Cara Mencari Lokasi Usaha Terjangkau dan Potensial

lokasi bisnis

Membangun usaha selalu dimulai dari satu pertanyaan besar: harus buka di mana?

Mencari lokasi terbaik untuk bisnis memang bukan perkara mudah. Prosesnya menyita waktu, tenaga, dan tidak jarang juga menguras pikiran.

Di tengah kebingungan itu, banyak pelaku bisnis akhirnya terjebak dalam satu asumsi yang sudah lama ada: lokasi yang bagus pasti mahal, dan lokasi yang murah sudah pasti sepi pelanggan.

Padahal, asumsi ini tidak sepenuhnya benar. Lokasi usaha yang terjangkau sekaligus menyimpan potensi besar itu nyata adanya.

Banyak kawasan yang belum terlalu ramai, harga sewanya masih bersahabat, namun memiliki pertumbuhan penduduk yang pesat, akses yang mudah, dan daya beli masyarakat yang terus meningkat.

Masalahnya bukan soal ada atau tidaknya lokasi seperti itu, melainkan soal bagaimana cara menemukannya.

Ada dua pendekatan utama yang bisa Anda gunakan.

Pertama, survei langsung ke lapangan, dan yang kedua menggunakan teknologi Location Intelligence.

Di dalam artikel ini GajiHub akan membahas lengkap cara dan tips mencari lokasi usaha murah dan potensial.

Kriteria Lokasi Usaha yang Murah tapi Potensial

lokasi bisnis

Sebelum memutuskan untuk membuka usaha di suatu lokasi, Anda perlu berpikir jauh ke depan dan tidak semata-mata tergiur oleh harga sewa atau harga beli yang murah.

Pastikan area yang Anda incar benar-benar memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang di masa depan.

Caranya adalah dengan melihat apakah kawasan tersebut memenuhi kriteria dan ciri-ciri berikut ini:

1. Aksesibilitas dan Visibilitas yang Baik

Ciri lokasi usaha murah tapi strategis yang pertama adalah memiliki aksesibilitas dan visibilitas yang tinggi.

Aksesibilitas berarti lokasi tersebut mudah dijangkau, biasanya  jalannya terhubung dengan banyak ruas jalan lain, kondisinya baik, dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk pengiriman sekalipun. 

Semakin mudah orang mencapai lokasi Anda, semakin besar peluang mereka untuk datang.

Sedangkan visibilitas berarti usaha Anda mudah terlihat langsung dari jalan, tidak tertutup bangunan lain, tidak masuk gang, dan tidak perlu petunjuk arah yang rumit.

Ketika orang melintas, mereka langsung tahu usaha Anda ada di sana.

2. Ramai

Ramai di sini bukan sekadar banyak kendaraan yang melintas, tetapi ramai dalam arti yang benar-benar menguntungkan usaha Anda. 

Berbeda dengan jalan tol atau jalan raya besar yang memang padat kendaraan namun orang sulit atau bahkan tidak bisa berhenti sama sekali, keramaian yang dimaksud adalah keramaian yang produktif,  di mana orang tidak hanya lewat, tetapi juga dengan mudah bisa menepi, parkir, dan masuk ke tempat usaha Anda. 

Semakin banyak orang yang bisa berhenti dan singgah, semakin besar peluang mereka untuk menjadi pelanggan. 

Baca Juga: 9 Daftar Aplikasi Absensi dan Tips Memilihnya

3. Kompetitor Rendah

Perhatikan seberapa banyak bisnis sejenis yang sudah beroperasi di area tersebut.

Misalnya, jika Anda berencana membuka usaha fried chicken, coba hitung ada berapa gerai fried chicken yang sudah berdiri di kawasan itu. 

Jika jumlahnya sudah terlalu banyak, artinya pasar di area tersebut sudah jenuh.

Namun jika hanya ada satu atau dua pesaing, kemungkinan besar masih ada ruang yang cukup bagi usaha Anda untuk tumbuh dan berkembang.

Selain itu, jangan hanya fokus pada kompetitor langsung, perhatikan juga kompetitor tidak langsung, yaitu bisnis yang menjual produk berbeda namun menyasar kebutuhan yang sama. 

Misalnya, jika Anda membuka usaha fried chicken, maka warung ayam penyet, kedai ayam geprek, atau bahkan warteg yang menyajikan menu ayam juga bisa menjadi pesaing tidak langsung Anda. 

Mereka sama-sama berebut pelanggan yang sedang mencari makan dengan lauk ayam.

Semakin sedikit kompetitor, baik langsung maupun tidak langsung, semakin besar peluang usaha Anda untuk mendominasi pasar di area tersebut.

4. Perkembangan Wilayah

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah mencari tahu ke mana arah perkembangan wilayah tersebut dalam beberapa tahun ke depan. 

Jangan hanya menilai kondisi lokasi berdasarkan apa yang Anda lihat hari ini, karena sebuah area yang saat ini masih sepi dan terjangkau bisa saja berubah drastis menjadi kawasan yang ramai dan bernilai tinggi dalam 5 hingga 10 tahun mendatang, tergantung pada rencana pembangunan yang sedang atau akan berjalan di sana.

Coba gali informasi sebanyak mungkin mengenai rencana pengembangan di area tersebut.

Apakah ada proyek jalan baru yang akan menghubungkan kawasan itu dengan wilayah lain atau bahkan antar provinsi?

Apakah pemerintah atau swasta berencana membangun pusat perkantoran, kawasan industri, perumahan baru, rumah sakit, atau pusat perbelanjaan di dekat lokasi tersebut? 

Semua rencana pembangunan ini adalah sinyal kuat bahwa kawasan tersebut sedang dalam jalur pertumbuhan, dan itu artinya dalam beberapa tahun ke depan area tersebut akan semakin ramai, semakin padat penduduk, dan semakin strategis sebagai lokasi usaha.

Inilah yang menjadi salah satu indikator terkuat untuk menilai potensi jangka panjang sebuah lokasi.

Anda yang masuk lebih awal sebelum kawasan itu berkembang pesat, akan mendapatkan keuntungan lebih dari harga sewa atau beli yang masih murah, namun nilai dan keramaiannya terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Struktur Perusahaan: Pengertian, Jenis, Posisi, dan Contohnya

Cara Mencari Lokasi Usaha Murah dan Potensial

lokasi bisnis

Setelah mengetahui ciri-ciri lokasi seperti apa yang termasuk dalam kategori strategis, selanjutnya kita akan membahas mengenai cara mencari lokasi usaha. 

dua cara yang bisa dilakukan, yaitu survei langsung ke lapangan dan memanfaatkan teknologi location intelligence.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Lakukan Survei Langsung

Cara pertama adalah dengan turun langsung ke lapangan.

Biasanya proses ini berawal dari informasi yang Anda dengar dari obrolan orang sekitar, atau dari pengamatan pribadi bahwa suatu kawasan terlihat menjanjikan. 

Dari situlah Anda kemudian mendatangi lokasi tersebut, kemudian mulai melihat bisnis apa saja yang sudah ada di sana, seberapa ramai arus orang dan kendaraan yang melintas, ke mana jalan-jalan di sekitarnya terhubung, dan apakah aksesnya mudah atau tidak.

Selain itu, Anda juga  bisa bertanya kepada warga sekitar soal kisaran harga dan rencana pengembangan wilayah ke depannya.

Namun sayangnya, survei langsung sangat menguras waktu, tenaga, dan biaya.

Anda perlu mendatangi lokasi yang sama beberapa kali di hari dan jam berbeda untuk mendapatkan gambaran yang akurat, belum lagi jika lokasi yang ingin Anda survei jumlahnya lebih dari satu.

Semakin banyak lokasi yang Anda pertimbangkan, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.

Baca Juga: Pengertian Geotagging dan Manfaatnya dalam Bisnis

2. Location Intelligence

Cara kedua adalah dengan memanfaatkan teknologi location intelligence.

Secara sederhana, location intelligence adalah proses menganalisis data lokasi dan data spasial untuk menghasilkan insights yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan bisnis. 

Data-data tersebut divisualisasikan ke dalam bentuk peta yang interaktif sehingga Anda bisa dengan mudah memahami pola, tren, dan kondisi nyata suatu Kawasan.

Dengan teknologi ini, bisnis bisa mendapatkan rekomendasi lokasi yang paling potensial sesuai dengan target pasar dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan survei manual. 

Anda bisa langsung mengetahui siapa saja kompetitor yang sudah beroperasi di area tersebut, seberapa baik aksesibilitas dan visibilitas lokasi, dan seberapa ramai pergerakan orang di kawasan itu.

Setelah mendapatkan rekomendasi lokasi terbaik, Anda tetap bisa datang langsung ke lokasi untuk memastikan tempat tersebut benar-benar strategis dan menjanjikan sebelum mengambil keputusan akhir. 

Bedanya, kini Anda sudah mendapatkan informasi sehingga tidak datang dengan tangan kosong atau intuisi semata.

Dengan cara ini, bisnis bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya secara signifikan, karena proses pencarian lokasi yang biasanya memakan berminggu-minggu kini bisa diselesaikan dalam hitungan waktu yang jauh lebih efisien.

Baca Juga: Mengenal Struktur Organisasi Perusahaan Untuk Efektivitas Bisnis Anda

Mencari Lokasi Murah dan Potensial dengan Location Intelligence

lokasi bisnis

Salah satu platform location intelligence yang tersedia di Indonesia adalah LOKASI Intelligence.

Dengan LOKASI, bisnis dapat mencari lokasi yang murah sekaligus potensial secara lebih mudah, cepat, dan berbasis data yang akurat.

Sebagai contoh, katakanlah Anda ingin membuka usaha makanan di Jakarta Selatan, Kebayoran Lama.

Pertama-tama, masukkan area yang ingin Anda analisis, dalam hal ini wilayah Jakarta. Kemudian, tambahkan data yang relevan.

  • Masukkan data sosial ekonomi untuk melihat tingkat daya beli masyarakat di kawasan tersebut
  • Data mobilitas untuk mengukur seberapa ramai pergerakan orang di area itu
  • Data administrasi untuk mengetahui kepadatan dan jumlah populasi, 
  • Data food and beverages untuk memetakan persebaran kompetitor di sekitar lokasi
  • Data land value untuk melihat estimasi harga tanah sehingga Anda bisa memperkirakan kisaran harga sewa yang perlu disiapkan.
  • Setelah semua data tersebut dimasukkan, platform akan memvisualisasikannya secara menyeluruh ke dalam bentuk peta seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
bvarta

Selanjutnya, pilih fitur analisis grid yang akan secara otomatis memproses seluruh data yang telah dimasukkan sebelumnya dan memberikan rekomendasi lokasi-lokasi paling potensial di area tersebut.

Hasilnya akan langsung tervisualisasi pada peta seperti yang terlihat pada gambar di bawah. 

bvarta

Platform akan menampilkan rekomendasi hingga 10 lokasi terbaik yang diurutkan berdasarkan tingkat potensinya, mulai dari nomor 1 sebagai yang paling potensial hingga nomor 10.

Dengan tampilan seperti ini, Anda bisa langsung membandingkan dan mengevaluasi setiap lokasi secara sekaligus tanpa perlu berpindah-pindah halaman.

lokasi usaha

Sekarang, mari kita lihat lebih dalam hasil analisis untuk lokasi potensial nomor 1.

Ketika Anda mengklik grid tersebut, akan muncul berbagai informasi detail mengenai kawasan itu.

Salah satunya adalah data jumlah populasi yang tinggal atau beraktivitas di dalam grid tersebut.

bvarta

Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat siapa saja kompetitornya, kelas ekonomi masyarakat sekitar, nilai tanah, dan juga tingkat keramaian.

Mau cari lokasi murah dan potensial untuk bisnismu? Kunjungi bvarta.com untuk info lebih lanjut

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar