Buat Anda pelaku UMKM, pernahkah Anda memikirkan pentingnya HR untuk UMKM?
Meski masih dalam skala kecil, bukan berarti UMKM tidak membutuhkan peran HR.
Justru karena masih dalam skala kecil, ini saatnya Anda mempertimbangkan HR untuk mendukung usaha Anda.
Dengan adanya HR di UMKM, Anda bisa melakukan pengelolaan secara tepat dan pastinya keberadaan HR memudahkan Anda dalam membuat keputusan penting.
Ini menjadi dukungan penting yang bisa membawa UMKM naik kelas.
Lalu apa bagaimana strategi HR untuk UMKM ini dan mengapa HR penting untuk mendukung UMKM naik kelas?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai HR untuk UMKM mulai dari pentingnya, risiko, peran, dan strateginya.
Untuk penjelasan lebih lengkapnya Anda dapat menyimak penjelasan yang ada di bawah ini:
HR untuk Dukungan UMKM Naik Kelas, Seberapa Penting?

UMKM saat ini menjadi penopang perekonomian Indonesia.
Dari data yang didapatkan dari umkm.go.id, jumlah UMKM di Indonesia pada 31 Oktober 2025 adalah 30,19 juta.
Dari besarnya jumlah UMKM ini, Tech in Asia menjelaskan bahwa UMKM ini menyumbangkan 97% dalam penyerapan tenaga kerja yang ada di Indonesia.
Ini artinya peran UMKM tidak hanya berhubungan dengan kemajuan perekonomian, namun juga berperan dalam kesejahteraan penduduk di Indonesia.
Dari tingginya persentase penyerapan tenaga kerja ini, dibutuhkan dukungan pengelolaan karyawan yang tepat agar UMKM tidak hanya berjalan di tempat, namun bisa naik kelas.
HR untuk UMKM menjadi pilihan terbaik untuk membantu UMKM dapat naik kelas melalui pengelolaan karyawan yang tepat.
Keberadaan HR ini dapat membantu memastikan setiap karyawan yang direkrut sesuai dengan kebutuhan bisnis, proses bisnis berjalan secara tertib, dan hubungan kerja dapat tetap sehat dan produktif.
Dengan cara ini, tidak hanya produktivitas karyawan yang dapat meningkat namun juga berdampak pada produktivitas UMKM.
Terlebih UMKM adalah pelaku bisnis yang sangat rentan mengalami permasalahan seperti tingginya turnover karyawan hingga kesulitan menjaga motivasi karyawan.
Dengan hadirnya HR ini bisa mendukung UMKM mengatasi setiap permasalahan yang ada dan mendorong UMKM untuk naik ke kelas yang lebih tinggi.

Baca Juga: 21 Rekomendasi Aplikasi HR Terbaik, Manfaat, dan Cara Memilih
Apa Risiko UMKM Tanpa HR?

Tanpa adanya HR, UMKM harus menghadapi berbagai risiko, yakni seperti:
1. Kesulitan Menjaga Motivasi Karyawan
Risiko yang pertama adalah kesulitan dalam menjaga motivasi karyawan.
Bisa dibilang lingkungan kerja UMKM cukup menantang dan bisa membuat karyawan merasa burnout.
Mereka berisiko mendapatkan gaji tidak layak, tidak bisa mengatur jam kerja dengan baik, di mana ini semua bisa menurunkan motivasi kerja karyawan.
Akhirnya karyawan bekerja dengan tidak semangat dan bisa berpengaruh pada produktivitas mereka.
Baca Juga: Human Resource Adalah Bagian Penting Dalam Organisasi Bisnis, Berikut Fungsinya
2. Turnover yang Tinggi
Risiko kedua adalah turnover yang tinggi.
Ini merupakan risiko yang harus didapatkan ketika UMKM tidak ada HR.
UMKM tidak memiliki pengelolaan karyawan yang tepat sehingga karyawan tidak memiliki panduan untuk bekerja.
Akhirnya karyawan merasa tidak berkembang dan memutuskan meninggalkan perusahaan demi pekerjaan yang lebih baik.
3. Manajemen Bisnis yang Buruk
Tanpa adanya HR UMKM juga harus menghadapi risiko manajemen bisnis yang buruk.
Segalanya harus dihandle oleh satu orang, termasuk dalam hal pengelolaan karyawan.
Ini membuat mereka yang menghandle tidak bisa fokus karena juga dibebani dengan tugas-tugas lainnya.
Ini tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga untuk finansial perusahaan.
Baca Juga: 10+ Rekomendasi Software HRIS Terbaik dan Terlengkap
Apa Saja Peran HR untuk UMKM?
Setelah Anda memahami risiko yang harus dihadapi UMKM tanpa adanya HR, lalu apa saja peran HR bagi UMKM?
Berikut penjelasannya untuk Anda:
1. Memberikan Dukungan Rekrutmen secara Tepat
Peran yang pertama adalah memberikan dukungan rekrutmen yang tepat.
HR membantu UMKM untuk merekrut karyawan yang tepat sesuai kebutuhan bisnis, baik dari sisi keterampilan atau budaya.
Dengan adanya rekrutmen karyawan yang tepat bisa mengurangi risiko turnover karyawan.
2. Mengelola Administrasi dan Payroll
Keberadaan HR juga memiliki peran penting dalam mengelola administrasi dan payroll.
Ini termasuk untuk pencatatan kontrak kerja, data karyawan, hingga presensi karaywan.
Meski UMKM memiliki skala yang kecil, namun UMKM harus tetap patuh pada regulasi ketenagakerjaan dan hal ini bisa dilakukan dengan adanya HR untuk UMKM.
Baca Juga: Tips Meningkatkan Produktivitas HR dalam Setiap Aspek
3. Mendukung Budaya Kerja yang Positif
Ketika UMKM memiliki turnover yang tinggi, maka bisa mengganggu stabilitas.
Meski UMKM masih memiliki tim yang kecil, namun dengan adanya HR ini UMKM bisa membangun lingkungan kerja yang positif dan bisa meningkatkan motivasi karyawan.
Tidak hanya itu, HR juga memastikan komunikasi antara pemilik dan karyawan dapat berjalan dengan baik dan loyalitas akhirnya dapat terjaga.
4. Mendukung Peningkatan Produktivitas
Peran yang terakhir adalah mendukung peningkatan produktivitas karyawan.
Ketika UMKM memiliki HR, maka UMKM dapat mengatur sistem kerja sehingga bisa membangun budaya kerja yang sehat.
Melalui pemberian pelatihan karyawan, UMKM juga bisa meningkatkan kinerja karyawan supaya lebih produktif dan juga efisien.
Baca Juga: HR Consulting: Manfaat, Jenis, dan Tips Memilihnya
Apa Saja Tantangan HR untuk UMKM?

Meski HR memiliki peran yang penting untuk UMKM, namun nyatanya mengelola SDM di tingkat UMKM ini bukan hal yang mudah.
Berikut 4 tantangan yang harus dihadapi oleh HR untuk UMKM:
1. Memiliki Sumber Daya yang Terbatas
Tidak dipungkiri bahwa UMKM masih memiliki sumber daya yang terbatas, ini juga berlaku bagi tim HR.
Ini membuat pemilik sering kali juga merangkap sebagai pengelola HR dan membuat fungsi HR tidak dapat berjalan secara optimal.
Ini dapat memberikan dampak pada keterlambatan proses administrasi dan pengelolaan karyawan.
2. Administrasi Masih Manual
UMKM masih mencatat data karyawan, presensi, hingga penggajian karyawan masih dilakukan secara manual.
Bisa menggunakan pencatatan di kertas atau Excel sederhana.
Tentu saja cara ini sangat rawan kesalahan dan juga memakan banyak waktu, khususnya ketika jumlah karyawan semakin bertambah.
Baca Juga: HR Operation: Pengertian, Tanggung Jawab, dan Tujuannya
3. Turnover yang Tinggi
Tantangan berikutnya berhubungan dengan turnover yang tinggi.
Karyawan UMKM sering kali berpindah-pindah karena mencari gaji yang lebih tinggi dan mencari benefit yang lebih baik.
Ketika UMKM memiliki turnover yang tinggi membuat UMKM harus terus melakukan rekrutmen yang tentunya menyita waktu, tenaga, dan biaya.
4. Kurang Dukungan Pelatihan
Terakhir adalah UMKM kurang memberikan dukungan untuk pelatihan dan pengembangan.
Ini karena UMKM tidak memiliki anggaran khusus untuk memberikan pelatihan karyawan.
Akibatnya, karyawan merasa kesulitan untuk mengembangkan keterampilan baru.
Baca Juga: HR Management: Pengertian, Fungsi, dan Skill yang Dibutuhkan
Strategi HR untuk UMKM di Era Digital

Untuk menghadapi tantangan yang dialami oleh UMKM, dibutuhkan strategi yang tepat bagi HR untuk UMKM.
Terlebih dengan perkembangan teknologi digital saat ini, strategi ini sangat penting agar UMKM bisa bersaing di persaingan bisnis yang ada.
1. Bangun Manajemen Sumber Daya Manusia yang Efektif
Strategi yang pertama adalah dengan membangun manajemen sumber daya manusia yang efektif.
Ini dapat dilakukan dengan memahami kebutuhan manajemen SDM sejak awal.
Pemilik UMKM harus memulainya sejak awal agar lebih mudah untuk mengelola karyawan ke depannya.
Dengan manajemen SDM yang tepat sejak awal, tim HR bisa lebih mudah untuk menjalankan peran mereka selanjutnya.
2. Mudahkan Administrasi Karyawan dengan Sistem HRIS
Untuk mendukung kemudahan administrasi, UMKM dapat mempercayakannya pada sistem HRIS.
Sistem HRIS dirancang untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan di perusahaan, termasuk untuk tingkat UMKM.
Dengan adanya HRIS ini, pengelolaan dapat dilakukan secara otomatis, mulai dari untuk pengelolaan kehadiran karyawan, pengelolaan penggajian, BPJS, PPh 21, cuti dan izin, hingga juga dukungan integrasi.
Baca Juga: 21 Rekomendasi Aplikasi HR Terbaik, Manfaat, dan Cara Memilih
3. Rekrut Karyawan sesuai Kebutuhan
Strategi berikutnya adalah dengan merekrut karyawan sesuai dengan kebutuhan.
Ini artinya jangan asal ketika merekrut kandidat hanya karena ada kandidat yang ready.
Anda wajib memilih karyawan yang benar-benar sesuai kebutuhan dari bisnis Anda, memiliki keterampilan yang relevan, dan juga dapat beradaptasi dengan ritme kerja UMKM yang serba cepat.
4. Bangun Budaya Kerja yang Positif
Terakhir adalah dengan membangun budaya kerja yang positif.
Meski UMKM masih dalam skala kecil, namun UMKM tetap bisa menciptakan budaya kerja yang sehat melalui komunikasi yang terbuka, memberikan apresiasi secara sederhana, dan ciptakan lingkungan kerja yang mendukung.
Melalui cara-cara ini Anda bisa membuat karyawan betah bekerja dan meningkatkan motivasi mereka.
Baca Juga: Apa Itu HRD: Pengertian, Manfaat, dan Tips Suksesnya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai HR untuk UMKM yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa HR untuk UMKM memiliki peranan penting untuk mendukung optomasi pengelolaan karyawan.
Meski UMKM masih dalam skala kecil, namun bukan berarti bisa mengabaikan peran penting tim HR.
Untuk mendukung kinerja HR, penting juga UMKM untuk menggunakan sistem HRIS.
Sistem HRIS merupakan teknologi yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan karyawan sehingga UMKM dapat lebih optimal mengelola karyawan.
GajiHub menjadi rekomendasi sistem HRIS terbaik yang memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.
GajiHub dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung kemudahan pengelolaan karyawan.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- 5 Gaya Kepemimpinan Era Modern, Apa Saja? - 23 January 2026
- Gaji ke-14: Ini Aturannya untuk Karyawan Swasta - 23 January 2026
- HR untuk UMKM di Era Digital: Ini Tantangan dan Strateginya - 23 January 2026