Jepang saat ini menjadi salah satu negara tujuan bekerja karena memiliki gaji yang menjanjikan.
Menurut laporan dari Tempo, per Oktober 2024 jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang telah lebih dari 2,3 juta orang.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari data SIP2MI, untuk Jepang per Januari 2025 hingga 22 Agustus 2026 P2MI telah memfasilitasi sebanyak 39.230 layanan penempatan PMI.
Tinggi jumlah PMI di Jepang tentunya bukan tanpa alasan.
Selain tingginya kebutuhan Jepang akan tenaga kerja asing, bekerja di Jepang juga bisa memberikan gaji yang menjanjikan bagi PMI.
Sebagai gambaran, upah minimum di Tokyo mencapai ¥1.280 per jam, sedangkan di Osaka sebesar ¥1.231 per jam dan Aichi ¥1.195 per jam, berdasarkan ketentuan yang berlaku mulai Oktober 2026.
Angka ini merupakan upah minimum per jam, bukan gaji bulanan yang dijamin untuk setiap pekerja.
Lalu bagaimana detail dari gaji kerja di Jepang ini dan bagaimana cara untuk bisa bekerja di Jepang?
Untuk penjelasan lengkapnya Anda bisa menyimaknya di artikel GajiHub berikut ini:
Berapa Rata-Rata Gaji Kerja di Jepang?

Dari data yang dimuat di Kompas.com, rata-rata gaji kerja di Jepang per bulan adalah Rp293.402 yen atau sekitar Rp31 juta per bulan.
Angka ini didapatkan per Oktober 2024 dan mengalami kenaikan sebesar 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 32 tahun terakhir.
Dari sumber lain menyebutkan bahwa gaji bulanan di Jepang telah menyentuh angka 300.000 hingga Rp600.000 yen per bulan atau sekitar Rp32 juta hingga Rp64 juta per bulan.
Angka ini berlaku untuk kota-kota yang menawarkan gaji tinggi seperti Tokyo dan Yokahama.
Sedangkan dari laporan Tokyo Portofolio, variasi gaji yang didapatkan pekerja dapat sangat signifikan, yakni sebagai berikut:
- Rata-rata gaji terendah: 130.000 yen per bulan (kurang lebih Rp20,1 juta)
- Rata-rata gaji tertinggi: 2.300.000 yen per bulan (kurang lebih Rp271 juta)
Berbeda dengan rata-rata gaji di atas yang dihitung per bulan, UMR Jepang ditetapkan berdasarkan prefektur dan dihitung per jam.
Pada tahun 2026, UMR Tokyo mencapai ¥1.280 per jam, sedangkan di Osaka sebesar ¥1.231 per jam dan Aichi ¥1.195 per jam.
Berikut untuk detail UMR di Jepang berdasarkan prefektur yang dilansir dari x-house.co.jp:
| Prefektur | Upah minimum baru (yen/jam) | Sebelumnya | Mulai berlaku |
|---|---|---|---|
| Tokyo | 1.280 | 1.226 | 1 Oktober 2026 |
| Kanagawa (Yokohama, Kawasaki) | 1.279 | 1.225 | 1 Oktober 2026 |
| Osaka | 1.231 | 1.177 | 1 Oktober 2026 |
| Saitama | 1.196 | 1.141 | 1 Oktober 2026 |
| Chiba | 1.195 | 1.140 | 1 Oktober 2026 |
| Aichi (Nagoya) | 1.195 | 1.140 | 1 Oktober 2026 |
| Kyoto | 1.180 | 1.122 | 16 November 2026 |
| Hyogo (Kobe) | 1.172 | 1.116 | 1 Oktober 2026 |
| Shizuoka | 1.154 | 1.097 | 15 Oktober 2026 |
| Hiroshima | 1.141 | 1.085 | 11 Oktober 2026 |
| Ibaraki | 1.136 | 1.074 | 18 Oktober 2026 |
| Hokkaido | 1.131 | 1.075 | 1 Oktober 2026 |
| Gunma | 1.120 | 1.063 | 3 Oktober 2026 |
| Fukuoka | 1.114 | 1.057 | 4 Oktober 2026 |
| Okinawa | 1.086 | 1.023 | 2 Desember 2026 |
| Miyazaki (terendah) | 1.085 | 1.023 | 24 Oktober 2026 |
| Rata-rata nasional | 1.177 | 1.121 | Bertahap, 1 Oktober sampai 2 Desember 2026 |

Baca Juga: 15 Daftar Pekerjaan dengan Gaji Tinggi untuk Wanita
Berapa Gaji Kerja di Jepang Berdasarkan Pekerjaannya?
Meski Jepang telah menetapkan UMR untuk setiap prefektur, namun gaji yang didapatkan dapat berbeda karena disesuaikan dengan jenis pekerjaannya.
Berikut besaran gaji yang didapatkan PMI sesuai dengan jenis pekerjaannya:
1. Pekerja Pabrik
Pekerja pabrik dapat bertugas dalam proses produksi, perakitan, pengemasan, pemeriksaan kualitas, dan pengoperasian peralatan.
Dari situs Gaijin Pot, gaji pekerja pabrik di Jepang ada di angka ¥76,000 hingga ¥264,000 per bulan.
Penghasilan aktual dapat dipengaruhi oleh sistem shift, keterampilan yang dibutuhkan, pengalaman, dan jam kerja.
Jika perusahaan menyediakan lembur, pendapatan bisa meningkat sesuai ketentuan pembayaran lembur.
Namun, Anda perlu memastikan apakah nominal yang tercantum dalam kontrak sudah mencakup komponen tertentu atau belum.
2. Pekerja Konstruksi
Pekerja konstruksi dapat mengerjakan pembangunan gedung, pekerjaan beton, pekerjaan sipil, dan aktivitas pendukung proyek infrastruktur.
Data Job Tag mencatat rata-rata upah yang ditawarkan dalam lowongan pekerja konstruksi dan sipil sebesar sekitar ¥200.000 – ¥240.000 per bulan.
Ini merupakan besaran gaji pokok, belum dengan lembur dan tunjangan.
Penghasilan pekerja konstruksi dapat dipengaruhi pengalaman, keterampilan teknis, jenis proyek, serta kemampuan menggunakan peralatan.
Pekerja juga harus memperhatikan pelatihan dan persyaratan keselamatan kerja yang diwajibkan perusahaan.
Baca Juga: 10 Cara Kerja di Luar Negeri dan Keuntungannya
3. Pekerja Pertanian
Pekerjaan pertanian di Jepang mencakup penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan, penyortiran, dan pengemasan hasil pertanian.
Sistem pembayaran dapat berupa upah per jam atau gaji sesuai kontrak dengan gaji ¥180.000 hingga ¥260.000 per bulan.
Pada pekerjaan yang dipengaruhi musim, jadwal dan jumlah jam kerja dapat berubah mengikuti kebutuhan produksi.
Karena tidak ada satu angka yang mewakili seluruh pekerja pertanian asing, calon pekerja sebaiknya memeriksa nominal gaji, periode kerja, jam kerja, serta fasilitas tempat tinggal dalam kontrak.
4. Pekerja Restoran
Pekerja restoran dapat bekerja sebagai staf dapur, pelayan, kasir, atau petugas persiapan makanan.
Gaji yang didapatkan oleh pekerja restoran adalah antara ¥170.000 hingga ¥250.000 per bulan (sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta).
Sistem penggajian bergantung pada apakah pekerja berstatus paruh waktu atau penuh waktu.
Pekerja paruh waktu biasanya dibayar berdasarkan jumlah jam kerja. Sementara itu, pekerja penuh waktu dapat menerima gaji bulanan sesuai kontrak.
Lokasi restoran, jadwal kerja, pengalaman, dan tanggung jawab dapat memengaruhi penghasilan. Sebelum menerima pekerjaan, pastikan apakah jadwal shift, istirahat, dan pembayaran lembur dijelaskan secara tertulis.
5. Caregiver
Caregiver atau pekerja perawatan lansia membantu aktivitas sehari-hari penghuni fasilitas perawatan, termasuk mendukung kebutuhan mobilitas, makan, kebersihan diri, dan kegiatan rutin.
Gaji yang didapatkan adalah ¥175.000 hingga ¥250.000 per bulan.
Penghasilan caregiver dapat berbeda berdasarkan fasilitas, pengalaman, kompetensi, dan status pekerjaan. Persyaratan bahasa Jepang serta pelatihan juga dapat memengaruhi peluang seseorang mendapatkan pekerjaan.
Pekerjaan caregiver tidak selalu sama dengan profesi perawat.
Karena itu, calon pekerja perlu memahami ruang lingkup tugas dan kualifikasi yang diwajibkan dalam lowongan.
Selain gaji untuk jenis pekerjaan di atas, berikut besaran gaji untuk pekerjaan lainnya di Jepang:
| Industry | Average Monthly Salary |
|---|---|
| Electricity, Gas, Heat Supply & Water | ¥437,500 |
| Finance & Insurance | ¥410,600 |
| Information & Communications | ¥391,000 |
| Academic / Education | ¥376,200 |
| Construction | ¥352,600 |
| Transportation / Postal | ¥343,600 |
| Manufacturing | ¥318,600 |
| Medical / Welfare | ¥306,900 |
| Wholesale / Retail | ¥304,700 |
| Service | ¥285,800 |
| Hospitality / Food Service | ¥269,500 |
Baca Juga: Daftar 10 Negara dengan UMR Tertinggi di Dunia Tahun 2026
Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Gaji di Jepang?

Gaji di Jepang dapat berbeda antara satu dengan lainnya karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:
1. Jenis pekerjaan dan jabatan
Pekerjaan yang membutuhkan keahlian teknis, sertifikasi, atau tanggung jawab khusus dapat memiliki tingkat penghasilan berbeda dari pekerjaan yang tidak mensyaratkan kualifikasi serupa.
2. Lokasi kerja
Upah minimum di setiap prefektur berbeda.
Selain itu, biaya hidup di Tokyo dan kota besar lainnya cenderung lebih tinggi daripada di sejumlah wilayah yang lebih kecil.
3. Pengalaman dan keterampilan
Pengalaman kerja, kemampuan teknis, dan sertifikasi dapat memengaruhi posisi yang ditawarkan serta besarnya kompensasi.
Semakin baik pengalaman dan keterampilan yang dimiliki oleh
4. Kemampuan bahasa Jepang
Kemampuan berbahasa Jepang dapat membantu pekerja memahami prosedur kerja, berkomunikasi dengan atasan, dan memenuhi persyaratan posisi tertentu.
Namun, kemampuan bahasa yang lebih tinggi tidak otomatis menjamin gaji yang lebih besar.
5. Jam kerja dan lembur
Pekerja yang memperoleh jam lembur berhak atas pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Akan tetapi, lembur tidak selalu tersedia dan tidak boleh dianggap sebagai pendapatan tetap.
6. Status tinggal dan kontrak kerja
Persyaratan pekerjaan dan hak pekerja juga berkaitan dengan status tinggal yang digunakan.
Misalnya, pemegang status Specified Skilled Worker harus menerima remunerasi setara atau lebih tinggi daripada pekerja Jepang yang menjalankan pekerjaan sebanding.
Baca Juga: Berapa Gaji Alfamart Terbaru? Ini Daftar Lengkapnya
Apa Perbedaan Gaji Bruto dan Gaji Bersih di Jepang?
Gaji bruto adalah penghasilan sebelum dikurangi pajak dan potongan yang menjadi tanggungan pekerja.
Sebaliknya, gaji bersih adalah jumlah yang diterima setelah potongan tersebut diperhitungkan.
Perbedaan ini penting karena nominal gaji dalam lowongan kerja belum tentu sama dengan uang yang masuk ke rekening setiap bulan.
Apa Saja Potongan Gaji Pekerja di Jepang?
Potongan yang mungkin berlaku bagi pekerja di Jepang antara lain:
- Pajak penghasilan: Pajak atas penghasilan yang dihitung sesuai ketentuan perpajakan.
- Pajak penduduk: Pajak daerah yang dapat berlaku sesuai status kependudukan dan ketentuan pajak.
- Asuransi kesehatan: Iuran untuk perlindungan kesehatan sesuai skema yang berlaku.
- Iuran pensiun: Iuran program pensiun apabila pekerja tercakup dalam skema terkait.
- Asuransi ketenagakerjaan: Iuran yang berlaku bagi pekerja yang memenuhi ketentuan.
- Biaya tempat tinggal: Dapat menjadi potongan jika asrama atau akomodasi disediakan perusahaan dengan pembayaran yang disepakati secara sah.
Menurut Badan Pajak Nasional Jepang, pajak penghasilan pada umumnya dipotong dari gaji yang dibayarkan perusahaan.
Ketentuan perpajakan bagi pekerja asing bergantung pada statusnya sebagai penduduk pajak atau bukan penduduk pajak.
Tidak semua pekerja memiliki potongan yang sama.
Besarnya potongan bergantung pada penghasilan, status pajak, skema asuransi, dan kondisi pribadi.
Berapa Gaji Bersih Setelah Pajak dan Asuransi?
Untuk memperkirakan gaji bersih, Anda dapat menggunakan simulasi berikut.
Misalnya, seorang pekerja memperoleh gaji bruto ¥220.000 per bulan.
Untuk ilustrasi, anggap total potongan pajak dan iuran wajib sebesar ¥35.000, sedangkan biaya tempat tinggal yang dibayar melalui pemotongan gaji sebesar ¥20.000.
| Komponen | Nominal |
|---|---|
| Gaji bruto | ¥220.000 |
| Pajak dan iuran wajib (asumsi) | ¥35.000 |
| Biaya tempat tinggal (asumsi) | ¥20.000 |
| Gaji setelah potongan | ¥165.000 |
Biaya tempat tinggal juga tidak selalu dipotong langsung dari gaji.
Dalam beberapa kontrak, pekerja membayar biaya tersebut secara terpisah setelah menerima gaji.
Bagaimana Cara Menghitung Gaji Bersih di Jepang?
Rumus sederhananya adalah:
Gaji bersih = gaji bruto − pajak − iuran wajib − potongan lain yang berlaku
Untuk menghitung secara lebih akurat, periksa slip gaji dan pastikan setiap potongan memiliki keterangan yang jelas.
Jika perusahaan menyediakan asrama, misalnya, periksa nominal sewa, biaya utilitas, dan apakah ada biaya tambahan yang dibebankan kepada pekerja.
Baca Juga: Gaji Konten Kreator Tiktok di Indonesia Tahun 2026
Berapa Biaya Hidup di Jepang per Bulan?

Biaya hidup merupakan faktor penting untuk menentukan apakah gaji kerja di Jepang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menabung.
Menurut situs resmi Study in Japan, yang menyediakan informasi pendidikan dan kehidupan di Jepang, rata-rata biaya hidup mahasiswa internasional pada survei 2023 mencapai ¥105.000 per bulan, tidak termasuk biaya pendidikan.
Rata-rata biaya tempat tinggal secara nasional sebesar ¥41.000 per bulan, sedangkan di Tokyo mencapai ¥57.000.
Data tersebut dapat menjadi gambaran awal, tetapi bukan standar pengeluaran pekerja asing. Pengeluaran pekerja dapat berbeda karena kebutuhan, lokasi, fasilitas tempat tinggal, dan pola hidup.
Berapa Biaya Sewa Tempat Tinggal di Jepang?
Biaya tempat tinggal bergantung pada kota, jenis hunian, dan fasilitas yang tersedia.
Sebagai gambaran, survei mahasiswa internasional 2023 yang dikutip Study in Japan menunjukkan rata-rata biaya tempat tinggal sebesar ¥41.000 per bulan secara nasional dan ¥57.000 di Tokyo.
Pekerja yang tinggal di asrama perusahaan dapat memiliki pengeluaran berbeda dari pekerja yang menyewa apartemen sendiri.
Namun, jangan berasumsi bahwa semua perusahaan menyediakan asrama gratis.
Sebelum menerima tawaran kerja, periksa biaya sewa, deposit jika ada, biaya utilitas, dan ketentuan penggunaan fasilitas.
Berapa Biaya Makan di Jepang?
Biaya makan dipengaruhi oleh kebiasaan memasak, lokasi, dan frekuensi makan di luar.
Memasak sendiri dapat membantu mengendalikan pengeluaran karena Anda dapat merencanakan belanja mingguan dan memilih bahan makanan sesuai anggaran.
Sebaliknya, terlalu sering makan di luar dapat meningkatkan pengeluaran bulanan.
Situs resmi Study in Japan mencantumkan rata-rata pengeluaran makanan mahasiswa internasional sebesar ¥32.000 per bulan berdasarkan survei 2023.
Angka tersebut merupakan gambaran pengeluaran mahasiswa, bukan anggaran wajib untuk seluruh pekerja.
Baca Juga: Gaji Bea Cukai sesuai PP Nomor 5 Tahun 2024 dan Tunjangannya
Apa Perbedaan Tokutei Ginou dan Ginou Jisshu?
Tokutei Ginou dan Ginou Jisshu merupakan dua jalur yang perlu dipahami calon pekerja Indonesia sebelum berangkat ke Jepang.
Keduanya memiliki tujuan, persyaratan, dan ketentuan tinggal yang berbeda, yakni sebagai berikut:
1. Tokutei Ginou
Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW) merupakan status tinggal yang memungkinkan warga negara asing bekerja pada bidang tertentu yang memenuhi ketentuan Jepang.
Menurut situs resmi SSW, kategori 1 memungkinkan pekerja bekerja di Jepang selama total lima tahun.
Pemegang status ini juga memperoleh dukungan dari perusahaan dan harus memenuhi persyaratan keterampilan serta bahasa yang berlaku.
Untuk kategori 2, ketentuan masa tinggal dan kemungkinan membawa keluarga berbeda dari kategori 1.
2. Ginou Jisshu
Ginou Jisshu atau Technical Intern Training merupakan sistem yang berfokus pada pembelajaran dan penguasaan keterampilan melalui kegiatan kerja di Jepang.
Sistem ini berbeda dari Tokutei Ginou yang merupakan status tinggal untuk bekerja pada bidang tertentu.
Baca Juga: Berapa Gaji Kerja di Hotel dan Tunjangannya
Apa Saja Langkah-Langkah untuk Bekerja di Jepang?

Dilansir dari ssw.go.jp, untuk bisa bekerja di Jepang, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Tentukan Jenis Pekerjaan
Langkah pertama adalah dengan menentukan jenis pekerjaan yang ingin Anda pilih ketika bekerja di Jepang.
Setelah itu, Anda bisa mengikuti ujian bahasa Jepang dan ujian keterampilan.
Untuk Tokutei Ginou diwajibkan untuk lulus Ujian Bahasa Jepang Dasar The Japan Foundation (JFT-Basic) atau Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) N4 atau lebih tinggi.
2. Mencari Perusahaan
Setelah Anda lulus ujian bahasa dan keterampilan, selanjutnya adalah mencari pekerjaan.
Langkah pertama pada tahapan ini adalah dengan mencari lembaga pengirim tenaga kerja.
Penting bagi Anda untuk mencari tahu apakah mereka memiliki lisensi dan biaya yang dibayarkan wajar dengan cara mengunjungi situs lembaga pengirim tenaga kerja.
Setiap negara memiliki prosedur yang berbeda antara satu dengan lainnya disesuaikan dengan kebijakan yang ada.
Setelah memilih lembaga pengirim tenaga kerja, selanjutnya adalah mencari pekerjaan.
Proses mencari pekerjaan ini dikenal dengan job matching dan lembaga pengirim tenaga kerja ini yang akan membantu Anda untuk mencari pekerjaan.
Setelah menemukan pekerjaan, mengajukan wawancara, dan Anda dinyatakan lulus wawancara, selanjutnya adalah berkontak dengan perusahaan.
Pastikan Anda menanyakan secara jelas untuk jenis pekerjaan, konfirmasi tempat kerja, dan juga gaji.
3. Mengajukan Permohonan Status Izin Tinggal
Terakhir adalah dengan mengajukan permohonan status izin tinggal yakni Sertifikat Pengakuan Status Izin Tinggal di Kantor Imigrasi Daerah.
Permohonan ini dapat diajukan oleh karyawan dari perusahaan tempat Anda bekerja atas nama Anda.
Dibutuhkan waktu sekitar 1 hingga 3 bulan untuk pengajuannya, jadi ajukan permohonan dari jauh-jauh hari.
Setelah Sertifikat Pengakuan Status Izin Tinggal diterbitkan, Anda bisa mengajukan permohonan visa di kedutaan atau konsulat jenderal setempat.
4. Pergi ke Jepang dan Mulai Bekerja
Setelah semua proses semua itu selesai, Anda bisa berangkat ke Jepang dan mulai bekerja di negara ini.
Baca Juga: Gaji Lulusan S2 berdasarkan Jurusan dan Bidang Pekerjaan
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai gaji kerja di Jepang yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas, rata-rata gaji kerja di Jepang per bulan adalah Rp293.402 yen atau sekitar Rp31 juta per bulan.
Angka ini didapatkan per Oktober 2024 dan mengalami kenaikan sebesar 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 32 tahun terakhir.
Bekerja di Jepang memang menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin mendapatkan gaji yang menjanjikan.
Jika dilihat dari besaran UMR Jepang, tentu saja lebih besar dibandingkan UMR tertinggi di Indonesia.
Namun besaran UMR ini juga disesuaikan dengan biaya hidup yang ada di suatu negara.
Bagaimana pun kehadiran UMR dan gaji diberikan agar karyawan bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan sejahtera.
Oleh karenanya perusahaan wajib melakukan pengelolaan penggajian karyawan secara tepat untuk mendukung kesejahteraan karyawan.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan dukungan software payroll dari GajiHub.
GajiHub merupakan software payroll dengan fitur lengkap yang membantu mengotomatisasi pengelolaan penggajian karyawan.
Dengan GajiHub, Anda juga bisa membuat slip gaji secara otomatis sehingga Anda tidak perlu membuatnya secara manual.
Jadi tunggu apa lagi, ini saatnya Anda untuk permudah pengelolaan penggajian dengan GajiHub.
Daftar sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis untuk 14 hari.
- Gaji Kerja di Jepang 2026 dan Cara Kerja di Jepang - 4 November 2026
- Gaji Karyawan Mie Gacoan Terbaru dan Tugasnya - 4 November 2026
- Biaya Hidup di Jakarta vs UMR: Apakah Gaji Minimum Cukup? - 4 November 2026