Setelah masa pandemi, banyak perusahaan yang mewajibkan karyawannya kembali ke kantor.
Itulah mengapa banyak karyawan yang harus kebali menyesuaikan kebiasaan untuk datang ke kantor.
Di tengah-tengah proses tersebut, munculah tren coffee bading.
Tren ini merupakan fenomena dalam sistem kerja hybrid, di mana karyawan datang ke kantor hanya untuk menunjukkan kehadiran, kemudian segera pulang dan melanjutkan pekerjaan dari rumah.
Biasanya, mereka hanya mampir sebentar untuk menyapa rekan kerja dan mengambil ‘kopi’. Itulah mengapa dinamakan coffee badging.
Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu coffee badging, dampak, penyebab, dan cara mengatasinya.
Apa yang Dimaksud dengan Coffee Badging?

Coffee badging adalah kebiasaan di mana karyawan datang ke kantor hanya untuk menunjukkan kehadiran, biasanya dengan minum ‘kopi’ sebentar, lalu pergi bekerja di tempat lain.
Mereka sering datang terlambat dan pulang lebih awal.
Dengan hadir sebentar di kantor, mereka tetap dianggap “hadir” meskipun sebenarnya tidak bekerja di sana sepanjang hari.
Istilah badging juga merujuk pada kebiasaan karyawan menempelkan kartu identitas hanya untuk mencatat kehadiran.
Tujuannya adalah memenuhi aturan kehadiran tanpa harus benar-benar menghabiskan banyak waktu di kantor.
Banyak perusahaan menganggap coffee badging sebagai versi modern dari presenteeism—di mana karyawan tetap datang ke kantor meskipun sakit atau tidak dalam kondisi prima, sehingga mereka hadir tetapi tidak benar-benar produktif.
Menurut laporan State of Hybrid Work dari Owl Labs, dari 2.000 pekerja yang disurvei, 58% mengaku melakukan coffee badging, sementara 8% lainnya belum mencoba tetapi tertarik melakukannya.
Hal ini menunjukkan perubahan pola pikir pekerja dan bisa menjadi tanda bahwa perusahaan perlu beradaptasi dengan tren kerja yang berkembang.
Baca Juga: Pulang Tenggo: Pengertian, Alasan, dan Manfaatnya
Mengapa Banyak Pekerja Hybrid Melakukan Coffee Badging?

Pekerja hybrid sering melakukan coffee badging untuk mengubah sistem kerja mereka menjadi lebih fleksibel, dengan lebih banyak waktu bekerja dari rumah.
Perilaku ini biasanya muncul sebagai respons terhadap kebijakan return-to-office (RTO) atau kembali ke kantor.
Menurut survei Resume Builder, 90% perusahaan berencana menerapkan kebijakan kembali ke kantor penuh pada akhir 2024.
Berikut beberapa alasan utama mengapa karyawan melakukan coffee badging:
1. Menghemat Biaya
Salah satu alasan utama adalah mengurangi pengeluaran.
Untuk bekerja di kantor mereka harus mengeluarkan biaya seperti biaya transportasi, parkir, makan, serta pengasuhan anak.
Banyak karyawan lebih memilih bekerja dari rumah untuk menghemat biaya ini.
Baca Juga: Manajemen Sistem Presensi: Manfaat, Jenis, dan Fitur Penting
2. Menghemat Waktu
Banyak pekerja memilih datang terlambat dan pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan.
Resume Builder melaporkan bahwa 85% pekerja merasa bekerja dari rumah lebih praktis, sementara 77% percaya mereka bisa menghemat biaya transportasi.
Selain itu, banyak yang merasa lebih produktif saat bekerja dari rumah.
Laporan yang sama mencatat bahwa 49% pekerja percaya kerja jarak jauh meningkatkan efisiensi mereka.
Baca Juga: Kerja Remote: Pengertian, Cara, dan Tips Efektifnya
3. Bersosialisasi dengan Rekan Kerja
Beberapa karyawan datang ke kantor hanya untuk bersosialisasi.
Mereka mampir, minum kopi, dan mengobrol dengan rekan kerja agar terlihat hadir.
Meskipun membangun hubungan kerja itu penting, jika kedatangan hanya untuk bersosialisasi tanpa benar-benar bekerja, produktivitas bisa terganggu.
4. Memprotes Kebijakan atau Budaya Kerja
Sebagian pekerja tidak setuju dengan kebijakan kembali ke kantor atau menganggap sistem kerja di kantor sudah ketinggalan zaman.
Dengan coffee badging, mereka secara diam-diam memprotes aturan kerja tradisional.
5. Tidak Nyaman dengan Lingkungan Kantor
Banyak pekerja merasa lebih nyaman bekerja dari rumah karena bisa menyesuaikan ruang kerja sesuai kebutuhan mereka.
Beberapa bahkan lebih produktif bekerja dari tempat lain seperti kafe.
Sebaliknya, kantor sering kali didesain untuk kebutuhan umum, yang bisa membuat sebagian pekerja merasa kurang cocok dan kurang termotivasi untuk bekerja di sana sepanjang hari.

6. Menghindari Stres dan Burnout
Bagi sebagian pekerja, kantor bisa menjadi lingkungan yang penuh tekanan.
Mereka mungkin merasa terbebani dengan tugas tambahan atau mengalami konflik dengan rekan kerja.
Jika kantor dianggap sebagai sumber stres, mereka akan berusaha menghabiskan waktu sesedikit mungkin di sana.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Burnout dengan Mudah dan Efektif
8. Mengikuti Tren
Seperti tren tempat kerja lainnya, coffee badging menjadi fenomena yang viral.
Di media sosial seperti TikTok, banyak video yang membahas tren ini dan mendapatkan ribuan penonton.
Mirip dengan fenomena quiet quitting, banyak orang mendukung coffee badging, bahkan beberapa artikel dan video merekomendasikannya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan return to the office.
Baca Juga: Underperformance Karyawan: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Apa Dampak dari Coffee Badging?

Saat perusahaan tidak sejalan dengan preferensi karyawan mengenai tempat kerja, berbagai dampak negatif bisa muncul.
Berikut beberapa dampak coffee badging terhadap bisnis, terutama jika dilakukan hanya sekadar formalitas.
1. Mengurangi Kepercayaan Manajer
Jika manajer menyadari bahwa karyawan datang ke kantor hanya untuk absen tanpa benar-benar bekerja, mereka bisa mulai meragukan komitmen dan produktivitas tim.
Hal ini bisa memperburuk masalah kepercayaan, terutama dalam kerja jarak jauh, di mana manajer mungkin semakin curiga terhadap etos kerja karyawan mereka.
2. Menurunkan Produktivitas
Coffee badging membuat karyawan menghabiskan waktu untuk perjalanan ke kantor hanya demi hadir sebentar.
Padahal, waktu tersebut bisa digunakan untuk bekerja lebih fokus atau berkoordinasi dengan tim melalui pertemuan virtual.
Sering berpindah tempat dalam waktu singkat juga dapat mengganggu alur kerja dan konsentrasi, meningkatkan risiko kesalahan.
Selain itu, karena karyawan datang dan pergi sesuka hati, peluang untuk bertemu dan berkolaborasi dengan rekan kerja pun berkurang.
3. Memboroskan Biaya
Semakin banyak karyawan hybrid yang melakukan coffee badging, semakin besar biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk fasilitas kantor yang jarang digunakan.
Dalam jangka panjang, perusahaan bisa mempertimbangkan apakah mempertahankan kantor besar masih layak secara finansial.
Baca Juga: WFA dan WFO, Mana yang Lebih Baik?
Bagaimana Cara Mengenali Tanda-tanda Coffee Badging?

Tergantung pada ukuran perusahaan, coffee badging bisa sulit dideteksi.
Banyak karyawan yang melakukan ini mengandalkan kesibukan manajer atau besarnya tim untuk menyembunyikan kebiasaan mereka.
Jika Anda ingin mengetahui apakah ada coffee badging di tempat kerja, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Mengecek Catatan Kehadiran
Cara paling mudah adalah dengan melihat catatan absensi.
Log kehadiran mencatat kapan karyawan masuk dan keluar kantor.
Anda bisa memantau apakah mereka benar-benar bekerja di kantor sepanjang hari setelah mencatat kehadiran.
Namun, metode ini kurang efektif jika perusahaan tidak memiliki sistem absensi atau jika karyawan tidak mencatat waktu keluar mereka.
2. Kunjungan Mendadak ke Kantor
Karena coffee badging berarti hanya hadir sebentar di kantor, manajer bisa mengecek kehadiran dengan datang langsung ke ruang kerja karyawan secara acak.
Bisa juga dengan meminta mereka mampir ke ruang manajer untuk memastikan mereka tetap di kantor.
Agar lebih efektif, cara ini sebaiknya dilakukan di waktu yang berbeda dan untuk berbagai karyawan.
Tapi kekurangannya, manajer harus meluangkan lebih banyak waktu untuk pengecekan.
3. Memantau Penggunaan Alat Kerja Jarak Jauh
Jika perusahaan menggunakan sistem remote working, Anda bisa melihat apakah ada karyawan yang lebih sering login dari luar kantor atau lebih banyak berkomunikasi secara digital dibandingkan berbicara langsung.
Jika ada perbedaan mencolok antara waktu kerja di kantor dan penggunaan alat kerja jarak jauh, ini bisa menjadi tanda adanya coffee badging.
Baca Juga: 10 Jenis Pelanggaran Karyawan dan Cara Menyikapinya

4. Feedback dari Rekan Kerja
Manajer yang sibuk mungkin tidak bisa selalu mengawasi karyawan.
Dalam hal ini, meminta rekan kerja untuk saling mengawasi bisa membantu.
Misalnya, karyawan yang berbagi ruang kerja mungkin menyadari jika ada rekan yang sering pergi lebih awal dan bisa melaporkannya ke manajemen.
Agar lebih nyaman, perusahaan juga bisa menyediakan jalur pelaporan anonim bagi karyawan.
Baca Juga: 15 Contoh Feedback dan Jenis-Jenisnya
5. Mengadakan Survei Anonim
Coffee badging sering kali terjadi karena ada masalah yang lebih besar di kantor, seperti ketidakpuasan terhadap kebijakan atau lingkungan kerja.
Mengadakan survei anonim bisa membantu perusahaan memahami alasan di balik perilaku ini.
Jika banyak karyawan merasa tidak nyaman di kantor, perusahaan bisa mengambil langkah perbaikan sebelum masalah semakin meluas.
Baca Juga: 35 Contoh Pertanyaan Employee Engagement Survey dan Tipsnya
Bagaimana Cara Mengatasi Coffee Badging?

Berikut beberapa cara untuk mengatasi dan mencegah coffee badging di tempat kerja:
1. Beri Kompensasi untuk Biaya Tambahan
Salah satu alasan utama karyawan melakukan coffee badging adalah untuk menghemat biaya, seperti transportasi, makan, atau penitipan anak.
Jika perusahaan ingin kebijakan RTO berjalan efektif, pertimbangkan untuk meringankan beban finansial mereka.
Tips
- Naikkan gaji karyawan untuk menutupi biaya tambahan seperti bensin atau transportasi.
- Berikan subsidi untuk penitipan anak, hewan peliharaan, atau perawatan orang tua.
- Sediakan layanan pendukung di kantor, seperti daycare atau fasilitas transportasi bersama.
2. Beri Contoh yang Baik
Pemimpin harus menjadi teladan dalam menerapkan kebijakan return to the office.
Jika manajer atau atasan sering datang terlambat atau pulang lebih awal, karyawan bisa menganggap hal tersebut wajar.
Tips
- Pastikan manajer dan pimpinan juga hadir di kantor sesuai kebijakan yang berlaku.
- Tunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan kantor agar karyawan merasa kehadiran mereka penting.
- Hindari memberikan kesan bahwa kerja di kantor hanya formalitas tanpa tujuan jelas.
3. Tawarkan Jadwal Kerja yang Fleksibel
Kebijakan kembali ke kantor yang terlalu kaku bisa membuat karyawan merasa terpaksa datang ke kantor, yang akhirnya mendorong mereka untuk melakukan coffee badging.
Memberikan fleksibilitas dapat meningkatkan kepuasan kerja.
Tips
- Izinkan karyawan memilih hari kerja di kantor sesuai dengan jadwal yang mereka rasa paling efektif.
- Pertimbangkan sistem kerja hybrid dengan beberapa karyawan tetap bekerja dari rumah.
- Uji coba sistem kerja 4 hari seminggu untuk memberi karyawan lebih banyak keseimbangan hidup dan kerja.
Baca Juga: Jam Kerja Fleksibel: Pengertian, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangannya

4. Buat Kantor Lebih Nyaman dan Menarik
Banyak karyawan lebih suka bekerja dari rumah karena merasa lebih nyaman.
Jika kantor menawarkan lingkungan yang menyenangkan, mereka akan lebih termotivasi untuk bekerja dari sana.
Tips
- Sediakan fasilitas seperti camilan, minuman gratis, atau makan siang bersama.
- Investasikan dalam kenyamanan, seperti kursi ergonomis dan ruang kerja yang lebih estetis.
- Libatkan karyawan dalam perbaikan kantor dengan menanyakan fasilitas apa yang mereka butuhkan.
5. Adakan Kegiatan dan Acara di Kantor
Kantor yang hanya menjadi tempat kerja bisa terasa membosankan. Dengan mengadakan acara atau aktivitas, karyawan akan lebih antusias untuk datang.
Tips
- Selenggarakan acara sosial seperti outing, perayaan ulang tahun, atau sesi team building.
- Buat agenda mingguan yang melibatkan interaksi antar-karyawan untuk mempererat hubungan tim.
- Dorong budaya kerja yang lebih santai dengan sesi break bersama atau permainan ringan di kantor.
Baca Juga: Employee Gathering: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya
6. Berikan Penghargaan bagi Karyawan yang Rajin ke Kantor
Memberikan insentif bagi karyawan yang disiplin dalam mengikuti kebijakan kembali ke kantor bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi coffee badging.
Tips
- Adakan kompetisi kehadiran dengan hadiah bagi karyawan yang paling konsisten hadir di kantor.
- Berikan fasilitas eksklusif, seperti tempat parkir prioritas atau area kerja premium.
- Apresiasi secara terbuka karyawan yang berkomitmen terhadap kebijakan kantor.
7. Fokus pada Hasil, Bukan Sekadar Kehadiran
Daripada hanya menekankan kehadiran fisik di kantor, perusahaan sebaiknya lebih fokus pada pencapaian dan produktivitas karyawan.
Tips
- Tetapkan target yang jelas untuk setiap karyawan dan ukur berdasarkan hasil, bukan sekadar kehadiran.
- Beri ruang bagi karyawan untuk bekerja dengan cara yang paling produktif bagi mereka.
- Bangun budaya kerja berbasis kepercayaan agar karyawan tetap bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Baca Juga: 20 Ide Kreatif Penghargaan Pegawai dan Strateginya
Kesimpulan
Berdasarkan artikel di atas, dapat dipahami bahwa coffee badging adalah fenomena di mana karyawan datang ke kantor hanya sebentar untuk presensi, lalu kembali bekerja dari tempat lain.
Tren ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan kembali ke kantor yang dianggap kurang fleksibel oleh karyawan.
Alasan utama karyawan melakukan coffee badging termasuk menghemat biaya, waktu, dan menghindari stres di kantor.
Namun, kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada produktivitas, kepercayaan manajer, dan biaya operasional perusahaan.
Untuk mengatasi coffee badging, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan fleksibel, serta memperjelas kebijakan.
Anda juga perlu memberikan kompensasi tambahan, jadwal kerja yang fleksibel, dan fokus pada hasil kerja.
Dengan memahami kebutuhan karyawan dan menyesuaikan kebijakan, perusahaan dapat mengurangi coffee badging sekaligus meningkatkan kepuasan dan produktivitas kerja.
Dalam mencegah fenomena ini terjadi di kantor Anda, Anda juga dapat mempertimbangkan penggunaan software HRIS dari GajiHub.
Melalui software ini, Anda dapat memantau kehadiran karyawan, termasuk jam clock in dan clock out mereka.
GajiHub juga memberikan 30 laporan performa karyawan yang bisa Anda gunakan untuk melakukan performance management.
Jika pada laporan tersebut ditemukan tanda-tanda coffee badging, maka Anda dapat langsung menyusun strategi untuk mencegahnya.
Tertarik mencoba? Kunjungi tautan ini dan dapatkan coba gratis hingga 14 hari.
- Contoh dan Cara Membuat Laporan Pertanggungjawaban - 28 March 2025
- Cara Menghitung Metrik Presentase Karyawan - 27 March 2025
- 10 Rekomendasi Website Test Kepribadian Online dan Tipsnya - 27 March 2025