Level Grade Karyawan: Manfaat dan Contohnya

level grade karyawan

Dalam mendukung karier dan tingkat kesejahteraan karyawan, perusahaan wajib memiliki level grade karyawan.

Level grade karyawan ini menjadi bagian penting agar setiap karyawan memiliki kesempatan pengembangan karier dan sudah selazimnya digunakan oleh perusahaan baik berskala kecil, menengah, atau besar.

Perusahaan yang memiliki level grade ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pencari kerja untuk melamar pekerjaan di sana.

Ini karena adanya level grade menjadi bukti bahwa perusahaan memiliki visi dan misi yang jelas, khususnya dalam meningkatkan jenjang karier karyawannya.

Dalam menentukan tingkatan grade karyawan ini, perusahaan biasanya memiliki rumus tersendiri yang telah disesuaikan dengan kondisi dan tujuan dari perusahaan.

Lalu apa saja level grade karyawan ini dan apa manfaat yang dimilikinya?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai level grade karyawan mulai dari pengertiannya, manfaat, hingga cara menerapkannya.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat membacanya di bawah ini:

Apa yang Dimaksud dengan Level Grade Karyawan?

level grade karyawan

Pengertian dari level grade karyawan merupakan tingkatan dalam penggolongan jabatan yang ada di perusahaan yang disusun sesuai berat atau ringannya tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan di suatu perusahaan.

Level grade karyawan ini banyak diterapkan oleh pemilik usaha sehingga bisa membedakan antara posisi dan kompensasi yang diterima oleh karyawan sesuai dengan skill dan tanggung jawab yang diberikan.

Selain bagi karyawan swasta, sistem grade karyawan ini juga diterapkan pada ASN atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta, namun sistemnya berbeda.

Dalam grading ASN, ada level 1 hingga 4 di mana semakin tinggi tingkatan yang dimiliki oleh pegawai, maka semakin tinggi juga tanggung jawab dan tugas yang diberikan.

Sedangkan pada karyawan swasta, penetapan sistem grade ini dirumuskan sesuai dengan kebijakan yang dimiliki oleh perusahaan.

gajihub banner

Baca Juga: Job Leveling: Pengertian, Matriks, dan Cara Membuatnya

Apa Saja Contoh dari Level Grade Karyawan?

level grade karyawan

Untuk memudahkan Anda dalam memahami level grade ini, berikut contohnya untuk Anda:

1. Level Grade 1

Level grade 1 diperuntukkan kepada karyawan pada posisi non staf dengan persyaratan pendidikan terakhir SMA/SMK.

Selain itu, biasanya posisi ini tanpa adanya pengalaman atau SD/SMP dengan pengalaman minimal selama 2 tahun.

2. Level Grade 2

Grade kedua diperuntukkan bagi karyawan senior non staf dengan persyaratan pendidikan terakhir SMA/SMK.

Selain itu untuk pengalaman minimal 2 tahun atau SD/SMP dengan pengalaman minimal selama 4 tahun.

3. Level Grade 3

Level grade 3 diperuntukkan bagi karyawan staf dengan persyaratan memiliki pendidikan S1 tanpa adanya pengalaman.

Selain itu, grade ini juga diperuntukkan bagi lulusan D3 dengan pengalaman 2 tahun atau SMA/SMK dengan pengalaman minimal 4 tahun.

Baca Juga: Budak Korporat: Ciri, Dampak, dan Penyebabnya

4. Level Grade 4

Pada level grade 4 ini diberikan kepada karyawan senior staf yang telag memiliki persyaratan pendidikan terakhir S2 tanpa adanya pengalaman.

Selain itu bisa juga untuk lulusan S1 dengan pengalaman minimal selama 3 tahun, D3 dengan pengalaman minimal 4 tahun atau SMA/SMK dengan pengalaman minimal selama 6 tahun.

5. Level Grade 5

Untuk level grade 5 diberikan kepada junior manager yang memiliki persyaratan pendidikan terakhir S2 dengan pengalaman kerja 2 tahun.

Selain itu juga untuk lulusan S1 dengan pengalaman minimal 5 tahun, D3 dengan pengalaman minimal 6 tahun, atau untuk SMA/SMK dengan minimal pengalaman selama 8 tahun.

6. Level Grade 6

Level grade 6 diberikan kepada manajer yang telah menempuh pendidikan terakhir S2 dengan pengalaman kerja selama 4 tahun.

Selain itu juga untuk lulusan S1 dengan pengalaman minimal selama 7 tahun, D3 dengan pengalaman minimal selama 8 tahun.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Berkala: Ini Cara Menghitungnya

7. Level Grade 7

Level grade 7 merupakan senior manajer yang memiliki syarat pendidikan terakhir S2 dengan minimal pengalaman selama 6 tahun.

Selain itu, grade ini juga diperuntukkan bagi lulusan S1 dengan pengalaman selama 9 tahun dan D3 dengan pengalaman selama 10 tahun.

8. Level Grade 8

Level grade 8 diperuntukkan bagi general manager yang telah memiliki pendidikan terakhir S2 dengan pengalaman selama 8 tahun.

Selain itu posisi ini juga bisa diisi oleh lulusan S1 dengan pengalaman selama 12 tahun.

9. Level Grade 9

Level grade 9 diperuntukkan bagi general manajer dengan persyaratan pendidikan terakhir S2 dengan pengalaman selama 10 tahun.

Posisi ini juga bisa diisi oleh lulusan S1 dengan pengalaman kerja selama 14 tahun.

10. Level Grade 10

Level grade yang terakhir adalah level grade 10 di mana ini diperuntukkan untuk posisi director dengan pengalaman selama 12 tahun.

Bisa juga diisi oleh lulusan S1 dengan pengalaman selama 16 tahun.

Baca Juga: PPPK Adalah: Gaji dan Perbedaannya dengan PNS

Apa Saja Manfaat Level Grade Karyawan?

leveling

Setelah Anda memahami apa saja contoh dari level grade ini, lalu apa saja manfaat yang dimilikinya?

Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda:

1. Menjadi Dasar Memberikan Promosi Jabatan

Manfaat yang pertama adalah sebagai dasar dalam memberikan promosi jabatan.

Promosi jabatan merupakan perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jawaban lainnya yang lebih tinggi dari jabatan sebelumnya.

Dalam menentukan promosi jabatan seseorang dibutuhkan penilaian yang jeli dan dalam penilaian ini dibutuhkan level grade sebagai dasarnya.

Baca Juga: Promosi Jabatan: Pengertian, Prosedur, dan Jenisnya

2. Memudahkan Proses Mutasi Karyawan

Manfaat yang kedua adalah untuk memudahkan proses mutasi karyawan.

Mutasi atau dikenal juga dengan transfer karyawan merupakan perpindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lainnya yang masih ada di grade yang sama atau tetap.

3. Menentukan Demosi

Terakhir adalah untuk menentukan keputusan demosi dari suatu jabatan ke jawaban lainnya yang lebih rendah dari sebelumnya.

Level grade digunakan sebagai dasar dan patokan kemana karyawan akan dilakukan demosi.

Baca Juga: Jabatan Tertinggi di Perusahaan dan Kriterianya

Bagaimana Cara Menerapkan Level Grade secara Efektif?

level grade karyawan

Dengan banyaknya manfaat dari level job ini, membuat perusahaan wajib mempertimbangkan untuk menerapkannya.

Lalu bagaimana cara menerapkan level grade ini secara efektif di perusahaan agar tidak tertukar sehingga memudahkan keputusan promosi, mutasi, hingga demosi?

Berikut jawabannya untuk Anda:

1. Siapkan Penjelasan Jabatan Masing-Masing Karyawan

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan menyiapkan uraian jabatan masing-masing karyawan yang terdiri dari data-data berikut ini:

  • Nama jabatan yang dimiliki.
  • Ikhtisar atau ringkasan dari jabatan.
  • Rincian yang berkaitan dengan pekerjaan yang berhasil diselesaikan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
  • Peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan.
  • Lingkungan fisik yang ada di tempat kerja, khususnya risiko dan kondisi dari karyawan yang bersangkutan.
  • Ciri-ciri dan sifat dari karyawan yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan.

Baca Juga: 10 Contoh Surat Promosi Jabatan dan Cara Membuatnya

2. Tentukan Penempatan Jabatan Karyawan

Setelah Anda menjelaskan rincian dari jabatan karyawan, selanjutnya adalah menentukan penempatan jabatan dari karyawan yang dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Lakukan penyelidikan berkaitan dengan detail setiap pekerjaan dan membuat persyaratan jabatan untuk seluruh jabatan yang ada di dalam organisasi perusahaan.
  • Siapkan daftar standar yang terdiri dari kriteria kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dari seluruh jabatan (mulai dari pendidikan terakhir, pengalaman, keahlian, keterampilan, dan lainnya).
  • Berikan jumlah nilai dari minimum hingga maksimum kepada masing-masing kualitas atau kriteria kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab jabatan.
  • Jumlahkan total nilai untuk setiap jabatan kemudian hubungan dengan skala nilai. Misalnya untuk nilai di bawah 20 adalah level A, nilai 20-30 adalah nilai B dan seterusnya.
  • Untuk setiap level grade tetapkan sekala kompensasi/gaji/upah yang berlainan.

Baca Juga: Penilaian Promosi Jabatan, Tahapan, dan Indikatornya

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai level grade karyawan yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa level grade karyawan dibutuhkan untuk menentukan promosi, mutasi, hingga demosi.

Ini membuat perusahaan penting untuk menetapkan level grade karyawan ini karena dalam menentukan promosi, mutasi, atau demosi dibutuhkan pertimbangan yang matang dan dasar ke grade mana karyawan berikutnya.

Untuk mendukung pengembangan karier karyawan, selain melalui pembuatan level grade juga perlu dukungan pengelolaan karyawan yang tepat.

Gunakan sistem HRIS dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan.

GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar