Rekan Kerja Cari Muka: Ciri dan Cara Menghadapinya

Dalam dunia kerja, Anda bisa menemukan berbagai karakter rekan kerja, termasuk rekan kerja yang suka cari muka.

Rekan kerja yang suka cari muka ini biasanya memiliki semangat untuk menunjukkan diri di depan atasan, namun kurang terlihat kontribusinya ketika bekerja tanpa pengawasan.

Istilah ‘cari muka’ ini dapat menggambarkan sebagai sebuah usaha untuk mendapatkan pengakuan dari atasan dengan cara lebih mengutamakan pencitraan dibandingkan kontribusi nyata.

Di sini penting bagi HRD untuk memahami perbedaan perilaku cari muka dengan usaha membangun reputasi kerja yang sehat.

Tidak semua karyawan yang aktif melaporkan pekerjaan, berinisiatif, ataupun berkomunikasi dengan atasan dapat dikategorikan sebagai cari muka.

Justru, HRD dan perusahaan perlu mendukung karyawan yang membangun reputasi kerja dari hasil yang nyata.

Lalu apa saja ciri-ciri dari rekan kerja cari muka ini dan bagaimana cara menghadapinya?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai rekan kerja cari muka mulai dari ciri-cirinya, dampak, hingga cara menghadapinya.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Apa Saja Ciri-Ciri dari Rekan Kerja Cari Muka?

rekan kerja cari muka

Rekan kerja cari muka dapat diartikan sebagai individu yang berusaha menonjolkan diri atau menarik perhatian dengan atasan untuk mendapatkan pengajuan, pujian, atau perlakuan khusus namun disesuaikan dengan kontribusi kerja yang sebenarnya.

Biasanya, perilaku ini melibatkan unsur pencitraan, di mana seseorang lebih fokus pada cara ia terlihat di mata atasan, dibandingkan dengan kualitas atau hasil pekerjaan yang diberikan.

Di dalam perilaku cari muka ini, ada hubungan yang cukup erat antara pencitraan, pengakuan atasan, dan kepentingan pribadi.

Seseorang yang cari muka ini umumnya memiliki motif tersembunyi, misalnya ingin mendapatkan promosi, perilaku istimewa, atau sekadar validasi.

Lalu apa saja ciri-ciri dari rekan kerja cari muka ini?

1. Sering Menonjolkan Diri di Depan Atasan

Pertama adalah sering menonjolkan diri di depan atasan.

Rekan kerja yang cari muka cenderung lebih aktif berbicara, menawarkan pendapat, atau menunjukkan diri secara berlebihan ketika atasan berada di sekitar.

Namun biasanya mereka kurang menunjukkan sikap yang sama saat tidak diawasi.

2. Mengambil Kredit atas Pekerjaan Tim

Selain itu, rekan kerja yang suka cari muka juga tidak segan untuk mengambil kredit atas pekerjaan tim.

Mereka mengklaim hasil kerja tim sebagai pencapaian pribadi, terutama saat melaporkan hasil kerja kepada atasan.

Perilaku ini tentunya bisa merugikan tim karena pekerjaan yang harusnya diakui sebagai pencapaian tim, jadi hanya pencapaian pribadi.

3. Rajin Saat Atasan Mengawasi

Mereka juga bersikap rajin hanya pada saat ada atasan yang mengawasi.

Karyawan yang suka cari muka ini biasanya hanya menunjukkan performa kerja yang jauh berbeda antara ketika diawasi dengan tidak diawasi oleh atasan.

Ketika mereka tidak sedang diawasi oleh atasan, maka produktivitas cenderung menurun secara signifikan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Ketidakpuasan Kerja dan Tipsnya

4. Membesar-besarkan Kontribusi Pribadi

Ciri berikutnya adalah suka membesar-besarkan kontribusi pribadi.

Perilaku ini dapat terlihat dari kebiasaan melebih-lebihkan peran atau hasil kerja pribadi dalam suatu proyek, meskipun kontribusi sebenarnya tidak sebesar yang digambarkan.

5. Sering Memuji Atasan secara Berlebihan

Karena fokus mereka mendapatkan pengakuan dari atasan, mereka sering memuji atasan secara berlebihan.

Terutama di depan banyak orang, sering menjadi salah satu tanda perilaku cari muka yang cukup mudah dikenali.

6. Menjatuhkan Rekan Kerja untuk Mendapatkan Perhatian

Tidak hanya memberikan pujian kepada atasan, rekan kerja yang cari muka juga tidak segan menjatuhkan rekan kerja untuk mendapatkan perhatian.

Misalnya dengan menjelek-jelekkan atau menyalahkan rekan kerja lain di depan atasan sebagai cara untuk membuat dirinya menjadi lebih unggul.

7. Mengutamakan Pengakuan daripada Hasil Kerja

Ciri yang terakhir adalah lebih mengutamakan pengajuan dibandingkan dengan hasil kerja.

Rekan kerja yang cari muka cenderung lebih fokus pada bagaimana dirinya dipandang atau diakui, dibandingkan pada kualitas dan dampak nyata dari hasil pekerjaannya.

gajihub banner 2

Baca Juga: Overconfidence di Dunia Kerja: Dampak dan Cara Mengatasi

Mengapa Rekan Kerja Suka Cari Muka?

Berikut 5 alasan mengapa rekan kerja suka cari muka di hadapan atasan:

1. Ingin Mendapatkan Perhatian Atasan

Alasan pertama adalah karena ingin mendapatkan perhatian dari atasan.

Pada beberapa karyawan, mereka merasa perlu mendapatkan perhatian secara khusus dari atasan agar lebih dihargai dan diakui keberadaan di tempat kerja.

2. Mengejar Promosi atau Jabatan

Keinginan untuk naik jabatan atau mendapatkan promosi sering menjadi salah satu motivasi utama di balik perilaku cari muka.

Terutama jika seseorang merasa jalur promosi yang wajar terasa lambat atau tidak pasti.

Baca Juga: 15 Pertanyaan Interview Terkait Etika Kerja dan Jawabannya

3. Ingin Mendapatkan Perlakuan Khusus

Cari muka juga sering dilakukan oleh karyawan untuk mendapatkan perlakuan khusus dari atasan atau perusahaan.

Dengan mendekati atasan secara berlebihan, mereka merasa bisa mendapatkan perlakuan khusus, misalnya kemudahan dalam pembagian tugas atau toleransi terhadap kesalahan kerja.

4. Merasa Persaingan Kerja Semakin Ketat

Alasan berikutnya adalah karena merasa persaingan kerja semakin ketat.

Berada di lingkungan kerja dengan tingkat persaingan yang tinggi, membuat karyawan perlu menggunakan berbagai cara, termasuk cari muka.

Ini dilakukan agar mereka tidak tertinggal dari rekan-rekan kerja lainnya.

5. Menggunakan Pencitraan untuk Menutupi Kinerja

Alasan yang terakhir adalah menggunakan pencitraan untuk menutupi kinerja.

Dalam beberapa kasus, perilaku suka cari muka ini digunakan sebagai strategi untuk menutupi kinerja yang sebenarnya kurang optimal.

Mereka berharap atasan bisa lebih fokus pada kesan baik yang ditampilkan dibandingkan dengan hasil kerja yang sebenarnya.

Baca Juga: Diskriminasi SARA di Tempat Kerja: Ini Cara Mengatasinya

Apa Dampak Rekan Kerja Cari Muka bagi Tim?

rekan kerja cari muka

Tahukah Anda, perilaku cari muka dari karyawan atau rekan kerja yang dibiarkan berlarut-larut bisa menimbulkan berbagai dampak negatif, loh.

Sederhananya, perilaku ini bisa mengurangi kepercayaan antar anggota tim, karena rekan kerja merasa curiga atau tidak nyaman bekerja sama dengan individu yang dianggap tidak tulus.

Selain itu, perilaku ini juga sering mengganggu pembagian kredit atas pekerjaan, sehingga anggota tim yang sebenarnya berkontribusi besar justru tidak mendapatkan pengakuan sebagaimana mestinya.

Kemudian, situasi seperti ini juga dapat meningkatkan konflik interpersonal, khususnya jika rekan kerja merasa dirugikan mulai menunjukkan kekecewaan atau kekesalan secara terbuka.

Termasuk bisa menurunkan kualitas kolaborasi tim karena anggota tim jadi enggan untuk berbagi ide atau bekerja sama secara terbuka karena khawatir ide dan kontribusi mereka diklaim oleh pihak lain.

Baca Juga: Toxic Productivity: Pengertian, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Cari Muka?

Dalam menghadapi rekan kerja yang suka cari muka, Anda bisa menggunakan 7 cara berikut ini:

1. Tetap Fokus pada Kinerja Sendiri

Pertama adalah tetap fokus pada kinerja diri sendiri.

Dibandingkan merasa terpancing untuk ikut bersaing secara tidak sehat, baiknya Anda tetap fokus menjaga kualitas dan konsistensi kinerja Anda sendiri.

Hal ini karena hasil kerja yang baik pada akhirnya lebih mudah untuk dipertanggungjawabkan.

2. Dokumentasikan Kontribusi dan Hasil Kerja

Langkah kedua adalah dokumentasikan kontribusi dan hasil kerja Anda.

Biasakan diri untuk mendokumentasikan kontribusi kerja, baik melalui laporan, email, ataupun catatan produk.

Cara ini bisa membantu Anda untuk memiliki bukti yang jelas jika suatu saat dibutuhkan klarifikasi peran di dalam pekerjaan.

3. Komunikasikan Pekerjaan Secara Terbuka

Menyampaikan progres dan hasil kerja secara terbuka kepada tim maupun atasan dapat membantu memastikan bahwa kontribusi setiap anggota tim.

Dengan begitu setiap anggota tim dapat dilihat secara jelas kontribusinya dan tidak mudah diklaim secara sepihak oleh orang lain.

Baca Juga: Toxic Workplace: Pengertian, Tanda, dan Cara Menghadapinya

4. Hindari Persaingan Terbuka yang Tidak Produktif

Menghadapi rekan kerja yang cari muka dengan cara ikut bersaing secara terbuka justru dapat memperburuk suasana kerja.

Sebaiknya, fokuskan energi Anda pada hal-hal yang benar-benar produktif bagi pekerjaan dan karier Anda.

5. Jangan Membalas dengan Perilaku yang Sama

Meskipun terasa menggoda untuk membalas dengan cara yang sama, sebaiknya Anda tetap menjaga integritas kerja dengan tidak ikut terlibat dalam perilaku cari muka.

Hal ini justru dapat merusak reputasi profesional Anda sendiri dalam jangka panjang.

6. Sampaikan Masalah Berdasarkan Fakta

Jika Anda perlu mengklarifikasi suatu situasi, sampaikan berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sampaikan hal ini dengan jelas, bukan berdasarkan asumsi atau opini pribadi semata.

7. Libatkan Atasan atau HR Jika Situasi Mengganggu Pekerjaan

Apabila perilaku cari muka rekan kerja sudah mulai mengganggu pekerjaan Anda secara signifikan, tidak ada salahnya untuk melibatkan atasan atau tim HR.

Ini dilakukan agar situasi dapat ditangani secara lebih objektif dan profesional.

Baca Juga: Toxic Leadership: Tanda dan Cara Menyikapinya

Contoh Sikap Profesional Menghadapi Rekan Kerja Cari Muka

Setelah Anda memahami cara menghadapi rekan kerja yang sering cari muka, berikut contoh sikap profesional yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi rekan kerja yang cari muka:

1. Saat Rekan Kerja Mengambil Kredit Pekerjaan

Ketika rekan kerja mengklaim hasil kerja Anda sebagai pencapaian pribadinya di depan atasan, Anda dapat merespons secara profesional.

Di sini Anda dapat menegaskan kontribusi Anda tanpa menciptakan konflik terbuka.

Misalnya dengan menjelaskan secara singkat bagian pekerjaan yang Anda kerjakan sambil tetap mengapresiasi kerja sama tim secara keseluruhan.

2. Saat Rekan Kerja Menjatuhkanmu di Depan Atasan

Jika Anda merasa dijatuhkan oleh rekan kerja di hadapan atasan, sebaiknya Anda merespons berdasarkan fakta dan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

Misalnya dengan menyampaikan data atau progres pekerjaan yang telah Anda selesaikan sebagai klarifikasi, tanpa perlu membalas dengan nada emosional.

3. Saat Rekan Kerja Mendapat Pujian atas Hasil Kerja Tim

Apabila rekan kerja mendapat pujian atas hasil kerja yang sebenarnya merupakan kontribusi tim, Anda dapat mengklarifikasi kontribusi tim secara elegan.

Anda dapat melakukannya dengan menyebutkan peran masing-masing anggota tim secara proporsional, tanpa perlu menyudutkan rekan kerja yang mendapat pujian tersebut.

Baca Juga: Bawahan Sulit Diatur: Cara Menghadapi dan Contohnya

Kapan Anda Perlu Melapor kepada Atasan atau HR?

Ada beberapa kondisi yang menandakan bahwa perilaku cari muka rekan kerja sudah perlu dilaporkan kepada atasan atau tim HR.

Laporan ini dilakukan agar atasan atau tim HR dapat memberikan solusi yang tegas untuk mengatasi permasalahan ini.

Berikut 5 kondisi yang membuat Anda dapat memutuskan untuk melapor kepada atasan atau HR atas perilaku dari rekan kerja Anda:

  • Rekan kerja mulai menghambat pekerjaan Anda secara langsung, misalnya menyulitkan Anda menyelesaikan tugas atau menghambat kolaborasi tim.
  • Rekan kerja menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai Anda atau pekerjaan Anda kepada pihak lain.
  • Kredit atas pekerjaan Anda terus diambil secara berulang tanpa ada perbaikan meskipun sudah dikomunikasikan secara langsung.
  • Perilaku rekan kerja mulai memengaruhi hasil evaluasi kinerja atau peluang promosi Anda secara tidak adil.

Namun jika Anda menghadapi situasi sudah mengarah pada intimidasi, diskriminasi, atau pelanggaran terhadap kebijakan perusahaan, Anda perlu segera melibatkan atasan atau HR.

Dengan cara ini masalah dapat ditangani secara resmi dan sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan.

Baca Juga: Contoh Konflik di Tempat Kerja dan Cara Mengelolanya

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai rekan kerja cari muka yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa rekan kerja cari muka merupakan perilaku menonjolkan diri sendiri untuk mendapatkan pengakuan dari atasan, padahal kinerja yang sebenarnya tidak demikian.

Sebagai pemilik bisnis atau HRD, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan antara perilaku cari muka dan sikap profesional yang ambisius guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan adil.

Tentunya hal ini perlu didukung, salah satunya melalui pengelolaan karyawan terbaik dengan software absensi dari GajiHub.

GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar