Swing Shift: Ini Kelebihan dan Kekurangannya

swing shift

Swing shift menjadi salah satu kebijakan jam kerja yang diterapkan oleh perusahaan.

Swing shift ini mengatur shift kerja dengan jadwal masuk yang berbeda-beda untuk setiap karyawan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas yang ada di perusahaan, sekaligus memberikan fleksibilitas pada karyawan.

Nantinya setiap jadwal shift dapat bervariasi dan ada juga perusahaan yang memberikan pilihan shift yang beda atau lebih fleksibel.

Dengan cara ini karyawan bisa memilih shift di hari tertentu untuk lebih mudah mengakomodasikan kehidupan sosial dan tanggung jawab lainnya.

Lalu bagaimana cara kerja dari swing shift ini dan bidang pekerjaan apa saja yang menerapkannya?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai swing shift.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda bisa menyimaknya di bawah ini:

Apa yang Dimaksud dengan Swing Shift?

swing shift

Shift swing, yang sering disebut sebagai shift kedua atau shift sore, adalah periode kerja di antara shift siang dan malam konvensional.

Bagi perusahaan yang beroperasi di luar jam kerja standar 9-ke-5, penerapan shift ini menjadi kunci untuk menjaga kelancaran operasional, memenuhi permintaan pelanggan selama jam-jam sibuk di malam hari, serta memaksimalkan produktivitas.

Istilah “swing” merujuk pada posisi shift ini yang berada di tengah, yang menghubungkan aktivitas operasional dari siang ke malam.

Cara kerja sistem swing shift cukup sederhana, yakni perusahaan membagi hari operasional menjadi beberapa periode kerja, dan pekerja swing shift bertugas melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan sejak shift pagi atau siang.

Setelah itu pekerja bisa menyerahkannya kembali kepada pekerja shift malam saat jam kerja mereka berakhir.

gajihub banner

Baca Juga: Rotating Shift: Jenis dan Manfaatnya

Bagaimana Pembagian dalam Swing Shift?

Tujuan utama shift swing adalah menjembatani kesenjangan antara operasi siang dan malam.

Meskipun waktu pastinya dapat bervariasi tergantung perusahaan dan industri, shift ini biasanya dimulai pada sore hari dan berakhir sekitar tengah malam.

Jadwal shift swing yang umum meliputi:

  • 15.00 hingga 23.00
  • 16.00 hingga 00.00
  • 17.00 hingga 01.00

Salah satu ciri utama banyak shift swing adalah adanya tumpang tindih yang disengaja dengan shift siang.

Waktu ini memungkinkan serah terima tugas yang lancar, meningkatkan kekompakan dan komunikasi tim, serta membantu mencegah kesalahan.

Baca Juga: Shift Kerja Adalah: Ini Regulasi dan Jenis-Jenisnya

Industri Apa Saja yang Menerapkan Swing Shift?

swing shift

Setiap bisnis yang membutuhkan jam operasional yang diperpanjang atau cakupan 24/7 merupakan kandidat utama untuk menggunakan jadwal shift swing.

Industri-industri ini mengandalkan shift swing untuk menangani periode tersibuk mereka dan memastikan layanan yang lancar:

1. Ritel

Industri pertama yang menerapkan jadwal kerja ini adalah industri ritel.

Ritel menggunakan shift ini untuk mengatur jam kerja karyawan, khususnya yang buka hingga larut malam atau hingga 24 jam dalam satu hari,

2. Perhotelan

Selain pada industri ritel, shift ini juga banyak diterapkan di industri perhotelan.

Hotel mengandalkan shift swing untuk memastikan cakupan selama jam sibuk, puncak jam makan malam, dan acara malam hari.

Baca Juga: Shift Kerja: Pengertian, Jenis, Cara Hitung dan Aturannya

3. Kesehatan

Rumah sakit, klinik perawatan darurat, dan panti jompo menyediakan perawatan pasien yang berkelanjutan, menjadikan shift swing sebagai bagian umum dari banyak karier di bidang kesehatan.

4. Manufaktur dan Pergudangan

Pada industri manufaktur dan pergudangan, swing shift digunakan untuk menjaga produksi dapat berkelanjutan dan memenuhi tenggat waktu pengiriman.

Tidak heran jika banyak lowongan pekerjaan yang tersedia untuk berbagai shift di industri ini.

5. Customer Service

Bagi perusahaan yang menggunakan layanan customer service, biasanya mereka menyediakan layanan 24 jam untuk melayani keluhan atau pertanyaan dari konsumen.

Ini membuat jadwal kerja interval ini cocok untuk pekerjaan tim CS karena bisa menyesuaikan pembagian jam kerja.

Baca Juga: 5 Contoh Jadwal Kerja 2 Shift dan Cara Membuatnya

Bagaimana Cara Kerja Swing Shift?

Untuk cara kerja shift ini berbeda-beda disesuaikan dengan kebijakan dari perusahaan dan kesepakatan dengan karyawan.

Umumnya perusahaan menawarkan beberapa pilihan jadwal kerja, yakni sebagai berikut:

  • Bekerja selama 8 jam dalam satu hari dengan jadwal kerja yang fleksibel, dapat mulai dari pagi, sore, ataupun malam.
  • Untuk 4 shift kerja maka karyawan perlu bekerja selama 10 jam secara berturut-turut, kemudian mendapatkan 3 hari libur untuk satu minggu,
  • Bekerja selama 12 jam per shift dan mendapatkan libur setelah menyelesaikan shift.

Sedangkan untuk metode yang digunakan di perusahaan-perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Shift sore atau afternoon shift: Biasanya karyawan mulai bekerja pada pukul 3 sore hingga malam.
  • First shift: Merupakan jadwal kerja yang umum, yakni bekerja dari jam 8 atau 9 pagi hingga 5 atau 6 sore.
  • Second shift: Jadwal kerja seperti halnya shift sore, di mana biasanya dimulai sekitar pukul 3 atau 4 sore.
  • Third shift: Jadwal kerja yang dimulai pada malam hari sekitar pukul 10 atau 11 malam.
  • Fixed shift: Jenis jadwal kerja ini dilakukan dengan karyawan bekerja setiap hari.
  • Split shift: Jenis jadwal kerja yang dilakukan ketika karyawan bekerja dua shift sekaligus di dalam satu waktu. Istilah ini juga disebut dengan jumping shift.

Baca Juga: Contoh Jadwal Kerja 3 Shift dan Tips Membuatnya

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Swing Shift?

jadwal kerja

Berikut kelebihan dan kekurangan dari swing shift yang penting untuk Anda ketahui:

Keuntungan bagi Karyawan:

  • Tunjangan shift: Banyak pemberi kerja menawarkan upah per jam yang lebih tinggi untuk shift swing sebagai kompensasi atas jam kerja yang tidak konvensional.
  • Ketersediaan waktu di siang hari: Karyawan memiliki waktu luang di pagi dan awal sore hari untuk janji temu, urusan pribadi, kelas, atau kegiatan pribadi lainnya.
  • Perjalanan pulang-pergi yang lebih mudah: Perjalanan ke dan dari tempat kerja di luar jam sibuk puncak mengurangi waktu tempuh dan stres.
  • Pola tidur yang lebih baik: Tidak seperti shift malam, shift kedua cenderung tidak terlalu memengaruhi siklus tidur alami tubuh.

Kekurangan bagi Karyawan:

  • Dampak pada kehidupan sosial: Jadwal ini dapat bertabrakan dengan kegiatan sosial biasa, makan malam keluarga, dan acara malam hari.
  • Waktu luang setelah kerja yang terbatas: Selesai bekerja pada tengah malam sering kali berarti langsung tidur, sehingga menyisakan sedikit atau bahkan tidak ada waktu luang setelahnya.
  • Tantangan adaptasi: Tubuh dan pikiran masih memerlukan masa penyesuaian untuk beradaptasi dengan bekerja hingga malam hari.
  • Persepsi keterbatasan visibilitas: Karyawan mungkin khawatir akan kurangnya interaksi langsung dengan manajemen tingkat atas, yang biasanya bekerja pada siang hari, sehingga berpotensi memengaruhi peluang jaringan dan kemajuan karier.

Baca Juga: Ganti Shift: Ini Alasan dan Manfaatnya

Apa Saja Tips Swing Shift yang Efektif?

Untuk meningkatkan efektivitas dari pembagian jam kerja ini pada karyawan Anda, berikut tips yang dapat Anda lakukan:

1. Buat Deskripsi Pekerjaan yang Terarah

Tips yang pertama adalah dengan membuat deskripsi pekerjaan secara terarah.

Jadi, di awal penting bagi Anda untuk menjelaskan jam kerja dan ekspektasi sejak awal.

Selama menjalani proses penyaringan ini, Anda bisa mencari kandidat yang berkualitas yang dibutuhkan untuk jadwal kerja tersebut.

Bisa dari keandalan, kemampuan untuk beradaptasi, dan manajemen waktu yang baik.

2. Tawarkan Kompensasi yang Kompetitif

Menawarkan gaji yang lebih tinggi untuk shift swing merupakan alat yang ampuh untuk menarik talenta.

Selain gaji, pertimbangkan untuk menawarkan tunjangan yang menunjukkan bahwa perusahaan peduli terhadap karyawannya.

Anda juga bisa memberikan fasilitas tambahan yang membuat pekerjaan menjadi menyenangkan bagi anggota tim saat ini dan menarik bagi para pencari kerja.

3. Prioritaskan Orientasi yang Komprehensif

Pastikan karyawan shift swing menerima pelatihan komprehensif yang sama seperti halnya staf di shift lainnya.

Anda bisa melakukannya dengan memprioritaskan orientasi yang komprehensif.

Dengan cara ini karyawan bisa mendapatkan ilmu untuk melakukan shift dengan cara yang lebih baik.

Baca Juga: Shift Kerja Indomaret dan Alfamart dan Contohnya

Apa Contoh Jadwal Swing Shift?

swing shift

Untuk memudahkan Anda dalam membuat swing shift, berikut contohnya untuk Anda:

1. Contoh Jadwal Swing Shift 8 Jam

Berikut contoh jadwal swing shift dengan durasi kerja delapan jam per hari selama lima hari kerja:

  • Senin: 14.00–22.00
  • Selasa: 14.00–22.00
  • Rabu: 14.00–22.00
  • Kamis: 14.00–22.00
  • Jumat: 14.00–22.00

2. Contoh Rotating Swing Shift

Selain jadwal tetap, ada pula perusahaan yang menerapkan sistem rotasi shift, di mana pekerja berpindah dari satu jenis shift ke jenis shift lain dalam periode tertentu, misalnya:

  • Minggu pertama: morning shift
  • Minggu kedua: swing shift
  • Minggu ketiga: night shift

Pola rotasi seperti ini memungkinkan beban kerja shift terbagi merata di antara seluruh pekerja, meskipun di sisi lain membutuhkan adaptasi yang lebih besar terhadap perubahan jadwal.

Baca Juga: DuPont Shift: Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai swing shift yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa swing shift merupakan periode kerja di antara shift siang dan malam konvensional.

Shift jenis ini sering diterapkan di beberapa industri, mulai dari industri ritel, perhotelan, hingga customer service.

Untuk memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda, gunakan sistem HRIS dari GajiHub.

GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar