Di era perkembangan teknologi digital saat ini, media sosial menjadi strategi pemasaran yang sangat menjanjikan.
Di media sosial ini, bisnis dapat mempromosikan produk mereka sekaligus membangun branding yang dapat berdampak baik pada reputasi bisnis.
Untuk memudahkan pengelolaan media sosial ini, perusahaan membutuhkan tim social media yang bertugas mengelola media sosial mulai dari membuat konten hingga posting konten media sosial.
Pada saat bisnis membangun tim social media, ada tiga pilihan yang bisa dipilih, yakni freelance, inhouse, atau agency.
Tentunya dari 3 (tiga) pilihan ini terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Di sini bisnis juga harus memahami kapan bisnis membutuhkan tim social media dan strategi dalam membangun tim social media sesuai budget yang dimiliki.
Untuk menjawab semua ini, GajiHub bersama dengan CEO Space telah menyelenggarakan webinar dengan bertajuk Freelance, In-House, atau Agency: Strategi Bangun Tim Social Media Bisnis sesuai Budget dengan pembicara Ryan Sucipto, COO dari Canting Creative dan Destin Rona Senior Consultant dari GajiHub.
Bagaimana keseruan webinar ini dan apa saja insight yang bisa didapatkan melalui webinar ini?
Yuk simak penjelasan lengkapnya pada rekap webinar GajiHubTalk di bawah ini:
Kapan Bisnis Butuh Tim Social Media?

Bagi bisnis atau perusahaan, pemasaran menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewatkan.
Ketika bisnis melewatkan tim social media ini, maka bisnis bisa kehilangan opportunity karena audiens yang seharusnya melihat produk atau bisnis Anda, jadi tidak bisa menemukannya.
Pertanyaan, kapan bisnis membutuhkan tim social media?
Di sesi ini Kak Ryan Sucipto menjelaskan setidaknya ada 5 tanda bisnis Anda sudah membutuhkan tim social media, yakni sebagai berikut:
1. Semua Harus Menunggu
Pertama, media sosial sangat mengandalkan peran dari owner.
Ketika owner sedang sibuk seperti order sedang banyak atau packingan sedang banyak, akhirnya tidak ada konten baru dan media sosial tidak aktif.
Ini berlangsung selama berminggu-minggu atau bisa berbulan-bulan.
Keadaan ini menjadi tanda penting bisnis membutuhkan tim social media agar pemasaran tetap dapat berjalan.
2. Posting Suka-Suka
Tanda kedua adalah posting suka-suka, kadang rajin posting setiap hari dan kadang bisa hilang.
Ketika sudah menghilang, maka challange yang dimiliki jadi semakin besar.
Kak Ryan menjelaskan bahwa sistem yang dimiliki oleh media sosial adalah algoritma, di mana karakteristik menjadi sangat penting.
Jadi, ketika Anda jarang posting, maka algoritma bisa lupa atau audiens juga bisa lupa dengan postingan dari bisnis Anda.
Baca Juga: GajihubTalk: Workplace Reboot – Adaptasi HR di Era Gen Z
3. Tidak Ada Hasil
Tanda yang ketiga menurut Kak Ryan adalah udah capek, hasilnya gitu-gitu aja.
Bisa dibilang tidak ada hasilnya, meski sudah memberikan effort.
Bisa jadi yang salah di sini bukan lagi effort yang dimiliki, namun strategi yang digunakan.
4. Media Sosial Ramai, Penjualan Tidak Naik
Tanda keempat adalah media sosial mulai ramai, namun penjualan tidak mengalami kenaikan.
Ini bisa ditandai dengan followers yang terus naik dan bertambah banyak namun tidak ada hasil ke omzet yang didapatkan.
Ini menjadi bahwa bisnis membutuhkan tim yang bisa memikirkan penjualan.
5. Karakter dari Brand yang Tidak Konsisten
Terakhir adalah dari karakter brand yang tidak konsisten.
Misalnya hari ini posting melibatkan pihak A atau influencer A, kemudian ganti ke influencer lain sehingga gaya postingan berbeda lagi.
Itu menjadi tanda penting bahwa bisnis membutuhkan tim sosmed.

Baca Juga: Rekap Webinar Mental Health: Balance it Like a Pro
Apa Saja Fase dalam Kebutuhan Tim Social Media Bisnis?
Selain memahami tanda bisnis Anda membutuhkan tim social media, Kak Ryan juga menjelaskan mengenai apa saja fase kebutuhan tim social media dari sebuah bisnis, yakni sebagai berikut:
1. Pre-need
Kondisi di mana brand belum jelas, produk juga masih coba-coba
Pada kondisi ini untuk kebutuhan tim social media masih dibutuhkan test pasar dan dokumentasi jalannya bisnis.
Di sini tim social media bisa dari owner sendiri dilengkapi dengan tools bantu.
2. Validation
Fase yang kedua adalah fase validation, yakni produk sudah jelas dan mulai dari repeat order.
Untuk kebutuhan bisnisnya sudah konsisten posting dan sudah mencoba angle konten baru.
Di sini social media bisa dihandle oleh owner dan dibantu oleh freelancer untuk eksekusi.
Baca Juga: Grow Beyond Limits – Bangun Bisnis dengan Mindset & People Strategy
3. Growth
Fase berikutnya adalah fase growth di mana penjualan sudah mulai stabil dan sudah mau scale-up.
Di sini dibutuhkan strategi dalam social media, eksekusi, dan juga analisis untuk mengembangkan social media.
Pada fase ini dibutuhkan tim strategist dan juga eksekutor.
4. Scale
Fase yang terakhir adalah fase scale, di mana sudah banyak produk atau banyak pasar.
Di sini sistem sudah bisa jalan sendiri dan brand sudah rapi, sehingga dibutuhkan tim lengkap dan juga agency.
Baca Juga: GajiHubTalk: Grow People, Grow Business Strategi HR untuk Scale up Bisnis
Freelance, In-House, atau Agency: Mana yang Terbaik?
Setelah Anda memahami tanda dan fase kebutuhan dari tim social mdia, ini saatnya memilih tim social media Anda.
Kak Ryan menjelaskan ada 3 (tiga) pilihan yang bisa digunakan oleh tim social media ini, yakni dari freelance, inhouse, atau agency.
Tentunya untuk menentukannya Anda harus memahami bagaimana cara memiliki tim social media yang tidak membuat pusing dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini:
- Dari jam kerja, freelancer cocok untuk membantu meringankan jam kerja Anda, namun tantangannya dibutuhkan spesialisasi di jumlah skill tertentu. Termasuk freelancer seringkali handle project lainnya.
- Dari konteks yang dimiliki, tim in-house cocok karena telah memahami konteks brand atau bisnis. Mereka juga selalu ada dan fokus untuk kebutuhan bisnis Anda. Tantangannya adalah dibutuhkan persiapan equiment, devices, talent, sistem, software dan lainnya.
- Dari sistem yang dimiliki, agency memiliki sistem pengerjaan kontan yang telah teruji. Termasuk memiliki pemahaman lintas industri dan tim yang versatile. Tantangannya adjustment waktu dengan agency dan koordinasi berbagai pihak melalui agency.
Agar Anda tidak bingung dalam menentukan mana yang mau dipilih, berikut perbandingan antara memiliki freelance, in-house, atau agency yang bisa menjadi pertimbangan Anda:
| Poin Perbandingan | Freelance | In-house | Agency |
|---|---|---|---|
| Biaya | Tergantung qty project dan kebutuhan | Bulanan, dan butuh CAPEX equipments, software, dkk | Bulanan stabil. Kalau ada campaign/promo dan butuh tambahan, bisa ada peningkatan |
| Paham brand kamu | Rendah, kadang sedang | Sedang, bisa tinggi setelah diajarkan | Sedang, bisa tinggi setelah diajarkan. Bisa membawa insight industri lain |
| Kapan bisa mulai | Cepat, hari ini juga | Sedang, tergantung kecepatan rekrut dan kesiapan kerja | Sedang, 2 s/d 4 minggu |
| Konsistensi hasil | Rendah | Tinggi | Tinggi |
| Ragam skill | 1 orang, 1 skill | Sebatas jumlah karyawan | Banyak skill jadi satu |
| Bisa scale up? | Susah | Harus hiring lagi | Fleksibel, tinggal atur scope |
| Cocok di fase | Validation | Growth, Scale | Growth, Scale |
Untuk pertimbangan terakhir, mana yang paling works di antara ketiganya?
- Freelance: cocok untuk bantu shoot, editing saat kerjaan sedang banyak karena lebih fleksibel, cepat kalau sedang ramai kerjaan.
- In-house: cocok untuk strategi dan community karena paling memahami brand dari dalam.
- Agency: cocok untuk kampanye besar dan brand identity karena banyak skill, memiliki sistem, dan dapat memberikan perspektif baru.
Baca Juga: GajihubTalk: Dari Potensi Ke Performa Kenapa Banyak Karyawan ‘Stuck’
Bagaimana Strategi Membangun Tim Sosmed sesuai Budget?
Sesi kedua webinar, Kak Destin Rona menjelaskan mengenai strategi membangun tim social media sesuai dengan budget.
Dalam membangun tim social media sesuai dengan kebutuhan dan budget, penting bagi bisnis untuk memahami bedanya kelola freelance vs karyawan tetap secara legal dan administratif.
Freelance memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Berdasarkan proyek
- Bayar per project atau per jam
- SPK atau Kontrak Kerja Sama
- Jam kerja fleksibel
- Cocok untuk kebutuhan tertentu
Sedangkan untuk karyawan tetap memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Gaji bulanan
- Kontrak kerja
- Job description dan SOP
- Jam kerja yang jelas
- Cocok untuk pekerjaan rutin
Baca Juga: GajihubTalk: Strategi Employer Branding dari Culture ke Brand yang Berdampak
Struktur Gaji & Kontrak Tim Kreatif UMKM yang Proper tapi Simpel
Untuk mengelola gaji dan kontrak tim kreatif, penting untuk memahami struktur gaji yang proper namun juga simpel
Struktur gaji ini terdiri dari gaji pokok, bonus atau KPI, dan juga benefit.
Sedangkan untuk kontrak tim terdiri dari job description, jam kerja, gaji, masa kerja, hak dan kewajiban, serta kerahasiaan data.
Lalu bagaimana cara mengatur jadwal dan beban kerja tim kecil?
Untuk ini, Kak Destin menjelaskan bisnis bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
Workflow: Planning -> Editing -> Review -> Posting -> Evaluasi
Di sini bisnis bisa melakukan pembagian tugas dengan cara berikut ini, yakni dari planner, creator, editing, dan juga admin.
Untuk memudahkan Anda dalam mengelola tim social media ini, Anda bisa menggunakan tips-tips berikut ini:
- Gunakan content calendar
- Target berdasarkan output
- Sisakan waktu untuk revisi
Lalu bagaimana cara melakukan onboarding tim kreatif yang efektif untuk bisnis skala kecil?
Kak Destin menjelaskan bisnis bisa melakukan onboarding dengan cara berikut ini:
- Hari pertama bisa dilakukan perkenalan bisnis, job description, SOP, dan brand guideline.
- Hari berikutnya dapat dilakukan dengan mengenalkan tools, memberikan contoh konten, project percobaan, dan juga feedback.
Baca Juga: GajiHubTalk: Transformasi HR di Era Bisnis Modern
Kesimpulan
Dari Webinar GajiHubTalk di atas dapat dipahami bahwa bisnis perlu mengenali tanda bisnis membutuhkan tim social media.
Jangan sampai bisnis Anda kehilangan opportunity karena mengabaikan peran tim social media ini.
Di sini ada 3 (tiga) pilihan dalam mempekerjakan tim social media, yakni freelance, in-house, atau agency.
Pastikan bisnis Anda melakukan pengelolaan karyawan dengan tepat baik itu dari kehadiran karyawan, penggajian, hingga onboarding karyawan.
Gunakan software absensi dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.
GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- GajiHubTalk: Strategi Membangun Tim Social Media Paling Efektif - 28 July 2026
- Reputasi Perusahaan: Komponen dan Cara Membangunnya - 27 July 2026
- Gaji Dokter di Indonesia Tahun 2026 dan Tahapan Pendidikannya - 27 July 2026