Gaji Fresh Graduate Berdasarkan Lokasi, Perusahaan, dan Jenis Pekerjaan

gaji fresh graduate

Bagi fresh graduate, informasi mengenai gaji fresh graduate menjadi bagian yang penting untuk diketahui.

Seperti yang diketahui, fresh graduate merupakan mereka yang baru saja lulus dari sekolah menengah ataupun dari universitas.

Mereka biasanya belum memiliki pengalaman kerja sehingga penilaiannya berbeda dengan mereka yang telah memiliki pengalaman kerja.

Ini termasuk gaji yang diberikan kepada mereka di mana dapat berbeda dengan kandidat yang telah memiliki pengalaman kerja.

Lalu berapa gaji fresh graduate yang ada di Indonesia?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai gaji fresh graduate dan aturan pemberikan gaji pada karyawan fresh graduate di Indonesia.

Baca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:

Berapa Gaji Fresh Graduate di Indonesia?

gaji fresh graduate

Dalam menentukan gaji lulusan baru, lokasi pekerjaan hingga perusahaan tempat bekerja memegang peranan penting.

Ini juga termasuk jenis pekerjaan yang dimiliki.

Berikut penjelasan gaji lulusan baru sesuai dengan lokasi, perusahaan, dan juga jenis pekerjaan:

Gaji Fresh Graduate sesuai Lokasi

Dilansir dari postingan Threads yang diunggah oleh @karyawanbercuan, di Jakarta lulusan baru mendapatkan gaji sebesar Rp 5-7 juta per bulan.

Gaji ini khususnya di bidang teknologi, digital marketing, hingga finance.

Untuk perusahaan start up dengan skala masih kecil memberikan gaji sebesar Rp4-5 juta per bulan, sedangkan perusahaan start up skala besar memiliki gaji hingga Rp7 juta per bulan.

Di luar wilayah Jakarta, seperti Surabaya ataupun Bandung untuk sektor swasta memiliki gaji sebesar Rp4-6 juta per bulan.

Baca Juga: Gaji Data Analyst dan Jenjang Kariernya

Gaji Fresh Graduate sesuai Perusahaan

Dilansir dari cdc.pnj.ac.id, terdapat perusahaan yang memberikan gaji besar kepada lulusan baru.

Misalnya PT Bursa Efek Indonesia di bagian analyst mendapatkan gaji awal sebesar Rp10 juta, sedangkan untuk staf IT memiliki gaji antara Rp12 juta hingga Rp13 juta per bulan.

Di PT Pertamina, gaji yang didapatkan adalah Rp.7.000.000 – Rp10.000.000 untuk engineer, Rp12.000.000 untuk mechanical engineering, sedangkan drilling engineer memiliki nominal Rp16.000.000.

Di Telkomsel, software engineer memiliki gaji Rp10.000.000 hingga Rp11.000.000, untuk Operation Staff sekitar Rp11.000.000 – Rp12.000.000, dan Rp12.000.000 untuk staf marketing.

Di perusahaan PT Astra Internasional Tbk, karyawan entry level mendapatkan gaji antara Rp6.000.000 hingga Rp15.000.000.

Gaji Fresh Graduate sesuai Jenis Pekerjaan

Selain ditentukan oleh perusahaan di mana lulusan baru bekerja, jenis pekerjaannya juga memengaruhi jumlah gaji yang didapatkan.

Dilansir dari IDN Times, lulusan baru untuk pekerjaan IT Programmer mendapatkan gaji antara Rp6 juta hingga Rp10 juta.

Sedangkan untuk software engineer memiliki gaji antara Rp8 juta hingga Rp15 juta per bulan.

Untuk posisi Konsultan IT mendapatkan gaji Rp7 juta hingga Rp13 juta per bulan.

Untuk pekerjaan di bidang Ilmu Kesehatan, di mana Apoteker mendapatkan gaji Rp6 juta hingga Rp10 juta.

Perawat mendapatkan gaji Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan, dokter umum klinik antara Rp8 juta hingga Rp12 juta per bulan.

Untuk dokter umum rumah sakit antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan.

gajihub banner

Baca Juga: Berapa Gaji HRD? Berikut Kisarannya di Beberapa Perusahaan di Indonesia

Bagaimana Aturan Gaji Fresh Graduate di Indonesia?

gaji fresh graduate

Membahas mengenai gaji untuk lulusan baru, apakah ada aturan yang mengatur gaji untuk lulusan baru ini?

Aturan mengenai gaji lulusan baru ini diatur dalam UU Ketenagakerjaan yang sebagian telah diubah dalam Perppu Cipta Kerja hingga PP Pengupahan juga perubahannya.

Dalam Pasal 81 angka 28 Perppu Cipta Kerja yang menjadi pengganti Pasal 88E ayat (2) UU Ketenagakerjaan dijelaskan bahwa pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum.

Jadi, dalam penjelasan di atas diketahui bahwa perusahaan dilarang memberikan gaji di bawah UMK yang telah ditetapkan.

Ini juga berlaku bagi karyawan lulusan baru.

Jadi, perusahaan dapat menjadi UMK yang ditetapkan setiap tahun sebagai acuan memberikan gaji kepada karyawan.

Baca Juga: 20 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia Tahun 2023

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Gaji Fresh Graduate?

lulusan baru

Dalam menentukan gaji lulusan baru, ada faktor-faktor yang mempengaruhi gaji lulusan baru, yakni sebagai berikut:

1. Lokasi Kerja

Faktor pertama yang mempengaruhi gaji lulusan baru adalah lokasi di mana mereka bekerja.

Bekerja di kota besar seperti Jakarta hingga Surabaya bisa memberikan gaji yang lebih besar dibandingkan kota-kota lainnya.

Hal ini karena UMK hingga UMP yang dimiliki juga berbeda antara satu kota dengan kota lainnya.

2. Industri

Industri juga berpengaruh dalam gaji yang diberikan kepada lulusan baru.

Industri yang bergerak di bidang IT bisa memberikan gaji yang lebih besar dibandingkan dengan retail.

Hal ini karena kebutuhan tenaga kerja yang lebih besar hingga kesulitan pekerjaan yang dimiliki.

Baca Juga: Apakah Magang Digaji? Simak Aturannya di Sini

3. Pengalaman yang Dimiliki

Lulusan baru yang telah memiliki pengalaman kerja misalnya magang bisa mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan mereka yang belum memiliki pengalaman kerja.

Ini berpengaruh pada bagaimana mereka dapat menjalankan pekerjaan.

Lulusan baru yang memiliki pengalaman kerja biasanya lebih mahir dibandingkan mereka yang tanpa memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

4. Skill yang Dimiliki

Skill atau keterampilan yang dimiliki juga berpengaruh pada gaji untuk lulusan baru.

Lulusan baru yang memiliki skill yang mumpuni lebih menarik untuk direkrut dibandingkan mereka yang tidak memiliki skill.

Terlebih jika skill ini termasuk skill langka yang tidak dimiliki oleh semua orang.

5. Tingkat Pendidikan

Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Ini karena tingkat pendidikan berpengaruh pada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.

Tidak heran jika banyak orang yang memilih menempuh pendidikan di tingkat yang lebih tinggi agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi pula.

Baca Juga: Gaji Public Relation di Indonesia dan Jenjang Kariernya

Bagaimana Cara Menentukan Gaji Fresh Graduate?

Untuk menentukan gaji lulusan baru, ada cara-cara yang dapat dilakukan yakni:

1. Riset Pasar

Cara pertama menentukan gaji lulusan baru adalah dengan melakukan riset pasar.

Anda dapat melakukan riset pasar untuk jenis pekerjaan, lokasi, hingga pengalaman yang dimiliki.

Anda bisa melakukan riset ini melalui internet ataupun dengan bertanya langsung kepada teman atau kenalan Anda.

Biasanya banyak karyawan yang memberikan informasi mengenai gaji ini di media sosial.

2. Perhitungan Kebutuhan Hidup

Dalam menentukan gaji yang layak, Anda perlu memperhitungkan kebutuhan hidup Anda.

Setiap kota atau daerah memiliki standar hidup layak yang berbeda-beda, ini dapat menjadi patokan bagi Anda untuk menentukan gaji sebagai lulusan baru.

Baca Juga: Template Pertanyaan Interview Fresh Graduate dan Cara Menjawabnya

3. Kualifikasi yang Dimiliki

Jika Anda memiliki kualifikasi yang baik, maka Anda layak mendapatkan gaji yang tinggi untuk pekerjaan yang dilakukan.

Kualifikasi ini dapat berpengaruh pada bagaimana Anda melakukan pekerjaan nantinya.

Jadi, pertimbangkan kualifikasi ini karena meski Anda lulusan baru jika kualifikasi mumpuni, Anda tetap berhak gaji yang tinggi.

4. Negosiasi Gaji

Terakhir adalah dengan melakukan negosiasi gaji.

Anda bisa melakukan negosiasi gaji yang layak untuk Anda, meski Anda masih berstatus sebagai lulusan baru.

Agar negosiasi dapat dilakukan secara tepat, Anda bisa melakukan cara negosiasi gaji yang dijelaskan di bawah ini.

gajihub banner

Baca Juga: Template CV Fresh Graduate dan Contohnya

Bagaimana Cara Negosiasi Gaji Fresh Graduate?

gaji fresh graduate

Negosiasi gaji menjadi salah satu faktor yang menentukan gaji lulusan baru.

Berikut cara negosiasi gaji yang dapat dilakukan:

1. Lakukan Riset Standar Gaji

Langkah pertama adalah melakukan negosiasi gaji adalah dengan melakukan riset standar gaji untuk pekerjaan, lokasi, dan industri.

Informasi dari riset ini dapat Anda jadikan dasar untuk melakukan negosiasi gaji.

Misalnya Anda menginginkan gaji Rp6 juta untuk pekerjaan finance entry level di Jakarta.

Anda menggunakan dasar UMP Jakarta sebagai patokan utama dan pekerjaan Anda yang membuat Anda layak digaji di atas UMP.

2. Pahami Value Diri

Kedua adalah dengan memahami value yang dimiliki oleh Anda.

Jika Anda memiliki kualifikasi yang mumpuni, maka Anda berhak mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Semakin baik value Anda, ini bisa dijadikan dasar untuk melakukan negosiasi gaji Anda.

3. Lakukan di Waktu yang Tepat

Pada saat melakukan negosiasi gaji, penting bagi Anda untuk melakukannya di waktu yang tepat.

Hindari melakukan negosiasi gaji di awal interview.

Lakukan ketika tim rekrutmen sudah menunjukkan ketertarikan untuk merekrut Anda.

4. Gunakan Kalimat yang Tepat

Pemilihan kalimat untuk negosiasi gaji ini memiliki peranan yang cukup penting.

Anda bisa memulainya dengan: Dari riset yang telah saya lakukan dan pengalaman kerja yang saya miliki…

Pastikan juga ucapkan kalimat bahwa Anda terbuka untuk berdiskusi angka yang pastinya.

Semakin baik Anda mengutarakan keinginan untuk negosiasi gaji ini, maka semakin baik pula kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

5. Ucapkan Terima Kasih

Terakhir, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Ini dapat dilakukan setelah Anda melakukan negosiasi gaji, baik Anda menerima tawaran gaji yang diberikan atau menolaknya.

Mengucapkan terima kasih menjadi langkah untuk menjaga hubungan baik dengan tim rekrutmen, bagaimana pun hasil dari negosiasi tersebut.

Baca Juga: 10 Tips Mewawancarai Fresh Graduate untuk HRD

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai gaji fresh graduate yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa fresh graduate berhak atas gaji sesuai dengan UMK atau UMP yang berlaku di suatu daerah.

Ini mengacu pada UU Ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja, dan Peraturan Pemerintah.

Memberikan gaji yang layak kepada karyawan, termasuk lulusan baru menjadi langkah agar karyawan dapat memenuhi kebutuhan hidup layak mereka.

Untuk memudahkan pengelolaan gaji karyawan, pastikan Anda menggunakan sistem terbaik yakni software absensi dari GajiHub.

GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan penggajian karyawan.

Dengan GajiHub, penggajian karyawan dapat dilakukan secara otomatis sehingga Anda tidak perlu khawatir terjadi kesalahan perhitungan.

Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar