5 Contoh Jadwal Kerja 2 Shift dan Cara Membuatnya

contoh jadwal kerja 2 shift

Contoh jadwal kerja 2 shift digunakan untuk memudahkan pembagian jadwal untuk sistem kerja 2 shift.

Sistem kerja 2 shift merupakan sistem kerja yang seharinya dibagi ke dalam 2 shift.

Sistem kerja ini dikenal juga dengan istilah sistem kerja giliran.

Dalam sistem kerja 2 shift, penjadwalan karyawan dibagi menjadi dua kelompok, yakni shift pagi dan shift malam.

Pola kerja seperti ini sering digunakan untuk industri yang membutuhkan operasional non-stop, misalnya pada industri manufaktur, rumah sakit, retail, pusat layanan pelanggan, hingga sektor keamanan.

Tujuannya adalah untuk memastikan produktivitas dapat berjalan secara optimal tanpa harus mengabaikan kesejahteraan karyawan.

Lalu bagaimana contoh jadwal kerja 2 shift ini dan apa saja kelebihan serta kekurangannya yang dimilikinya?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai contoh jadwal kerja 2 shift, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat membacanya di bawah ini:

Apa Tujuan Penerapan Jadwal Kerja 2 Shift?

contoh jadwal kerja 2 shift

Sistem kerja 2 shift merupakan pola penjadwalan kerja yang membagi waktu operasional menjadi dua periode kerja berbeda dalam sehari, biasanya shift pagi dan shift sore/malam, yang dikerjakan oleh kelompok karyawan yang berbeda secara bergantian.

Sistem ini memungkinkan bisnis beroperasi lebih lama dari jam kerja normal (misalnya 16 jam sehari) tanpa mewajibkan satu karyawan bekerja sepanjang waktu tersebut.

Tujuan utama penerapan jadwal 2 shift antara lain:

  • Memperpanjang jam operasional bisnis untuk menjangkau lebih banyak pelanggan,.
  • Memastikan layanan tetap berjalan di luar jam kerja kantor biasa.
  • Mendistribusikan beban kerja secara lebih merata antar karyawan.
  • Menjaga produktivitas tanpa membebani satu shift kerja dengan jam kerja yang berlebihan.

Baca Juga: Contoh Jadwal Kerja 3 Shift dan Tips Membuatnya

Apa Saja Contoh Jadwal Kerja 2 Shift?

Berikut berbagai contoh jadwal kerja 2 shift yang dapat Anda dijadikan referensi dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda:

1. Contoh Jadwal 2 Shift untuk 7 Hari Kerja (operasional tanpa henti)

HariShift Pagi (07.00–15.00)Shift Sore (15.00–23.00)
SeninTim ATim B
SelasaTim ATim B
RabuTim BTim A
KamisTim BTim A
JumatTim ATim B
SabtuTim BTim A
MingguLibur bergilirLibur bergilir

Catatan: pola di atas adalah contoh rotasi sederhana.

Perlu diatur agar setiap karyawan tetap mendapat hak istirahat mingguan sesuai ketentuan (1 hari untuk 6 hari kerja, atau 2 hari untuk 5 hari kerja), jadi jadwal 7 hari kerja penuh dalam satu tim membutuhkan sistem rotasi hari libur bergantian antar anggota tim, bukan seluruh tim libur bersamaan.

2. Contoh Jadwal 2 Shift dengan 2 Tim

MingguTim ATim B
Minggu 1Shift PagiShift Sore
Minggu 2Shift SoreShift Pagi

Pola ini adalah bentuk rotasi mingguan paling sederhana: dua tim bergantian shift pagi dan sore setiap minggu, dengan hari libur mingguan tetap diberikan sesuai jadwal yang disepakati (misalnya setiap hari Minggu).

Baca Juga: Jam Kerja Middle: Ini Pengaruh dan Cara Mengelolanya

3. Contoh Jadwal 2 Shift dengan 3 Tim

HariShift PagiShift SoreLibur
SeninTim ATim BTim C
SelasaTim CTim ATim B
RabuTim BTim CTim A
KamisTim ATim BTim C
JumatTim CTim ATim B
SabtuTim BTim CTim A
MingguTim ATim BTim C

Dengan 3 tim, setiap tim mendapat giliran libur secara bergantian dalam siklus rotasi, sehingga operasional tetap berjalan setiap hari tanpa membebani satu tim secara terus-menerus.

4. Contoh Jadwal Kerja 2 Shift untuk 4 Tim

Pola jadwal kerja 2 shift untuk 4 tim atau 4 orang merupakan pola jadwal untuk bisnis yang beroperasi selama 24/7 dan kerja dalam shift 12 jam.

Skema ini sangat populer karena memudahkan untuk rotasi yang seimbang antara kerja dan beristirahat.

Untuk pola shiftnya dilakukan dalam 12 jam yakni shift pagi mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00, shift malam mulai dari pukul 20.00 hingga pukul 08.00.

Pola ini cocok untuk diterapkan pada perusahaan dengan operasional kontinuitas yang tinggi.

Dengan adanya 4 tim, maka sistem rotasi dapat dibagi menjadi 2 hari kerja dan 2 hari libur.

Namun karena jam kerja lebih dari jam normal yang diatur dalam Undang-Undang, pastikan Anda memberikan kompensasi lembur kepada karyawan sesuai perhitungannya dalam Undang-Undang.

HARITIM 1TIM 2TIM 3TIM 4
SeninPagiPagiMalamMalam
SelasaPagiPagiMalamMalam
RabuLibur
Libur

Libur
Libur
KamisMalamMalamPagiPagi
JumatMalamMalamPagiPagi
SabtuLiburLiburLiburLibur
MingguPagiPagiMalamMalam

5. Contoh Jadwal Kerja 2 Shift untuk 5 Tim

Pada pola kerja 8 jam pada shift ini sesuai dengan aturan jam kerja normal dan meminimalkan risiko lembur.

Untuk pola shiftnya dilakukan dalam 8 jam kerja yakni shift pagi mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00, untuk shift malam mulai dari pukul 16.00 hingga 24.00.

HARITIM 1TIM 2TIM 3TIM 4TIM 5
SeninPagiPagiMalamMalamLibur
SelasaLiburPagiPagiMalamMalam
RabuMalamLiburPagiPagiMalam
KamisMalamMalamLiburPagiPagi
JumatPagiMalamMalamLiburPagi
SabtuPagiPagiMalamMalamLibur
MingguLiburPagiPagiMalamMalam
gajihub banner 2

Baca Juga: Ganti Shift: Ini Alasan dan Manfaatnya

Bagaimana Sistem Kerja 2 Shift Berjalan?

Sistem kerja 2 shift dapat berjalan dengan pembagian berikut ini:

1. Jam Kerja Shift Pagi

Shift pagi umumnya dimulai antara pukul 06.00–08.00 dan berakhir sekitar pukul 14.00–16.00.

Pembagian ini disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan dan jam operasional bisnis.

2. Jam Kerja Shift Sore atau Malam

Shift sore/malam biasanya dimulai setelah shift pagi berakhir, misalnya pukul 14.00–16.00, dan berakhir sekitar pukul 22.00–24.00.

Jika shift kedua ini menyentuh atau melewati pukul 23.00, perusahaan wajib memperhatikan ketentuan khusus terkait pekerjaan malam hari sebagaimana diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

Dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 76 dan Kepmenakertrans 224/2003, dijelaskan aturan sebagai berikut:

  • Dilarang mempekerjakan pegawai perempuan di bawah 18 tahun.
  • Dilarang mempekerjakan pegawai perempuan yang sedang hamil.
  • Wajib menyediakan makanan dan minuman bergizi, sekurang-kurangnya 1.400 kalori dan diberikan pada waktu istirahat jam kerja dan tidak dapat digantikan dengan uang.
  • Wajib menjaga keamanan dan kesusilaan di tempat kerja, dengan menyediakan petugas keamanan dan kamar mandi secara terpisah antara laki-laki dan perempuan dengan penerangan yang layak.
  • Waji menyediakan angkutan antar jemput bagi karyawan perempuan yang berangkat dan pulang kerja antara pukul 23.00 hingga pukul 05.00.

Baca Juga: Shift Kerja Indomaret dan Alfamart dan Contohnya

3. Durasi Kerja Per Shift

Sesuai ketentuan waktu kerja normal di Indonesia, durasi kerja per shift umumnya mengikuti dua skema: 7 jam per hari untuk pola 6 hari kerja seminggu, atau 8 jam per hari untuk pola 5 hari kerja seminggu — dengan total jam kerja tidak melebihi 40 jam per minggu.

Jika ada kelebihan jam kerja di luar durasi tersebut, kelebihannya wajib dihitung dan dibayar sebagai lembur.

4. Waktu Istirahat

Karyawan berhak atas istirahat minimal 30 menit setelah bekerja selama 4 jam terus-menerus, dan waktu istirahat ini tidak dihitung sebagai bagian dari jam kerja.

Dalam sistem shift, waktu istirahat bisa disesuaikan dengan jadwal masing-masing shift, misalnya untuk shift malam yang berlangsung pukul 23.00–07.00, istirahat bisa diberikan sekitar pukul 03.00.

5. Pergantian Antar Shift

Pergantian shift idealnya diberi jeda waktu (overlap) singkat, misalnya 10–15 menit.

Ini dilakukan agar karyawan shift sebelumnya bisa melakukan serah terima tugas (handover) dengan karyawan shift berikutnya.

Termasuk informasi penting terkait operasional, stok, atau kendala yang perlu ditindaklanjuti.

Baca Juga: DuPont Shift: Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Apa Saja Pola Jadwal Kerja 2 Shift yang Umum Digunakan?

contoh jadwal kerja 2 shift

Ada 6 pola jadwal yang umum digunakan untuk sistem kerja 2 shift yakni sebagai berikut:

1. Pola 6 Hari Kerja, 1 Hari Libur

Karyawan bekerja 6 hari berturut-turut dengan durasi 7 jam per shift, lalu mendapat 1 hari libur dalam seminggu.

Pola ini sesuai dengan skema jam kerja 6 hari yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

2. Pola 5 Hari Kerja, 2 Hari Libur

Karyawan bekerja 5 hari dengan durasi 8 jam per shift, kemudian mendapat 2 hari libur dalam seminggu.

Pola ini lebih umum diterapkan di sektor perkantoran atau layanan yang tidak beroperasi penuh 7 hari.

Baca Juga: Rotating Shift: Jenis dan Manfaatnya

3. Pola 2-2 (2 Hari Kerja, 2 Hari Libur)

Karyawan bekerja 2 hari berturut-turut, lalu libur 2 hari, dan pola ini berulang secara terus-menerus.

Pola ini memberikan waktu istirahat yang lebih sering, namun perlu perhitungan cermat agar total jam kerja tetap sesuai batas mingguan yang diizinkan.

4. Pola 4-2 (4 Hari Kerja, 2 Hari Libur)

Karyawan bekerja 4 hari berturut-turut, kemudian mendapat 2 hari libur.

Pola ini cukup populer karena memberikan keseimbangan antara waktu kerja dan istirahat, sekaligus memudahkan perencanaan rotasi antar tim.

Baca Juga: Shift Shock: Penyebab dan Cara Mengatasi

5. Pola Rotating Shift

Karyawan berpindah shift secara berkala (misalnya mingguan atau dua mingguan) antara shift pagi dan sore.

Shift ini banyak digunakan karena beban kerja (termasuk shift yang dianggap kurang ideal seperti shift sore/malam) dapat terdistribusi merata ke semua karyawan, bukan hanya dibebankan pada sekelompok orang tertentu secara terus-menerus.

6. Pola Fixed Shift

Karyawan bekerja pada shift yang sama secara tetap (misalnya selalu shift pagi), tanpa rotasi.

Pola ini memudahkan karyawan menjaga ritme hidup yang konsisten, namun berpotensi menimbulkan rasa tidak adil jika shift tertentu dianggap lebih berat atau kurang diminati dibanding shift lainnya.

Baca Juga: Shift Middle Adalah? Pengertian, Manfaat, dan Tantangannya

Bagaimana Cara Membuat Jadwal Kerja 2 Shift?

contoh jadwal kerja 2 shift

Untuk membuat jadwal kerja 2 shift Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Menentukan Jumlah Karyawan

Pertama adalah dengan menentukan jumlah karyawan.

Jika jumlah karyawan banyak, Anda bisa membaginya menjadi beberapa tim.

Hitung jumlah karyawan yang dibutuhkan per shift berdasarkan beban kerja operasional, lalu kalikan dengan jumlah tim/rotasi yang diperlukan agar setiap shift tetap terisi meski ada karyawan yang libur atau cuti.

2. Menentukan Jam Operasional

Tetapkan jam buka dan jam tutup operasional bisnis terlebih dahulu, lalu bagi rentang waktu tersebut menjadi dua periode shift yang proporsional.

Ini dilakukan dengan mempertimbangkan waktu overlap untuk serah terima tugas.

Baca Juga: Cara Kelola Shift Malam, Aturan, Contoh Jadwalnya

3. Membagi Tim Kerja

Bagi karyawan ke dalam beberapa tim (2, 3, atau 4 tim, tergantung kebutuhan rotasi dan jumlah karyawan yang tersedia), lalu tentukan pola rotasi shift dan hari libur untuk masing-masing tim.

4. Menyesuaikan Hari Libur

Pastikan setiap karyawan tetap mendapat hak istirahat mingguan sesuai ketentuan (1 hari untuk pola 6 hari kerja, atau 2 hari untuk pola 5 hari kerja).

Usahakan juga hari libur didistribusikan secara adil antar karyawan, bukan selalu jatuh pada hari yang sama bagi satu kelompok tertentu.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Pembuat Jadwal Shift Kerja

5. Hindari Benturan Jadwal

Periksa kembali jadwal yang telah disusun untuk memastikan tidak ada karyawan yang dijadwalkan bekerja dua shift dalam satu hari.

Cara ini juga dilakukan agar tidak ada karyawan yang bekerja pada hari yang seharusnya menjadi hak liburnya, terutama jika penjadwalan dilakukan secara manual.

6. Menggunakan Aplikasi atau Spreadsheet

Untuk mempermudah proses penyusunan, gunakan spreadsheet (Excel/Google Sheets) dengan template yang sudah terstruktur.

Selain dengan spreadsheet, Anda juga bisa menggunakan aplikasi manajemen jadwal shift seperti GajiHub yang bisa mengotomatiskan rotasi, mendeteksi benturan jadwal, dan mengirim notifikasi shift kepada karyawan secara otomatis.

Baca Juga: Cara Mengelola Manajemen Shift Rumah Sakit + 8 Tipsnya

Contoh Jadwal Kerja 2 Shift Berdasarkan Industri

jam kerja

Untuk memudahkan Anda membuat jadwal kerja 2 shift, berikut contohnya berdasarkan industri:

1. Minimarket

Umumnya menerapkan shift pagi (misalnya 07.00–15.00) dan shift sore (15.00–22.00 atau 23.00).

Pembagian jadwal ini menyesuaikan jam operasional toko yang biasanya buka lebih awal dan tutup lebih malam dibanding jam kerja kantor pada umumnya.

2. Restoran dan Kafe

Shift sering dibagi berdasarkan jam sibuk (peak hour), misalnya shift pagi untuk melayani jam sarapan-makan siang, dan shift sore untuk melayani jam makan malam hingga tutup,.

Pembagian ini dapat dilakukan dengan penyesuaian jumlah staf pada jam-jam tersibuk.

3. Rumah Sakit

Meski banyak unit di rumah sakit menerapkan 3 shift karena harus beroperasi 24 jam, sejumlah bagian tertentu (misalnya poliklinik rawat jalan) bisa menerapkan 2 shift saja.

Pembagian shift ini menyesuaikan jam pelayanan pasien rawat jalan yang tidak beroperasi sepanjang malam.

Baca Juga: Manajemen Shift Pabrik: Jenis, Cara Memilih, dan Tips Terbaiknya

4. Hotel

Bagian front office dan housekeeping umumnya menerapkan shift pagi dan sore untuk menangani check-in/check-out serta kebutuhan tamu.

Sedangkan untuk night audit (shift malam) biasanya memerlukan skema shift tambahan tersendiri di luar 2 shift utama.

5. Pabrik

Pabrik dengan jam operasional terbatas (tidak 24 jam penuh) bisa menerapkan 2 shift untuk memaksimalkan kapasitas produksi tanpa perlu shift malam.

Misalnya shift pagi dan shift sore dengan total operasional sekitar 16 jam sehari.

6. Gudang dan logistik

Shift 2 kerap diterapkan untuk mengakomodasi proses bongkar-muat, pengecekan stok, dan pengiriman barang yang membutuhkan waktu operasional lebih panjang dari jam kerja kantor biasa.

Baca Juga: Split Shift: Pengertian, Jenis, dan Cara Penerapannya

7. Keamanan (security)

Meski banyak juga menerapkan 3 shift untuk pengawasan 24 jam, sejumlah lokasi (misalnya kantor yang tidak beroperasi malam hari) bisa menerapkan 2 shift.

Misalnya shift siang dan shift malam awal, menyesuaikan kebutuhan pengamanan area tersebut.

8. Customer Service

Layanan pelanggan berbasis toko fisik atau kantor cabang umumnya menerapkan 2 shift untuk memperpanjang jam pelayanan.

Misalnya shift pagi dan shift sore, menyesuaikan jam operasional bisnis induknya.

9. Call center

Call center dengan cakupan layanan terbatas (bukan 24 jam) sering menerapkan 2 shift untuk menjangkau jam sibuk pelanggan di pagi hingga malam hari.

Sedangkan call center dengan skala nasional/internasional yang beroperasi 24 jam biasanya membutuhkan skema 3 shift.

Baca Juga: Long Shift: Pengertian, Aturan, dan Cara Menghitung Upahnya

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Sistem Kerja 2 Shift?

Pembagian jadwal kerja 2 shift ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan

1. Operasional Lebih Panjang

Bisnis dapat memperpanjang jam layanan tanpa harus mempekerjakan satu karyawan sepanjang waktu operasional tersebut, sehingga jangkauan pelanggan menjadi lebih luas.

2. Efisiensi Penggunaan Tenaga Kerja

Dibanding sistem 3 shift, sistem 2 shift umumnya membutuhkan lebih sedikit tim/rotasi, sehingga lebih efisien dari sisi jumlah karyawan yang perlu direkrut dan dikelola.

Ini terutama bagi bisnis yang tidak memerlukan operasional 24 jam penuh.

3. Fleksibilitas Penjadwalan

Perusahaan memiliki keleluasaan mengatur jam mulai dan berakhir setiap shift sesuai kebutuhan operasional, tanpa terikat pada skema shift malam yang lebih kompleks regulasinya seperti pada sistem 3 shift.

4. Peningkatan Pelayanan Pelanggan

Dengan jam operasional yang lebih panjang, bisnis dapat melayani pelanggan pada rentang waktu yang lebih luas.

Termasuk di jam-jam sibuk seperti sore hingga malam hari yang mungkin terlewat jika hanya mengandalkan jam kerja normal.

Baca Juga: Tips Mengelola Shifting Karyawan Bagi Pemilik Bisnis

Kekurangan

1. Risiko Kelelahan

Karyawan pada shift sore/malam berpotensi mengalami kelelahan lebih tinggi.

Terutama jika jadwal shift tidak dirotasi secara adil atau jika karyawan harus bekerja shift yang sama secara terus-menerus dalam waktu lama.

2. Tantangan Koordinasi

Komunikasi dan koordinasi antar shift bisa menjadi tantangan, terutama jika proses serah terima tugas (handover) tidak dilakukan dengan baik.

Ini berisiko menimbulkan miskomunikasi terkait pekerjaan yang belum selesai atau informasi penting lainnya.

3. Penyesuaian Ritme Kerja

Karyawan yang berpindah-pindah shift (rotating shift) membutuhkan waktu untuk menyesuaikan ritme tidur dan aktivitas harian.

Jika tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesehatan dan produktivitas jangka panjang.

4. Potensi Ketidakseimbangan Beban Kerja

Jika pembagian tim atau jam sibuk tidak diperhitungkan dengan cermat, salah satu shift bisa mengalami beban kerja jauh lebih berat dibanding shift lainnya.

Ini berpotensi menimbulkan ketidakpuasan di antara karyawan.

Baca Juga: Jam Kerja, Shift, Lembur, dan Cuti Menurut Undang-undang

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai contoh jadwal kerja 2 shift yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa jadwal kerja 2 shift sering digunakan untuk perusahaan yang beroperasi secara penuh, misalnya pada perusahaan manufaktur, layanan pelanggan, retail, hingga rumah sakit.

Untuk memudahkan pengelolaan jadwal shift karyawan, Anda dapat menggunakan sistem HRIS dari GajiHub.

GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Dengan GajiHub, Anda bisa membuat jadwal shift dengan mudah dan otomatis melalui aplikasi yang telah terintegrasi dengan sistem absensi, penggajian, hingga akuntansi.

Jadi, karyawan bisa dengan mudah melakukan presensi sesuai dengan jadwal shift masing-masing.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar