Penting bagi setiap perusahaan untuk memahami apa saja jenis-jenis pelatihan untuk karyawan.
Ketika membahas tentang karyawan, peran perusahaan tidak hanya dalam proses rekrutmen namun juga mendukung pengembangan karyawan.
Memang dari namanya pengembangan karyawan ini diberikan untuk mendukung mengembangkan skill karyawan, namun ini tidak hanya bermanfaat bagi karyawan tapi juga bagi perusahaan.
Terlebih dengan perkembangan industri digital saat ini, membuat kebutuhan tenaga kerja juga turut berkembang.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mendukung perkembangan karyawan adalah dengan memberikan pelatihan kepada karyawan.
Lalu apa saja jenis-jenis pelatihan yang bisa diberikan perusahaan untuk mendukung pengembangan karyawan ini?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai jenis-jenis pelatihan karyawan yang efektif untuk perusahaan.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Apa Tujuan dan Manfaat dari Pelatihan Karyawan?

Pelatihan karyawan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan dengan cara meningkatkan pengetahuan, skill, dan nilai-nilai sesuai jabatan yang dimiliki.
Selain itu, pelatihan juga memperkuat kompetensi perusahaan dan meningkatkan nilai kompetitif di pasar.
Dalam jurnal yang berjudul Pelatihan Kerja Dalam Usaha Meningkatkan Kinerja Karyawan Baru Pada PT Kusumatama Mitra Selaras Jakarta dijelaskan bahwa 8 manfaat yang bisa dirasakan dengan pelatihan ini, yakni sebagai berikut:
1. Mendukung Produktivitas Karyawan
Tujuan dan manfaat yang pertama adalah untuk mendukung produktivitas karyawan.
Melalui pelatihan, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, termasuk untuk perubahan tingkah laku.
Dari peningkatan ini, nantinya dapat memberikan dampak untuk produktivitas, baik produktivitas karyawan ataupun perusahaan.
Hal ini karena dengan adanya pelatihan, maka karyawan memiliki modal berupa pengetahuan hingga keterampilan untuk bekerja dengan lebih baik lagi.
2. Meningkatkan Kualitas
Pelatihan juga dapat memberikan manfaat yakni meningkatkan kualitas karyawan.
Ini termasuk dapat mengurangi risiko terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh karyawan ketika mengamban suatu tugas.
Dengan demikian, maka output yang dihasilkan oleh karyawan juga dapat terjaga dan dapat selalu berkembang.
3. Mendukung Perencanaan Kepegawaian
Jika Anda memiliki perencanaan pegawai, maka pelatihan menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Pelatihan mendukung perencanaan sumber daya manusia yang dilakukan dengan meningkatkan kualitas karyawan sesuai yang diharapkan.
Baca Juga: Apa Itu Diklat: Tujuan, Jenis, dan Pelaksanaannya
4. Meningkatkan Moral
Ketika membahas manfaat pelatihan bagi karyawan, maka ini berhubungan dengan moral pekerjaan.
Ketika karyawan mendapatkan pelatihan dari perusahaan, maka moral atau semangat kerja karyawan dapat meningkat.
Hal ini dikarenakan karyawan merasa menjadi bagian dari perusahaan dan diperhatikan perkembangannya oleh perusahaan.
5. Sebagai Kompensasi Tidak Langsung
Pelatihan yang diberikan kepada karyawan juga sebagai bentuk kompensasi tidak langsung.
Jika kompensasi lainnya diberikan dalam bentuk uang atau materi (gaji atau bonus), perusahaan juga bisa memberikannya dalam bentuk pelatihan.
Pelatihan ini dapat diberikan sebagai balas jasa atas prestasi yang telah dicapai oleh karyawan pada periode waktu tertentu,
Dengan diberikan pelatihan ini, karyawan yang berangkutan memiliki kesempatan untuk dapat mengembangkan diri dengan lebih baik lagi.
6. Mendukung Keselamatan dan Kesehatan
Selain pelatihan skill, ada juga pelatihan keselamatan kerja yang diberikan untuk mencegah atau mengurangi risiko kecelakaan kerja di perusahaan.
Dari pelatihan yang diberikan ini, maka karyawan bisa bekerja dengan lebih aman dan nyaman.
Baca Juga: Pengertian Diklat: Manfaat, Metode, dan Tips Keberhasilannya
7. Mencegah dari Sifat Kadaluarsa
Dengan perkembangan dunia kerja yang semakin hari semakin cepat, karyawan rentan memasuki fase kadaluarsa.
Kadaluarsa ini berkaitan dengan tidak relevannya kemampuan yang dimiliki karyawan di perkembangan dunia kerja saat ini.
Dengan adanya pelatihan yang diberikan perusahaan, maka dapat dicegah kadaluarsa ini sehingga kemampuan karyawan tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini.
8. Pengembangan Pribadi
Pelatihan juga memberikan manfaat untuk pengembangan pribadi karyawan.
Dari ilmu dan keterampilan yang didapatkan oleh karyawan, maka karyawan dapat mengembangkan diri.
Pengembangan diri ini tidak hanya berguna untuk berkontribusi pada perusahaan, namun juga untuk di luar pekerjaan.

Baca Juga: Manajemen Pelatihan: Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya
Apa Saja Jenis-Jenis Pelatihan untuk Karyawan?

Dilansir dari jurnal yang dipublikasikan oleh Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung, ada 5 jenis pelatihan utama yang dapat diberikan perusahaan kepada karyawan.
Apa saja jenis-jenis pelatihan tersebut?
1. Pelatihan Keahlian
Pelatihan keahlian merupakan pelatihan yang digunakan untuk meningkatkan keahlian dari seseorang.
Pelatihan ini sering ditemukan di berbagai organisasi dan relatif sederhana, di mana disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
Pelatihan keahlian ini juga dikenal dengan pelatihan keterampilan yang digunakan untuk memperkenalkan dan memperdalam keterampilan individu, kelompok, organisasi, hingga lembaga baik dari pelatihan teknik (hard skill) hingga non-teknis (soft skill).
Biasanya keterampilan yang diberikan kepada karyawan disesuaikan dengan kebutuhan dan sering kali pelatihan ini diberikan kepada karyawan dengan nilai yang masih rendah.
Berikut jenis-jenis dari pelatihan keahlian ini:
a. Hard Skill
Hard skill merupakan keahlian teknis yang dapat diukur, dipelajari, dan dievaluasi.
Bisa dibilang hard skill ini keahlian atau keterampilan yang dapat mudah dilihat dan diukur baik itu melalui penghargaan, pemberian gelar, hingga penjualan.
Selain itu, karena sifatnya yang teknis, maka dapat mudah dipelajari sesuai dengan panduan dan lebih mudah untuk mengukur implementasinya.
Dalam pelatihan hard skill, perusahaan memiliki fokus untuk memberikan pelatihan teknis yang dapat mendukung pengembangan skill karyawan.
Misalnya dengan memberikan pelatihan analisis, pelatihan AI, hingga pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan.
b. Soft Skill
Berbeda dengan hard skill, soft skill merupakan kualitas yang dibutuhkan individu dalam manajemen diri dan kemampuan interpersonal.
Soft skill ini merupakan karakteristik kemampuan dar seseorang dalam menghadapi lingkungannya.
Dalam dunia kerja, soft skill ini memegang peranan penting untuk menerapkan ilmu yang didapatkan dari universitas.
Soft skill sulit untuk diukur seperti halnya hard skill karena berhubungan dengan kecerdasan emosional dari seseorang.
Contoh dari soft skill ini di antaranya kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, hingga manajemen waktu.
2. Pelatihan Ulang
Pelatihan ulang atau retraining merupakan proses mempelajari keterampilan baru untuk pekerjaan yang berbeda.
Istilah retraining ini sering lazim digunakan di perusahaan besar yang digunakan untuk menyegarkan hal yang pernah diikuti.
Pelatihan ulang ini memiliki tujuan untuk memberikan karyawan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi tuntutan pekerjaan yang terus berubah.
Perubahan ini terjadi karena adanya perkembangan zaman, sehingga karyawan dituntut untuk menambah keterampilan, pengetahuan, dan perubahan sikap untuk meningkatkan inovasi di perusahaan.
Baca Juga: Sertifikat Pelatihan Kerja: Fungsi, Cara Mendapatkan, dan Contohnya
3. Pelatihan Fungsional Silang
Pelatihan fungsional silang atau cross functional training merupakan pelatihan yang menekankan keahlian pada banyak hal dibandingkan hanya memiliki satu keahlian.
Pelatihan ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan aktivitas kerja tertentu yang diberikan kepada karyawan dengan cara melakukan aktivitas di luar bidang pekerjaan yang ditugaskan.
Ada pendekatan-pendekatan yang digunakan di dalam pelatihan ini, yakni:
- Rotasi pekerjaan yakni proses yang digunakan untuk memberikan perspektif luas kepada manajer di dalam ruang fungsional.
- Memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk bertukar tenaga kerja, yang bertujuan agar karyawan dapat memahami pekerjaan di perusahaan lain dalam waktu tertentu.
- Memberikan pelatihan yang dilakukan oleh rekan kerja, yakni karyawan dengan kinerja luar biasa. Di sini pelatihan bertindak sebagai internal yang membantu karyawan untuk mengembangkan keterampilan di bidang operasionalnya.
4. Pelatihan Tim
Di dalam pekerjaan di perusahaan, karyawan tidak hanya dituntut untuk kerja secara mandiri, namun juga harus bekerja secara tim.
Memberikan pelatihan dilakukan untuk mendukung mencapai tujuan yang sama.
Ketika anggota tim memiliki tujuan yang berbeda atau bertentangan, maka dapat mengganggu rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Ini artinya bagi sebuah perusahaan, memiliki tim yang solid menjadi bagian penting untuk mendukung kemajuan.
Pelatihan tim diberikan kepada sekelompok karyawan agar terbiasa bekerja dengan kerja tim, dapat berintegrasi ke dalam tim dan juga dapat bekerja dengan anggota tim lainnya sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dan mencapai tujuan perusahaan dengan cepat dan efektif.
5. Pelatihan Kreativitas
Terakhir adalah pelatihan kreativitas.
Kreativitas merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dengan berbagai cara, di mana semuanya berfungsi untuk membantu menyelesaikan masalah melalui keterampilan baru.
Di dalam perusahaan ada banyak posisi dan jabatan yang membutuhkan kreativitas yang tinggi, termasuk untuk posisi manager, marketing, supervisor, promosi, dan lainnya.
Posisi-posisi ini dituntut memiliki kreativitas berupa ide-ide baru, populer, dan inovatif yang dapat menguntungkan perusahaan.
Melalui pelatihan kreativitas ini, peserta atau karyawan diberikan kesempatan untuk mengungkapkan ide-ide sebebas mungkin yang dapat mendorong peningkatan kreativitas mereka.
Baca Juga: Program Pelatihan Soft Skill untuk Karyawan, Apa Saja?
Apa Saja Jenis-Jenis Pelatihan sesuai Metode yang Digunakan?

Selain jenis-jenis pelatihan secara umum yang telah dijelaskan di atas, ada juga jenis-jenis pelatihan yang disesuaikan dengan metode yang digunakan.
Secara umum ada 3 metode yang digunakan, yakni sesuai dengan ritme karyawan, sesuai tempat dan sesuai dengan tujuan.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Metode Pelatihan Karyawan sesuai Gaya Belajar
Dalam metode pelatihan karyawan sesuai gaya belajar, yakni sebagai berikut:
- Self-paced, yakni metode yang memungkinkan karyawan dapat belajar sendiri sesuai dengan ritme yang dimiliki. Jadi, di sini karyawan dapat belajar kapan saja sesuai dengan yang diinginkan.
- Cohort, yakni metode pelatihan dengan melibatkan sekelompok tim sehingga ritme, waktu, dan penugasan ketika belajar disamakan dengan yang telah ditentukan.
Metode self-paced ini cocok digunakan untuk perusahaan yang telah mature atau karyawan setidaknya telah memiliki dasar pengetahuan yang telah diajarkan sebelumnya.
Sedangkan metode cohort cocok digunakan untuk perusahaan yang menginginkan karyawan memiliki skill yang bersifat mendesak.
2. Metode Pelatihan sesuai Tujuan
Sesuai dengan tujuannya, ada 4 jenis metode pelatihan yang digunakan, yakni:
- Leader development, yakni pelatihan yang fokusnya untuk menciptakan leader baru atau ketika karyawan ingin naik pangkat.
- Reskilling, yakni ditujukan kepada karyawan agar dapat mempelajari pengetahuan atau skill baru untuk menunjang kinerja saat ini. Misalnya seorang admin HR yang ingin mempelajari HRIS dan psikologi.
- Upskilling, yakni pelatihan yang ditujukan untuk memperkaya atau meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan saat ini. Misalnya seorang content writer yang mempelajari SEO, copywriting, dan UX writing.
- New skilling, yakni pelatihan yang biasanya ditujukan kepada karyawan yang awalnya belum memiliki skill yang dibutuhkan dan dilatih untuk mendapatkan skill baru. Misalnya adalah karyawan magang general affair yang dilatih untuk dapat menguasai skill manajemen HRD.
Baca Juga: Evaluasi Pelatihan, Ketahui Arti, Manfaat, Hingga Langkahnya
3. Metode Pelatihan sesuai Tempat
Metode pelatihan sesuai dengan tempat terbagi menjadi online dan offline,
Pelatihan online ini biasanya menggunakan media tertentu dengan basis online sepertti melalui aplikasi atau webinar.
Sedangkan untuk pelatihan offline dilakukan dengan tatap muka secara langsung sehingga karyawan dapat berinteraksi secara langsung dengan mentor ataupun instruktur.
4. Metode Pleatihan sesuai Aktivitas
Terakhir, metode pelatihan sesuai dengan aktivitas, yakni sebagai berikut:
- Tech-base learning, yakni pelatihan yang diberikan secara tidak langsung menggunakan teknologi, seperti Learning Management System (LMS), video, siniar, gamifikasi, mobile app, hingga webinar.
- Project-based Learning (PjBL), yakni pelatihan yang menggunakan skenario nyata, di mana karyawan diminta untuk memecahkan masalah tertentu yang terjadi secara nyata di lingkungan kerja. PjBL ini juga disebut dengan simulasi.
- On-The-Job Training (OJT), yakni pelatihan yang dilakukan di tengah-tengah masa kerja atau di awal masa kerja setelah kontrak ditandatangani.
- Seminar atau workshop, yakni pelatihan yang dilakukan secara langsung dengan menggunakan praktisi atau instruktur yang dilakukan dalam satu hingga dua hari.
- Mentoring/coaching, yakni pelatihan yang mempertemukan karyawan dengan senior atau praktisi secara personal atau berkelompok yang disesuaikan dengan role kerjanya. Metode ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.
- Focus Group Discussion, yakni pelatihan yang dilakukan dengan saling berdiskusi dan membagikan pengetahuan untuk memecahkan permasalahan yang telah ditentukan sebelumnya.
- Peer-to-Peer Learning, yakni pelatihan informal yang melibatkan satu karyawan dengan karyawan lainnya.
- Micro-learning, yakni pelatihan yang dilakukan dalam jangka waktu pendek melalui media yang lebih kecil. Misalnya dari kuis, deck presentasi, artikel, email, hingga infografis.
Baca Juga: 7 Manfaat Training Center dan Cara Membangunnya
Apa Saja Tips dalam Memilih Pelatihan Karyawan yang Efektif?

Tentunya tidak semua jenis pelatihan cocok diterapkan untuk karyawan yang ada di perusahaan Anda.
Jadi, Anda perlu memilih pelatihan yang paling efektif untuk mendukung pencapaian tujuan.
Berikut 4 tips yang dapat Anda lakukan dalam memilih pelatihan karyawan yang paling efektif:
- Lakukan asesmen kebutuhan perusahaan dan kebutuhan skill karyawan. Di sini Anda dapat melihat tren skill yang sedang berkembang dan dapat membantu produktivitas perusahan.
- Perhatikan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan Anda, baik itu dari sisi teknologi, hingga budget yang dimiliki. Sesuaikan pelatihan yang dimiliki sesuai budget perusahaan Anda.
- Perhatikan urgensi, misalnya dari sumber daya dan asesmen yang dilakukan, kira-kira seberapa penting pelatihan dilakukan? Lalu berapa lama waktunya? Berapa kali dalam sebulan atau setahun dilakukan?
- Jangan terpaku dengan satu metode karena kenyataannya memilih pelatihan ini bagian dari trial dan error hingga Anda bisa menemukan metode yang paling pas. Anda juga dapat menggabungkan lebih dari dua metode disesuaikan dengan kebutuhan.
Baca Juga: Indikator Pelatihan Kerja, Faktor, dan Manfaatnya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis pelatihan yang dapat menjadi referensi Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa ada berbagai jenis pelatihan yang dapat dipilih perusahaan untuk mendukung pengembangan skill karyawan.
Tentunya dalam memilih pelatihan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan budget dari perusahaan.
Untuk memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda, pastikan Anda menggunakan teknologi terkini yakni dari sistem HRIS dari GajiHub.
GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Shift Kerja Indomaret dan Alfamart dan Contohnya - 26 May 2026
- 20+ Jenis-Jenis Pelatihan dan Tips Memilihnya - 26 May 2026
- Cara Menghitung Persentase Kehadiran Manual dan Excel - 26 May 2026