UMK Semarang menjadi informasi penting bagi Anda yang berminat bekerja di Semarang.
Sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah, Semarang menjadi kota impian untuk bekerja.
Oleh karenanya informasi UMK Semarang ini menjadi dasar bagi karyawan untuk menentukan berapa penghasilan ketika bekerja di Semarang.
Dari informasi ini, pencari kerja dapat menentukan berapa kira-kira pendapatan yang bisa didapatkan ketika bekerja di Semarang.
Lalu berapa besaran UMK Semarang di tahun 2026 dan berapa besaran UMK Semarang 10 tahun terakhir?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai UMK Semarang mulai dari besarannya hingga faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Untuk lebih lengkapnya Anda dapat menyimak penjelasan yang ada di bawah ini:
Berapa UMK Semarang Tahun 2026?

Pada tanggal 24 Desember 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan upah minimum provinsi (UMP), upah minimum sektoral provinsi (UMSP), upah minimum kabupaten/kota (UMK), dan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK).
Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz, sesudah mendampingi Gubernur Jawa Tengah dalam sosialisasi kebijakan upah minimum 2026 secara daring.
Untuk Kota Semarang diperkirakan mengalami kenaikan dari Rp3.454.827 menjadi Rp3.701.709.
Sedangkan Kabupaten Semarang diperkirakan mengalami kenaikan dari Rp2.750.136 menjadi Rp2.940.088.
Besaran UMK dari Kota Semarang masih menduduki sebagai UMK tertinggi di Jawa Tengah.
Baca Juga: Apa Itu UMK? Ini Pengertian, Manfaat, dan Peraturan di Indonesia
Apa Dasar Hukum UMK Semarang Tahun 2026?

Besaran penetapan UMK Semarang ini mengikuti dasar hukum Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 1 Tahun 1999.
Di dalam Permenaker ini dijelaskan bahwa UMR ditetapkan oleh gubernur di mana ini dijadikan pedoman untuk penggajian buruh dan karyawan.
Jadi, untuk penetapan mengenai UMR yang ada di Jawa Tengah (termasuk Semarang) menjadi tanggung jawab dari gubernur.
Saat ini, ketentuan mengenai UMR yang ada di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Peraturan ini juga berlaku dalam menetapkan UMR Semarang di tahun 2026 ini.
Dalam penetapannya, ada berbagai faktor yang menjadi pertimbangan, mulai dari tingkat pertumbuhan ekonomi, dan juga tingkat inflasi.
Baca Juga: Mengenal Apa itu Upah Minimum Sektoral yang Sudah Dihapus
Berapa UMK Semarang 10 Tahun Terakhir?

Setelah Anda memahami berapa besaran UMR Semarang di tahun 2026 ini, penting juga untuk memahami besaran UMR Semarang selama 10 tahun terakhir.
Tentunya UMR Semarang ini terus mengalami kenaikan setiap tahun mengikuti kenaikan biaya hidup karena terjadinya inflasi.
Berikut besaran UMR Kota Semarang dan Kabupaten Semarang 10 tahun terakhir:
| Tahun | UMR Kota Semarang | UMR Kabupaten Semarang |
| 2017 | Rp2.125.000 | Rp1.419.000 |
| 2018 | Rp2.310.000 | Rp1.900.000 |
| 2019 | Rp2.498.000 | Rp2.055.000 |
| 2020 | Rp2.715.000 | Rp2.229.880 |
| 2021 | Rp2.810.025 | Rp2.302.797 |
| 2022 | Rp2.837.021 | Rp2.311.254 |
| 2023 | Rp3.060.348 | Rp2.480.988 |
| 2024 | Rp3.243.969 | Rp2.582.287 |
| 2025 | Rp3.454.827 | Rp2.750.136 |
| 2026 | Rp3.701.709 | Rp2.940.088 |
Dari data yang disajikan di atas dapat diketahui bahwa baik Kota Semarang atau Kabupaten Semarang selalu mengalami kenaikan UMR selama 10 tahun terakhir.
Kenaikan UMR ini terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari adanya inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga kenaikan Kebutuhan Hidup Layak atau KHL.
Baca Juga: Gaji di Bawah UMR, Bolehkah Berikut Aturan Lengkapnya
Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi UMK Semarang?

Dalam penetapan UMR di setiap daerah, ada berbagai pertimbangan yang dilakukan oleh pemerintahnya (pemerintah daerah).
Ini juga berlaku bagi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan kota-kabupaten lainnya yang ada di Indonesia.
Biasanya setiap kali menjelang penetapan UMR, gubernur akan melakukan survei kebutuhan hidup yang ada di pasar agar besaran UMR yang ditetapkan dapat memenuhi kebutuhan hidup layak.
Berikut 5 faktor yang mempengaruhi besaran UMR di suatu daerah:
1. Inflasi
Inflasi menjadi pertimbangan penting dalam menetapkan UMR di suatu daerah.
Ketika harga suatu barang atau jasa meningkat, maka UMR juga harus disesuaikan dengan kenaikan tersebut.
Ini dilakukan untuk mendukung daya beli di kalangan pekerja.
Bayangkan saja jika kenaikan harga barang dan jasa ini tidak dibarengi dengan kenaikan UMR, pastinya pekerja tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Baca Juga: UMR Adalah: Pengertian, Komponen, dan Perbedaan UMR, UMP, dan UMK
2. Kebutuhan Hidup Layak (KHL)
Faktor kedua yang mempengaruhi besaran UMR adalah kebutuhan hidup layak atau KHL.
KHL ini merupakan komponen penting yang digunakan dalam perhitungan UMP/UMK di suatu daerah.
Seperti yang diketahui, UMP/UMK di setiap daerah dapat berbeda-beda karena kebutuhan hidup layak juga berbeda-beda.
KHL ini terdiri dari berbagai kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan lainnya.
Jadi, semakin tinggi kebutuhan hidup layak yang ada di suatu daerah, maka semakin tinggi pula UMK yang ditetapkan oleh pemerintahnya.
3. Pertumbuhan Ekonomi
Faktor yang ketiga adalah pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi yang ada di suatu daerah juga turut menentukan besaran UMR yang ditetapkan di daerah tersebut.
Daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi memiliki tingkat kemampuan yang lebih besar untuk penggajian karyawan.
Ini akhirnya yang membuat UMR di daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga ikut mengalami peningkatan yang tinggi pula.
Baca Juga: Ini Daftar UMR Jabodetabek 2025 dan Kenaikannya
4. Kemampuan dari Perusahaan
Ketika menetapkan besaran UMR, pemerintah juga memperhatikan kemampuan dari perusahaan dalam membayar gaji karyawan.
Hal ini dilakukan agar kenaikan UMR tidak memberatkan bagi pengusaha untuk membayar gaji karyawan, khususnya pengusaha di tingkat UMKM.
Selain itu agar kenaikan UMR dapat diikuti oleh seluruh perusahaan agar karyawan atau pekerja bisa mendapatkan kehidupan layak.
5. Kondisi Pasar Tenaga Kerja
Faktor yang terakhir adalah kondisi pasar tenaga kerja.
Ini seperti tingkat pengangguran yang ada hingga produktivitas tenaga kerja juga memberikan pengaruh pada penetapan UMK.
Daerah-daerah yang memiliki tenaga kerja produktif biasanya memiliki nominal UMK yang kompetitif.
Baca Juga: UMR Jakarta 2025: Ini Rinciannya
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai UMK Semarang yang dapat menjadi referensi Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa UMK Semarang baik itu Kota Semarang ataupun Kabupaten Semarang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Kenaikan ini dilakukan mengikuti tingkat inflasi yang terjadi di daerah tersebut di mana ini inflasi menandakan terjadi peningkatan biaya hidup.
Kenaikan UMK juga dilakukan agar pekerja dapat memenuhi kehidupan layak mereka sehingga produktivita kerja juga dapat terjaga dengan baik.
Ini termasuk mempertimbangkan kemampuan bagi perusahaan untuk membayar gaji karyawan.
Seperti yang diketahui sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk memberikan gaji yang layak kepada karyawan.
Oleh karenanya penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan penggajian karyawan secara tepat.
Gunakan software payroll dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan penggajian di perusahaan Anda.
GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan, termasuk penggajian karyawan.
Dengan GajiHub penggajian dapat dilakukan secara otomatis sehingga bisa mengurangi kesalahan seperti halnya pada penggajian manual.
Jadi tunggu apa lagi, daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Karyawan Tidak Mencapai KPI: Penyebab dan Cara Mengatasi - 15 January 2026
- Reverse Ageism: Dampak dan Cara Mencegahnya - 14 January 2026
- Narsistik di Tempat Kerja: Ciri dan Cara Menghadapi - 14 January 2026