Apakah Magang Digaji? Simak Aturannya di Sini

apalah magang digaji

Ketika membahas mengenai magang, hal yang paling sering ditanyakan adalah apakah magang digaji?

Magang menjadi salah satu cara bagi lulusan baru atau mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Dari magang ini, mereka bisa mendapatkan pengalaman dan juga pengetahuan baru yang dapat berguna ketika mereka telah memasuki dunia kerja sebagai karyawan.

Pengalaman magang yang dimiliki juga bisa dimasukkan ke CV dan menjadi pertimbangan HR dalam proses rekrutmen.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah magang digaji?

Untuk menjawab pertanyaan ini GajiHub telah menulis secara lengkap dalam penjelasan yang ada di bawah ini:

Apakah Magang Digaji di Indonesia?

apalah magang digaji

Ya, peserta magang tetap mendapatkan upah meski tidak dalam bentuk gaji pokok seperti halnya karyawan swasta pada umum.

Hal ini sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah di mana dijelaskan peserta magang berhak mendapatkan kompensasi dalam bentuk uang saku.

Untuk nominalnya tidak dibahas secara rinci berapa uang saku yang bisa didapatkan oleh peserta magang.

Perusahaan bisa memberikannya dalam bentuk insentif yang terdiri dari uang transport, makan, hingga insentif harian.

Ini semua dikembalikan ke aturan yang dimiliki oleh perusahaan.

Jadi, tidak perlu heran jika besaran uang magang antara satu peserta dengan peserta lainnya dapat berbeda.

gajihub banner

Baca Juga: Heboh, Pekerja Magang Hingga 9 Tahun di Cikarang, Bagaimana Aturannya?

Bagaimana Regulasi Magang di Indonesia?

Secara umum, magang atau internship memiliki tujuan utama fokus pada pendidikan dan pelatihan.

Ini membuat peserta magang tidak mendapatkan gaji layaknya karyawan pada umumnya.

Namun karena kontribusi yang diberikan oleh peserta magang terhadap pertambahan nilai perusahaan, perusahaan memberikan kompensasi untuk menggantikan uang transport.

Ketentuan ini tertuang secara jelas dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Hal ini dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 22 ayat (2) di mana dijelaskan bahwa peserta magang berhak atas uang saku dan/atau uang tranportasi.

Selain berhak atas uang saku, peserta magang juga berhak atas jaminan sosial tenaga kerja dan berhak atas sertifikat magang ketika peserta telah menyelesaikan program magang.

Meski UU telah menjelaskan mengenai kewajiban memberikan uang saku, namun belum dijelaskan jumlah secara gamblang berapa yang bisa diberikan perusahaan.

Biasanya perusahaan membahasnya dan mendiskusikannya dengan peserta magang, kemudian menuliskannya di dalam perjanjian kerja.

Jumlah besaran uang magang ini dapat bervariasi menyesuaikan beban dan tanggung jawab pekerjaan.

Semakin besar tanggung jawab yang dimiliki, maka besaran uang saku ini juga bisa semakin besar.

Selain dalam negeri, ketentuan mengenai magang juga berlaku untuk peserta magang di luar negeri.

Ini sesuai dengan Permenakertrans Nomor PER.08/MEN/V/2008 Tahun 2008 Pasal 2 Ayat 1 yang menjelaskan peserta magang berhak atas uang saku sesuai dengan perjanjian.

Selain itu, bagi perusahaan yang membuka program magang, maka harus melengkapi dengan sarana dan prasarana, pembimbing, dan juga upah untuk peserta magang.

Dengan diberikan uang saku ini, diharapkan peserta magang dapat lebih termotivasi untuk bekerja.

Biasanya perhitungan uang saku ini sesuai dengan kehadiran karyawan, di mana ketentuan ini membuat uang saku dapat dikatakan sebagai tunjangan tidak tetap.

Baca Juga: Peraturan Magang di Indonesia Menurut Undang-Undang

Apakah Perusahaan Wajib Memberikan Uang Saku Magang?

apalah magang digaji

Ya, perusahaan wajib memberikan yang saku kepada peserta magang.

Ini sesuai dengan penjelasan dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 22 ayat (2) di mana perusahaan diwajibkan memberikan uang saku sebagai bentuk kompensasi kepada peserta magang.

Uang saku ini diberikan agar peserta magang dapat lebih semangat melaksanakan proses pembelajaran selama magang.

Meski berstatus magang, peserta magang tetap bisa memberikan kontribusi kepada perusahaan dan ini perlu dihargai dengan memberikan uang saku.

Baca Juga: Pengertian Internship, Jenis, Tips Mencarinya, dan Aturannya di Indonesia

Berapa Besaran Gaji Magang?

Dalam Undang-Undang tidak dijelaskan berapa uang saku yang wajib diberikan perusahaan kepada peserta magang.

Namun uang saku ini menjadi dijadikan sebagai pengganti uang transport, uang makan, hingga insentif harian.

Jika perusahaan bingung terkait berapa besaran gaji magang ini, Anda bisa menyesuaikannya dengan tunjangan tidak tetap yang diberikan kepada karyawan.

Tunjangan tidak tetap ini terdiri dari tunjangan kehadiran, transportasi, hingga tunjangan makan.

Tunjangan yang diberikan ini nantinya dapat digunakan untuk mengganti uang transport yang telah dikeluarkan oleh karyawan.

Baca Juga: 10 Contoh Surat Permohonan Magang dan Tips Membuatnya

Perbedaan Magang Kampus dan Profesional

intership

Ketika membahas magang, tahukah Anda bahwa ada banyak jenis magang yang penting untuk dipahami?

Di antaranya adalah magang kampus dan magang profesional.

Magang kampus biasanya diberikan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman sesuai bidang ilmu mereka.

Sedangkan magang profesional adalah magang yang dipilih secara mandiri oleh seseorang tanpa terikat dengan kampus.

Berikut perbedaan antara magang kampus dan profesional yang penting untuk Anda pahami:

PerbedaanMagang KampusMagang Profesional
TujuanUntuk memenuhi syarat kelulusan akademikMendapatkan pengalaman kerja dan pengembangan karier
DurasiDurasi yang dimiliki lebih pendek antara 1-3 bulanMemiliki durasi hingga 6 bulan lamanya
PesertaMahasiswa aktif dari perguruan tinggiBisa diisi oleh mahasiswa ataupun lulusan baru
LaporanMewajibkan laporan yang dibimbing oleh dosen pembimbingLebih fokus pada dukungan bimbingan mentor di perusahaan
KompensasiTidak dibayarDibayar dalam bentuk uang saku

Baca Juga: Apprenticeship Adalah: Manfaat, dan Bedanya dengan Internship

Hak dan Kewajiban Peserta Magang

Ada hak dan kewajiban yang dimiliki oleh peserta magang, yakni:

Hak Peserta Magang

  • Berhak mendapatkan uang saku atau kompensasi dari perusahaan
  • Mendapatkan bimbingan dari mentor di perusahaan
  • Mendapatkan fasilitas K3 sebagai bentuk perlindungan kerja kepada peserta magang
  • Diikutsertakan pada jaminan sosial tenaga kerja yang ada di perusahaan
  • Mendapatkan sertifikat setelah magang selesai dilaksanakan
  • Mendapatkan waktu kerja sesuai dengan kesepakatan

Kewajiban Peserta Magang

  • Menjalankan pekerjaan sesuai perjanjian kerja magang
  • Mematuhi tata tertib dan aturan yang ada di perusahaan
  • Menyelesaikan program magang sesuai perjanjian
  • Menjamin kerahasiaan data yang ada di perusahaan

Baca Juga: Perbedaan Internship dan Apprenticeship & Cara Memilihnya

Contoh Perhitungan Gaji Magang

Seperti penjelasan sebelumnya tidak ada aturan yang pasti mengenai perhitungan gaji peserta magang, namun Anda bisa menggunakan tunjangan tidak tetap sebagai dasar.

Ini membuat peserta magang diberikan upah sesuai kehadiran mereka.

Jadi, misalnya seorang magang yang mendapatkan upah magang sebesar Rp100.000 per hari dan di bulan Maret ada 20 hari kerja, maka perhitungan gaji magang adalah sebagai berikut:

Hari kerja dalam satu bulan = 20 hari

Upah per hari = Rp100.000

Jadi, 20 x Rp100.000 = Rp2.000.000.

Jadi, dalam satu bulan peserta magang mendapatkan uang saku sebesar Rp2.000.000.

Baca Juga: Campus Hiring: Arti, Manfaat, Kekurangan, dan Strategi Terbaiknya

Apa Manfaat Magang?

apalah magang digaji

Magang memberikan manfaat yakni sebagai berikut:

1. Menambah Pengalaman

Manfaat yang pertama adalah untuk menambah pengalaman.

Selama belajar di universitas, mahasiswa lebih banyak mendapatkan teori dan sangat minim untuk pengalaman praktiknya.

Agar mahasiswa tidak kaget ketika telah memasuki dunia kerja, mereka membutuhkan magang untuk melihat realitas dunia kerja.

Dari magang inilah mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman yang berguna bagi karier mereka di dunia kerja nantinya.

2. Memperluas Relasi

Pengalaman magang yang dimiliki oleh peserta magang juga bisa menjadi cara untuk memperluas relasi.

Pada saat magang, mereka bisa berkoneksi dengan orang-orang yang ada di dunia kerja.

Dari relasi ini nantinya bisa membuka peluang kerja baru bagi peserta magang.

Baca Juga: Urutan Jabatan dalam Perusahaan Beserta Fungsinya

3. Meningkatkan Daya Saing di CV

Ketika fresh graduate memiliki pengalaman magang, maka mereka bisa menuliskan pengalaman magang ini di CV mereka.

Tentunya pengalaman ini dapat meningkatkan daya saing sehingga mereka lebih direkomendasikan dibandingkan fresh graduate tanpa pengalaman magang.

4. Membangun Kepercayaan Diri

Memiliki pengalaman magang juga bisa membangun kepercayaan diri.

Ketika seseorang pernah magang artinya ia telah memiliki pengalaman yang lebih baik dibandingkan yang belum pernah magang.

Ini membuat mereka unggul dan mereka bisa membangun kepercayaan diri dari keunggulan mereka ini.

Baca Juga: 10 Manfaat PKL bagi Perusahaan dan Tips Mengoptimalkannya

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai apakah magang digaji yang dapat menjadi referensi Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa perusahaan diwajibkan memberikan kompensasi dalam bentuk uang saku kepada peserta magang.

Uang saku ini dapat dijadikan sebagai pengganti uang transportasi dan/atau uang makan peserta magang.

Dengan begitu peserta magang bisa lebih bersemangat menjalankan tugas mereka selama magang.

Untuk mengelola karyawan magang, pastikan perusahaan memberikan dukungan terbaik melalui teknologi software payroll.

Gunakan software payroll dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan gaji karyawan di perusahaan Anda.

Dengan GajiHub, perhitungan gaji karyawan dapat dilakukan secara otomatis dan mudah sehingga bisa mengurangi risiko kesalahan perhitungan.

Jadi tunggu apa lagi, daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar