20 Alasan Resign Saat Interview dan Hal yang Wajib Dihindari

alasan resign saat interview

Pada saat proses interview salah satu pertanyaan yang diberikan kepada kandidat adalah alasan resign dari pekerjaan sebelumnya.

Biasanya pada kesempatan tersebut, tim rekrutmen akan bertanya, “Mengapa Anda memutuskan resign dari pekerjaan sebelumnya?”

Tentunya Anda harus memberikan jawaban yang tepat dan menunjukkan profesionalisme Anda.

Hal ini karena jawaban yang Anda berikan dapat berpengaruh pada penilaian tim rekrutmen kepada Anda.

Lalu apa saja alasan resign yang dapat Anda berikan pada saat interview kerja dan apa saja yang perlu dihindari saat menjawab pertanyaan ini?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai alasan resign saat interview dan hal-hal yang perlu dihindari.

Baca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:

Apa Saja Alasan Resign yang Bisa Diberikan Saat Interview?

alasan resign saat interview

Ketika tim rekrutmen memberikan pertanyaan “Mengapa Anda memutuskan resign dari pekerjaan sebelumnya?” Anda dapat memberikan jawaban berikut ini:

1. Ingin Mengembangkan Karier

Pertama adalah ingin mengembangkan karier.

Alasan ini diberikan ketika tidak menemukan peluang karier di pekerjaan sebelumnya.

Ini bisa karena adanya pembatasan dalam tanggung jawab ataupun pembatasan kesempatan untuk belajar.

Ketika Anda memberikan alasan ingin mengembangkan karier, ini dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki ambisi untuk terus berkembang.

Berikut jawaban yang dapat Anda berikan:

“Di pekerjaan sebelumnya saya sudah memberikan kontribusi terbaik yang dapat saya berikan. Namun di posisi tersebut saya melihat masih banyak batasan dalam pengembangan tanggung jawab. Saya ingin bergabung ke perusahaan ini karena saya melihat ada peluang untuk terus belajar dan mengembangkan karier saya ke arah yang sesuai dengan tujuan karier saya.”

2. Pekerjaan Tidak Sesuai dengan Tujuan Karier

Alasan kedua adalah pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan karier.

Memang ada keadaan di mana Anda menikmati pekerjaan namun posisi tidak sesuai dengan rencana karier Anda dalam jangka panjang.

Contohnya adalah Anda merasa menikmati pekerjaan Anda sebagai guru, namun sebagai lulusan psikologi, Anda memiliki tujuan karier sebagai HR dibandingkan guru.

Atau bisa juga Anda merasa telah mempelajari semuanya yang Anda bisa namun tetap tidak merasa berkembang di bidang tersebut.

Ini membuat Anda merasa harus mencari tantangan baru.

Untuk jawabannya, ini yang dapat Anda berikan:

“Saya merasa pekerjaan tersebut sudah tidak sejalan dengan tujuan karier saja. Memang, saya sangat menikmati bekerja di sana, namun saya memiliki tujuan karier yang berbeda yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya yakni menjadi HR.”

Baca Juga: 15 Cara Menjawab Alasan Resign Saat Interview Pekerjaan Baru

3. Tidak Mendapatkan Promosi

Tidak mendapatkan promosi juga dapat Anda gunakan sebagai alasan resign dari pekerjaan sebelumnya.

Ini terjadi ketika Anda telah bekerja selama bertahun-tahun, telah mencapai target dengan baik, dan memimpi berbagai proyek, namun Anda tidak mendapatkan promosi hingga saat ini.

Bahkan perusahaan lebih memilih kandidat dari luar bahkan mereka lebih memilih mempromosikan orang yang tidak lebih baik dari Anda.

Untuk alasan ini Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Saya telah memberikan yang terbaik di pekerjaan saya sebelumnya. Saya selalu mencapai target dengan baik dan menyelesaikan proyek. Namun dengan semua usaha saya tersebut, saya tidak mendapatkan promosi. Ini menjadi hal yang mengecewakan bagi saya.”

4. Merasa Tidak Dihargai

Merasa tidak dihargai ataupun kurang diapresiasi juga menjadi alasan umum seseorang mencari pekerjaan baru.

Ini terjadi ketika Anda telah bekerja keras dan mencapai hasil di atas ekspektasi, namun tidak ada bonus ataupun apresiasi dari perusahaan.

Untuk itu Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Saya menikmati pekerjaan saya sebelumnya, namun saya tidak mendapatkan apresiasi atas kinerja terbaik saja. Di pekerjaan saya sebelumnya saya telah menjalankan tugas dengan baik dan sering melampaui target yang diberikan. Namun usaha saya kurang mendapatkan pengajuan. Ini menjadi alasan saya mencari pekerjaan baru.”

5. Dapat Tawaran yang Lebih Baik

Jika Anda memutuskan resign karena mendapatkan tawaran yang lebih baik dari perusahaan lain, alasan ini dapat Anda berikan.

Untuk itu Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Saya meninggalkan perusahaan sebelumnya karena perusahaan baru menawarkan posisi yang lebih sesuai dengan tujuan karier saya.”

gajihub banner

6. Ingin Mendapatkan Gaji yang Lebih Baik

Alasan ingin mendapatkan gaji yang lebih baik merupakan alasan yang dapat digunakan ketika Anda mencari pekerjaan baru.

Namun jangan menjadikan gaji ini menjadi alasan utama yang Anda jelaskan pada saat wawancara kerja.

Dibandingkan menyebutkan mengenai nominal gaji, Anda dapat fokus pada alasan pengembangan karier atau memaksimalkan keterampilan yang dimiliki.

Berikut alasan yang dapat Anda berikan:

“Saya sangat bersyukur atas pengalaman yang saya dapatkan di perusahaan sebelumnya, namun saya merasa belum menggunakan keterampilan yang saya miliki secara maksimal. Jadi, saya mencari pekerjaan yang mendukung pengembangan karier saya dan membawa karier saya ke tingkat berikutnya.”

7. Mencari Work Life Balance

Memberikan alasan work life balance ketika Anda resign juga alasan yang dapat diterima.

Misalnya di pekerjaan sebelumnya Anda merasa membuat kelelahan dan sulit membagi waktu untuk diri sendiri.

Ini membuat Anda mencari pekerjaan baru.

Untuk alasan ini, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Pekerjaan saya sebelumnya terasa melelahkan. Saya sering kerja lembur dan tidak punya waktu untuk diri sendiri. Jadi, saya ingin mencari lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan, seperti yang saya lihat di sini.”

Baca Juga: 15 Alasan Berhenti Kerja Terbaik dan Masuk Akal

8. Adanya Ketidakcocokan dengan Atasan

Tahukah Anda bahwa karyawan sebenarnya tidak keluar dari perusahaan, namun dari manajernya?

Jadi, sangat wajar jika Anda memutuskan resign karena atasan yang sering marah, micromanage, ataupun kesulitan diajak bekerja sama.

Namun pastikan Anda menjelaskan alasan ini secara profesional, seperti:

“Setelah atasan lama saya pergi, ada perubahan dalam gaya kepemimpinan. Saya merasa lebih nyaman bekerja yang bisa memberikan kebebasan dalam mengatur pekerjaan, namun atasan saya lebih sering mengawasi setiap detail. Jadi, saya merasa kurang cocok dengan cara kerja ini dan memutuskan mencari lingkungan kerja yang sesuai.”

9. Adanya Perubahan Kondisi Keluarga

Ada keadaan di mana membuat seseorang harus menyesuaikan kondisi kerja dengan kondisi keluarga.

Contohnya adalah ketika memiliki anak kecil, membuat Anda harus mencari pekerjaan yang fleksibel ataupun ketika ada kewajiban untuk merawat orang tua.

Untuk alasan ini, Anda dapat menjawabnya sebagai berikut:

“Di pekerjaan sebelumnya saya banyak melakukan perjalanan dinas di mana ini cukup sulit untuk dijalani karena saya memiliki anak. Jadi, saya ingin mencari pekerjaan dengan jadwal yang lebih stabil agar dapat menjaga profesionalisme dan tetap hadir untuk keluarga.”

10. Ada Masalah Pribadi yang Harus Diatasi

alasan resign saat interview

Masalah pribadi juga bisa menjadi alasan Anda memutuskan resign dari pekerjaan sebelumnya.

Misalnya kesehatan, keluarga, ataupun kondisi tertentu yang membuat seseorang Anda harus resign.

Untuk itu Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Di pekerjaan sebelumnya saya sering bekerja shift malam dan semakin lama pola kerja ini berdampak buruk bagi kesehatan saya. Jadi saya memutuskan untuk mencari pekerjaan dengan jam kerja yang stabil agar tetap bekerja dengan maksimal.”

Baca Juga: 10 Contoh Surat Resign Bahasa Inggris dan Cara Membuatnya

11. Pekerjaan Tidak Sesuai Kemampuan

Ada keadaan di mana pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Memang pekerjaan ini terlihat menarik di awal namun ternyata tidak sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki.

Contohnya adalah Anda memiliki banyak pengalaman di bidang social media specialist namun ternyata Anda juga harus bisa desain grafis.

Untuk alasan ini Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Saya merasa peran saya di pekerjaan sebelumnya tidak sesuai dengan skill dan kemampuan yang saya miliki. Sebelumnya selain menjadi social media specialist, saya juga memegang peran desainer grafis. Ini membuat saya ingin mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang saya miliki.”

12. Pindah Lokasi

Ketika Anda pindah tempat tinggal, Anda harus melepaskan pekerjaan Anda dan mencari pekerjaan baru.

Jika Anda meninggalkan pekerjaan karena alasan ini, Anda dapat menjawabnya sebagai berikut:

“Saya dan keluarga pindah rumah ke kota lain yang membuat saya tidak bisa bekerja dengan jarak tempuh 10 jam. Jadi, saya memutuskan untuk mencari pekerjaan dengan jarak yang wajar.”

13. Mencari Pekerjaan Remote

Mencari pekerjaan baru buat Anda yang ingin bekerja secara remote juga dapat diterima.

Misalnya ketika Anda sebelumnya dapat bekerja dari rumah namun perusahaan mulai mewajibkan untuk kembali ke kantor.

Ini membuat Anda harus mencari pekerjaan yang dapat dilakukan secara remote.

Jika karena alasan ini, berikut jawaban yang dapat Anda berikan:

“Saya sangat menikmati pekerjaan saya di perusahaan sebelumnya. Namun saya harus menghabiskan waktu 2 jam perjalanan ke kantor. Sebelumnya saya dapat bekerja remote namun kebijakan tersebut dicabut lima bulan yang lalu. Karena perjalanan yang melelahkan, saya memutuskan untuk mencari pekerjaan remote dan mencari peluang pekerjaan yang dapat mengurangi waktu saya di perjalanan.”

Baca Juga: Hal yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Resign dari Pekerjaan

14. Switch Career

Ketika seseorang menyadari jalur karier yang saat ini dijalani tidak sesuai dengan minat ataupun tujuan mereka, ada pilihan switch career yang dapat dipilih.

Pada situasi ini, switch careen atau beralih ke bidang pekerjaan baru menjadi keputusan terbaik.

Berikut jawaban yang dapat Anda berikan:

“Sebagai sales, saya merasa menjalani pekerjaan dengan penuh semangat. Namun saya menyadari bahwa saya memiliki ketertarikan di bidang lain yakni sebagai desainer grafis dan saya ingin mencari pekerjaan di bidang tersebut.”

15. Adanya Perubahan Perusahaan

Ketika terjadi perubahan pada perusahaan dalam artian ke arah yang buruk, Anda dapat memutuskan untuk keluar dari perusahaan.

Misalnya ini terjadi ketika perusahaan merger dengan perusahaan lain.

Berikut jawaban yang dapat Anda berikan jika alasan resign Anda karena hal ini:

“Setelah perusahaan bergabung dengan perusahaan lain dan manajemen baru mengambil alih, semuanya berubah secara drastis. Saya merasakan suasana kerja yang berbeda dan merasakan di sana bukan lagi tempat yang cocok bagi saya. Jadi, saya memutuskan untuk mencari peluang baru.”

16. Adanya Perubahan Peran

Ketika terjadi perubahan peran dalam pekerjaan Anda, Anda juga dapat memutuskan meninggalkan perusahaan.

Misalnya Anda mendapatkan tugas baru yang kurang sesuai dengan minat atau keahlian Anda.

Untuk menjawabnya Anda bisa menggunakan alasan berikut ini:

“Sebagai social media specialist saya sering diberikan tugas untuk mendesain seperti halnya tugas desainer grafis. Awalnya saya menikmati pekerjaan saya, namun lama-lama saya merasa menghabiskan waktu untuk mendesain dibandingkan mengelola media sosial. Ini membuat saya ingin kembali ke pekerjaan yang benar-benar saya sukai.”

Baca Juga: Surat Resign: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

17. Ingin Fokus di Bidang yang Sesuai

Jika Anda sering diberikan tugas pekerjaan di bidang yang tidak sesuai, Anda juga dapat menjadikannya sebagai alasan mengundurkan diri dari perusahaan.

Jika Anda mengundurkan diri karena alasan ini, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Di pekerjaan sebelumnya saya sering mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang saya. Dari menjadi content writer, desainer grafis, hingga manajer media sosial. Jadi saya mencari pekerjaan baru agar dapat fokus di satu bidang yang sesuai.”

18. Ingin Mendalami Skill Baru

Jika Anda ingin mendalami skill baru, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Sebelumnya saya bekerja sebagai content writer namun lima bulan ini saya tertarik untuk mempelajari skill baru di bidang social media specialist. Di pekerjaan ini saya berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan skill baru tersebut.”

19. Melanjutkan Pendidikan

Jika Anda sebelumnya memutuskan resign untuk melanjutkan pendidikan, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut:

“Saya memutuskan meninggalkan pekerjaan saya karena melanjutkan pendidikan S2 dua tahun yang lalu. Saat ini saya telah lulus dari pendidikan tersebut dan mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan pendidikan saya.”

20. Tidak Ada Tantangan Baru

Terakhir adalah karena tidak ada tantangan baru di pekerjaan sebelumnya.

Jika Anda resign karena alasan ini, berikut jawaban yang dapat Anda berikan:

“Di pekerjaan sebelumnya saya merasakan tidak ada tantangan baru. Ini membuat saya ingin mencari pekerjaan baru agar bisa mendapatkan tantangan baru.”

Baca Juga: Resign Tanpa One Month Notice: Bagaimana Aturannya?

Mengapa HR Menanyakan Alasan Resign Saat Interview?

wawancara

Setelah Anda mengetahui cara menjawab alasan resign, lalu sebenarnya apa alasan HR menanyakan alasan resign ini?

1. Untuk Menilai Profesionalisme

Pertama, untuk menilai profesionalisme.

HR dan tim rekrutmen ingin mengetahui bagaimana pekerjaan Anda di perusahaan sebelumnya, apakah Anda memutuskan resign karena alasan yang profesional atau tidak.

Jawaban yang Anda berikan akan menjadi pertimbangan apakah Anda diterima atau tidak.

2. Memahami Motivasi Karier

Memberikan pertanyaan alasan resign dari pekerjaan sebelumnya juga dilakukan untuk memahami motivasi karier Anda.

Apakah Anda ingin mendapatkan peningkatan karier atau mempelajari skill baru.

Jadi penting bagi Anda untuk memberikan jawaban yang menunjukkan Anda memiliki motivasi karier yang baik.

3. Menilai Kecocokan Budaya

Ketiga adalah untuk menilai kecocokan budaya.

Dari jawaban yang diberikan HR dapat mengetahui bagaimana budaya yang ada di pekerjaan sebelumnya.

Ini menjadi penilaian apakah Anda akan cocok dengan budaya di perusahaan.

Baca Juga: 7 Tips Sebelum Resign yang Wajib Anda Lakukan, Apa Saja?

Apa Saja yang Perlu Dihindari Saat Menjawab Alasan Resign dalam Interview?

alasan resign saat interview

Dalam memberikan alasan resign saat interview, ada hal-hal yang perlu dihindari, yakni:

1. Mengeluhkan Tempat Kerja Sebelumnya

Pertama mengeluhkan tempat kerja sebelumnya.

Memang Anda merasakan tempat kerja sebelumnya tidak menyenangkan dan membuat Anda tidak betah, namun jangan mengatakannya saat interview.

Jawaban Anda yang mengeluhkan tempat kerja sebelumnya dapat menjadi penilaian buruk bagi tim rekrutmen karena bisa saja Anda akan mengeluh ketika bergabung ke perusahaan mereka.

2. Bosan dengan Pekerjaan Sebelumnya

Hindari juga jawaban bahwa Anda bosan dengan pekerjaan sebelumnya.

Setiap pekerjaan pasti ada sisi membosankannya, namun yang perlu dipahami adalah bagaimana Anda mengatasi kebosanan tersebut.

Alih-alih mengatakan pekerjaan Anda membosankan, Anda bisa mengatakan tidak ada tantangan di pekerjaan sebelumnya.

Baca Juga: 10 Contoh Email Resign dan Formatnya

3. Gaji Sebagai Alasan Utama

Hindari juga menjadikan gaji sebagai alasan utama.

Memang gaji ini dapat menjadi alasan Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya, namun jangan jadikan sebagai alasan utama.

Jelaskan bahwa Anda membutuhkan peran baru ataupun pengembangan karier baru alih-alih menjelaskan gaji sebagai alasan utama resign.

4. Kritik Atasan

Terakhir adalah mengkritik atasan Anda.

Meski Anda merasa tidak suka dengan atasan Anda, namun jangan mengkritik atau menjelekkan atasan Anda saat interview baru.

Mengkritik atasan dapat memberikan kesan yang buruk karena bisa saja Anda mengkritik interviewer saat ini yang nantinya menjadi atasan Anda.

Baca Juga: Karyawan Mau Resign? Ini Cara Menghadapi dan Tipsnya

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai alasan resign saat interview yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa rekruter memberikan pertanyaan alasan resign untuk menilai profesionalisme hingga menilai kecocokan budaya.

Oleh karenanya penting bagi Anda untuk menjawab pertanyaan interview ini dengan tepat agar Anda mendapatkan penilaian yang baik di mata tim rekruter.

Untuk memudahkan proses rekrutmen yang ada di perusahaan Anda, gunakan software absensi dari GajiHub.

GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar