Ketika membahas mengenai dunia kerja, salah satu bidang yang saat ini memiliki peluang yang bagus adalah industri kreatif.
Industri kreatif ini menjadi salah satu industri yang banyak dilirik oleh anak muda.
Hal ini dikarenakan di industri ini, anak mudah memiliki kesempatan untuk menuangkan ide dan gagasan yang mereka miliki sesuai minat dan passion mereka.
Belum lagi luasnya kesempatan bagi anak muda untuk bekerja di bidang ini menjadi alasan selanjutnya mereka memilihnya.
Misalnya mereka bisa bekerja secara full time di perusahaan namun selain itu mereka juga tetap bisa freelance di luar jam kerja.
Dengan tingginya peluang ini, tidak heran jika dari laporan Kemenperin disebutkan kinerja ekspor industri kreatif pada triwulan ketiga tahun 2023 mencapai USD17,4 miliar.
Nah, apakah Anda termasuk salah satu pelaku industri kreatif ini atau Anda memiliki ketertarikan dengan industri ini?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai industri kreatif mulai dari pengertiannya, jenis-jenis, contoh, dan juga karakteristiknya.
Yuk simak penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:
Apa yang Dimaksud dengan Industri Kreatif?

Industri kreatif merupakan sektor ekonomi yang fokus pada menciptakan barang atau jasa dengan basis kreativitas, keahlian, dan juga inovasi.
Hasil dari industri ini memiliki nilai tambah tinggi karena berdasarkan kekuatan ide-ide orisinal dan bakat dari seseorang atau kelompok.
Karena memiliki keleluasaan untuk eksplor ide yang dimiliki, membuat industri ini banyak diminati oleh anak muda.
Tidak hanya sebagai media mengekspresikan minat dan bakat, industri ini juga menjadi cara bagi anak muda untuk mendapatkan penghasilan.
Di Indonesia sendiri, industri kreatif memiliki peluang yang sangat baik.
Sesuai dengan laporan dari Kumparan, pada tahun 2018 industri kreatif di Indonesia telah menyumbang 852 triliun rupiah atau setara dengan 7,3% dari total PDB di Indonesia.
Tentunya ini angka yang besar dan menjadi alasan yang sangat masuk akal mengapa banyak anak mudah berminat dengan industri ini.

Baca Juga: Perbedaan Kreatif dan Inovatif + Tips Mengembangkannya
Apa Saja Jenis-Jenis Industri Kreatif?

Ketika membahas mengenai industri kreatif ini, pastinya tidak bisa dipisahkan dari jenis-jenis yang dimilikinya.
Berikut jenis-jenis dari industri kreatif yang penting untuk Anda ketahui:
1. Desain
Jenis yang pertama adalah desain di mana ini juga terdiri dari berbagai bidang di dalamnya, mulai dari desain grafis, desain produk, desain interior, dan juga fashion.
Seorang desainer bertugas menciptakan solusi dalam bentuk visual atau fisik yang estetik dan fungsional sesuai dengan kebutuhan klien.
Buat Anda yang tertarik untuk bekerja di bidang desain ini, peluang kerja di bidang ini sangat terbuka lebar.
Ada banyak industri yang membutuhkan jasa desainer untuk setiap kebutuhan mereka, mulai dari desain produk, membuat logo perusahaan, hingga berkaitan dengan desain tata ruang.
Selain berkaitan dengan estetika, desain juga berkaitan dengan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna.
Baca Juga: 9 Prospek Kerja di Bidang Desain, Jobdesk, dan Gajinya
2. Musik
Musik menjadi jenis industri kreatif yang memiliki peran besar dalam budaya populer.
Melalui musik ini individu atau kelompok dapat mengekspresikan diri mereka.
Dalam industri musik ini cakupannya terdiri dari penciptaan, produksi, hingga distribusi karyawan musik.
Di dalamnya tidak hanya terdiri dari musisi, tetapi juga ada produser, penulis lagu, teknisi rekaman, hingga manager artis.
Seiring dengan perkembangan teknologi, musik kini dapat dinikmati di platform digital sehingga memudahkan untuk menjangkau audiens secara global.
3. Seni Rupa
Seni rupa di dalamnya terdiri dari seni lukis, patung, grafis, instalasi, hingga seni digital.
Industri seni rupa ini mengedepankan kemampuan seniman dalam mengekspresikan diri dan emosi melalui media visual.
Seni rupa ini memiliki nilai estetika yang tinggi dan sering menjadi bagian dari investasi jangka panjang.
Seniman memamerkan dan menjual karya-karya mereka memiliki pameran barang seni, galeri, hingga melalui platform online.
Baca Juga: White Collar: Arti, Skill Penting, Kelebihan, dan Contoh Pekerjaan
4. Film dan Video
Industri film dan video menjadi industri yang terus mengalami perkembangan seiring dengan peningkatan permintaan konten visual.
Di dalam film dan video ini terdiri dari produksi film, dokumenter, iklan video, hingga konten digital di YouTube atau media sosial.
Ada berbagai karier di bidang ini seperti sutradara, penulis skenario, editor video, hingga produser.
5. Kuliner
Kuliner merupakan industri yang berhubungan dengan makanan dan juga minuman di mana di dalamnya terdiri dari proses produksi, penyajian, hingga inovasi menu.
Kreativitas dibutuhkan di industri ini untuk menciptakan rasa baru, mengemas produk, hingga menghadirkan pengalaman menikmati makanan secara unik.
Baca Juga: 20 Rekomendasi Pekerjaan Online dan Cara Mendapatkannya
6. Penulisan
Penulisan terdiri dari penulisan novel, cerpen, puisi, skenario, hingga konten digital.
Di sini penulis dapat mengekspresikan ide dan cerita mereka.
Selain itu, seiring dengan perkembangan platform online, penulis bisa mempublikasi karyawan mereka secara mandiri baik melalui blog ataupun e-book.
Dalam industri penulisan ini, karier yang dapat diambil di antaranya copywriting, jurnalisme, dan juga pembuatan konten pemasaran.
7. Periklanan
Periklanan merupakan industri yang menggabungkan seni, psikologi, dan strategi bisnis dengan tujuan promosi produk atau jasa.
Di sini tidak hanya berkaitan dengan pembuatan iklan visual dan audio, tetapi juga berkaitan dengan strategi pemasaran yang kompleks.
Di industri ini kreativitas memegang peranan penting untuk bisa menarik perhatian dari custumer.
Jadi, iklan yang sukses adalah iklan yang dapat meningkatkan penjualan sekaligus membangun citra positif perusahaan atau brand.
Baca Juga: Job Title: Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Job Position
Apa Saja Contoh Profesi di Industri Kreatif?

Setelah Anda memahami jenis-jenis dari industri ini, berikut 10 contoh profesi di bidang industri kreatif yang dapat menjadi pilihan Anda:
1. Penulis Novel
Penulis novel merupakan profesi di mana mereka bekerja menulis cerita fiksi dengan tujuan utama menghibur pembaca.
Profesi ini sangat cocok buat Anda yang memang memiliki minat dalam penulisan fiksi atau cerita.
Dengan perkembangan industri kreatif saat ini, penulis novel tidak hanya bisa menerbitkan novel dalam bentuk cetak tetapi juga dalam bentuk digital.
Sebagai penulis novel, Anda bisa mendapatkan penghasilan dari penjualan buku atau tulisan di platform online, mulai dari Rp500 ribu hingga puluhan juta Rupiah.
2. Desainer Grafis
Desainer grafis memiliki tugas utama untuk menciptakan visual untuk berbagai kebutuhan, dari iklan hingga untuk branding.
Dalam pekerjaannya, desainer grafis menggunakan perangkat lunak desain seperti Adobe Photoshop atau Adobe Illustrator.
Untuk gaji desainer grafis ini bervariasi, mulai dari Rp4.170.000 hingga Rp6.250.000 yang disesuaikan dengan pengalaman dan portofolio yang dimiliki.
Baca Juga: Berapa Gaji Motion Desainer? Cek Kisarannya Berikut Ini
3. Video Editor
Seorang video editor bekerja dengan membuat dan mengedit video untuk berbagai kebutuhan, mulai dari film, iklan, hingga konten media sosial.
Keterampilan teknis sangat dibutuhkan untuk pekerjaan ini, termasuk terkait penggunaan kamera dan juga software editing, seperti Adobe Premiere atau Final Cut Pro.
Untuk gajinya juga bervariasi, mulai dari Rp3.500.000 hingga Rp6.000.000.
4. Animator
Animator memiliki tugas utama untuk membuat gambar bergerak, baik dalam bentuk 2D atau 3D yang digunakan untuk kebutuhan film, video game, atau iklan.
Prospek yang dimiliki cukup luas, khususnya di sektor hiburan dan juga media digital.
Untuk gajinya, animator bisa mendapatkan gaji mulai dari Rp7 juta hingga Rp20 juta per bulan.
Baca Juga: Apa Itu Profesi dan Perbedaannya dengan Pekerjaan
5. Content Writer
Content writer merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan penulisan konten digital yang bertujuan untuk pemasaran produk.
Untuk gaji yang dimilikinya dapat berbeda-beda yakni berkisar antara Rp2 juta hingga Rp10 juta tergantung di mana ia bekerja.
6. Fotografer
Fotografer memiliki tugas utama untuk mengabadikan momen melalui kamera baik untuk kebutuhan pribadi, bisnis, ataupun seni.
Gaji yang dimiliki pekerjaan ini dapat bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta.
Baca Juga: Berapa Gaji Copywriter di Indonesia? Berikut Rata-ratanya
7. Web Developer
Web developer merupakan profesi yang berkaitan dengan pengembangan situs web, baik dari segi tampilan ataupun fungsional.
Gaji yang dimiliki seorang web developer berkisar antara Rp8 juta hingga Rp20 juta sesuai dengan kemampuan dan di mana mereka bekerja.
8. Content Creator
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan media sosial membuat banyak peluang pekerjaan terbuka, termasuk untuk pekerjaan content creator.
Mereka biasanya membuat konten di berbagai platform media sosial, mulai dari Instagram, TikTok, hingga YouTube.
Gaji yang dimiliki juga dapat bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga puluhan juta rupiah per bulan.
Baca Juga: Jobdesk Copywriter: Jenis, Gaji, Cara, dan Skill yang Dibutuhkan
9. Fashion Designer
Seorang fashion desainer bekerja dengan merancang pakaian atau aksesori yang dapat menarik pasar.
Untuk gajinya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp20 juta.
10. Arsitek
Arsitek merupakan profesi yang ada di balik pembangunan gedung atau perusahaan.
Mereka bertugas merancang bangunan dan tata letak ruang yang fungsional dan juga estetik.
Untuk gaji yang dimilikinya berkisar antara Rp10 juta hingga Rp30 juta.
Baca Juga: 5 Cara Membuat Portofolio yang Menarik, Apa Saja?
Bagaimana Karakteristik Industri Kreatif?

Sebelum Anda memutuskan untuk terjun ke industri kreatif ini, penting bagi Anda untuk memahami karakteristiknya.
Berikut 4 karakteristik yang dimiliki oleh industri kreatif:
1. Suasana Kerja yang Santai dan Menyenangkan
Industri kreatif identik dengan suasana kerja yang santai dan juga menyenangkan.
Biasanya ini dapat dilihat dari interior kantor yang unik dan juga memanjakan mata.
Selain itu ada perusahaan yang menyediakan berbagai fasilitas seperti Play Station, meja billiard, catur, hingga ruangan untuk santai atau istirahat bagi karyawan.
Fasilitas ini semua diberikan agar karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan untuk merangsang kreativitas.
2. Berpakaian Kasual
Bekerja di industri ini juga artinya Anda boleh berpakaian kasual.
Namun pastikan pakaian tersebut sopan dan juga rapi.
Ini berbeda dengan industri lainnya yang mengharuskan karyawan bekerja menggunakan pakaian resmi, misalnya seperti di bank.
Baca Juga: Jobdesk UI/UX, Keterampilan, Hingga Kisaran Gajinya
3. Bebas untuk Mengeksplor Ide
Karakteristik berikutnya adalah karyawan memiliki kebebasan untuk eksplor ide-ide dan gagasan yang dimiliki.
Ide dan gagasan ini nantinya dikumpulkan kemudian diolah sesuai dengan deadline yang telah ditentukan.
4. Up to Date atau Kekinian
Terakhir, industri kreatif juga lekat dengan karakteristik up to dan kekinian.
Anda yang bekerja di bidang ini dituntut untuk selalu mengikuti tren terkini di mana tren ini dapat berubah cepat dalam hitungan hari.
Terlebih bagi Anda yang bekerja dengan teknologi, mau tidak mau Anda harus terus belajar mengikuti perkembangan yang ada.
Baca Juga: Profesi Aktuaris: Pengertian, Tugas, dan Cara Menjadi
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai industri kreatif yang dapat menjadi referensi Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa industri kreatif merupakan salah satu bidang pekerjaan yang memiliki peluang menjanjikan.
Dengan memilih pekerjaan di industri ini, artinya Anda harus selalu mengikuti update terkini dan harus mau terus belajar.
Tentunya buat perusahaan yang berkecimpung di dunia industri kreatif ini juga harus mendukungnya dengan pengelolaan karyawan yang up to date.
Misalnya dengan menggunakan software absensi dari GajiHub.
GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Quiet Leadership: Ini Kelebihan dan Kekurangannya - 9 January 2026
- 7 Cara Mengatasi Underperformance Employee - 9 January 2026
- Career Paralysis: Pengertian, Tanda, dan Cara Mengatasinya - 8 January 2026