Di dalam sebuah perusahaan, terdapat struktur jabatan di mana ada jabatan tertinggi dan juga jabatan paling rendah.
Jabatan ini berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab yang dimiliki di mana semakin tinggi jabatan seorang karyawan, maka semakin tinggi pula tanggung jawab yang dimilikinya.
Selain itu tingginya jabatan seorang karyawan juga dipengaruhi oleh pengalaman kerja yang dimiliki.
Lalu siapa sebenarnya jabatan tertinggi yang ada di perusahaan dan apa saja urutan jabatan tertinggi yang ada di perusahaan?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai jabatan tertinggi di perusahaan dan urutannya.
Baca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:
Apa Jabatan Tertinggi yang Ada di Perusahaan?

Jawabannya adalah CEO atau Chief Executive Officer.
Dalam jurnal yang diterbitkan oleh https://repository.uin-suska.ac.id/ direktur utama atau yang lebih sering disebut sebagai Chief Executive Officer (CEO) adalah pimpinan tertinggi dalam manajemen suatu perusahaan yang bertanggung jawab secara penuh terhadap perusahaan secara keseluruhan.
Menurut Hukum Online, emang dalam Undang-Undang PT tidak dikenal istilah CEO ini namun dalam praktiknya, CEO sering digunakan untuk menunjuk jabatan manajerial tertinggi seperti halnya presiden direksi atau direktur utama.
Di dalam Undang-Undang PT lebih dikenal dengan sebutan direksi.
Direksi ini memiliki pengertian sebagai organ perseroan yang memiliki wewenang dan bertanggung jawab dalam mengurus perseroan untuk kepentingan perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
Hal ini dijelaskan dalam Pasal 109 angka 1 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Sebelum dibahas dalam PP tersebut, istilah CEO pernah diatur di dalam Kepmenakertrans 40/2012.
Di dalam Kepmenakertrans tersebut, CEO atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Kepala Eksekutif Kantor merupakan salah satu jabatan tertentu yang tidak boleh diduduki tenaga kerja asing di antara jabatan-jabatan lainnya.
Nah, saat ini Kepmenakertrans 40/2012 ini telah dicabut dan digantikan oleh Kepmenaker 349/2019.
Di dalam Kepmenaker 349/2019, CEO ini tidak lagi termasuk ke dalam daftar jabatan yang dilarang untuk dipegang oleh tenaga asing.
Penjelasan mengenai CEO ini juga pernah dibahas dalam Blacks’s Law Dictionary 9th Edition di mana menjabarkan CEO sebagai a corporation’s highest-ranking administrator, who manages the firm day by day and reports to the board of directors.
Dari defini tersebut dapat diketahui, jabatan CEO ini tidak selalu diberikan kepada presiden atau direktur utama, namun juga bisa kepada kepala kantor yang bertanggung jawab atas administrasi dan urusan kepersonaliaan, yang juga dikenal sebagai CEO.
Namun saat ini banyak perusahaan yang menggunakan istilah CEO diberikan kepada seseorang dengan jabatan direksi yang ada di perusahaan.
Namun ada juga perusahaan yang memberikan jabatan CEO ini kepada untuk kepala kantor di dalam bidang personalia atau administrasi.
Baca Juga: Mengenal Beberapa Jabatan Perusahaan di Indonesia
Apa Saja Tugas CEO sebagai Pemegang Jabatan Tertinggi di Perusahaan?

Dalam jurnal yang berjudul CEO characteristics dan Intellectual Capital terhadap Kinerja Perusahaan karya Tyasha Ayu Melynda Sari dan Nurullaili Mauliddah dijelaskan mengenai tugas dan tanggung jawab CEO.
CEO atau Chief Executive Officer memiliki tanggung jawab yang besar, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.
Di sini CEO memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan strategi perusahaan.
Pengambilan keputusan strategis ini bertujuan untuk menghasilkan kinerja keuangan yang baik.
Jadi, penting bagi CEO untuk memiliki kapabilitas dalam menjalankan perusahaan.
Sebagai sistem tata kelola internal perusahaan, CEO memiliki tugas untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Seperti yang diketahui, kinerja perusahaan menjadi bagian penting yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah bagaimana peran CEO.
CEO memegang peranan penting dalam keputusan inti di perusahaan di mana mereka bertanggung jawab untuk mengembangkan bisnis perusahaan, melakukan koordinasi oeprasi yang efektif, membuat keputusan keuangan perusahaan, mengelola sumber daya perusahaan hingga menjadi wajah publik dari sebuah perusahaan.

Baca Juga: Jobdesk COO, Perbedaan dengan CEO, Skill, dan Gajinya
Bagaimana Kriteria untuk Menjadi CEO?

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh https://e-journal.uajy.ac.id/ dijelaskan bahwa Chief Executive officer merupakan jabatan seseorang yang memiliki posisi eksekutif tertinggi dalam perusahaan dan memainkan peran penting untuk mengambil keputusan yang ada dalam perusahaan.
Di Indonesia istilah CEO ini juga dikenal dengan sebutan direktur utama, direksi, ataupun presiden direktur.
Berikut kriteria yang harus dimiliki oleh seorang CEO:
1. Karakteristik CEO
Karakteristik diartikan sebagai suatu sifat yang khas yang dimiliki oleh seseorang atau suatu objek.
Karakteristik dari individu merupakan karakter yang dimiliki seorang individu yang emnjadi sifat khusus dari perwatakan tertentu.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Cheng dan Lo (2006) kriteria utama yang dalam memilih seorang CEO adalah dilihat dari kualitas kinerja mereka.
Hal ini karena kinerja organisasi sebagai individu cenderung dianggap berkaitan dengan kinerja yang ada di dalam pekerjaan.
Dalam teori upper echelon menyatakan bahwa karakteristik manajemen puncak dapat diamati dari jenis kelamin, usia, pengalaman kerja, dan juga pendidikan.
Ini menjadi cerminan perbedaan dari manajemen puncak, karakteristik yang dinilai sebagai manifesti dalam pilihan strategis dan outcome perusahaan.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan dari seorang CEO, pengalaman kerja yang dimiliki, usia, dan juga gender dari CEO dapat menjadi cerminan dari karakteristik seorang CEO.
2. Pendidikan CEO
Sutrisno R. Pardoen (1996) berpendapat bahwa salah satu bentuk human
capital adalah pendidikan.
Seseorang yang berpendidikan dapat lebih rasional dalam berpikir dan juga mengambil tindakan, termasuk memahami tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka sehingga mereka dapat menjalankan tugas dengan baik.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hammbrick dan Mason (1984) dijelaskan bahwa seseorang dengan latar belakang pendidikan yang tinggi dapat menghasilkan informasi yang lebih luas dan kompleks.
Pendidikan di sini dapat dijadikan sebagai alat filter untuk melihat kecocokan seorang individu dengan posisi pekerjaan yang ditempati.
Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seorang CEO ataupun manajemen puncak berpengaruh positif terhadap inovasi yang diberikan kepada perusahaan.
Tingkat pendidikan ini searah dengan kualitas kognitif dan keterampilan seseorang.
Hammbrick dan Mason (1984) menjelaskan bahwa mereka yang tingkat pendidikan yang tinggi memiliki kemampuan untuk berinovasi untuk perusahaan dan memiliki kinerja yang lebih baik dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Top Management: Posisi, Peran, Pengaruh, dan Tantangannya
3. Pengalaman Kerja CEO
Masih dari jurnal penelitian yang sama, Frederickson (1985) menjelaskan keputusan yang diambil oleh CEO dengan pengalaman yang lebih mumpuni dapat memberikan keputusan yang lebih baik dibandingkan CEO dengan pengalaman yang lebih rendah.
Keputusan yang diberikan oleh CEO dinilai dapat memberikan dampak kepada kesuksesan perusahaan karena CEO yang memiliki pengalaman kerja lebih baik dinilai memiliki sifat yang lebih selektif dalam pengambilan keputusan.
Hammbrick dan Mason (1984) dalam penelitiannya meyakini bahwa setiap CEO memiliki pengalaman kerja yang luas dan tergantung dengan masing-masing bidang kerja dari CEO tersebut.
Di dalam penelitian ini pengalaman seorang CEO dilihat dari dua sudut pandang, yakni CEO dengan pengalaman di bidang fungsional dan kedua CEO dengan pengalaman di bidang strategis.
Jadi, jika semua CEO diberikan satu permasalahan yang sama, di mana masing-masing CEO menyelesaikannya sesuai dengan bidang yang telah ditekuni.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Hammbrick dan Mason (1984) pengalaman CEO dapat dilihat dari dua bidang, yang pertama yaitu CEO dengan pengalaman dalam bidang “output functions” atau pemasaran, penjualan, dan pengembangan produk.
CEO dengan pengalaman di bidang “troughput function” atau produksi, process engineering, dan pembukuan.
Dari dua bidang yang disebutkan, ada 2 preposisi yang digunakan untuk penelitain-penelitian berikutnya.
Pertama, disebutkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara manajer yang berpengalaman dalam bidang output function pada pengambilan keputusan strategi perusahaan dalam hal inovasi produk, iklan, dan langkah perusahaan di masa depan.
Kedua, yakni adanya hubungan positif antara manajer dengan pengalaman pada bidang troughput function pada pengambilan keputusan strategis perusahaan di bidang produksi barang dan pencatatan laporan keuangan perusahaan.
4. Usia CEO
Ketika membahas usia CEO, akhir-akhir ini CEO tidak lagi identik dengan seseorang dengan usia yang cukup tua.
Saat ini sudah banyak CEO yang menjabat di usia yang terbilang muda.
Contohnya adalah Mark Zuckerberg yang menjabat sebagai CEO di usia yang cukup muda yakni 37 tahun.
Hammbrick dan Mason di dalam Upper Echelon Theory juga memasukkan usia CEO sebagai salah satu tolak ukur dalam menilai karakteristik CEO.
Mereka mengembangkan preposisi yang dapat digunakan untuk penelitian berikutkan berkaitan dengan pengaruh usia CEO.
Dari preposisi ini dapat diketahui bahwa CEO dengan usia yang lebih muda memiliki stamina yang lebih baik sehingga mobilitas juga dapat lebih cepat.
Selain itu, CEO di usia yang mudah juga dapat menggunakan langkah-langkah strategis dengan risiko yang lebih tinggi.
Ini berbeda dengan CEO dengan usia yang lebih tua di mana memiliki kehidupan sosial dan kestabilan finansial yang lebih mapan.
Ini membuat mereka dapat mengambil keputusan dengan risiko yang lebih rendah, mementingkan keputusan perusahaan, dan juga kemajuan perusahaan tidak hanya di masa sekarang namun juga di masa yang akan datang.
5. Gender CEO
Dari penelitian yang dilakukan oleh Croson dan Gneezy (2009) mengungkapkan bahwa dari faktor psikologis ada perbedaan persepsi antara pria dan wanita dalam menyikapi permasalahan.
Ketika dihadapkan pada suatu permasalahan, wanita cenderung beraksi pada ketakutan, sedangkan pria beraksi pada kemarahan.
Perbedaan ini dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan dengan pertimbangan tingkat risiko.
Dimana rasa takut yang dominan pada wanita membuat wanita menghindari risiko yang tinggi, sedangkan reaksi marah pada pria membuat mereka dapat mengambil risiko yang tinggi.
Perbedaan sifat yang dibawa oleh perbedaan gender ini dapat memberikan dampak terhadap proses berpikir seseorang baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam dunia kerja.
Jadi, pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang dibentuk oleh CEO laki-laki dan CEO wanita menjadi perbedaan yang tidak dapat dihindari akibat dari sifat bawaan gender mereka.
Baca Juga: Tingkatan Manajemen Perusahaan dan Fungsinya Masing-Masing
Bagaimana Urutan Jabatan Tertinggi di Perusahaan?

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa CEO merupakan jabatan tertinggi yang ada di perusahaan.
Lalu bagaimana urutan jabatan tertinggi yang ada di perusahaan?
Berikut penjelasannya untuk Anda:
1. Eksekutif Perusahaan
Urutan pertama dengan posisi paling tinggi dipegang oleh eksekutif perusahaan yang dipegang oleh CEO, presiden direktur, hingga eksekutif lainnya.
Mereka memiliki tugas untuk menentukan target dan tujuan dari perusahaan, serta memandu agar visi dan misi perusahaan dapat terlaksana dengan baik.
Jajaran eksekutif perusahaan ini secara rutin mengadakan rapat formal bulanan untuk membahas perkembangan perusahaan dan di rapat inilah keputusan-keputusan penting diambil untuk menentukan masa depan perusahaan.
2. Direktur Utama
Urutan kedua adalah dipegang oleh direktur utama.
Direktur utama ini memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai koordinator pelaksana atas keseluruhan kegiatan perusahaan dari permintaan eksekutif perusahaan.
3. Direktur
Urutan jabatan berikutnya adalah direktur, yakni yang bertugas mengomando berbagai pimpinan divisi (manajer) perusahaan.
Direktur ini juga memiliki wewenang lain yakni mempromosikan hingga memberhentikan pegawai.
Baca Juga: Job Function: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya
4. Direktur Keuangan
Direktur keuangan merupakan seseorang yang memimpin keseluruhan urusan keuangan yang ada di perusahaan.
Mereka bertanggung jawab untuk mengawasi kondisi keuangan, anggaran, profit, defisit, dan juga bagian stabilitas perusahaan.
5. Direktur HRD
Direktur HRD memiliki tugas dan tanggung jawab dalam hal pengelolaan karyawan.
Ini seperti pelayanan administratif, memastikan karyawan memenuhi prosedur operasional, hingga dalam membuat kebijakan.
6. Manajer
Manajer memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan motivasi dan arahan kepada staf agar dapat lebih produktif agar target yang diberikan perusahaan dapat tercapai.
7. Staf
Di bawah manajer terdapat staf yang memiliki tugas dalam pelaksanaan tugas dan arahan dari atasan.
Baca Juga: Hierarchy Culture di Tempat Kerja: Kelebihan dan Kekurangannya
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai jabatan tertinggi yang ada di perusahaan yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa CEO menjadi pemegang jabatan tertinggi di perusahaan.
CEO memiliki tugas dan tanggung jawab dalam hal pengambilan keputusan bersama dengan jajaran eksekutif perusahaan lainnya.
Untuk mendukung kinerja CEO, tentunya perusahaan harus menggunakan manajemen data terbaik.
Gunakan manajemen data karyawan dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan.
GajiHub merupakan manajemen data karyawan yang dilengkapi berbagai fitur, mulai dari pencatatan kehadiran karyawan, payroll, HRIS, PPh 21, BPJS, hingga employee self service.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Jabatan Tertinggi di Perusahaan dan Kriterianya - 10 April 2026
- Cara Membuat CV Lamaran Kerja dan Fungsinya - 10 April 2026
- Nomor Induk Karyawan: Fungsi, Format, dan Contohnya - 7 April 2026