Dalam rekrutmen karyawan, keterampilan teknis dan non teknis jadi bagian penting yang dijadikan penilaian.
Keterampilan teknis atau dikenal dengan hard skill berhubungan dengan kemampuan yang mampu diukur dan didapatkan melalui pendidikan, pelatihan, hingga pengalaman kerja.
Sedangkan keterampilan non teknis berhubungan dengan bagaimana seseorang berinteraksi, berkomunikasi dan melakukan kerja sama dengan orang lain.
Kedua keterampilan ini dibutuhkan dalam dunia kerja untuk menjalankan pekerjaan dengan baik.
Tentunya keterampilan ini harus disesuaikan dengan pekerjaan yang dilamar.
Lalu apa perbedaan pada kedua keterampilan ini dan apa saja contohnya?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai keterampilan teknis dan non teknis, mulai dari perbedaannya, contoh, hingga cara menilainya.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat membaca penjelasannya yang ada di bawah ini:
Apa Perbedaan Keterampilan Teknis dan Non Teknis?

Keterampilan teknis atau dikenal juga dengan hard skill merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang yang dapat diukur dan didapatkan melalui pendidikan, pelatihan, hingga pengalaman kerja.
Karena sifatnya yang teknis, dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang mendalam, sekaligus jadi bagian penting di era core competency yang membuat perusahaan unggul di industri.
Sebagai contoh, seseorang yang bekerja di bidang IT harus mampu menguasai bahasa pemrograman dan mengoperasikan software yang diminta oleh perusahaan.
Sedangkan keterampilan non teknis atau dikenal dengan soft skill merupakan kemampuan interpersonal yang menggambarkan bagaimana seseorang berinteraksi, berkomunikasi dan bekerja sama di dalam tim.
Berbeda dengan kemampuan teknis yang bisa diukur, kemampuan non teknis tidak mudah diukur namun dibutuhkan untuk membuat lingkungan kerja yang positif dan saling mendukung.
Ketika membahas kedua keterampilan ini, tentunya kedua memiliki perbedaan yang signifikan, khususnya ketika berkaitan dengan perkembangan seseorang dalam bekerja.
Hard skill didapatkan dari proses pembelajaran yang dapat dibuktikan dalam bentuk sertifikat nyata, sedangkan pada soft skill didapatkan ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain dan tidak dapat dilihat secara nyata.
Perbedaan lainnya pada keduanya adalah bagaimana cara individu dalam mendapatkan keterampilan tersebut.
Hard skill didapatkan dan berkembang pada saat individu menerima kursus atau pelatihan hingga individu tersebut bisa mendapatkan hasilnya.
Sedangkan pada soft skill dikembangkan melalui refleksi dan pembiasaan diri di dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memudahkan Anda dalam memahami perbedaan antara hard skill dengan soft skill, Anda bisa membacanya di tabel berikut ini:
| Nomor | Kriteria | Keterampilan Teknis | Keterampilan Non Teknis |
| 1 | Pengertian | Keterampilan yang dapat diukur | Keterampilan interpersonal |
| 2 | Cara belajar | Dari pendidikan formal dan workshop | Pengalaman sosial dan interaksi |
| 3 | Contoh | Excel. akuntansi, coding, SEO | Manajemen waktu, leadership, adaptif, problem solving |
| 4 | Hasil | Sertifikat, portofolio, hasil tes, pencapaian target kerja | Feedback, observasi, asesmen |
| 5 | Kebutuhan | spesifik dan terbagi ke bidang-bidang yang dipelrukan | Diperlukan untuk semua jenis bidang |
| 6 | Tujuan yang dimiliki | Mampu menyelesaikan tugas secara tepat dan sesuai | Mampu membangun relasi yang sehat |

Baca Juga: Tes Keterampilan Komunikasi: Jenis dan Cara Menilainya
Apa Saja Contoh Keterampilan Teknis dan Non Teknis?

Setelah Anda mengetahui perbedaan antara hard skill dengan soft skill, informasi penting yang tidak boleh terlewatkan adalah contoh dari kedua keterampilan ini.
Berikut contoh dari hard skill dan soft skill dalam dunia kerja yang penting untuk diketahui:
1. Bagian Human Resource
Sebagai bagian penting dari perusahaan, bagian human resource berkaitan dengan sumber daya manusia yang ada di perusahaan.
Untuk mendukung pekerjaan ini dibutuhkan keterampilan teknis dan non teknis, yakni sebagai berikiut:
Hard Skill
- Memahami standar implementasi software HRIS
- Membuat laporan absensi dan juga payroll
- Memahami aturan yang ada di Undang-Undang Ketenagakerjaan dan perpajakan
Soft Skill
- Dapat berkomunikasi secara terbuka dan transparan kepada karyawan
- Mengambil keputusan secara solutif dan juga adaptif
2. Bagian Digital Marketing
Bagian digital marketing menjadi bagian yang membutuhkan keterampilan khusus untuk mendukung pekerjaan mereka.
Berikut detail keterampilan baik itu hard skill dan soft skill yang penting untuk dikemiliki oleh bagian digital marketing:
Hard Skill
- Mampu menguasai tools dalam digital marketing, mulai dari Google Ads, Meta Business Suite, hingga SEO Tool
- Melakukan analisis data campaign digital yakni Google Analytics
- Memahami penulisan konten dan juga copywriting
Soft Skill
- Kemampuan dalam creative thinking
- Memiliki manajemen waktu yang baik
- Dapat melakukan kolaborasi lintas tim
Baca Juga: 6 Contoh Social Skill dan Cara Mengembangkannya
3. Bagian IT dan Developer
Selain HR dan digital marketing, bagian IT dan developer juga perlu didukung dengan keterampilan hard skill dan soft skill, yakni sebagai berikut:
Hard Skill
- Memiliki kemampuan pemrograman yakni Java dan Python
- Melakukan pengelolaan database dan jaringan cyber system
- Troubleshooting untuk software dan hardware
Soft Skill
- Memiliki pemikiran yang logis dan mampu melakukan analisis
- Dapat bekerja sama dengan tim secara baik
- Tekun
4. Bagian Finance dan Akuntansi
Bagian finance dan akuntansi membutuhkan keterampilan baik itu hard skill atau soft skill yakni sebagai berikut:
Hard Skill
- Mampu mengoperasikan software akuntansi, seperti Kledo
- Dapat membuat laporan keuangan dengan baik
- Dapat memahami perpajakan dan regulasi keuangan di Indonesia
Soft Skill
- Teliti
- Memiliki integritas dan tanggung jawab yang tinggi
Baca Juga: Upskilling dan Reskilling: Perbedaan, Cara, dan Tantangannya
Bagaimana Keterampilan Teknis dan Non Teknis Dapat Saling Melengkapi?

Dalam dunia kerja keterampilan hard skill dan soft skill dapat saling melengkapi dengan cara berikut ini:
1. Mendukung Efektivitas Kerja
Pertama adalah keterampilan hard skill dan soft skill ini dapat mendukung efektivitas kerja.
Contohnya adalah seorang programmer yang memiliki hard skill dalam coding juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga mendukung kolaborasi dengan tim.
2. Mendukung Produktivitas
Kedua adalah keterampilan hard skill dan soft skill memberikan dukungan untuk produktivitas.
Dengan adanya hard skill memungkinkan bagi seseorang untuk menyelesaikan tugas yang spesifik secara efisien, sedangkan soft skill membantu untuk pengelolaan waktu dan bekerja sama dengan orang lain secara baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas.
Baca Juga: Knowledge, Skill, Attitude Teori: Arti Sejarah, dan Manfaatnya
3. Kemampuan dalam Menyelesaikan Masalah
Dalam kemampuan penyelesaian masalah, hard skill dan soft skill memiliki peran penting.
Misalnya karyawan dengan kemampuan mendiagnosis dan memperbaiki masalah teknis memiliki soft skill berupa pemikiran kritis dan adaptabilitas sehingga membantu mereka menemukan solusi kreatif dan juga efektif.
4. Mendukung Pengembangan Karier
Terakhir, hard skill dan soft skill juga memberikan dukungan untuk pengembangan karier.
Pada hard skill, dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan pekerjaan, sedangkan pada soft skill digunakan untuk mendukung kemajuan karier seperti mendapatkan posisi manajerial hingga leadership.
Melalui cara ini, kedua keterampilan ini sama-sama penting dan saling menjadi pelengkap satu sama lain untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan produktif.
Baca Juga: 11 Interpersonal Skill Penting dan Tips Meningkatkannya
Mengapa Keterampilan Teknis dan Non Teknis Penting dalam Rekrutmen?

Ada 3 alasan mengapa keterampilan teknis dan non teknis penting dalam rekrutmen karyawan, yakni sebagai berikut:
1. Untuk Mengukur Kemampuan Kandidat
Alasan yang pertama adalah untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh kandidat.
Dari kemampuan yang dimiliki oleh kandidat ini, HR dapat mengukur kualifikasi yang dimiliki oleh kandidat.
Khususnya untuk kemampuan teknis,, tim rekrutmen dapat mengukur kemampuan nyata yang dimiliki oleh kandidat.
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan, mulai dari memberikan ujian praktis, memberikan simulasi tugas, hingga studi kasus yang mirip dengan pekerjaan sebenarnya yang dapat dihadapi oleh kandidat.
2. Untuk Mengurangi Risiko Kesalahan dalam Rekrutmen
Alasan kedua adalah untuk mengurangi risiko kesalahan yang dapat terjadi dalam rekrutmen.
Terjadinya kesalahan dalam rekrutmen bisa memberikan dampak yang besar pada produktivitas dan juga biaya perusahaan.
Ketika karyawan memiliki hard skill dan soft skill, maka dapat mengurangi risiko ini dan memastikan bahwa kandidat benar-benar memiliki keterampilan yang dapat membantu di pekerjaan mereka.
3. Untuk Meningkatkan Efisiensi Rekrutmen
Terakhir adalah untuk meningkatkan efisiensi rekrutmen.
Perlu diketahui bahwa proses rekrutmen dapat memakan waktu dan sumber daya secara signifikan.
Ketika penilaian skill kandidat maka dapat membantu mempercepat proses dengan cara menyediakan metode evaluasi yang cepat dan dapat terukur.
Dari sini HR dapat dengan mudah mengidentifikasi kandidat yang memenuhi persyaratan dengan lebih efisien.
Baca Juga: 8 Pekerjaan yang Membutuhkan Decision Making Skill
Bagaimana Cara Menilai Keterampilan yang Dimiliki oleh Kandidat?
Untuk menilai keterampilan yang dimiliki seseorang, berikut cara yang dapat dilakukan:
1. Dengan Melakukan Tes Praktis
Cara pertama adalah dengan melakukan tes praktis.
Tes praktis ini dirancang untuk menilai bagaimana kemampuan kandidat dapat mendukung pekerjaan secara spesifik.
Contohnya adalah, pada posisi content writer, tes praktis dilakukan dengan memberikan tes menulis yang meminta kandidat menuliskan artikel dengan keyword khusus.
Dengan memberikan tes ini, maka dapat diukur kemampuan yang dimiliki oleh kandidat dalam menyelesaikan tugas yang nantinya akan dihadapi dalam pekerjaan mereka.
Selain itu, perusahaan atau HR juga dapat menyesuaikan tugas yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.
Berbeda dengan penilaian hard skill, untuk menilai soft skill yang dimiliki membutuhkan waktu yang lama.
Dalam rekrutmen kemampuan ini dapat dilihat dari bagaimana kandidat menjawab pekerjaan dan berinteraksi dengan tim rekrutmen pada proses wawancara.
2. Dengan Studi Kasus
Penilaian kedua adalah dengan memberikan skenario atau proyek mini yang masih selaras dengan pekerjaan yang dilamar.
Di sini kandidat diminta untuk melakukan analisis situasi dan memberikan solusi yang dapat menunjukkan kemampuan yang dimiliki dalam menangani permasalahan.
Dari studi kasus ini maka dapat diukur kemampuan dari kandidat dalam analisis, merencanakan, hingga mengeksekusi tugas-tugas yang kompleks.
Baca Juga: 10 Skill Negosiasi Penting, Manfaat, dan Tips Meningkatkannya
3. Dengan Melakukan Wawancara Teknis
Ketiga adalah dengan melakukan wawancara teknis.
Wawancara ini melibatkan serangkaian pertanyaan yang dirancang secara khusus untuk menguji pengetahuan dan pemahaman teknis.
Pertanyaan ini dapat diberikan mulai dari konsep dasar hingga permasalahan teknis yang kompleks.
Melalui wawancara, tim rekrutmen dapat menilai kemampuan yang dimiliki kandidat dalam menjelaskan dan mendiskusikan ide-ide teknis secara efektif.
Pun, soft skill juga bisa dinilai dalam proses wawancara ini, yakni dengan melihat bagaimana kandidat berkomunikasi dan menanggapi setiap pertanyaan dari tim interview.
4. Melalui Portofolio
Terakhir adalah melalui portofolio.
Portofolio merupakan sekumpulan pekerjaan yang dapat menunjukkan kemampuan dan pencapaian dari kandidat.
Ini dapat berupa proyek-proyek kontribusi open-source, desain, hingga dokumen yang relevan.
Portofolio ini dapat menjadi bukti nyata mengenai kemampuan dan pengalaman yang dimiliki kandidat, di mana dapat menunjukkan berbagai jenis pekerjaan yang telah dilakukan oleh kandidat.
Baca Juga: 12 Digital Savvy Skills yang Perlu Dikuasai dan Tipsnya
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai kemampuan teknis dan non teknis yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa kemampuan teknis dan non teknis ini menjadi bagian penting dalam dunia kerja, yang penilaiannya dilakukan sejak proses rekrutmen.
Perusahaan melakukan penilaian kedua keterampilan ini untuk memastikan kandidat memiliki kualifikasi yang sesuai dengan posisi yang sedang terbuka.
Untuk memudahkan perusahaan dalam melakukan pengelolaan karyawan termasuk proses rekrutmen, gunakan sistem HRIS dari GajiHub.
GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Media Partner: Tugas dan Tips Mendapatkannya - 6 July 2026
- Perbedaan Keterampilan Teknis dan Non Teknis dan Contohnya - 6 July 2026
- Jam Kerja Middle: Ini Pengaruh dan Cara Mengelolanya - 6 July 2026