gaji pokok sebelum ditambah tunjangan atau bonus.
Beberapa perhitungan juga menyertakan tunjangan tetap, tergantung tujuan perhitungannya (misalnya untuk dasar perhitungan lembur, biasanya yang dipakai adalah upah pokok ditambah tunjangan tetap, bukan seluruh komponen penghasilan).
Penting untuk membedakan gaji bulanan dan upah per jam dengan cara berikut ini:
- Gaji bulanan adalah jumlah tetap yang diterima setiap bulan, terlepas dari variasi jumlah hari kerja pada bulan tersebut.
- Upah per jam adalah nilai uang untuk setiap satu jam kerja, yang bisa dihitung mundur dari gaji bulanan, atau memang menjadi dasar pembayaran (umum pada pekerja harian lepas atau freelance).
Untuk menghitung gaji per jam, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Tentukan Jumlah Gaji Bulanan Karyawan
Langkah pertama adalah dengan menentukan jumlah gaji bulanan karyawan.
Jumlah gaji bulanan ini merupakan jumlah uang yang diterima oleh karyawan setiap bulannya.
Jumlah ini dapat dihitung dengan mengalikan gaji harian pekerja dengan jumlah hari kerja di dalam satu bulan.
Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset Paling Mudah
2. Menghitung Jumlah Jam Kerja
Kedua adalah dengan menghitung jumlah jam kerja.
Jumlah jam kerja dapat dihitung dengan mengalikan jumlah hari kerja di dalam satu bulan dengan jumlah jam kerja per hari.
Misalnya karyawan bekerja selama 8 jam per hari dan jumlah hari kerja adalah 20 hari, maka jumlah jam kerja karyawan adalah 8×20 = 160 jam.
3. Menghitung Gaji Per Jam
Terakhir adalah menghitung gaji per jam dengan cara membagi jumlah gaji bulanan dengan jumlah jam kerja dalam satu bulan.
Misalnya adalah jika gaji bulanan pekerja adalah Rp5.000.000 dan jumlah jam kerja dalam satu bulan adalah 160 jam.
Maka gaji per jam yang didapatkan adalah Rp5.000.000 : 160 jam = Rp31.250.
Baca Juga: 3 Cara Menghitung Gaji Karyawan, Bisnis Wajib Tahu!
Kalkulator Gaji per Jam Gratis
Untuk memudahkan Anda dalam menghitung gaji per jam, Anda bisa menggunakan kalkulator gaji per jam berikut ini:
Kalkulator Gaji Per Jam
Dengan menggunakan kalkulator ini, maka Anda bisa menghitung besaran gaji sesuai gaji bulanan atau tahunan yang didapatkan dengan menyesuaikan jumlah jam kerja.
Baca Juga: Kalkulator Gaji Bersih Gratis dan Contoh Kasus Hitungnya
Bagaimana Cara Menghitung Gaji per Jam dari Gaji Harian?

Untuk pekerja harian atau harian lepas, gaji per jam dihitung dari gaji harian dibagi jumlah jam kerja aktual dalam satu hari, bukan dari jumlah jam kerja bulanan:
Gaji per jam = Gaji harian ÷ Jam kerja per hari
1. Contoh Gaji Harian Rp150.000
Jika seorang pekerja harian menerima Rp150.000 per hari dan bekerja 8 jam per hari, maka gaji per jamnya adalah:
Rp150.000 ÷ 8 jam = Rp18.750 per jam
2. Contoh Gaji Harian Rp200.000
Jika gaji harian Rp200.000 dengan jam kerja yang sama, yaitu 8 jam per hari:
Rp200.000 ÷ 8 jam = Rp25.000 per jam
Jika jam kerja per hari lebih pendek atau lebih panjang, hasilnya akan berubah mengikuti jumlah jam aktual yang dikerjakan, bukan angka standar 8 jam.
Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Perhari Paling Mudah
Bagaimana Cara Menghitung Gaji per Jam untuk Pekerja Freelance?
Bagi freelancer, menghitung tarif per jam sedikit lebih kompleks karena tidak semua jam kerja bisa ditagihkan ke klien.
Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghitung gaji per jam untuk pekerja freelance:
- Tentukan target penghasilan: per bulan atau per tahun yang ingin dicapai.
- Hitung jam kerja produktif:yaitu jam kerja yang benar-benar bisa ditagihkan ke klien (biasanya lebih sedikit dari total jam kerja karena ada waktu nonproduktif).
- Masukkan biaya operasional: seperti biaya internet, perangkat kerja, listrik, atau langganan software yang dipakai untuk bekerja.
- Pertimbangkan pajak dan waktu nonproduktif: seperti cuti, sakit, atau waktu mencari proyek baru, karena freelancer umumnya tidak mendapat gaji saat tidak bekerja.
Rumus praktis yang bisa digunakan:
Tarif per jam = Target pendapatan ÷ Total jam kerja yang dapat ditagihkan
Misalnya, target pendapatan bersih Rp15.000.000 per bulan, dengan jam kerja produktif yang dapat ditagihkan sekitar 100 jam per bulan maka tarif per jam yang perlu dipatok adalah:
Rp15.000.000 ÷ 100 jam = Rp150.000 per jam.
Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Bersih yang Wajib Diketahui Karyawan dan Pemilik Bisnis
Apa Saja Keuntungan Menerapkan Gaji Per Jam?

Dalam menerapkan sistem gaji per jam, ada keuntungan yang didapatkan, yakni sebagai berikut:
1. Lebih Fleksibel
Keuntungan yang pertama adalah berkaitan dengan fleksibilitas.
Dengan sistem gaji per jam, maka bisa memberikan fleksibilitas kepada perusahaan dalam mempekerjakan pekerja sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, perusahaan juga dapat mengatur jadwal kerja pekerja sesuai dengan permintaan dan menghindari membayar lebih banyak bagi pekerja yang tidak bekerja secara penuh waktu.
2. Kontrol Biaya yang Lebih Mudah
Melalui sistem gaji per jam, maka perusahaan dapat mengontrol biaya tenaga kerja secara lebih baik.
Di sini perusahaan hanya membayar pekerja sesuai dengan jumlah jam yang dihabiskan di tempat kerja.
Cara ini membantu perusahaan untuk mengoptimalkan pengeluaran.
3. Lebih Adil
Keuntungan yang terakhir adalah lebih adil, karena dengan sistem gaji per jam dapat dipastikan pekerja dibayar secara adil sesuai dengan jumlah waktu kerja.
Dengan cara ini bisa memberikan keadilan bagi pekerja yang bekerja di waktu yang berbeda-beda.
Misalnya pada pekerja paruh waktu atau pekerja dengan jadwal kerja yang fleksibel.
Baca Juga: Pengertian Prorata dan Cara Menghitung Gaji Prorata
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai cara menghitung gaji per jam yang dapat menjadi referensi Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa cara menghitung gaji per jam dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut ini: Gaji per jam = Gaji bulanan ÷ Jumlah jam kerja dalam sebulan.
Untuk memudahkan Anda dalam menghitung gaji per jam karyawan, Anda bisa menggunakan software payroll dari GajiHub.
GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Cara Menghitung Gaji per Jam dan Kalkulator Gratisnya - 11 August 2026
- Purchasing Staff: Tugas, Skill, dan Gajinya - 11 August 2026
- Swing Shift: Ini Kelebihan dan Kekurangannya - 11 August 2026