Di tengah perkembangan teknologi saat ini, cara membuat to do list juga ikut mengalami perkembangan.
Jika dulu, membuat to do list dilakukan secara manual, saat ini ada cara praktis membuat to do list dengan aplikasi yang telah disediakan.
Membuat to do list menjadi salah satu strategi untuk memudahkan pekerjaan.
Ketika pekerjaan menumpuk, Anda sering kali merasa bingung pekerjaan mana yang harus didahulukan dan diprioritaskan.
Di sinilah Anda bisa mulai untuk membuat to do list agar tidak ada pekerjaan yang terlewatkan.
Lalu bagaimana cara membuat to do list ini dan apa saja aplikasi yang dapat digunakan?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai cara membuat to do list dan aplikasi yang dapat digunakan.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Apa Saja Manfaat To Do List?

To do list memiliki arti sebagai daftar tugas dan dalam pekerjaan, to do list dapat diartikan sebagai daftar tugas, aktivitas, atau pekerjaan yang perlu diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.
Jangka waktu ini bisa harian, mingguan, hingga bulanan.
Di dalam to do list, Anda dapat menuliskan apa saja yang bisa dilakukan dan mencentang satu per satu yang telah selesai dikerjakan.
Melalui to do list, Anda bisa lebih mudah untuk mengatur tugas, membuat prioritas pekerjaan, dan mencapai tujuan.
Meski tampak sederhana, namun to do list adalah alat manajemen waktu yang telah digunakan sejak lama, baik itu oleh pelajar, karyawan, ibu rumah tangga, hingga eksekutif perusahaan besar.
Lalu apa saja manfaat yang bisa didapatkan dengan membuat to do list?
Berikut jawabannya untuk Anda:
1. Membantu Mengingat Semua Tugas
Manfaat yang pertama adalah untuk membantu mengingat semua tugas.
Perlu dipahami bahwa otak manusia memiliki keterbatasan dalam mengingat banyak hal sekaligus.
Ketika daftar tugas dan pekerjaan ada di dalam satu pikiran, maka ada risiko yakni terlupakannya tugas tersebut, terlebih jika jadwalnya sedang padat.
Untuk itu Anda perlu menuliskannya agar Anda tidak perlu mengandalkan ingatan secara penuh karena semuanya telah tercatat rapi di satu tempat.
2. Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
Dengan membuat to do list, Anda juga bisa meningkatkan fokus dan produktivitas.
Ini karena semua tugas telah ditulis, jadi Anda bisa langsung fokus mengerjakan satu per satu tanpa perlu memikirkan tugas selanjutnya.
Dengan cara ini Anda bisa lebih efisien dalam mengelola waktu dan konsentrasi tidak terbuang untuk hal-hal yang bersifat administratif.
Baca Juga: Project Timeline: Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
3. Membantu Menentukan Prioritas
To do list juga membantu Anda untuk melihat gambaran besar dari pekerjaan yang perlu dirampungkan.
Dengan cara ini Anda bisa melihat pekerjaan mana yng mendesak dan mana yang dapat ditunda.
Tanpa adanya daftar ini, Anda cenderung mengerjakan tugas yang tampak lebih mudah terlebih dahulu, padahal tidak begitu penting.
4. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Tahukah Anda bahwa menumpuk pekerjaan bisa memicu perasaan cemas dan kewalahan?
Untuk itu Anda perlu menuliskan daftar pekerjaan agar pikiran terasa lebih ringan karena Anda paham apa saja yang perlu dikerjakan dan urutannya.
Rasa lega yang didapatkan ketika mencoret tugas yang telah selesai bisa memberikan efek psikologis positif yang membuat Anda merasa puas.
5. Melatih Disiplin dan Konsistensi
Dengan terbiasa membuat daftar tugas dan mengikutinya secara rutin dapat melatih Anda untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu kerja.
Lama-lama ini dapat membentuk pola kerja yang lebih terstruktur dan juga konsisten.
6. Memudahkan Evaluasi Diri
Ketika Anda melihat kembali daftar tugas yang telah dibuat, Anda dapat melakukan evaluasi produktivitas sehari-hari Anda.
Ini berkaitan dengan apakah target telah berhasil tercapai atau ada yang tertunda.
Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memperbaiki manajemen waktu ke depannya.

Baca Juga: 15 Tips Meningkatkan Motivasi Karyawan dan Strateginya
Bagaimana Cara Membuat To Do List?

Sebenarnya membuat to do list itu mudah, namun agar benar-benar efektif, ada langkah-langkah yang dapat Anda lakukan, yakni sebagai berikut:
1. Tulis Semua Daftar Tugas
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menuliskan semua daftar tugas.
Menulis semua daftar tugas dapat membantu untuk mengetahui tugas apa saja yang harus diselesaikan.
Di sini Anda tidak perlu membuat prioritas tugas mana yang harus diselesai terlebih dahulu, cukup tulis semuanya, dari tugas yang besar hingga tuga kecil-kecil.
2. Kelompokkan sesuai Kategori
Setelah Anda selesai membuat daftar tugas, selanjutnya adalah mengelompokkan sesuai dengan kategori.
Anda bisa mengelompokkan setiap tugas, misalnya tugas untuk pekerjaan A, tugas pekerjaan B, dan lainnya.
Baca Juga: Download Template Checklist Onboarding Karyawan Baru
3. Buat Prioritas dengan Metode yang Tepat
Setelah mengelompokkan setiap tugas berdasarkan kategorinya, selanjutnya adalah membuat prioritas dengan metode yang tepat.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Matriks Eisenhower, yang membagi tugas ke dalam empat kuadran, yakni:
- Penting dan mendesak: Perlu dikerjakan segera
- Penting tapi tidak mendesak: Buat jadwal waktu khusus
- Tidak penting tapi mendesak: Dapat didelegasikan
- Tidak penting dan tidak mendesak: Dapat dihapus atau ditunda
Melalui metode ini Anda bisa lebih hemat waktu dan tidak perlu membuang waktu secara percuma.
4. Buat Tugas secara Spesifik dan Terstruktur
Dalam membuat daftar tugas, hindari menulis tugas terlalu umum, misalnya “kerjakan laporan”.
Anda bisa menuliskannya secara lebih spesifik, misalnya “kerjakan bagian pendahuluan laporan penjualan bulan Juni”.
Dengan membuat tugas yang spesifik ini, maka tugas bisa lebih mudah dieksekusi.
5. Buat Tugas jadi Langkah Kecil
Anda pasti pernah merasakan tugas terasa berat, bukan?
Untuk mengatasinya, Anda bisa membuat tugas-tugas ini menjadi langkah-langkah kecil.
Dibandingkan membuat tugas “menulis laporan” Anda bisa memecahnya menjadi “menghitung omzet,” kemudian dilanjutkan “membuat tabel laporan” hingga akhirnya menjadi laporan.
Baca Juga: Deadline Adalah? Ini Cara Menetapkan Deadline yang Realistis
6. Buat Deadline
Untuk mendukung menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, Anda perlu membuat deadline.
Deadline membantu Anda untuk lebih menghargai waktu karena tahu kapan tugas atau pekerjaan tersebut harus diselesakan.
Namun pastikan deadline yang dibuat ini masuk akal agar tidak membuat Anda merasa berat saat menjalaninya.
7. Batasi Jumlah Tugas Harian
Langkah berikutnya adalah batasi jumlah tugas harian Anda.
Meski Anda ingin pekerjaan cepat selesai, namun Anda juga butuh istirahat.
Jadi batasi jumlah tugas harian Anda agar Anda tetap bisa mendapatkan work life balance.
8. Lakukan Review dan Perbaikan secara Berkala
Perlu dipahami bahwa to do list ini bukan daftar yang statis, namun perlu Anda tunjau kembali.
Anda bisa meninjau, menambahkan tugas baru, atau memindahkan tugas yang belum selesai ke hari berikutnya.
Melalui cara ini tugas-tugas Anda bisa diselesaikan secara efektif dan efisien.
Baca Juga: 18 Tips Menyelesaikan Deadline Terbaik untuk Anda
Apa Saja Aplikasi untuk Membuat To Do List?

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa membuat to do list sudah dilakukan sejak lama, namun saat ini dengan perkembangan teknologi membuat to do list bisa dilakukan dengan lebih mudah.
Jika dulu Anda membuatnya secara manual, dengan permbangan teknologi yang ada Anda bisa membuat to do list dengan aplikasi.
Berikut 7 aplikasi untuk membuat to do list yang bisa Anda gunakan:
1. Todoist
Todoist dikenal sebagai salah satu aplikasi to do list paling populer berkat tampilannya yang bersih dan mudah digunakan.
Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan input bahasa alami, sehingga pengguna bisa mengetikkan tugas dengan format bebas dan aplikasi akan otomatis mendeteksi tanggal, waktu, maupun label yang relevan.
Aplikasi ini juga mendukung pengelompokan tugas berdasarkan proyek, integrasi dengan berbagai aplikasi lain, serta fitur kolaborasi untuk kerja tim.
2. Microsoft To Do
Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem Microsoft, Microsoft To Do menjadi pilihan yang logis karena terintegrasi mulus dengan Outlook.
Aplikasi ini menawarkan seluruh fiturnya secara gratis tanpa batasan berarti, cocok untuk kamu yang menginginkan pengelolaan tugas sederhana namun tetap fungsional.
Baca Juga: 8 Cara Membuat Timeline Project dan Contohnya
3. TickTick
TickTick menawarkan lebih dari sekadar daftar tugas biasa.
Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur kalender, pelacak kebiasaan (habit tracker), serta pomodoro timer untuk membantu menjaga fokus saat bekerja.
Kombinasi fitur ini membuat TickTick cocok bagi pengguna yang ingin mengelola produktivitas secara lebih menyeluruh dalam satu aplikasi.
4. Google Tasks dan Google Keep
Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan layanan Google, Google Tasks dan Google Keep bisa menjadi pilihan yang ringan dan praktis.
Google Tasks memudahkan pengguna mengubah email menjadi tugas secara langsung, sementara Google Keep lebih fleksibel untuk mencatat ide dan daftar tugas dengan tambahan label warna.
Keduanya terintegrasi baik dengan Google Calendar dan aplikasi Google lainnya.
5. Any.do
Any.do memadukan fungsi to do list dengan kalender dalam satu tampilan, sehingga pengguna bisa melihat tugas dan jadwal sekaligus.
Fitur pengingat berbasis lokasi menjadi salah satu keunggulannya, di mana pengguna akan diingatkan tentang suatu tugas ketika berada di lokasi yang relevan.
Baca Juga: Project Timeline: Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
6. Notion
Notion merupakan aplikasi workspace serba bisa yang bisa difungsikan sebagai to do list, catatan, database, hingga alat manajemen proyek dalam satu platform.
Fleksibilitasnya sangat tinggi karena pengguna bisa mengubah tampilan daftar tugas menjadi papan kanban, kalender, atau timeline sesuai kebutuhan.
Meski kurva belajarnya sedikit lebih menantang bagi pemula, Notion sangat cocok bagi mereka yang ingin membangun sistem produktivitas yang benar-benar personal.
7. Trello
Trello menggunakan sistem papan visual berbasis kartu yang memudahkan pengelompokan tugas berdasarkan kategori atau tahapan pengerjaan.
Aplikasi ini sangat cocok digunakan untuk kerja tim karena mendukung fitur kolaborasi, komentar, dan notifikasi secara real time.
Baca Juga: Contoh dan Download Project Charter, Manfaat, dan Format
Bagaimana Cara Menggunakan To Do List?

Setelah Anda mengetahui cara membuat to do list dan aplikasi yang direkomendasikan, lalu bagaimana cara menggunakannya?
1. Buat secara Konsisten
Biasakan membuat to do list pada waktu yang sama setiap harinya, misalnya setiap pagi sebelum memulai aktivitas atau setiap malam sebelum tidur untuk mempersiapkan hari berikutnya.
Konsistensi waktu ini akan membentuk kebiasaan yang lebih kuat.
2. Letakkan di Tempat yang Mudah Dilihat
Jika menggunakan aplikasi, manfaatkan fitur widget di layar utama ponsel agar daftar tugas selalu terlihat.
Jika masih menggunakan kertas, tempelkan di tempat yang sering dilihat seperti meja kerja atau pintu lemari.
3. Centang Tugas yang Sudah Selesai
Jangan lupa untuk mencentang atau mencoret tugas yang sudah selesai dikerjakan.
Selain memberikan rasa pencapaian, kebiasaan ini juga membantu memantau progres secara visual sepanjang hari.
Baca Juga: 7 Perbedaan Program Manager dan Project Manager
4. Jangan Terlalu Kaku
To do list sebaiknya bersifat fleksibel.
Jika ada tugas mendadak yang muncul di tengah hari, jangan ragu untuk menambahkannya.
Sebaliknya, jika ada tugas yang ternyata tidak lagi relevan, hapus saja tanpa perlu merasa bersalah.
5. Gunakan Sistem Pengingat
Manfaatkan fitur notifikasi atau pengingat pada aplikasi to do list agar Anda tidak lupa mengerjakan tugas yang sudah dijadwalkan, terutama untuk tugas dengan deadline ketat.
6. Evaluasi di Akhir Hari
Sebelum mengakhiri hari, luangkan waktu sejenak untuk melihat kembali daftar tugas.
Tugas yang belum selesai bisa dipindahkan ke hari berikutnya, sementara tugas yang sudah selesai bisa dijadikan bahan refleksi mengenai produktivitas hari itu.
Baca Juga: Project Management Plan: Pengertian Lengkap dan Cara Membuatnya
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap cara membuat to do list yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa membuat to do list menjadi strategi yang tepat agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.
Untuk mendukung pekerjaan karyawan di perusahaan Anda, gunakan manajemen data karyawan dari GajiHub.
GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Apa Itu Overwhelmed: Ini Tanda dan Cara Mengatasi - 13 July 2026
- Cara Membuat To Do List dan 7 Rekomendasi Aplikasinya - 13 July 2026
- 15 Tips Semangat Kerja di Pagi Hari dan Rutinitasnya - 10 July 2026