Morning Person: Manfaat dan Perbedaan dengan Night Owl

morning person

Sebagai karyawan, menjadi morning person adalah hal yang dapat membantu memudahkan aktivitas di pagi hari.

Menjadi morning person artinya seseorang terbiasa untuk bangun pagi dan langsung melakukan aktivitas.

Seperti yang diketahui, sebagai karyawan Anda dituntut untuk dapat bekerja di pagi hari di mana ini artinya Anda harus bangun lebih pagi lagi untuk bersiap-siap.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan morning person ini dan apa saja ciri-ciri yang dimilikinya, lalu apa bedanya dengan night owl?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai morning person mulai dari pengertiannya, ciri-cirinya, hingga perbedaannya dengan night owl.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Apa yang Dimaksud dengan Morning Person?

morning person

Morning person merupakan sebutan yang diberikan untuk orang yang mudah bangun di pagi hari dan beraktivitas dengan penuh semangat sejak awal hari.

Sebenarnya menjadi ‘manusia pagi hari’ ini dapat terjadi secara alamiah, namun dibutuhkan kebiasaan yang tepat agar seseorang dapat hidup sebagai morning person.

Seorang manusia pagi hari merasa bahwa waktu terbaik yang dimilikinya terjadi sebelum siang datang.

Di sini banyak dari mereka yang merasa energinya menjadi besar dan penuh setelah bangun tidur dan menjalankan rutinitas di pagi hari.

Dari penjelasan Sleep Foundation, seseorang dapat menjadi morning person atau night owl karena dipengaruhi oleh irama sirkadian atau siklus alami tubuh, rutinitas harian, dan juga ada faktor genetik.

Biasanya manusia pagi hari ini akan menjalankan rutinitas harian di pagi hari, mulai dari membalas email, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, hingga membaca koran.

Morning person ini juga dikenal dengan early bird.

gajihub banner

Baca Juga: 25 Tips Morning Routine untuk Lebih Produktif

Apa Saja Ciri-Ciri dari Morning Person?

Seorang morning person atau early bird, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Dapat Bangun Pagi Tanpa Kesulitan

Seorang early bird, dapat bangun pagi tanpa merasa kesulitan.

Ibaratnya, tanpa pasang alarm, early bird ini dapat bangun dengan sendirinya seperti memiliki alarm secara alami.

2. Puncak Energi Ada di Pagi Hari

Ciri yang kedua adalah early bird memiliki puncak energi di pagi hari.

Mereka merasa semangat di pagi hari karena energi tertinggi mereka dirasakan dari pagi hari hingga siang hari.

Baca Juga: Minggu Produktif: Ini Kegiatan yang Bisa Anda Lakukan

3. Lebih Produktif di Pagi Hari

Early bird juga lebih produktif di pagi hari.

Pada pagi hari, mereka cenderung bisa lebih fokus dan dapat bekerja dengan baik pada jam-jam awal yakni dari pukul 6 hingga 11 pagi.

4. Dapat Tidur Lebih Cepat

Early bird juga dapat tidur dengan lebih cepat di mana mereka biasanya merasa mengantuk lebih cepat di malam hari.

Mereka juga memiliki pola tidur yang konsisten yakni tidur pukul 9 hingga 10 malam dan bangun antara pukul 5-6 pagi.

5. Mood Stabil di Pagi Hari

Secara umum, mereka yang terbiasa early bird memiliki mood yang baik dan stabil di pagi hari.

Selain itu, mereka juga memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

Baca Juga: 10 Jenis dan Cara Mengatasi Distraksi Saat Bekerja + Tipsnya

Apa Manfaat dari Morning Person?

morning person

Menjadi morning person dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Lebih Produktif dan Lebih Fokus

Manfaat pertama menjadi manusia pagi adalah lebih produktif dan juga dapat lebih fokus.

Waktu pagi biasanya lebih tenang, sepi, dan juga minim dengan gangguan dibandingkan waktu-waktu lainnya.

Ini membuat energi dan fokus dapat mudah diarahkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan juga efektif.

2. Mendapatkan Paparan Sinar Matahari Pagi

Di pagi hari, Anda juga bisa mendapatkan paparan sinar matahari pagi.

Sinar matahari pagi ini merupakan cahaya alami yang membantu tubuh untuk memproduksi vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Tidak hanya itu, sinar matahari pagi juga memiliki peran dalam mengatur irama sirkadian sehingga tubuh dapat lebih segar dan juga berenergi.

Baca Juga: 8 Manajemen Karyawan Remote untuk Tetap Produktif

3. Memiliki Pola Tidur yang Teratur

Manfaat berikutnya adalah Anda bisa memiliki pola tidur yang lebih teratur.

Di sini Anda bisa mendapatkan kebiasaan tidur dan bangun di jam yang sama untuk setiap harinya.

Pola tidur yang konsisten membantu menstabilkan ritme sirkadian, sehingga tubuh Anda bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup dengan kualitas tidur yang lebih baik pula.

4. Memiliki Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Menjadi morning person juga bisa memberikan manfaat untuk kesehatan mental yakni Anda bisa memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Seseorang yang memiliki kebiasaan bangun pagi jarang memiliki gangguan suasana hati, misalnya mudah cemas hingga depresi.

Ini karena ia memiliki pola tidur yang baik dengan irama sirkadian yang stabil sehingga membantu tubuh dan otak untuk beristirahat sengan optimal.

Ini akhirnya membuat kesehatan dapat terjaga dengan baik.

Tidak hanya itu, paparan sinar matahari pagi juga membantu untuk merangsang produksi serotonin di dalam otak, yakni hormon yang memiliki peran menjaga suasana hati tetap stabil dan mendukung rasa bahagia.

5. Memiliki Pola Makan yang Lebih Sehat

Terakhir adalah memiliki pola makan yang lebih sehat.

Hal ini karena morning person memiliki waktu lebih luang untuk menyiapkan dan menikmati sarapan.

Dengan cara ini, mereka bisa memiliki menu sarapan yang lebih sehat dan juga teratur sehingga asupan nutrisi harian dapat terjaga dan memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas hingga siang hari.

Dengan rutin sarapan juga dapat membantu mengontrol nafsu makan sehingga berat badan bisa lebih ideal.

Baca Juga: Work Life Integration: Pengertian dan Cara Melakukannya

Bagaimana Cara Menjadi Morning Person?

early bird

Untuk menjadi morning person, berikut cara yang dapat Anda ikuti:

1. Pastikan Tujuan Anda

Pertama adalah dengan memastikan tujuan Anda.

Menjadi morning person bukanlah hal yang mudah, terlebih jika Anda sebelumnya memiliki kebiasaan bangun siang.

Tujuan ini penting untuk menjadi motivasi awal Anda untuk tidur lebih cepat dibandingkan dengan biasanya.

Misalnya Anda ingin olahraga sebelum berangkat ke kantor atau ingin menyiapkan bekal sebelum berangkat ke kantor.

2. Buat Jadwal dan Jaga Kualitas Tidur

Setelah Anda memiliki tujuan, selanjutnya adalah dengan membuat jadwal dan menjaga kualitas tidur Anda.

Untuk bisa bangun pagi tentunya Anda harus tidur lebih awal dan memiliki kualitas tidur yang baik.

Anda bisa memulainya dengan membuat jadwal, misalnya kapan Anda harus bersiap untuk tidur hingga bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung Anda untuk tidur nyenyak.

Semua ini menjadi bagian penting agar Anda dapat bangun dengan lebih segar.

Baca Juga: 9 Cara Meningkatkan Fokus Kerja + 5 Tips Terbaiknya

3. Tentukan Rutinitas Pagi

Cara selanjutnya adalah dengan menentukan rutinitas pagi Anda, apakah Anda ingin memasak atau berolahraga terlebih dahulu.

Menentukan rutinitas pagi ini penting sebagai penyemangat agar Anda bisa bangun dengan segar dan berenergi.

4. Batasi Konsumsi Kopi Harian

Jika Anda mengonsumsi kopi, penting bagi Anda untuk membatasi konsumsi kopi harian Anda.

Kopi mengandung kafein yang membuat Anda tidak mengantuk, bahkan bisa berakhir insomnia.

Jadi, jika Anda ingin tidur cepat, maka batasi konsumsi kopi harian Anda.

Baca Juga: 6 Teknik Pomodoro dan Manfaatnya, Apa Saja?

Mengapa Sulit Menjadi Morning Person?

Meski menjadi manusia pagi hari tampak mudah, namun kenyataannya tidak semua orang bisa menjadi manusia pagi hari ini.

Ada hal-hal yang mempersulit seseorang untuk menjadi manusia pagi hari, yakni:

1. Kebiasaan Malam Hari yang Kuat

Alasan yang pertama adalah karena kebiasaan malam hari yang kuat, misalnya makan malam di atas pukul 9 malam atau kebiasaan nongkrong dengan teman sampai malam.

Kebiasaan malam hari yang kuat ini membuat Anda kesulitan untuk bangun di pagi hari.

2. Tekanan Psikologis Modern

Tekanan psikologis modern juga bisa membuat seseorang sulit untuk tidur cepat dan bangun di pagi hari.

Dengan perkembangan teknologi modern membuat manusia mendapatkan informasi lebih banyak, ini akhirnya memberikan tekanan psikologis secara tidak langsung.

Alih-alih tidur di malam hari, manusia modern memiliki banyak pikiran atau overthinking dari hal penting dan tidak penting.

Baca Juga: People Pleaser: 10 Tanda, Penyebab, Dampak, dan Cara Menghentikannya

3. Kurang Disiplin

Kesulitan menjadi morning person juga bisa disebabkan oleh kurang disiplin.

Untuk tidur lebih awal memang butuh kedisiplinan dan ini bukan hal yang mudah, terlebih jika Anda sebelumnya kebiasaan tidur tengah malam.

Jadi, jika Anda ingin mengubah diri menjadi manusia pagi hari, maka mulainya untuk disiplin dari sekarang.

4. Faktor Genetik dan Usia

Kesulitan tidur di malam hari hingga bangun pagi juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dan usia.

Meski genetik di sini memegang peran, namun kebiasaan panjang yang paling berpengaruh dalam membuat seseorang menjadi morning person atau tidak.

Baca Juga: 15 Cara Memotivasi Karyawan dan Keuntungannya

Apa Perbedaan Morning Person dan Night Owl?

Berlawanan dengan morning person, night owl merupakan orang yang beraktivitas di malam hari.

Jika manusia pagi mendapatkan energi dan bisa fokus di pagi hari, night owl justru sebaliknya, mereka mendapatkan energi di malam hari dan tidur di siang hari.

Biasanya ini terjadi karena saat malam hari suasana sepi sehingga mereka bisa mendapatkan energi dan bisa fokus mengerjakan sesuatu.

Lalu apa perbedaan lainnya yang dimiliki oleh morning person dan night owl ini?

AspekMorning PersonNight Owl
Waktu paling produktifPagi hariMalam hari
Jam tidurLebih awalLebih larut
Jam bangunPagi hariSiang hari
Tingkat energiPagi hariMalam hari

Baca Juga: 15 Tips Meningkatkan Motivasi Karyawan dan Strateginya

Bagaimana Cara Beralih dari Night Owl ke Morning Person?

morning person

Jika Anda adalah night owl dan ingin beralih menjadi morning person, berikut 7 cara yang dapat Anda lakukan:

1. Pahami dan Atur Irama Sirkadian

Cara pertama untuk beralih adalah dengan memahami irama sirkadian.

Irama sirkadian berhubungan dengan jam tidur alamiah tubuh, yakni mengantuk di malam hari dan terbangun di siang hari.

Dari laman Kemenkes dijelaskan bahwa irama sirkadian merupakan proses internal di dalam tubuh manusia yang mengatur tidur dan bangun dalam 24 jam.

Ada alasan mengapa tubuh mengantuk di pagi hari dan mengantuk di malam hari, salah satunya karena pengaruh cahaya.

Ketika matahari terbenam dan lingkungan menjadi gelap, maka secara alamiah tubuh menjadi mengantuk.

Nah, di sini penting bagi Anda untuk memahami irama sirkadian ini untuk bisa mengubah pola tidur Anda.

Jika sudah malam, maka jangan paksakan untuk begadang, termasuk mengonsumsi kafein yang bisa mengakibatkan Anda kesulitan untuk tidur.

Anda juga bisa mendukungnya dengan menciptakan lingkungan yang membuat tubuh lebih rileks, misalnya dengan mengurangi cahaya dari lampu atau gadget di malam hari.

2. Majukan Jam Tidur Anda

Kedua adalah dengan majukan jam tidur Anda.

Buat Anda yang ingin mengubah jam tidur, Anda bisa memulainya dengan memajukan jam tidur Anda.

Jika biasanya Anda tidur pukul 12 malam, Anda bisa mulai memajukannya ke pukul 11 malam dan perlahan ubah ke pukul 10 malam.

Dengan tidur lebih cepat maka Anda bisa bangun lebih awal dan mendapatkan jam tidur yang cukup.

3. Bangun Kedisiplinan dengan Aturan Kecil secara Konsisten

Ketiga adalah dengan membangun kedisiplinan melalui aturan kecil namun konsisten.

Misalnya Anda melarang memegang HP setelah pukul 8 malam.

Meski ini tampak sederhana, namun jika Anda melakukannya dengan konsisten bisa membentuk kebiasaan tidur lebih awal.

4. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Seperti penjelasan dalam irama sirkadian sebelumnya, untuk bisa tidur lebih cepat Anda harus mendapatkan dukungan dari lingkungan.

Misalnya dengan mengurangi cahaya yang masuk ke mata, misalnya dari gadget atau dari lampu di kamar.

Hindari penggunaan gadget setelah pukul 8 jam dan ganti dengan membaca buku.

Cara ini bisa membuat otak Anda lebih rileks dan Anda bisa tidur dengan lebih awal.

5. Perhatian Olahraga dan Nutrisi di Pagi Hari

Untuk mencegah insomnia atau kesulitan tidur, Anda juga harus memperhatikan olahraga Anda dan nutrisi yang didapatkan di pagi hari.

Olahraga memberikan dukungan tubuh untuk bisa rileks sehingga bisa tidur dengan lebih nyenyak.

Nutrisi yang didapatkan juga berpengaruh terhadap kualitas tidur.

Jadi, perhatian dua hal ini dengan sebaik mungkin.

6. Kelola Pikiran dan Emosi

Pengelolaan pikiran dan emosi juga menjadi bagian penting untuk mengubah diri Anda dari night owl ke morning person.

Hilangkan pikiran bahwa Anda tidak bisa bangun pagi atau tidak bisa tidur dengan lebih cepat,

Pengelolaan pikiran dan emosi ini menjadi bekal penting bagi Anda untuk bisa tidur dengan lebih cepat dan bangun lebih awal.

7. Pantau dengan Jurnal

Terakhir adalah catat dengan jurnal, yakni mulai dari jam bangun tidur, energi di pagi hari, dan tantangan yang dihadapi.

Dengan melihat progres tertulis dari Anda bisa memberikan semangat bagi Anda untuk lebih baik ke depannya.

Baca Juga: 25 Contoh Afirmasi Positif, Manfaat, dan Cara Menggunakannya

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai morning person yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa morning person merupakan seseorang yang memiliki kebiasaan bangun pagi dan mendapatkan energi di pagi hari.

Menjadi morning person bisa memberikan berbagai manfaat, salah satunya bisa menjaga mood dengan baik dan bekerja secara fokus di pagi hari.

Bagi perusahaan, pastikan Anda memberikan dukungan kepada setiap karyawan melalui pengelolaan karyawan terbaik di perusahaan Anda.

Gunakan software absensi dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar