Content Creator: Jenjang Karier dan Gajinya

content creator

Dengan perkembangan social media saat ini membuat terbukanya terhadap pekerjaan-pekerjaan baru, salah satu content creator.

Content creator menjadi salah satu pekerjaan yang saat ini banyak diminati karena siapa saja bisa menjadi content creator ini.

Anda tidak perlu lulus dari jenjang pendidikan tertentu atau mengambil sertifikasi khusus untuk menjadi content creator ini.

Setiap orang yang memiliki media sosial memiliki kesempatan untuk menjadi content creator dan mendapatkan penghasilan di sini.

Apakah Anda tertarik untuk menjadi content creator ini dan penasaran bagaimana cara menjadi content creator ini dan berapa penghasilan yang dimilikinya?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai content creator mulai dari jenis-jenisnya, jenjang karier yang dimilikinya, cara menjadi, dan penghasilannya.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Apa Saja Jenis-Jenis Content Creator?

content creator

Content creator merupakan seseorang yang bertugas membuat konten untuk dipublish di media sosial dengan target audiens tertentu,

Mereka memiliki tugas untuk membuat konten dengan muatan edukasi sekaligus hiburan.

Saat ini ada berbagai jenis kreator konten yang dapat menjadi pilihan Anda yakni:

1. YouTubers

Jenis yang pertama adalah menjadi YouTubers atau sering juga dikenal dengan vlogger.

YouTubers memiliki tugas membuat konten secara khusus untuk diunggah di platform YouTub.

Ada berbagai jenis video yang dapat diunggah, mulai dari tutorial, pengalaman, ulasan produk, film pendek, hingga video-video lainnya yang informatif atau menghibur.

Dalam konten YouTube mereka mendapatkan pengikut dengan nama subscribers, di mana biasanya mereka mereka memiliki subscibers setia.

Seorang YouTubers mendapatkan penghasilan dari adsense, sponsorhip, affiliate, hingga menjual merchandise kepada subscribers mereka.

2. Blogger

Sebelum istilah kreator konten booming beberapa tahun ini, blogger telah terlebih dahulu hadir sebagai pembuat konten secara online.

Bisa dibilang blogger ini merupakan salah satu jenis kreator konten yang hadir sejak awal.

Seorang blogger memiliki tugas untuk membuat konten berupa tulisan yang di-publish di blog, baik itu blog pribadi atau platform blog terbuka seperti Medium atau Kompasiana.

Blogger ini memiliki tugas sama seperti seorang content writer.

Baca Juga: Industri Kreatif: Ini Jenis dan Contoh Profesinya

3. Podcaster

Podcaster merupakan kreator konten yang membuat konten dalam bentuk audio.

Audio yang dibuat oleh podcaster ini dapat diakses atau didengarkan secara online ataupun download.

Biasanya seorang podcaster memiliki tema khusus dalam setiap siaran yang berbeda antara satu siaran dengan siaran lainnya.

Podcaster dapat bekerja sama dengan bintang tamu yang membuat konten mereka menjadi lebih unik.

4. Social Media Influencer

Jenis yang terakhir adalah social media influenncer.

Seorang social media influencer menggunakan media sosial untuk membuat konten dan memberikan pengaruh kepada audiens.

Saat ini ada berbagai jenis media sosial yang digunakan yakni mulai dari Instagram, Facebook. X atau Twitter, TikTok, hingga Threads.

Seorang social media influencer memiliki audiens yang spesifik, seperti kecantikan, home living, gaming, travel, hingga makanan.

gajihub banner

Baca Juga: Daftar 20 Pekerjaan Swasta Gaji Tinggi, Apa Saja?

Bagaimana Jenjang Karier Content Creator?

Banyak yang menganggap menjadi kreator konten jenjang karier yang dimiliki tidak jelas, padahal kata siapa?

Kenyataannya saat ini ada banyak pilihan sebagai seorang kreator konten, mulai dari bekerja secara independent atau freelance atau bekerja di perusahaan secara full time.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

1. Freelancer Content Creator

Jenjang karier yang pertama adalah dengan menjadi freelance content creator yakni mereka yang bekerja secara mandiri dengan membuat konten atas nama diri sendiri.

Biasanya mereka mendapatkan penghasilan dari adsense atau iklan, endorsement atau sponsorship, hingga menjual produk baik affiliate atau produk sendiri.

Sebagai freelance kreator konten, Anda harus bisa mengatur jadwal secara mandiri, melakukan pitching klien mandiri, hingga mengatur pekerjaan secara mandiri.

Untuk penghasilannya, kreator konten lepas memiliki penghasilan tidak tetap yang disesuaikan dengan endorse yang masuk, iklan yang didapatkan, hingga penjualan produk.

2. Employee Content Creator

Jenis yang kedua adalah kreator konten dengan status karyawan.

Dengan perkembangan media sosial yang sangat pesat membuat perusahaan mulai menjadikan media sosial sebagai tempat mempromosikan diri.

Tidak hanya berkaitan dengan produk yang dijual, namun juga dari budaya kerja yang ada di perusahaan.

Untuk mendukung pemasaran di media sosial, perusahaan merekrut kreator konten yang bertugas membuat konten atas nama perusahaan.

Mereka tentunya memiliki jenjang karier yang lebih jelas dan pasti, dan juga terikat perjanjian kerja dengan perusahaan.

Untuk penghasilannya, employee content creator mendapatkan gaji bulanan yang pasti dari perusahaan.

Baca Juga: 15 Template Pertanyaan Interview untuk Posisi Content Writer

Apa Syarat Menjadi Content Creator?

content creator

Untuk menjadi kreator konten khususnya freelance kreator konten sebetulnya tidak ada persyaratan tertentu dan siapa saja bisa menjadi kreator konten ini.

Asalkan Anda bisa membuat konten yang menarik audiens, maka Anda sudah bisa disebut sebagai kreator konten.

Namun jika Anda tertarik untuk bekerja sebagai kreator konten di perusahaan, ada 2 persyaratan yang penting untuk dimiliki yakni dari pendidikan dan pengalaman kerja yang dimiliki.

1. Pendidikan

Saat ini sebagian besar perusahaan mempekerjakan kreator konten dengan pendidikan gelar sarjana.

Meski begitu, ada juga yang menerima kreator konten lulusan SMA atau belum lulus kuliah.

Untuk jurusannya, setiap jurusan bisa relevan untuk menjadi kreator konten selagi bisa menunjukkan kemampuan dalam membuat konten.

2. Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja yang dimiliki kreator konten menjadi pertimbangan penting dalam penerimaan kreator konten di perusahaan.

Anda dapat menjelaskan pengalaman kerja ini melalui portofolio, misalnya jika Anda pernah membuat konten di media sosial pribadi atau ada pengalaman magang.

Baca Juga: Side Hustle: Manfaat, Contoh, dan Tips Mendapatkannya

Berapa Gaji Content Creator?

kreator konten

Setelah Anda mengetahui apa saja syarat untuk menjadi kreator konten, lalu berapa gaji atau pendapatan yang dimilikinya?

Dilansir dari situs Jobstreet, diketahui bahwa kreator konten mendapatkan gaji mulai dari Rp3.500.000 hingga Rp5.500.000 setiap bulan.

Gaji ini berlaku bagi content creator yang bekerja di perusahaan, sedangkan untuk kreator konten yang bekerja secara mandiri bisa mendapatkan penghasilan yang beragam.

Misalnya untuk YouTubers yang telah sukses hingga jutaan subscribers bisa mendapatkan penghasilan hingga ratusan juta per bulan.

Begitu juga dengan social media influencer yang memiliki jutaan followers bisa memberikan rate card jutaan bahkan hingga puluhan juta untuk setiap postingan di media sosial.

Namun untuk kreator konten yang masih merintis bisa hanya mendapatkan penghasilan ratusan ribu bahkan bisa satu bulan tanpa penghasilan.

Baca Juga: WFA dan WFO, Mana yang Lebih Baik?

Bagaimana Cara Menjadi Content Creator?

Untuk menjadi seorang kreator konten ada langkah-langkah yang harus Anda ikuti, yakni sebagai berikut:

1. Tentukan Tujuan Anda

Pertama, tentukan tujuan Anda, yakni ingin menjadi kreator konten seperti apa.

Apakah ingin bekerja secara mandiri atau bekerja di perusahaan.

Selain itu tentukan jenis konten seperti apa yang ingin dibuat, apakah konten edukasi atau hiburan atau jenis konten lainnya.

Menentukan tujuan ini penting sebagai ‘peta’ yang menentukan setiap langkah Anda sebagai kreator.

2. Catat Setiap Ide Anda

Ide untuk membuat konten bisa muncul kapan saja dan di mana saja.

Jika Anda mendapatkan ide, bahkan di saat Anda tidak sedang mencarinya, jangan lupa untuk mencatatnya.

Anda bisa mencatatnya di ponsel Anda atau jika ada buku catatan kerja, Anda bisa menuliskannya di sana.

3. Pelajari Audiens

Jangan lupa untuk mempelajari audiens Anda.

Setiap jenis konten memiliki audiens yang berbeda-beda, jadi penting bagi Anda untuk memahami siapa target audiens Anda.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Jurusan untuk Anak IPS dan Prospek Kariernya

4. Buat Konten Orisinal

Sebenarnya tidak masalah jika Anda melakukan ATM atau Amati Tidur dan Modifikasi, namun jangan lakukan secara keseluruhan.

Anda harus tetap mempertahankan orisinal konten yang Anda buat.

Caranya adalah dengan memasukkan hal-hal personal yang hanya Anda yang memilikinya atau jika mewakili brand hanya brand yang memilikinya.

5. Belajar dari Konten Orang Lain

Kelima, belajar dari konten orang lain.

Anda bisa menjadikan konten orang lain sebagai referensi untuk membuat konten namun pastikan Anda melakukan ATM, bukan menjiplak semuanya.

6. Bangun Relasi dengan Sesama Kreator Konten

Untuk mendukung karier Anda sebagai kreator konten, jangan lupa untuk membangun relasi dengan sesama kreator konten.

Anda dapat melakukan kerja sama seperti membuat konten bersama atau bisa juga saling terkoneksi dengan kreator konten lainnya.

Membangun relasi ini penting karena dapat membuka kesempatan yang lebih lebar bagi Anda, baik itu dari kerja sama hingga pekerjaan lainnya.

7. Lakukan Analisis dan Revisi Konten

Untuk membuat konten yang menarik Anda perlu melakukan analisis dan merevisi konten yang dibuat.

Anda bisa melakukan analisis di setiap periode, misalnya bulanan.

Perhatikan konten Anda yang ramai dan tidak ramai dan pahami perbedaannya.

Dari sini Anda bisa membuat konten yang lebih diminati oleh audiens.

Baca Juga: Screening Social Media: Manfaat, Cara, dan Do’s and Don’ts

8. Konsisten Posting

Ketika memulai karier sebagai kreator konten, penting bagi Anda untuk konsisten posting.

Anda bisa memulainya dengan posting setiap hari atau bisa juga per dua hari sekali.

Konsisten posting dapat membuat Anda dikenali oleh algoritma dan konten Anda bisa viral.

9. Jadikan Konten sebagai Solusi

Cara berikutnya adalah menjadikan konten sebagai solusi.

Maksudnya adalah Anda membantu audiens untuk menyelesaikan permasalahan mereka melalui konten yang Anda buat.

Misalnya Anda menemukan adanya permasalahan sulit tidur pada audiens, Anda bisa membagikan cara mengatur gaya hidup agar bisa tidur lebih cepat dan nyenyak.

10. Rawat Rasa Ingin Tahu Anda

Terakhir adalah dengan merawat rasa ingin tahu Anda sebagai kreator konten.

Rasa ingin tahu ini membuat Anda ingin membuat konten yang lebih baik setiap harinya dan membuat konten Anda berbeda dengan kreator lainnya.

Baca Juga: 10 Contoh CV Digital Marketing Terbaik dan Templatenya

Apa Saja Tugas dan Tanggung Jawab dari Content Creator?

content creator

Seorang kreator konten memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Mencari ide, menulis, meninjau, mengedit, hingga membuat konten yang disukai oleh audiens setiap harinya.
  2. Riset dan interview untuk mendapatkan ide konten yang menarik dan diminati oleh audiens.
  3. Bekerja sama dengan tim kreatif untuk mempersiapkan materi konten promosi.
  4. Menggunakan media sosial sebagai consumer engagement, merespons komplain yang masuk, hingga mempromosikan produk atau layanan yang dimiliki perusahaan.
  5. Melakukan kolaborasi dengan departemen internal untuk melakukan campaign mulai dari proses awal hingga evaluasi dilakukan.
  6. Melakukan monitoring di media sosial dan website perusahaan.
  7. Meningkatkan trafik dari konten yang dibuat.

Baca Juga: White Collar: Arti, Skill Penting, Kelebihan, dan Contoh Pekerjaan

Apa Saja Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Content Creator?

Untuk menjadi seorang kreator konten, Anda perlu memiliki skill berikut ini:

1. Kemampuan Riset

Pertama adalah skill kemampuan riset.

Anda harus bisa melakukan riset untuk menemukan konten yang menarik dan diminati oleh audiens.

Kemampuan riset ini dilakukan bisa secara langsung atau bisa melalui internet.

Melakukan riset secara langsung dapat dilakukan dengan peka dengan keadaan sekitarnya.

2. Kreativitas

Skill kedua yang penting untuk dimiliki adalah kreativitas.

Kreator konten penting untuk memiliki kreativitas sehingga setiap konten yang dibuat unik.

3. Fleksibel

Seorang kreator konten harus memiliki skill fleksibel, maksudnya adalah kreator konten harus bisa membuat konten tidak hanya di satu platform namun di semua platform.

Ini termasuk menyesuaikan dengan audiens yang berbeda di setiap platform tersebut.

Baca Juga: Career Plateau: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

4. Kemampuan Analisis

Keempat adalah kemampuan dalam melakukan analisis.

Tentunya kreator konten harus terbiasa dengan alat analisis di setiap media sosial yang dapat berbeda-beda antara satu media sosial dengan lainnya.

Analisis ini menjadi modal untuk melakukan evaluasi dan membuat konten yang lebih baik lagi.

5. Kemampuan Organisasi

Seorang kreator konten juga harus memiliki kemampuan dalam organisasi.

Maksudnya adalah kreator konten harus bisa mengatur jadwal sehingga setiap tugas dapat diselesaikan sebelum deadline.

6. Kemampuan untuk Berkolaborasi

Terakhir adalah kemampuan untuk berkolaborasi, di mana ini artinya kreator konten harus bisa bekerja dengan tim.

Kemampuan ini sangat penting karena kreator konten sering kali melakukan kerja sama, baik untuk yang bekerja di perusahaan atau bekerja secara mandiri.

Baca Juga: 10 Contoh Profesi Industri Kreatif dan Ancamannya

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan mengenai content creator yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa menjadi content creator saat ini banyak dipilih karena peluang yang dimilikinya.

Anda bisa bekerja secara mandiri ataupun menjadi karyawan full time di perusahaan.

Tentunya perusahaan yang memiliki kreator konten ini penting untuk mendukung pekerjaan mereka dengan melakukan pengelolaan karyawan.

Misalnya dengan dukungan aplikasi yang memudahkan karyawan untuk mencatat kehadiran secara mudah.

Gunakan software absensi dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.

GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar