Pabrik garmen menjadi salah satu peluang karier dengan gaji yang menjanjikan.
Perusahaan garmen merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi pakaian jadi.
Ini membuat perhitungan gaji pekerja di pabrik garmen tidak begitu berbeda dengan gaji pekerja manufaktur lainnya.
Pabrik garmen ini memiliki fokus dalam mengolah serat menjadi benang dan akhirnya menjadi kain.
Kegiatan usaha di pabrik ini di antaranya spinning, weaving, knitting, dying, hingga printing.
Dari kain ini nantinya digunakan oleh pabrik garmen dan konveksi sebagai bahan untuk membuat pakaian jadi.
Dapat dibilang, pabrik tekstil memiliki tugas untuk memproduksi kain, sedangkan pabrik garmen dan konveksi mengubah kain menjadi pakaian yang siap digunakan.
Meski begitu, ada perusahaan tekstil dan garmen yang ada di dalam satu perusahaan.
Lalu berapa gaji yang didapatkan oleh karyawan di pabrik garmen ini dan apa saja komponen gaji karyawan pabrik garmen ini?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai gaji pabrik garmen, termasuk komponen yang dimilikinya.
Anda dapat membaca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:
Berapa Gaji Karyawan Pabrik Garmen?

Perusahaan garmen merupakan salah satu sektor industri yang banyak menyerap tenaga kerja.
Ini membuat perusahaan garmen ini menjadi bagian penting dalam perputaran roda ekonomi nasional di mana telah menyumbangkan lapangan kerja sekaligus menghasilkan produk tekstil yang diekspor ke luar negeri.
Di perusahaan garmen sendiri terdapat berbagai posisi, mulai dari operator mesin jahut, pembuat pola, desainer baju, hingga posisi manajer produksi.
Pastinya setiap posisi ini memiliki tanggung jawab yang berbeda dan dituntut memiliki keterampilan khusus untuk memastikan setiap proses produksi dapat berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.
Untuk sistem kerjanya, perusahaan garmen memiliki sistem kerja shift, dengan waktu kerja antara 8 hingga 10 jam per hari dan 6-7 hari kerja dalam seminggu.
Untuk gaji karyawan garmen tentunya berbeda antara satu dengan lainnya.
Gaji ini disesuaikan dengan posisi, pengalaman, hingga lokasi di mana pabrik berada yang berpengaruh pada besaran UMK.
Untuk gaji yang didapatkan, berikut informasi lengkapnya:
1. Operator Mesin Jahit
Posisi pertama adalah operator mesin jahit yang menjadi tulang punggung produksi.
Operator mesin jahit memiliki tugas untuk menjahit pakaian sesuai desain dan spesifikasi.
Gaji yang didapatkan untuk posisi ini adalah antara Rp2.500.000 hingga Rp3.500.000 per bulan.
Gaji ini masih dapat mengalami peningkatan sesuai dengan pengalaman dan keterampilan yang terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: Berapa Gaji Teknisi Pabrik? Intip Rata-Ratanya Berikut Ini
2. Pembuat Pola
Pembuat pola atau dikenal juga dengan tukang pola, memiliki tanggung jawab untuk membuat pola dasar yang akan digunakan dalam produksi pakaian.
Di sini mereka harus memiliki pemahaman yang baik mengenai desain dan teknik dalam pembuatan pakaian.
Untuk gaji yang dimilikinya adalah antara Rp3.000.000 hingga Rp4.500.000 per bulan.
Tentunya besaran gaji ini bisa lebih tinggi karena keahlian dalam membuat pola yang akurat sangat dibutuhkan dan juga dihargai.
3. Pengawas Produksi
Seorang pengawas produksi memiliki tugas untuk mengawasi seluruh proses produksi.
Ini dilakukan agar semuanya dapat dipastikan berjalan lancar sesuai dengan rencana dan dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Gaji untuk pengawas produksi adalah mulai dari Rp4.000.000 hingga Rp6.000.000 per bulan.
Untuk bisa menempati posisi ini dibutuhkan keahlian manajemen produksi dan juga kemampuan kepemimpinan yang baik.
Baca Juga: Jobdesk Teknisi Pabrik, Skill Penting, Hingga Kisaran Gajinya
4. Quality Control
Quality control merupakan bagian yang bertanggung jawab memastikan setiap produk yang dihasilkan telah sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
Di sini tim quality control akan melakukan inspeksi di setiap tahap produksi guna mendeteksi adanya kecacatan atau adanya ketidaksesuaian pada barang.
Posisi quality control ini sangat penting karena reputasi perusahaan garmen terletak pada kualitasnya.
Untuk bagian ini gaji yang dimilikinya adalah antara Rp3.500.000 hingga Rp5.000.000.
5. Manajer Produksi
Seorang manajer produksi memiliki tugas mengelola keseluruhan produksi yang ada di perusahaan garmen, mulai dari perencanaan, pengawasan, hingga evaluasi.
Di sini mereka memastikan bahwa produksi dapat berjalan secara efisien dan sesuai dengan target.
Manajer produksi ini memiliki posisi yang cukup tinggi dan juga berpengaruh, sehingga gaji yang didapatkan mulai dari Rp8.000.000 hingga Rp12.000.000.
Baca Juga: 6 Cara Menentukan Gaji Manager dan Besarannya
6. Staf Administrasi dan Keuangan
Sesuai dengan namanya, posisi staf administrasi dan keuangan ini memiliki tugas untuk mengelola administrasi, keuangan, dan sumber daya perusahaan.
Di sini mereka memastikan bahwa setiap aspek administrasi dapat berjalan dengan lancar sesuai peraturan yang berlaku.
Untuk gaji yang didapatkan adalah antara Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000.
7. Desainer Pakaian
Seorang desainer pakaian atau fashion designer merupakan bagian yang bertugas membuat desain pakaian yang inovatif dan sesuai dengan tren yang ada di pasar.
Mereka akan melakukan kerja sama dengan tim produksi untuk memproses desain menjadi pakaian jadi.
Untuk gaji desainer pakaian ini ada di kisaran Rp4.500.000 hingga Rp7.000.000 per bulan.
Tentunya untuk ada di posisi ini harus memiliki kreativitas dan memahami tentang mode pakaian.

Baca Juga: Tren Gaji Sektor Manufaktur di Indonesia pada Tahun 2025
Bagaimana Sistem Gaji Karyawan Pabrik Garmen?

Setelah Anda mengetahui berapa besaran gaji yang didapatkan karyawan perusahaan garmen, lalu bagaimana dengan sistem gaji di sini?
Perlu dipahami bahwa penggajian di perusahaan garmen dibagi sesuai dengan jenis pekerjaan, yakni golongan staf (white collar) dan non-staf (blue-collar).
Staf adalah mereka yang bertanggung jawab untuk mengelola administrasi perusahaan dari level direksi hingga staf paling bawah.
Sedangkan non staf merupakan mereka yang bekerja sebagai buruh pabrik di bagian produksi dan gudang.
Staf perusahaan biasanya bekerja sebagai karyawan tetap (PKWTT) dan jumlahnya sedikit.
Sedangkan buruh bekerja sebagai karyawan kontrak atau PKWT dengan jumlah yang banyak.
Karyawan staf memiliki jam kerja harian yang teratur, sedangkan buruh pabrik bekerja dengan jadwal shify.
Dengan tugas dan tanggung jawab yang berbeda ini, tentunya sistem penggajiannya juha menjadi berbeda, disesuaikan dengan jenis kompensasi atau imbalan pekerjaan.
Misalnya adalah staf dibayar dengan gaji bulanan teratur, dengan paket kompensasi dan benefit yang beragam, termasuk di dalamnya tunjangan jabatan, THR, bonus, uang kehadiran, natura, dan penggantian uang pengobatan, BPJS, tunjangan pajak PPh 21, hingga akses pinjaman karyawan atau kredit kantor.
Sedangkan buruh pabrik mendapatkan bayaran mingguan atau bulanan, sesuai dengan upah minimum yang berlaku.
Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan Pasal 90, pengusaha dilarang memberikan upah lebih rendah dari upah minumum yang telah ditetapkan.
Jadi, pembayaran karyawan garmen mengikuti UMK yang berlaku di lokasi tersebut.
Baca Juga: General Manager Adalah? Ini Tugas, Skill Penting, dan Gajinya
Apa Saja Komponen Gaji Karyawan Pabrik Garmen?

Karena adanya perbedaan jenis pekerjaan di perusahaan garmen, maka komponen gaji karyawan garmen juga berbeda.
Komponen gaji ini dibedakan menjadi dua, yakni gaji untuk staf dan gaji untuk non-staf.
Setiap jenis ini memiliki komponen pendapatan dan juga porongan gaji.
Berikut contoh dari komponen keduanya:
Komponen Gaji Staf
Komponen gaji staf terdiri atas bagian pendapatan dan pengurangan.
Untuk bagian pendapatan di antaranya:
- Gaji pokok
- Tunjangan jabatan
- Tunjangan BPJS
- Tunjangan absensi
- Tunjangan PPh 21
Untuk potongannya adalah sebagai berikut:
- Iuran BPJS
- Cicilan pinjaman karyawan
- Potongan PPh 21
Komponen Gaji Non Staf
Untuk komponen gaji non staf juga terdiri dari pendapatan dan pengurangan.
Untuk pendapatannya adalah sebagai berikut:
- Gaji pokok
- Tunjangan BPJS
- Uang lembur
- Uang makan
Untuk potongannya adalah sebagai berikut:
- Iuran BPJS
- Kasbon
- Potongan PPh 21
Baca Juga: Kisaran Gaji Pekerja Tambang dan Faktor yang Memengaruhinya
Bagaimana Contoh Slip Gaji Karyawan Pabrik Garmen?

Untuk memudahkan Anda dalam memahami komponen gaji karyawan perusahaan garmen, berikut contoh slip gajinya:
1. Contoh Slip Gaji Karyawan Staf
| Nama Karyawan | Andri | Jabatan | Sales |
|---|---|---|---|
| Status Karyawan | Karyawan Tetap | Status PTKP | K/1 |
| Tanggal Bergabung | 8 Mei 2020 | Periode Gaji | April 2026 |
| Komponen Income | Nominal | Komponen Potongan | Nominal |
|---|---|---|---|
| Gaji Pokok | Rp8.000.000 | Potongan JKN (5%) | Rp400.000 |
| Tunjangan Jabatan | Rp1.500.000 | Premi JKK (0,24%) | Rp19.200 |
| Tunjangan Kehadiran | Rp500.000 | Premi JKM (0,30%) | Rp24.000 |
| Tunjangan JKN (5%) | Rp400.000 | Premi JHT (5,7%) | Rp456.000 |
| Tunjangan JKK (0,24%) | Rp19.200 | Premi JP (3%) | Rp240.000 |
| Tunjangan JKM (0,30%) | Rp24.000 | Kredit Karyawan | Rp500.000 |
| Tunjangan JHT (3,7%) | Rp296.000 | ||
| Tunjangan JP (2%) | Rp160.000 | ||
| Total Penghasilan | Rp10.899.200 | Total Potongan | Rp1.639.200 |
| Take Home Pay | Rp9.260.000 |
2. Contoh Slip Gaji Karyawan Non Staf
| Nama Karyawan | Putra | Jabatan | Operator Mesin | Status Karyawan | PKWT |
|---|---|---|---|---|---|
| Status PTKP | TK/0 | Tanggal Bergabung | 2 Juli 2024 | Periode Gaji | April 2026 |
| Komponen Income | Nominal | Komponen Potongan | Nominal |
|---|---|---|---|
| Gaji Pokok | Rp5.000.000 | Potongan JKN (5%) | Rp250.000 |
| Lembur | Rp850.000 | Premi JKK (0,24%) | Rp12.000 |
| Uang Makan | Rp600.000 | Premi JKM (0,30%) | Rp15.000 |
| Tunjangan JKN (4%) | Rp200.000 | Premi JHT (5,7%) | Rp285.000 |
| Tunjangan JKK (0,24%) | Rp12.000 | Premi JP (3%) | Rp150.000 |
| Tunjangan JKM (0,30%) | Rp15.000 | Kasbon | Rp700.000 |
| Tunjangan JHT (3,7%) | Rp185.000 | ||
| Tunjangan JP (2%) | Rp100.000 | ||
| Total Penghasilan | Rp6.962.000 | Total Potongan | Rp1.412.000 |
| Take Home Pay | Rp5.550.000 |
Saat ini ada cara membuat slip gaji dengan mudah dan otomatis, yakni dengan menggunakan fitur template slip gaji otomatis dari GajiHub.
Dengan fitur ini pembuatan slip gaji menjadi mudah dan cepat, jadi Anda tidak perlu membuatnya dengan manual.
Baca Juga: Helper Gudang: Tugas, Skill Penting, Syarat, dan Kisaran Gajinya
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai gaji karyawan pabrik garmen yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa karyawan garmen dibagi menjadi dua jenis yakni karyawan staf dan karyawan non staf.
Pembagian ini berpengaruh pada komponen gaji yang dimilikinya, sehingga gaji yang dimiliki juga dapat berbeda.
Perbedaan gaji karyawan garmen juga terletak pada lokasi di mana karyawan bekerja.
Pabrik garmen yang berada di pusat industri seperti Karawang dan Cikarang tentunya memiliki gaji yang lebih tinggi dibanding di daerah lain.
Hal ini karena UMR Cikarang dan UMR Karawang termasuk ke daftar UMK tertinggi di Indonesia.
Untuk memudahkan pengelolaan gaji karyawan pabrik garmen, pastikan perusahaan Anda menggunakan sistem terbaik.
Gunakan software payroll dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan penggajian di perusahaan Anda.
GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Gaji Cleaning Service di Indonesia Tahun 2026 - 12 May 2026
- Cara Menghitung Tarif TER PPh 21 dan Contohnya - 11 May 2026
- Gaji Pabrik Garmen: Ini Komponen dan Contoh Slip Gajinya - 11 May 2026