Self Employed: Jenis dan Cara Kerjanya

self employee

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, ada berbagai peluang pekerjaan yang bisa menjadi pilihan Anda, salah satunya adalah self employed.

Self employed bisa menjadi peluang karier yang menarik untuk Anda yang menyukai kebebasan atau memiliki tujuan karier yang berkaitan dengan pekerjaan lepas atau kontrak independen.

Ketika mempertimbangkan apakah akan menekuni pekerjaan mandiri, penting untuk memahami apa saja yang terlibat di dalamnya.

Hal ini membantu Anda mengambil keputusan yang lebih matang saat memilih jalur karier Anda.

Dalam artikel ini, GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai self employed mulai dari pengertiannya, mengapa banyak dipilih, hingga jenis pekerjaannya.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Apa yang Dimaksud dengan Self Employed?

self employee

Self employed atau dalam bahasa Indonesia bekerja secara mandiri dapat diartikan sebagai Anda bekerja untuk diri Anda sendiri, baik dengan mendirikan usaha sendiri ataupun bekerja sebagai kontraktor atau pekerja lepas.

Setiap orang yang melakukan pekerjaan mandiri ini atau dikenal dengan wiraswasta mendapatkan penghasilan dari perdagangan ataupun bisnis.

Pekerjaan satu ini tidak terikat kontrak, jadi tidak ada perantara yang membayarkan pajak mereka.

Mereka yang bekerja dengan status self employed memperoleh penghasilan langsung dari hasil kerja, produk, atau jasa yang mereka tawarkan kepada klien maupun pelanggan, tanpa adanya hubungan atasan-bawahan seperti pada pekerjaan konvensional.

Baca Juga: Content Creator: Jenjang Karier dan Gajinya

Mengapa Self Employed Dipilih?

Ada 4 alasan mengapa seseorang memiliki bekerja secara mandiri, yakni sebagai berikut:

1. Jadwal yang dapat disesuaikan

Karena bekerja mandiri memungkinkan Anda menjadi bos bagi diri sendiri, hal ini sering kali memberikan fleksibilitas penjadwalan yang lebih besar daripada bekerja untuk perusahaan.

Hal ini dapat bermanfaat jika Anda memprioritaskan kendali atas jadwal Anda saat memilih karier potensial.

2. Penghasilan yang fleksibel

Banyak peluang karier sebagai pekerja mandiri juga memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar karena kemampuan pekerja mandiri untuk mencari lebih banyak peluang kerja.

Hal ini memungkinkan Anda untuk menambah atau mengurangi beban kerja sepanjang tahun guna menyesuaikan dengan periode kebutuhan finansial yang meningkat atau berkurang.

3. Otonomi dan tanggung jawab pribadi

Banyak orang memilih menjadi pekerja mandiri karena hal ini memungkinkan mereka menghindari atasan atau struktur manajemen tradisional.

Pekerja mandiri memiliki kendali penuh atas bagaimana mereka mengembangkan karier profesional mereka.

4. Hubungan yang lebih personal dengan pelanggan

Sebagai pekerja mandiri, Anda berpotensi menjalin hubungan dengan pelanggan secara lebih personal.

Hal ini dapat bermanfaat secara profesional, karena membantu Anda mempertahankan klien, serta pada tingkat pribadi bagi para profesional yang senang membangun ikatan interpersonal.

gajihub banner 2

Baca Juga: Daftar 20 Pekerjaan Swasta Gaji Tinggi, Apa Saja?

Apa Saja Jenis-Jenis Self Employed?

Bagi Anda yang tertarik untuk bekerja secara mandiri atau self employed, berikut jenis-jenis self employed yang penting untuk dipahami:

1. Pekerja Lepas (Freelancer)

Pekerja lepas adalah pekerja yang tidak memiliki pemberi kerja tetap dan menawarkan jasanya kepada satu atau lebih klien.

Seringkali, pekerja lepas bekerja di bidang-bidang yang membutuhkan keahlian khusus, di mana mereka dapat menerapkan keahlian mereka untuk memenuhi kebutuhan bisnis.

Meskipun seorang pekerja lepas mungkin bekerja di lingkungan kerja klien, umumnya mereka memiliki kebebasan yang lebih besar dalam cara mereka menyelesaikan tanggung jawab yang telah disepakati, dengan klien hanya fokus pada kualitas hasil akhir.

Peran umum bagi freelancer meliputi:

  • Jurnalis
  • Penulis naskah/editor
  • Fotografer
  • Seniman grafis
  • Pengembang

2. Kontraktor independen

Kontraktor independen adalah profesional wiraswasta yang beroperasi dengan cara serupa seperti pekerja lepas.

Kontraktor independen menyetujui perjanjian kontrak dengan klien, di mana kontrak tersebut menetapkan persyaratan atau harapan bagi kedua belah pihak.

Kontraktor ini sering kali menangani proyek-proyek besar, seperti dalam peran berikut:

  • Kontraktor konstruksi independen
  • Pengemudi layanan rideshare
  • Duta merek/distributor independen
  • Konsultan

3. Usaha perorangan

Usaha perorangan adalah struktur profesional yang mencakup pendaftaran resmi pada badan pemerintah dan regulator yang relevan.

Saat mendirikan usaha perorangan, tidak ada pemisahan antara diri Anda dan perusahaan dalam hal tanggung jawab hukum.

Meskipun sering kali mirip dengan bekerja sebagai pekerja lepas atau kontraktor independen, mendaftarkan diri sebagai usaha perorangan memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk mempekerjakan staf tambahan jika diperlukan guna membantu dalam proyek.

Baca Juga: Download 10 Template dan Contoh Kontrak Kerja Freelance

4. Investor independen

Investor independen berinvestasi di pasar tanpa dukungan lembaga keuangan, menanggung seluruh risiko, dan membayar pajak mereka sendiri.

Karena Anda tidak dianggap sebagai pekerja lepas atau kontraktor independen, Anda mungkin akan mendapat manfaat dengan berkonsultasi kepada ahli pajak untuk mengetahui opsi pelaporan pajak Anda.

5. Pelaku UMKM

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu bentuk self employed yang paling umum di Indonesia, mencakup berbagai jenis usaha seperti kuliner, kerajinan, hingga jasa lokal lainnya.

6. Kreator konten dan influencer

Kreator konten dan influencer menghasilkan pendapatan dari platform digital seperti YouTube, Instagram, atau TikTok.

Ini bisa didapatkan melalui kerja sama brand, monetisasi platform, maupun penjualan produk sendiri.

7. Penjual online (e-commerce)

Penjual online yang berjualan melalui marketplace atau toko daring milik sendiri juga termasuk dalam kategori self employed, karena mereka mengelola bisnis penjualan produknya secara mandiri.

Baca Juga: Penipuan Kerja Freelance: Ini Ciri dan Cara Menghindarinya

Bagaimana Cara Kerja Self Employed?

self employee

Sebagai pekerjaan yang tidak memiliki atasan atau bos, self employed memiliki cara kerja yang berbeda dengan karyawan pada umumnya.

Berikut 6 cara kerja self employed yang penting untuk dipahami:

1. Mendapatkan klien atau pelanggan

Self employed harus aktif mencari klien atau pelanggan sendiri, baik melalui jaringan pribadi, platform daring, maupun strategi pemasaran lainnya.

Ini dilakukan tidak ada perusahaan yang secara otomatis menyediakan pekerjaan bagi mereka.

2. Menentukan harga produk atau jasa

Berbeda dengan karyawan yang menerima gaji sesuai ketentuan perusahaan, self employed perlu menentukan sendiri harga jasa atau produk yang mereka tawarkan.

Mennetukan harga ini dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan, seperti biaya operasional, tingkat keahlian, dan kondisi pasar.

3. Membuat kontrak kerja

Untuk melindungi kedua belah pihak, self employed sebaiknya membuat kontrak kerja atau perjanjian tertulis dengan klien yang mencakup ruang lingkup pekerjaan, tenggat waktu, serta ketentuan pembayaran.

Baca Juga: 30 Rekomendasi Kerja Online dari Rumah, Update 2026!

4. Menyelesaikan proyek atau layanan

Cara kerja berikutnya adalah dengan menyelesaikan proyek atau layanan.

Setelah kesepakatan tercapai, self employed bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikan proyek atau layanan sesuai dengan standar dan tenggat waktu yang telah disepakati bersama klien.

5. Mengelola pembayaran

Self employed juga perlu mengatur sistem pembayaran mereka sendiri.

Termasuk menentukan metode pembayaran, jadwal invoice, serta menindaklanjuti pembayaran yang tertunda dari klien.

6. Mengatur operasional bisnis

Selain pekerjaan utama, self employed juga harus mengatur berbagai aspek operasional lainnya, seperti pencatatan keuangan, pemasaran, hingga manajemen waktu kerja secara mandiri.

Baca Juga: 10 Prospek Karier Digital Marketing dan Gajinya

Apa Kelebihan Menjadi Self Employed?

self employee

Bagi Anda yang tertarik untuk bekerja secara mandiri atau self employed, ada kelebihan-kelebihan yang bisa didapatkan, yakni sebagai berikut:

1. Fleksibilitas waktu kerja

Salah satu daya tarik utama menjadi self employed adalah kebebasan mengatur jam kerja sendiri.

Pekerjaan ini dapat disesuaikan dengan gaya hidup atau kebutuhan pribadi masing-masing individu.

2. Kebebasan memilih klien

Bekerja secara mandiri juga memberikan kebebasan dalam memilih klien.

Di sini Anda leluasa memilih klien atau proyek yang ingin dikerjakan, termasuk menolak proyek yang tidak sesuai dengan nilai atau kapasitas yang dimiliki.

3. Potensi penghasilan lebih tinggi

Karena tidak dibatasi oleh struktur gaji tetap, pekerjaan mandiri berpotensi memperoleh penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan karyawan.

Terutama jika mampu menangani banyak klien atau proyek bernilai besar.

Baca Juga: Industri Kreatif: Ini Jenis dan Contoh Profesinya

4. Kebebasan menentukan tarif

Kelebihan berikutnya adalah pekerja mandiri memiliki kebebasan dalam menentukan tarif.

Anda dapat menyesuaikan tarif jasa sesuai dengan nilai keahlian, pengalaman, ataupun kompleksitas proyek tanpa harus mengikuti skala gaji dari perusahaan.

5. Bekerja dari mana saja

Bekerja secara mandiri artinya Anda bisa bekerja dari mana saja.

Di sini banyak pekerjaan, khususnya di bidang digital dapat dilakukan dari mana saja selama masih ada koneksi internet.

Ini bisa memberikan fleksibilitas lokasi kerja yang tidak dimiliki oleh sebagian besar karyawan kantoran.

6. Peluang membangun aset bisnis

Selain penghasilan langsung, pekerja mandiri juga memiliki peluang untuk membangun aset jangka panjang.

Ini dapat berupa reputasi, portofolio, atau bisnis yang dapat terus berkembang seiring waktu.

Baca Juga: Gig Worker: Pengertian, Jenis, dan Tips Menemukannya

Apa Kekurangan Menjadi Self Employed?

Selain memiliki kelebihan, bekerja mandiri juga memiliki kekurangan, yakni sebagai berikut:

1. Penghasilan tidak tetap

Kekurangan yang pertama adalah penghasilan yang didapatkan tidak tetap.

Berbeda dengan karyawan yang menerima gaji tetap tiap bulan, pekerja mandiri memiliki penghasilan yang fluktuatif disesuaikan dengan jumlah proyek atau penjualan yang berhasil didapatkan.

Ini menuntut mereka untuk memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan dengan lebih baik.

2. Tidak mendapat tunjangan perusahaan

Self employed umumnya tidak mendapatkan tunjangan seperti asuransi kesehatan, jaminan hari tua, atau cuti berbayar yang biasanya disediakan oleh perusahaan bagi karyawan tetap.

Oleh karenanya agar tetap terlindungi, mereka harus bisa mengelolanya secara mandiri, misalnya dengan mendaftarkan diri dalam BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah.

3. Harus mencari klien sendiri

Pekerja mandiri juga harus bisa mencari klien sendiri.

Di pekerjaan ini tidak ada jaminan pekerjaan stabil yang akhirnya membuat mereka harus terus mencari klien baru untuk mempertahankan penghasilan.

Baca Juga: Kerja Remote: Pengertian, Cara, dan Tips Efektifnya

4. Mengelola administrasi dan keuangan

Selain fokus pada pekerjaan utama, self employed juga harus mengelola berbagai aspek administratif.

Ini seperti pembuatan invoice, pencatatan keuangan, hingga kewajiban perpajakan secara mandiri.

5. Risiko bisnis lebih besar

Karena tidak ada jaring pengaman seperti gaji tetap, self employed menanggung risiko bisnis yang lebih besar.

Termasuk risiko kehilangan klien utama atau menghadapi periode sepi proyek.

6. Work-life balance yang menantang

Fleksibilitas waktu kerja terkadang justru membuat batas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi kabur.

Keadaan ini sering membuat sebagian self employed justru kesulitan menjaga keseimbangan hidup dan pekerjaan.

Baca Juga: Remote Work Policies: Arti, Manfaat, Hingga Contohnya

Bagaimana Cara Menjadi Self Employed?

kerja mandiri

Buat Anda yang tertarik untuk menjadi self employed, berikut 7 cara yang bisa Anda lakukan:

1. Tentukan keahlian yang dapat dijual

Langkah pertama adalah mengidentifikasi keahlian atau layanan yang dapat Anda tawarkan kepada pasar.

Baik itu berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, maupun hobi yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

2. Menentukan target pasar

Setelah mengetahui keahlian yang dimiliki, Anda perlu menentukan siapa target pasar atau calon klien yang membutuhkan jasa atau produk tersebut.

Menentukan target pasar ini penting karena akan menjadi arah dari strategi marketing Anda kedepannya.

3. Menyusun model bisnis

Selanjutnya adalah menyusun model bisnis.

Di sini Anda perlu memikirkan bagaimana bisnis Anda akan berjalan, termasuk sumber pendapatan utama, biaya operasional, serta strategi untuk mendapatkan dan mempertahankan klien.

Baca Juga: 8 Manajemen Karyawan Remote untuk Tetap Produktif

4. Menentukan harga jasa atau produk

Penetapan harga yang tepat sangat penting agar Anda dapat menutup biaya operasional sekaligus memperoleh keuntungan yang wajar, tanpa membuat harga terlalu tinggi atau terlalu rendah dibandingkan pasar.

Anda bisa melakukan survey harga ini, misalnya dari media sosial atau platform freelancer (untuk freelancer) agar bisa mendapatkan harga yang tepat.

5. Membangun portofolio

Dalam pekerjaan mandiri, portofolio menjadi bagian penting yang jadi pertimbangan klien dalam mempekerjakan Anda.

Portofolio menjadi bukti nyata kemampuan Anda kepada calon klien, sehingga penting untuk mulai mengumpulkan contoh hasil kerja terbaik, baik dari pengalaman sebelumnya maupun proyek pribadi.

6. Membuat personal branding

Selain membangun portofolio, penting juga bagi Anda untuk membuat personal branding.

Anda bisa melakukannya di media sosial, website pribadi, ataupun melalui portofolio online.

Membangun citra profesional dapat membantu Anda lebih dikenal dan dipercaya oleh calon klien.

7. Mencari klien pertama

Langkah awal mendapatkan klien pertama sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Anda dapat memulainya dari jaringan terdekat, platform freelance, atau menawarkan harga khusus sebagai strategi awal membangun reputasi.

Baca Juga: Remote Working: Pengertian dan Tips Perusahaan Mudah Memantaunya

Apa Saja Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Self Employed?

Untuk mendukung pekerjaan Anda sebagai self employed, dibutuhkan skill-skill berikut ini, apa saja?

1. Komunikasi

Skill pertama dan sangat penting untuk dimiliki adalah skill komunikasi.

Kemampuan berkomunikasi yang baik sangat penting untuk menjalin hubungan dengan klien, memahami kebutuhan mereka, serta menyampaikan hasil kerja secara jelas dan profesional.

2. Negosiasi

Sebagai self employed, Anda perlu terampil bernegosiasi, baik dalam menentukan harga, tenggat waktu, maupun ruang lingkup pekerjaan dengan klien.

Dengan skill ini Anda bisa mendapatkan penawaran yang lebih tinggi hingga mendapatkan repeat order untuk jasa yang ditawarkan.

3. Manajemen waktu

Skill berikutnya yang tidak kalah penting adalah skill manajemen waktu.

Tanpa atasan yang mengawasi secara langsung, kemampuan mengatur waktu kerja secara mandiri menjadi kunci utama agar seluruh proyek dapat diselesaikan tepat waktu.

4. Manajemen keuangan

Self employed perlu memiliki kemampuan dasar dalam mengelola keuangan.

Ini termasuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta merencanakan anggaran untuk kebutuhan bisnis maupun pribadi.

5. Pemasaran digital

Karena sebagian besar jasa pekerja mandiri dipasarkan secara online, penting bagi Anda untuk memiliki skill pemasaran digital.

Kemampuan memasarkan diri atau bisnis secara daring, misalnya melalui media sosial atau website, sangat membantu self employed dalam menjangkau lebih banyak calon klien.

5. Networking

Selain skill pemasaran digital, sebagai pekerja mandiri Anda harus bisa membangun netfworking.

Dengan membangun relasi dengan sesama profesional maupun calon klien dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama di masa depan.

6. Problem solving

Kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri sangat dibutuhkan, mengingat self employed tidak selalu memiliki tim atau atasan yang dapat membantu mengambil keputusan secara langsung.

Baca Juga: Apa Itu Work from Home dan Apa Bedanya dengan Kerja Remote?

Apa Kesalahan yang Harus Dihindari oleh Self Employed?

Sebagai pekerja mandiri, ada saatnya Anda melakukan kesalahan yang bisa merugikan diri sendiri, terlebih jika Anda masih pemula di bidang ini.

Untuk itu penting bagi Anda memahami apa saja kesalahan yang wajib dihindari pekerja mandiri, yakni sebagai berikut:

1. Menetapkan tarif terlalu rendah

Banyak self employed pemula menetapkan tarif terlalu rendah untuk menarik klien.

Padahal hal ini dapat merugikan diri sendiri dalam jangka panjang serta menurunkan nilai pasar dari jasa yang ditawarkan.

Dalam menentukan tarif ini, ikuti standar yang ada dan jangan berpikir bahwa menjual jasa di harga yang murah bisa mendatangkan banyak klien.

Fokuslah pada kualitas yang Anda miliki karena ini yang lebih dipertimbangkan oleh klien dibandingkan dengan harganya.

2. Tidak menggunakan kontrak

Kesalahan kedua yang wajib dihindari adalah tidak bekerja dengan menggunakan kontrak.

Mengerjakan proyek tanpa kontrak tertulis dapat menimbulkan risiko, seperti perselisihan mengenai ruang lingkup pekerjaan atau keterlambatan pembayaran dari klien.

Jadi pastikan Anda membuat kontrak untuk setiap pekerjaan yang dilakukan.

3. Mencampur keuangan pribadi dan bisnis

Self employed, khususnya yang masih pemula sering mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis.

Mereka tidak memisahkan keuangan pribadi dan bisnis sehingga dapat menyulitkan dalam memantau kondisi keuangan usaha maupun dalam melaporkan pajak secara akurat.

4. Tidak memiliki dana darurat

Sebagai pekerja yang tidak mendapatkan jaminan hari tua atau pensiun dan penghasilan juga tidak pasti, sangat penting bagi Anda untuk memiliki dana darurat.

Ketika pekerja mandiri mengabaikan pentingnya dana darurat ini maka bisa membuat Anda mengalami kesulitan finansial ketika sedang sepi proyek atau menghadapi keadaan darurat lainnya.

5. Mengabaikan pemasaran

Beberapa self employed hanya fokus pada pekerjaan teknis tanpa memperhatikan strategi pemasaran.

Ini akhirnya membuat mereka kesulitan mendapatkan klien baru secara berkelanjutan.

6. Bergantung pada satu klien

Terlalu bergantung pada satu klien utama dapat menjadi risiko besar.

Ketika klien tersebut menghentikan kerja sama, maka self employed berpotensi kehilangan sebagian besar sumber penghasilannya sekaligus.

Baca Juga: Tren Work from Cafe dan Manfaatnya

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai self employed yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa menjadi self employed artinya Anda bisa mendapatkan fleksibilitas dan potensi penghasilan yang lebih tinggi.

Namun tentunya pekerjaan satu ini bukan tanpa tantangan, karena ada tanggung jawab yang lebih besar dalam mengelola bisnis, keuangan, dan kewajiban pajak secara mandiri.

Bagi perusahaan, untuk memudahkan pengelolaan karyawan, pastikan perusahaan Anda menggunakan software absensi terbaik dari GajiHub.

GajiHub merupakan software absensi terbaik yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar