Konveksi hingga saat ini masih menjadi industri yang memberikan banyak peluang kerja.
Ini dipengaruhi karena tingginya permintaan pasar hingga dalam konveksi, ada bagian yang membutuhkan tenaga kerja.
Mulai dari tukang jahit, membuang benang, operator mesin, hingga bagian obras.
Buat Anda yang tertarik untuk bekerja di industri konveksi, salah satu informasi penting adalah gaji yang dimilikinya.
Kira-kira berapa gaji kerja konveksi ini dan apa saja skill yang dibutuhkan untuk bekerja di konveksi ini?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai gaji kerja konveksi, termasuk skill yang dibutuhkan dan cara mendapatkan pekerjaan di bagian konveksi ini.
Untuk penjelasan lebih lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Berapa Gaji Kerja Konveksi?

Pekerja konveksi merupakan mereka yang turut terlibat dalam proses produksi pakaian, mulai dari tahapan awal hingga tahap finishing.
Setiap pekerja konveksi ini memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda disesuaikan dengan keahlian yang mereka miliki.
Secara umum, posisi yang ada di dunia konveksi di antaranya penjahit, pemotong kain, penyablon atau operator printing, pembuang benang, operator obras dan overdeck, hingga quality control.
Tentunya setiap posisi ini memiliki peran yang berbeda-beda, misalnya penjahit bertanggung jawab memastikan setiap potongan tersambung rapi sesuai pola yang ada.
Sedangkan pemotong kain harus dapat memotong dengan akurat agar tidak terjadi pemborosan kain.
Lalu berapa gaji yang dimiliki oleh pekerja konveksi ini?
Dari situs Jobstreet, seorang pekerja konveksi di Jakarta memiliki gaji antara Rp3.330.000 hingga Rp4.050.000 per bulan.
Sedangkan dari situs Glints, dari lowongan kerja yang ada, gaji kerja konveksi dapat berbeda-beda disesuaikan dengan posisi dan lokasi kerja.
Misalnya finishing konveksi di Sleman, DIY, memiliki penawaran gaji Rp2.000.000 hingga Rp2.500.000 per bulan.
Masih di Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Bantul, untuk posisi customer service konveksi mendapatkan gaji antara Rp1.800.000 hingga Rp2.700.000 per bulan.
Di Bogor untuk posisi supervisor produksi konveksi mendapatkan penawaran gaji antara Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan.
Sedangkan di Gresik, Jawa Timur untuk posisi staf PPIC konveksi mendapatkan penawaran gaji antara Rp4.000.000 hingga Rp5.000.000 per bulan.
Dari perbedaan-perbedaan penawaran gaji ini dapat diketahui bahwa posisi hingga lokasi berpengaruh pada gaji yang didapatkan pekerja konveksi.

Baca Juga: Gaji Pabrik Garmen: Ini Komponen dan Contoh Slip Gajinya
Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Gaji Kerja Konveksi?
Seperti pembahasan sebelumnya diketahui bahwa gaji kerja konveksi dapat berbeda antara satu pekerja dengan pekerja lainnya.
Jadi, ketika Anda ingin mencari tahu mengenai gaji konveksi, penting untuk memahami faktor-faktor yang berpengaruh pada gaji mereka ini.
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi gaji pekerja konveksi:
1. Posisi
Dalam industri konveksi ada berbagai posisi di dalamnya, mulai dari penjahit, pemotong kain, penyablon atau operator printing, pembuang benang, operator obras dan overdeck, hingga quality control.
Setiap posisi ini memiliki gaji yang berbeda-beda tergantung tingkat kesulitan yang dimiliki.
Terlebih untuk posisi yang membutuhkan skill khusus seperti operator mesin hingga penjahit tentunya memiliki gaji yang lebih tinggi dibandingkan bagian pemotong kain.
2. Lokasi Kerja
Lokasi kerja berpengaruh pada standar upah yang digunakan oleh industri konveksi.
Setiap daerah memiliki standar upah yang berbeda-beda disesuaikan dengan ketentuan UMK yang ada.
Misalnya pekerja konveksi yang kerja di kawasan industri seperti Cikarang tentunya memiliki gaji yang lebih tinggi dibandingkan di Bantul, DIY.
Baca Juga: Berapa Gaji Teknisi Pabrik? Intip Rata-Ratanya Berikut Ini
3. Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja juga menjadi faktor penting yang berpengaruh pada gaji yang didapatkan pekerja konveksi.
Semakin tinggi pengalaman kerja yang dimiliki, maka semakin tinggi pula gaji yang bisa didapatkan.
Ini karena semakin tinggi pengalaman kerja, maka semakin mahir seseorang dalam bekerja dan ini harus dihargai melalui pemberian gaji yang sesuai.
4. Sistem Upah
Dalam industri konveksi, ada berbagai jenis sistem yang digunakan, mulai dari bulanan, mingguan, harian, hingga borongan.
Sistem yang digunakan ini juga berpengaruh pada gaji yang didapatkan.
Sistem upah borongan sering memberikan gaji lebih tinggi dibandingkan dengan sistem upah lainnya.
5. Jenis Produk
Terakhir adalah jenis produk yang dimiliki oleh industri konveksi ini.
Jenis produk dengan tingkat kesulitan yang tinggi tentunya memiliki gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan kesulitan di bawahnya.
Misalnya pada konveksi kebaya, jas, hingga pakaian ekspor dibandingkan dengan kaos oblong ataupun daster.
Baca Juga: Jobdesk Teknisi Pabrik, Skill Penting, Hingga Kisaran Gajinya
Apa Saja Skill yang Dibutuhkan untuk Kerja Konveksi?

Untuk mendukung pekerjaan di bagian konveksi, dibutuhkan skill yang mumpuni.
Semakin banyak skill yang dikuasai tentunya semakin besar gaji yang bisa didapatkan.
Berikut skill-skill yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan di industri konveksi:
1. Menjahit Cepat
Skill pertama yang dapat menunjang pekerjaan di industri konveksi adalah menjahit cepat.
Kemampuan menjahit cepat ini sangat penting dimiliki, khususnya bagi konveksi yang menggunakan sistem borongan atau perhitungan dilakukan dari kuantitas.
Semakin cepat seseorang dalam menjahit pakaian, semakin banyak pekerjaan yang bisa dilakukan atau diselesaikan.
2. Membuat Pola
Menjahit berhubungan dengan membuat pola dan ini menjadi bagian yang cukup sulit.
Untuk membuat sebuah pakaian, penjahit harus membuat pola terlebih dahulu sebagai dasar acuan.
Semakin mahir seseorang dalam membuat pola, maka semakin berkualitas pekerjaan yang dimiliki.
3. Mengoperasikan Mesin Obras
Selain menjahit, dalam produksi pakaian juga dibutuhkan obras.
Obras ini merupakan bagian yang dilakukan untuk merapikan dan mengunci bagian tepi jahitan.
Obras ini menggunakan mesin dan memiliki kemampuan dalam mengoperasikan mesin obras menjadi skill penting yang menunjang pekerjaan di industri ini.
Baca Juga: 6 Cara Menentukan Gaji Manager dan Besarannya
4. Quality Control Pakaian
Setiap pakaian yang diproduksi harus melalui kontrol kualitas agar ketika sampai di tangan konsumen dapat memuaskan.
Di sini quality control memiliki peran penting untuk memastikan setiap pakaian yang diproduksi telah memenuhi standar yang ada.
Tanpa adanya quality control, maka risiko produksi dapat semakin besar dan ini dapat berpengaruh pada kepuasan konsumen.
5. Cutting Bahan
Selain membuat pola, skill penting yang dibutuhkan di industri konveksi adalah cutting bahan.
Setelah pola dibuat, selanjutnya adalah dilakukan pemotongan bahan.
Dalam memotong bahan ini tentunya tidak bisa dilakukan secara asal namun harus memperhatikan kerapian dan kesesuaian dengan pola.
Tanpa kemampuan cutting bahan yang baik, maka bisa terjadi kesalahan dalam pemotongan hingga pemborosan bahan.
6. Finishing
Sebelum pakaian dipacking, hasil dari jahitan harus dilakukan finishing.
Finishing ini dilakukan dengan pengecekan kualitas dan pembuangan benang-benang yang masih ada di pakaian.
Ini juga menjadi skill yang penting karena dibutuhkan ketelitian dalam pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Tren Gaji Sektor Manufaktur di Indonesia pada Tahun 2025
Lembur pada Kerja Konveksi

Ketika bekerja di industri konveksi, maka ada kesempatan untuk mendapatkan tambahan gaji dari lembur.
Lembur pada konveksi dilakukan ketika terjadi peningkatan pemesanan yakni biasanya dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini:
1. Menjelang Hari Raya
Pesanan konveksi dapat meningkat menjelang hari raya, bahkan beberapa bulan sebelumnya.
Ini karena setiap menjelang hari raya, orang-orang membeli pakaian baru untuk digunakan di hari raya ini.
Ini membuat pekerja konveksi harus lembur untuk memenuhi pemesanan yang ada.
2. Musim Seragam Sekolah
Konveksi juga berhubungan dengan produksi seragam sekolah.
Ketika musim seragam sekolah yakni bertepatan dengan tahun ajaran baru, maka pesanan seragam sekolah dapat meningkat.
Untuk memenuhi pesanan ini, pekerja konveksi harus lembur.
3. Produksi Ekspor
Lembur juga sering dilakukan ketika ada kebutuhan untuk ekspor.
Biasanya ketika ada pesanan ekspor, maka kualitas sangat diperhatikan dan biasanya pesanannya juga dalam skala besar.
Ini akhirnya membuat pekerja konveksi harus lembur.
4. Order untuk Partai Besar
Terakhir adalah ketika ada pesanan untuk partai besar.
Misalnya ketika ada event tertentu, seperti saat menjelang pemilu atau terdapat acara besar.
Karena adanya order dalam jumlah yang besar, maka untuk memenuhinya pekerja akan melakukan lembur.
Untuk perhitungan lembur, pastikan dilakukan secara tepat karena perhitungan lembur ini berbeda dengan perhitungan gaji biasanya.
Anda dapat menghitung lembur karyawan secara tepat melalui kalkulator lembur ini.
Baca Juga: General Manager Adalah? Ini Tugas, Skill Penting, dan Gajinya
Apa Perbedaan Konveksi dan Garmen?

Ketika membahas industri pakaian, maka yang muncul adalah konveksi dan garmen.
Nah, apa sih perbedaan antara konveksi dan garmen ini?
1. Dari Minimal Pemesanan
Dari minimal pemesanan antara konveksi dan garmen ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Konveksi memiliki minimal pemesanan yang lebih kecil dibandingkan garmen.
Bahkan konveksi dapat melakukan pesanan dengan puluhan pcs saja, sedangkan garmen harus dalam skala yang besar.
2. Kepemilikan
Dari segi kepemilikan juga berbeda antara konveksi dan garmen.
Perusahaan konveksi dimiliki oleh individu, di mana ini membuat konveksi dapat menerima pesanan dalam jumlah yang kecil.
Sedangkan untuk garmen memiliki sistem pemilikan yang tidak hanya oleh satu individu namun dari manajer-manajer yang membentuk struktur manajerial yang terstruktur.
Ini membuat perusahaan garmen memiliki kelebihan dalam pembagian tugas, hingga dapat mengurangi risiko kesalahan.
3. Jumlah Karyawan
Dalam jumlah karyawan antara perusahaan konveksi dan garmen juga memiliki perbedaan.
Untuk perusahaan konveksi memiliki jumlah karyawan yang lebih sedikit dibandingkan perusahaan garmen.
Konveksi dapat memiliki karyawan di bawah 50, sedangkan pada garmen dapat memiliki ratusan bahkan ribuan karyawan.
Baca Juga: Kisaran Gaji Pekerja Tambang dan Faktor yang Memengaruhinya
4. Kualitas Produksi
Dari bagian kualitas produksi antara konveksi dan garmen juga memiliki perbedaan.
Pada garmen, setiap produksi yang dilakukan dikontrol secara ketat.
Garmen juga memiliki banyak karyawan yang berperan di posisi mereka masing-masing.
Sedangkan pada konveksi kontrol kualitas belum dilakukan sebaik garmen karena jumlah karyawan yang dimiliki juga belum sebanyak garmen.
5. Peralatan
Pada konveksi karena jumlah produksi yang masih dalam skala kecil, maka peralatan yang dimiliki juga masih sederhana.
Sedangkan pada garmen, peralatan yang digunakan lebih canggih dan dengan jumlah yang sangat banyak.
6. Target Pasar
Dalam hal target pasar antara konveksi dan garmen juga berbeda.
Konveksi menargetkan pasar dengan skala yang lebih kecil dibandingkan garmen, misalnya dari komunitas, organisasi, hingga bisnis kecil dan menengah.
Sedangkan garmen memiliki target pasar yang lebih besar dan luas, di mana mereka bisa menargetnya perusahaan untuk skala besar.
Baca Juga: Helper Gudang: Tugas, Skill Penting, Syarat, dan Kisaran Gajinya
Bagaimana Mendapatkan Pekerjaan di Konveksi?
Lalu bagaimana cara mendapatkan pekerjaan di industri konveksi?
Berikut informasinya untuk Anda:
1. Siapkan CV Sederhana
Cara pertama adalah dengan menyiapkan CV sederhana, sejak Anda mulai ingin melamar kerja.
Untuk membuat CV sederhana, Anda dapat mengikuti cara membuat CV ini dan pastikan Anda menyesuaikan dengan kebutuhan Anda yakni melamar kerja di industri konveksi.
2. Tunjukan Pengalaman yang Relevan
Untuk mendapatkan pekerjaan di bidang ini juga penting untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki pengalaman yang relevan.
Dengan pengalaman yang relevan ini dapat meningkatkan peluang Anda diterima bekerja.
3. Ikuti Tes Praktik Menjahit
Untuk mendukung kualifikasi Anda, Anda dapat mengikuti tes praktik menjahit atau kursus menjahit.
Dari tes ini nantinya Anda bisa mendapatkan sertifikat menjahit yang dapat digunakan untuk melamar kerja.
4. Kuasai Mesin Jahit Industri
Karena mesin jahit industri berbeda dengan mesin jahit biasanya, maka jika Anda ingin bekerja di industri, Anda harus menguasai mesin jahit ini.
Salah satu caranya adalah dengan mengikuti pelatihan untuk mesin jahit industri.
5. Cari Lowongan Konveksi
Terakhir adalah mulai mencari lowongan kerja di bidang ini.
Anda dapat mencari lowongan ini secara online baik dari platform lowongan kerja ataupun dari social media.
Baca Juga: Lulusan SMA kerja Apa? Ini 15 Rekomendasinya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai gaji kerja konveksi yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa gaji kerja konveksi dapat berbeda-beda sesuai dengan posisi, pengalaman kerja, dan juga lokasi kerja.
Untuk di Indonesia, rata-rata gaji kerja konveksi ada di angka Rp3.330.000 hingga Rp4.050.000 per bulan.
Untuk memudahkan pengelolaan penggajian di industri konveksi, gunakan software payroll dari GajiHub.
GajiHub merupakan software absensi dan aplikasi payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Gaji Guru Bimbel di Indonesia Tahun 2026 - 15 May 2026
- Berapa Gaji Kerja Konveksi dan Skill yang Dibutuhkan - 15 May 2026
- Data Karyawan Perusahaan: Jenis dan Contohnya - 14 May 2026