Rata-rata gaji di Indonesia menjadi salah satu topik menarik yang menjadi perhatian banyak orang, termasuk pencari kerja dan di Indonesia.
Hal ini karena jumlah gaji sangat berpengaruh pada standar hidup, kesejahteraan, dan kondisi ekonomi yang ada di masyarakat.
Di tahun 2026, Badan Pusat Statistik atau BPS baru saja merilis data rata-rata upah atau gaji bersih selama satu bulan untuk karyawan atau pekerja sesuai provinsi dan sektor di tahun 2025.
Dari data ini dapat diketahui berapa rata-rata gaji di Indonesia pada tahun 2025.
Selain dari data BPS, rata-rata gaji di Indonesia juga bisa dilihat dari besaran UMK atau UMR yang ada di Indonesia.
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai rata-rata gaji di Indonesia untuk setiap provinsi sesuai dengan laporan BPS dan UMK.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda bisa membacanya di bawah ini:
Berapa Rata-Rata Gaji di Indonesia untuk Setiap Provinsi?

Dari data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata gaji di Indonesia per Februari 2025 ada di angka Rp3.094.818 dan pada Agustus 2025 ada di angka Rp3.331.012.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan gaji rata-rata tertinggi per Agustus 2025 ada di angka Rp5.903.603, sedangkan per Februari ada di angka Rp4.878.943.
Sedangkan untuk rata-rata terendah dipegang oleh Provinsi Lampung di mana per Februari 2025 memiliki rata-rata gaji di angka Rp2.320.932 dan per Agustus ada di angka Rp2.520.619.
Untuk informasi lebih lengkapnya mengenai rata-rata gaji di Indonesia pada tahun 2025 dari data BPS adalah sebagai berikut:
| Provinsi | Rata-Rata Gaji Februari 2025 (Rp) | Rata-Rata Gaji Agustus 2025 (Rp) |
| Aceh | 2.884.151 | 2.837.520 |
| Sumatera Utara | 2.647.529 | 2.815.066 |
| Sumatera Barat | 2.831.404 | 2.911.450 |
| Riau | 3.083.274 | 3.144.261 |
| Jambi | 2.789.581 | 2.975.646 |
| Sumatera Selatan | 2.727.684 | 3.015.055 |
| Bengkulu | 2.566.215 | 2.935.681 |
| Lampung | 2.320.932 | 2.520.619 |
| Kep. Bangka Belitung | 3.155.887 | 3.202.690 |
| Kep. Riau | 4.741.492 | 4.768.990 |
| DKI Jakarta | 4.878.943 | 5.903.603 |
| Jawa Barat | 3.258.613 | 3.768.080 |
| Jawa Tengah | 2.441.045 | 2.528.470 |
| DI Yogyakarta | 2.914.645 | 2.924.613 |
| Jawa Timur | 2.625.050 | 2.899.074 |
| Banten | 4.168.622 | 4.062.488 |
| Bali | 3.617.339 | 3.639.413 |
| Nusa Tenggara Barat | 2.377.411 | 2.569.181 |
| Nusa Tenggara Timur | 2.341.352 | 2.674.136 |
| Kalimantan Barat | – | 2.972.111 |
| Kalimantan Tengah | 3.265.545 | 3.451.676 |
| Kalimantan Selatan | 3.269.734 | 3.164.480 |
| Kalimantan Timur | 4.439.658 | 4.475.944 |
| Kalimantan Utara | 4.355.707 | 3.675.921 |
| Sulawesi Utara | 3.332.950 | 3.420.935 |
| Sulawesi Tengah | 3.077.492 | 3.056.120 |
| Sulawesi Selatan | 2.956.256 | 3.060.385 |
| Sulawesi Tenggara | 2.928.215 | 3.189.724 |
| Gorontalo | 2.506.904 | 2.911.813 |
| Sulawesi Barat | 2.608.578 | 2.698.528 |
| Maluku | 2.866.807 | 3.100.805 |
| Maluku Utara | 3.666.126 | 3.620.219 |
| Papua Barat | 3.459.119 | 3.765.973 |
| Papua Barat Daya | 3.644.386 | 3.837.947 |
| Papua | 3.984.589 | 4.426.645 |
| Papua Selatan | 3.865.415 | 4.264.963 |
| Papua Tengah | 4.747.826 | 4.808.336 |
| Papua Pegunungan | 4.133.474 | 3.941.546 |

Berapa Rata-Rata Gaji di Indonesia Berdasarkan Industri?
Dari data yang dipublikasi oleh BPS pada tahun 2025, berikut rata-rata gaji yang didapatkan berdasarkan industri per Agustus 2025:
| Jenis Industri | Rata-Rata Gaji Per Agustus 2025 (Rp) |
| Pertanian, Kehutanan dan Perikanan | 2.540.278 |
| Pertambangan dan Penggalian | 4.983.713 |
| Industri Pengolahan | 3.269.849 |
| Pengadaan Listrik dan Gas | 5.073.204 |
| Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang | 2.835.286 |
| Konstruksi | 3.234.953 |
| Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor | 2.839.730 |
| Transportasi dan Pergudangan | 4.094.527 |
| Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum | 2.546.968 |
| Informasi dan Komunikasi | 5.278.706 |
| Jasa Keuangan dan Asuransi | 5.116.552 |
| Real Estate | 4.399.016 |
| Jasa Perusahaan | 4.261.425 |
| Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib | 4.427.234 |
| Jasa Pendidikan | 3.057.490 |
| Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial | 3.750.376 |
| Jasa Lainnya | 1.964.115 |
Berapa Gaji Rata-Rata di Indonesia Berdasarkan Tingkat Pendidikan?

Berdasarkan hasil Sakernas November 2025, berikut adalah rata-rata gaji buruh/karyawan/pegawai berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan:
| Pendidikan | Gaji Rata-Rata per Bulan | Perbandingan terhadap SD ke Bawah |
|---|---|---|
| SD ke bawah | Rp2,22 juta | — (basis pembanding) |
| SMP | Rp2,55 juta | Sekitar 1,15 kali lipat |
| SMA | Rp3,22 juta | Sekitar 1,45 kali lipat |
| SMK | Rp3,34 juta | Sekitar 1,50 kali lipat |
| Diploma I/II/III | Rp4,53 juta | Sekitar 2,04 kali lipat |
| Diploma IV/S1/S2/S3 | Rp4,63 juta | Sekitar 2,09 kali lipat |
Data ini menunjukkan adanya korelasi positif yang cukup konsisten antara tingkat pendidikan dan besaran gaji yang diterima.
Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan, semakin besar pula rata-rata upah yang diperoleh.
BPS mencatat bahwa pekerja lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 menerima upah sekitar dua kali lipat dibandingkan pekerja berpendidikan SD ke bawah.
Meski demikian, penting bagi Anda untuk tidak menganggap pendidikan sebagai satu-satunya faktor penentu gaji.
Data di atas adalah rata-rata agregat yang mencampurkan berbagai sektor, jabatan, lokasi, dan pengalaman kerja.
Dalam praktiknya, seseorang dengan pendidikan SMK yang memiliki keterampilan teknis spesifik dan pengalaman kerja yang relevan bisa saja memperoleh gaji lebih tinggi dibandingkan lulusan S1 di bidang yang kurang diminati pasar kerja.
Pendidikan lebih tepat dipahami sebagai salah satu faktor yang berkorelasi dengan gaji, bukan sebagai penentu tunggal.
Berapa Gaji Rata-Rata Fresh Graduate di Indonesia?

Berbeda dengan data upah nasional yang bersumber dari BPS, data gaji fresh graduate yang beredar di berbagai platform pencari kerja umumnya berasal dari survei internal platform tersebut atau estimasi pasar, bukan dari survei resmi pemerintah dengan metodologi standar.
Untuk fresh graduate SMA/SMK, gaji awal umumnya mengacu pada standar upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota (UMK) di wilayah tempat mereka bekerja, dengan penyesuaian tergantung sektor dan jenis pekerjaan.
Sementara itu, untuk fresh graduate perguruan tinggi (Diploma/S1), berbagai sumber estimasi pasar menyebutkan kisaran gaji awal yang cukup lebar, umumnya antara Rp4 juta hingga Rp8 juta per bulan, tergantung kombinasi jurusan, industri, lokasi kerja, dan jenis perusahaan.
Berdasarkan berbagai sumber estimasi pasar, beberapa pola umum yang cukup konsisten muncul:
- Fresh graduate di kota besar seperti Jakarta cenderung menerima tawaran gaji awal yang lebih tinggi dibandingkan kota-kota lain, sejalan dengan tingginya biaya hidup dan konsentrasi perusahaan besar di ibu kota.
- Industri teknologi, keuangan, dan kesehatan/farmasi cenderung menawarkan gaji awal yang lebih kompetitif dibandingkan industri kreatif atau administrasi umum.
- Fresh graduate dengan pengalaman magang relevan, sertifikasi, atau portofolio yang kuat umumnya memiliki posisi tawar lebih baik dalam negosiasi gaji dibandingkan yang tidak memilikinya.
- Jenis dan skala perusahaan turut memengaruhi besaran gaji awal; perusahaan multinasional, BUMN, dan startup teknologi yang sedang berkembang pesat cenderung menawarkan gaji awal yang relatif lebih tinggi dibandingkan usaha kecil-menengah pada umumnya.
Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Besaran Gaji di Indonesia?

Berdasarkan pola yang konsisten terlihat pada data BPS maupun kajian ketenagakerjaan secara umum, berikut adalah faktor-faktor utama yang memengaruhi besaran gaji seseorang di Indonesia:
1. Pendidikan
Faktor yang pertama adalah dari pendidikan yang dimiliki.
Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan, umumnya semakin besar pula gaji yang diterima, sebagaimana terlihat pada data korelasi pendidikan dan upah dari BPS.
2. Pengalaman Kerja
Semakin lama dan relevan pengalaman kerja seseorang, umumnya semakin tinggi pula nilai tawarnya di pasar kerja.
Hal ini karena pekerja dengan pengalaman kerja lebih lama, biasanya memiliki kemampuan yang lebih baik karena praktik langsung ketika bekerja.
3. Jabatan
Berikutnya adalah dari jabatan yang dimiliki.
Posisi dengan tanggung jawab dan kompleksitas kerja yang lebih tinggi umumnya diberikan kompensasi yang lebih besar.
4. Industri
Setiap industri memiliki gaji rata-rata yang dapat berbeda dengan industri lainnya.
Ini berkaitan dengan sulit atau mudahnya pekerjaan yang dilakukan hingga risiko dari pekerjaan di industri tersebut.
Misalnya pada sektor industri dengan nilai tambah tinggi seperti keuangan, informasi dan komunikasi atau energi biasanya menawarkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan sektor padat karya seperti pertanian.
5. Lokasi Kerja
Sebagaimana terlihat pada perbandingan antarprovinsi, lokasi kerja sangat memengaruhi besaran gaji.
Hal ini sejalan dengan perbedaan biaya hidup dan konsentrasi ekonomi di masing-masing wilayah.
6. Ukuran Perusahaan
Selain dari lokasi di mana bekerja, ukuran perusahaan juga berpengaruh pada gaji yang didapatkan.
Misalnya pada perusahaan skala besar dan multinasional biasanya memiliki kapasitas finansial yang lebih besar untuk menawarkan gaji kompetitif dibandingkan UMKM.
7. Keterampilan
Keterampilan juga memberikan pengaruh untuk gaji yang didapatkan seseorang.
Untuk seseorang yang memiliki keterampilan yang spesifik dan diminati oleh pasar tenaga kerja, khususnya di bidang digital dan teknis, dapat mendorong gaji yang lebih tinggi meski latar belakang pendidikan formal tidak setinggi bidang yang lainnya.
8. Produktivitas
Kontribusi nyata seorang pekerja terhadap hasil kerja atau pendapatan perusahaan turut menjadi pertimbangan dalam penetapan gaji.
Terutama pada skema kompensasi berbasis kinerja.
9. Permintaan Tenaga Kerja
Faktor yang terakhir dari permintaan tenaga kerja.
Ketika permintaan terhadap suatu keahlian melebihi ketersediaan tenaga kerja yang memilikinya, gaji untuk posisi tersebut cenderung terdorong naik akibat mekanisme pasar.
Mengapa Penting untuk Mengetahui Gaji Rata-Rata di Indonesia?
Bagi karyawan, mengetahui rata-rata gaji di Indonesia khususnya di industri yang sama memberikan berbagai manfaat, yakni sebagai berikut:
1. Sebagai Acuan Kenaikan Gaji
Mengetahui rata-rata gaji membantu karyawan dalam mengajukan kenaikan gaji.
Informasi mengenai rata-rata gaji ini bisa menjadi dasar bagi karyawan dalam mengajukan kenaikan gaji.
Terlebih jika memang gaji yang didapatkan selama ini tidak sesuai dengan standar yang berlaku, misalnya dari UMK.
Bagaimana pun, setiap perusahaan diwajibkan memberikan gaji sesuai dengan UMK yang berlaku.
Perusahaan juga perlu menghitung kenaikan gaji karyawan dengan tepat, agar gaji yang didapatkan karyawan dapat memenuhi kebutuhan hidup layak.
Selain menggunakan informasi rata-rata gaji, untuk mengajukan kenaikan gaji juga perlu didukung dengan dokumen seperti surat permohonan kenaikan gaji.
Untuk informasi lengkapnya mengenai surat permohonan kenaikan gaji dapat Anda baca di artikel Contoh Surat Permohonan Kenaikan Gaji ini.
2. Standar Penilaian Perusahaan
Perusahaan yang baik tentunya bisa memberikan gaji yang sesuai dengan standar yang ada di Indonesia dan industri.
Bagi karyawan, menilai perusahaan bisa dilakukan dari bagaimana perusahaan memberikan gaji kepada karyawan.
Jika perusahaan bisa memberikan gaji yang layak, maka perusahaan tersebut mematuhi aturan yang ada di Indonesia.
3. Tolak Ukur Karier
Bagi Anda yang sedang membangun karier, rata-rata gaji yang ada di Indonesia bisa menjadi tolak ukur Anda.
Jika di industri lain atau perusahaan lain memberikan gaji yang lebih besar, ini bisa jadi pertimbangan bagi Anda untuk pindah kerja.
Bagaimana Cara Mengetahui Komponen Gaji Karyawan?
Setelah Anda memahami manfaat mengetahui rata-rata gaji, selanjutnya bagaimana cara mengetahui komponen gaji karyawan?
Komponen gaji ini terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tetap, bonus, hingga lembur karyawan.
Untuk mengetahui komponen gaji ini, Anda perlu berkenalan dengan slip gaji.
Slip gaji merupakan dokumen tanda terima gaji yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan setiap tanggal gajian.
Slip gaji ini berbeda dengan surat keterangan gaji, di mana slip gaji merupakan dokumen yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang berisi komponen gaji karyawan, sedangkan surat keterangan gaji diberikan untuk kebutuhan eksternal perusahaan, seperti itu pengajuan kredit, kpr, hingga visa.
Saat ini ada cara mudah untuk membuat slip gaji, yakni dengan menggunakan template slip gaji otomatis seperti dari GajiHub.
Dengan template slip gaji ini, pembuatan slip gaji bisa dilakukan secara otomatis dan mudah, jadi Anda tidak perlu membuatnya secara manual yang rentan terjadi kesalahan.
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai rata-rata gaji di Indonesia yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa dari data yang dirilis oleh BPS, rata-rata gaji di Indonesia per Februari 2025 ada di angka Rp3.094.818 dan pada Agustus 2025 ada di angka Rp3.331.012.
Dalam menentukan gaji yang diterima ini dapat berbeda-beda disesuaikan dengan lokasi di mana berada, jenis pekerjaan, pengalaman kerja, hingga keterampilan yang dimiliki.
Untuk memudahkan pengelolaan penggajian karyawan di perusahaan Anda, gunakan software payroll dari GajiHub.
GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- UMP Jambi 2026 dan 20 Tahun Terakhir - 18 September 2026
- UMP Sumatera Barat Tahun 2026 dan Kenaikannya - 18 September 2026
- Tips Menjaga Produktivitas Karyawan Hybrid Tanpa Absensi yang Ribet - 18 September 2026
5 thoughts on “Rata-Rata Gaji di Indonesia sesuai Data BPS”