Contoh Jadwal Kerja 3 Shift dan Tips Membuatnya

contoh jadwal 3 shift

Bagi perusahaan yang beroperasi selama 24 jam penuh, jadwal kerja 3 shift menjadi salah satu strategi yang dilakukan.

Perusahaan yang sering menerapkan jadwal kerja 3 shift ini di antaranya pabrik, manufaktur, rumah sakit, hingga pada perusahaan keamanan.

Tentunya menjalankan untuk mengelola jadwal kerja 3 shift ini dibutuhkan pengelolaan yang baik karena berkaitan dengan stamina karyawan dan penurunan kualitas pelayanan.

Ketika perusahaan tidak mampu mengelola shift ini dengan baik, juga dapat berdampak pada kenaikan turnover yang akhirnya bisa merugikan keuangan bisnis.

Meski begitu, kenyataannya menyusun jadwal kerja 3 shift bukanlah hal yang mudah.

Perusahaan harus memperhatikan keseimbangan kebutuhan operasional, kesejahteraan karyawan, hingga regulasi ketenagakerjaan.

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan mengenai contoh jadwal kerja 3 shift mulai dari mengapa sistem kerja 3 shift digunakan, contoh, dan industri yang menggunakannya.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat membacanya di sini:

Apa Saja Pertimbangan Sebelum Membuat Jadwal Kerja 3 Shift?

contoh jadwal 3 shift

Jadwal kerja 3 shift merupakan sebuah pola kerja dengan membagi waktu operasional perusahaan menjadi 3 periode kerja, di mana masing-masing terdiri dari 8 jam sehingga total menjadi 24 jam.

Melalui sistem ini, perusahaan dapat memastikan produksi atau layanan dapat berjalan tanpa jeda.

Secara umum, tiga periode shift tersebut terbagi menjadi:

  • Shift Pagi (Shift 1): biasanya dimulai pukul 07.00 hingga 15.00.
  • Shift Sore (Shift 2): biasanya dimulai pukul 15.00 hingga 23.00.
  • Shift Malam (Shift 3): biasanya dimulai pukul 23.00 hingga 07.00.

Pada saat membuat jadwal kerja 3 shift, ada 6 hal yang penting untuk dipertimbangkan, yakni sebagai berikut:

1. Aturan Shift di Indonesia

Pertama adalah berkaitan dengan aturan atau regulasi shift yang berlaku di Indonesia.

Di Indonesia, perusahaan atau bisnis diperbolehkan menerapkan kerja shift dan harus mematuhi aturan UU Ketenagakerjaan.

Di UU Ketenagakerjaan, dalam menerapkan kerja shift tidak boleh lebih dari 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja atau 8 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja.

2. Durasi Lembur

Karyawan shift juga dapat diminta untuk lembur dengan durasi paling lama 3 jam dalam satu hari atau 14 jam dalam satu minggu.

Tentunya perusahaan wajib membayar upah karyawan yang kerja shift ini.

Baca Juga: Jam Kerja Middle: Ini Pengaruh dan Cara Mengelolanya

3. Pemahaman Bisnis

Penting bagi perusahaan untuk memahami bisnis, misalnya kapan jam-jam sibuk yang membutuhkan pembagian shift.

4. Jumlah Karyawan

Dalam membuat jadwal kerja 3 shift penting untuk memahami jumlah karyawan.

Ini dibutuhkan ketika membuat jadwal karyawan di mana harus dipastikan perusahaan tidak memiliki jumlah karyawan lebih sedikit dari yang dibutuhkan.

Baca Juga: 8 Tips Membuat Jadwal Kerja Karyawan secara Efektif

5. Menentukan Hari Kerja dan Hari Libur

Menentukan hari kerja dan hari libur dibutuhkan untuk memudahkan penyusunan jadwal kerja shift.

6. Menentukan Peran dan Tugas

Terakhir adalah menentukan peran dan tugas yang dimiliki.

Tugas karyawan shift pagi tentunya memiliki perbedaan dengan karyawan yang melaksanakan shift malam.

Menentukan tugas ini baiknya dilakukan sejak awal menyusun jadwal.

gajihub banner

Baca Juga: 20 Jenis Jadwal Kerja yang Bisa Perusahaan Terapkan

Mengapa Perusahaan Menerapkan Jadwal Kerja 3 Shift?

contoh jadwal 3 shift

Ada 4 alasan mengapa perusahaan menerapkan jadwal kerja 3 shift, yakni sebagai berikut:

1. Operasional 24 Jam

Menerapkan jadwal kerja shift 24 jam dilakukan oleh perusahaan yang memiliki operasional 24 jam.

Ini sering digunakan oleh usaha atau perusahaan dengan layanan atau produksi yang tidak boleh berhenti, misalnya pada rumah sakit, pembangkit listrik, hingga pada pabrik dengan mesin produksi yang beroperasi terus-menerus.

2. Efisiensi Penggunaan Aset

Menerapkan jadwal kerja 3 shift juga dilakukan sebagai bagian dari efisiensi penggunaan aset.

Dengan cara ini mesin produksi ataupun fasilitas perusahaan dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa menganggur di malam hari.

3. Meningkatkan Kapasitas Produksi

Dengan menerapkan jadwal 3 shift, maka perusahaan dapat meningkatkan volume produksi tanpa harus menambah mesin atau fasilitas baru.

Ini bisa menghemat biaya produksi sekaligus lebih hemat waktu karena perusahaan bisa lebih memproduksi lebih banyak dengan jam kerja 24 jam.

4. Untuk Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

Alasan yang terakhir adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Misalnya pada layanan call center atau layanan darurat yang harus siap sedia setiap saat untuk memberikan layanan kepada pelanggan.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Pembuat Jadwal Shift Kerja

Apa Saja Tips Membuat Jadwal Kerja 3 Shift yang Efektif?

Menyusun jadwal kerja 3 shift memerlukan perencanaan matang agar operasional berjalan lancar sekaligus menjaga kesejahteraan karyawan.

Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Pastikan Rotasi Shift Berjalan Adil

Rotasi shift sebaiknya dibuat secara merata agar setiap karyawan mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja di shift pagi, sore, maupun malam.

Hindari memberikan shift malam secara terus-menerus kepada karyawan tertentu tanpa jeda, karena dapat berdampak pada kesehatan dan produktivitas jangka panjang.

2. Berikan Waktu Istirahat yang Cukup Antar Shift

Pastikan ada jeda waktu yang cukup antara akhir satu shift dengan awal shift berikutnya bagi karyawan yang sama, idealnya minimal 8–12 jam.

Ini dilakukan agar karyawan memiliki waktu untuk istirahat dan memulihkan tenaga sebelum kembali bekerja.

Baca Juga: Ganti Shift: Ini Alasan dan Manfaatnya

3. Perhatikan Pola Rotasi yang Tidak Membebani Tubuh

Idealnya, rotasi shift dilakukan searah jarum jam, yaitu dari shift pagi ke shift sore, kemudian ke shift malam.

Pola ini lebih mudah diadaptasi oleh ritme tubuh (circadian rhythm) dibandingkan rotasi yang berlawanan arah.

4. Libatkan Karyawan dalam Penyusunan Jadwal

Tips berikutnya adalah melibatkan karyawan dalam menyusun jadwal shift.

Melibatkan karyawan dalam proses penyusunan jadwal, misalnya melalui survei preferensi shift, dapat meningkatkan kepuasan kerja sekaligus mengurangi potensi konflik terkait pembagian jadwal.

Baca Juga: Shift Kerja Indomaret dan Alfamart dan Contohnya

5. Gunakan Sistem atau Software Shift

Untuk memudahkan Anda dalam membuat jadwal shift, jangan ragu untuk menggunakan sistem atau software penjadwalan shift.

Penggunaan software manajemen jadwal kerja dapat membantu perusahaan menyusun jadwal secara lebih akurat, menghindari tumpang tindih jadwal, serta memudahkan proses monitoring kehadiran karyawan.

GajiHub menjadi rekomendasi software yang memudahkan untuk pembuatan jadwal shift.

Selain itu, karyawan juga bisa melakukan absensi secara mudah dan cepat sesuai dengan jadwal shift mereka.

6. Sesuaikan dengan Ketentuan Ketenagakerjaan

Pastikan jadwal kerja yang disusun tetap memperhatikan ketentuan jam kerja, waktu istirahat, serta hak lembur karyawan sesuai peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Ini menjadi bagian penting karena berkaitan dengan kesejahteraan karyawan dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku.

7. Siapkan Jadwal Cadangan

Selalu siapkan rencana cadangan apabila ada karyawan yang berhalangan hadir.

Misalnya melalui sistem karyawan siaga (on-call) atau daftar karyawan pengganti, agar operasional tidak terganggu.

Baca Juga: Jam Kerja dalam Seminggu: Ini Aturan Lengkapnya

Apa Saja Contoh Jadwal Kerja 3 Shift?

shift

Untuk memudahkan Anda dalam membuat jadwal kerja 3 shift, berikut contohnya untuk Anda:

Contoh Jadwal Kerja 3 Shift dengan Pola Rotasi Mingguan

Pada jadwal kerja ini sistemnya mengganti shift karyawan setiap minggu secara bergantian.

MingguKaryawan AKaryawan BKaryawan C
Minggu 1Shift Pagi (07.00–15.00)Shift Sore (15.00–23.00)Shift Malam (23.00–07.00)
Minggu 2Shift Sore (15.00–23.00)Shift Malam (23.00–07.00)Shift Pagi (07.00–15.00)
Minggu 3Shift Malam (23.00–07.00)Shift Pagi (07.00–15.00)Shift Sore (15.00–23.00)

Pola ini cocok diterapkan pada industri manufaktur yang membutuhkan konsistensi tim kerja dalam periode tertentu.

Contoh Jadwal Kerja 3 Shift dengan Pola Rotasi Harian

Jadwal ini dilakukan mengganti shift karyawan setiap beberapa hari sekali dalam satu minggu.

HariKaryawan AKaryawan BKaryawan C
SeninPagiSoreMalam
SelasaPagiSoreMalam
RabuSoreMalamPagi
KamisSoreMalamPagi
JumatMalamPagiSore
SabtuMalamPagiSore
MingguLiburLiburLibur

Pola ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menginginkan rotasi lebih cepat agar karyawan tidak terlalu lama berada pada satu jenis shift tertentu.

Baca Juga: DuPont Shift: Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Contoh Jadwal Kerja 3 Shift dengan Sistem 4 Tim (4 On, 2 Off)

Pada jadwal ini menggunakan empat tim untuk mengisi tiga shift, sehingga selalu ada tim yang mendapat waktu libur.

HariTim ATim BTim CTim D
1–4PagiSoreMalamLibur
5–6LiburPagiSoreMalam
7–8MalamLiburPagiSore

Sistem ini sering digunakan pada industri yang beroperasi 24 jam penuh tanpa hari libur, seperti pembangkit listrik atau industri pertambangan, karena selalu tersedia tim cadangan untuk menggantikan tim yang sedang libur.

Contoh Jadwal Kerja 3 Shift Tetap (Fixed Shift)

Pada sistem penjadwalan ini, karyawan bekerja pada shift yang sama secara tetap tanpa rotasi.

KaryawanShift TetapJam Kerja
Karyawan AShift Pagi07.00–15.00
Karyawan BShift Sore15.00–23.00
Karyawan CShift Malam23.00–07.00

Pola ini cocok bagi karyawan yang memiliki preferensi khusus terhadap jam kerja tertentu, misalnya karyawan yang memiliki kewajiban keluarga di pagi atau malam hari.

Baca Juga: Rotating Shift: Jenis dan Manfaatnya

Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Jadwal Kerja 3 Shift?

Agar penerapan kerja 3 shift dapat berjalan secara efektif, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yakni sebagai berikut:

1. Penyusunan Kebijakan yang Jelas

Perusahaan perlu menyusun kebijakan tertulis mengenai sistem shift, termasuk pola rotasi, jam kerja, ketentuan lembur, serta hak-hak karyawan yang bekerja pada shift malam, seperti tunjangan shift malam.

Dengan menyusun kebijakan ini, maka penerapan jadwal kerja 3 shift dapat berjalan secara maksimal.

2. Sosialisasi kepada Karyawan

Sebelum diterapkan, kebijakan jadwal kerja shift dapat disosialisasikan secara menyeluruh kepada karyawan.

Dengan cara ini mereka dapat memahami hak dan kewajiban masing-masing, termasuk mekanisme pertukaran jadwal jika diperlukan.

Baca Juga: Shift Middle Adalah? Pengertian, Manfaat, dan Tantangannya

3. Pemantauan Kesehatan Karyawan

Karyawan yang bekerja pada shift malam secara rutin berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti gangguan pola tidur maupun kelelahan kronis.

Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya menyediakan pemeriksaan kesehatan berkala khusus bagi karyawan shift.

4. Penyediaan Fasilitas Pendukung

Perusahaan juga perlu menyediakan fasilitas pendukung untuk karyawan yang sedang bekerja shift.

Fasilitas seperti transportasi antar-jemput untuk shift malam, ruang istirahat yang nyaman, serta akses makanan bergizi dapat membantu menjaga kesejahteraan karyawan yang bekerja di luar jam kerja normal.

5. Evaluasi dan Penyesuaian Berkala

Perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas jadwal shift yang diterapkan.

Termasuk mendengarkan masukan dari karyawan, guna memastikan sistem tetap relevan dengan kebutuhan operasional maupun kondisi karyawan.

Baca Juga: Cara Kelola Shift Malam, Aturan, Contoh Jadwalnya

Apa Saja Industri yang Menerapkan Jadwal Kerja 3 Shift?

Jadwal kerja 3 shift diterapkan oleh perusahaan yang beroperasi selama 24 jam.

Berikut 7 industri yang menerapkan jadwal kerja 3 shift, yakni sebagai berikut:

1. Industri Manufaktur

Industri pertama yang menerapkan jadwal kerja 3 shift adalah industri manufaktur.

Baik itu manufaktur produksi tekstil, otomotif, elektronik, hingga industri makanan dan minuman.

Dengan menerapkan sistem kerja 3 shift maka dapat memaksimalkan kapasitas produksi mesin sepanjang hari.

2. Rumah Sakit dan Layanan Kesehatan

Rumah sakit dan layanan kesehatan membutuhkan sistem kerja 3 shift untuk memastikan mereka siap siaga selama 24 jam.

Ini berlaku untuk staf yang menangani pasien yang ada di rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, hingga petugas laboraturium.

3. Sektor Energi dan Pertambangan

Pada sektor energi dan pertambangan, jadwal kerja 3 shift digunakan untuk pengawasan dan operasionalnya.

Ini sering digunakan oleh perusahaan seperti pembangkit listrik, kilang minyak, hingga pertambangan.

Dengan cara ini industri ini bisa menjaga keselamatan dan kelangsungan produksi.

Baca Juga: Download Template Time Sheet Kerja Gratis

4. Layanan Keamanan (Security)

Layanan keamanan atau security juga banyak yang bekerja dengan jadwal 3 shift.

Ini berlaku di berbagai fasilitas, seperti perkantoran, apartemen, maupun kawasan industri.

Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan pengawasan keamanan berjalan sepanjang waktu.

5. Call Center dan Layanan Pelanggan

Beberapa perusahaan yang melayani pelanggan secara global membutuhkan layanan customer service selama 24 jam untuk melayani pelanggan di berbagai zona waktu.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Tentang Jam Kerja, Berikut Poin-Poin Pentingnya

6. Transportasi dan Logistik

Perusahaan transportasi seperti maskapai penerbangan, pelabuhan, hingga ekspedisi juga menggunakan jadwal kerja 3 shift.

Ini dilakukan karena perusahaan ini membutuhkan tenaga kerja yang dapat bekerja kapan saja untuk memastikan kelancaran distribusi barang atau mobilitas penumpang.

7. Perhotelan

Pada industri perhotelan, penerapan jadwal kerja 3 shift dilakukan untuk memastikan layanan tamu tetap berjalan secara optimal.

Ini berlaku mulai dari resepsionis, petugas keamanan, hingga staf dapur.

Baca Juga: Shift Shock: Penyebab dan Cara Mengatasi

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Jadwal Kerja 3 Shift?

Sebelum menerapkan sistem kerja 3 shift, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangannya agar perusahaan dapat mengelola risiko dengan lebih baik.

Berikut kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh jadwal kerja 3 shift:

Kelebihan

  • Operasional perusahaan dapat berjalan tanpa henti selama 24 jam.
  • Pemanfaatan mesin dan fasilitas produksi menjadi lebih maksimal.
  • Perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan kapan saja.
  • Membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi karyawan dengan preferensi jam kerja berbeda.

Kekurangan

  • Berisiko menimbulkan gangguan kesehatan bagi karyawan, terutama yang sering bekerja shift malam.
  • Membutuhkan sistem manajemen jadwal yang lebih kompleks.
  • Berpotensi menimbulkan kelelahan kerja apabila rotasi tidak diatur dengan baik.
  • Membutuhkan biaya tambahan, seperti tunjangan shift malam dan fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga: Cara Kelola Shift Malam, Aturan, Contoh Jadwalnya

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai contoh jadwal kerja 3 shift yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa contoh jadwal kerja 3 shift menjadi bagian penting untuk memastikan perusahaan dapat memenuhi kebutuhan operasional selama 24 jam penuh.

Jadwal kerja 3 shift ini banyak diterapkan di industri yang beroperasi selama 24 jam, di antaranya industri manufaktur, layanan kesehatan, hingga pada sektor transportasi dan logistik.

Tentunya untuk menerapkan sistem kerja dibutuhkan perencanaan yang matang agar tidak berdampak negatif pada kesejahteraan karyawan.

Untuk mendukung kemudahan dalam mengelola jadwal kerja shift karyawan, Anda dapat menggunakan sistem HRIS dari GajiHub.

GajiHub merupakan sisten HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Dengan GajiHub, membuat jadwal shift dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi dan karyawan juga bisa absensi di aplikasi sesuai jadwal shift mereka.

Jadi tunggu apa lagi, daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar