Jurusan aktuaria selama ini dikenal sebagai jurusan yang melahirkan seorang aktuaris.
Namun apakah jurusan aktuaria hanya memiliki prospek kerja di bidang aktuaris saja?
Buat Anda yang saat ini kuliah di jurusan aktuaria atau sedang mempertimbangkan jurusan aktuaria, informasi mengenai jurusan aktuaria ini sangat penting untuk diketahui.
Jurusan satu ini memang menjadi jurusan yang masih jarang didengar dan masih banyak yang belum memahami prospek yang dimilikinya.
Untuk membantu Anda lebih memahami prospek dan peluang dari jurusan ini, GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai jurusan aktuaria mulai dari prospeknya, gaji, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukungnya.
Untuk lebih lengkapnya Anda dapat menyimak penjelasan yang ada di bawah ini:
Jurusan Aktuaria di Industri Era Modern

Jurusan aktuaris merupakan bidang ilmu yang menerapkan ilmu matematika, statistik, dan juga terori keuangan untuk memudahkan mengelola risiko di industri asuransi dan kecelakaan.
Di tengah gemburan teknologi seperti saat ini, khususnya berkaitan big data, hingga AI tidak dapat dipungkiri memberikan dampak bagi banyak industri.
Nah, bagaimana dengan jurusan aktuaria, apakah masih dibutuhkan di era industri modern ini?
Jawabannya adalah iya, karena profesi aktuaris yang lahir dari jurusan aktuaria tidak dapat digantikan begitu saja oleh AI.
Berikut 3 alasan mengapa jurusan dan profesi ini terus dibutuhkan:
- Risiko tidak bisa dihilangkan begitu saja, namun harus dihitung, dikelola, dan diminimalkan.
- Tetap dibutuhkan penilaian manusia untuk membuat keputusan bisnis, di mana ini mempertimbangkan aspek etis, hukum, dan sosial.
- Regulasi keuangan dan asuransi mengharuskan adanya tenaga ahli dengan sertifikasi resmi.

Baca Juga: 18 Prospek Kerja Lulusan Matematika dan Skill Pentingnya
Bagaimana Prospek Jurusan Aktuaria?

Buat Anda yang tertarik untuk kuliah di jurusan ini namun bingung dengan prospek kerja yang dimilikinya, berikut 10 prospek yang dimilikinya:
1. Aktuaris
Prospek pertama adalah aktuaris di mana ini sangat ideal untuk lulusan jurusan aktuaria.
Ini karena mereka telah terlatih dan terdidik khusus untuk menganalisis risiko dan membuat prediksi keuangan.
Profesi satu ini bertugas memperkirakan dampak finansial dari berbagai hasil yang berkaitan dengan penyakit, kecelakaan, investasi, dan permintaan kondumen.
Setelah menghitung secara kompleks dengan software khusus, mereka kemudian mempresentasikan penemuan mereka untuk perusahaan asuransi ataupun pihak yang berkaitan.
2. Auditor
Selain menjadi aktuaris, Anda juga bisa berkarier sebagai seorang auditor.
Auditor bertugas untuk menganalisis laporan keuangan sehingga bisa membantu perusahaan mengidentifikasi risiko dan peluang potensi di dalamnya.
Setelah menemukan hasil tersebut, mereka dapat mempresentasikannya kepada pemangku kepentingan dan merekomendasikan solusi yang dapat diambil.
Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memeriksa akun perusahaan, meninjau laporan keuangan untuk memastikan akurasi, dan menyiapkan laporan audit.
Dengan kemampuan analitik yang dimilikinya, membuat mereka dengan lulusan jurusan ini cocok bekerja sebagai auditor.
Baca Juga: Cara Merekrut Akuntan Berkualitas dan Skill Pentingnya
3. Data Analyst
Jurusan ini juga memiliki peluang untuk bekerja sebagai data analyst.
Ini karena mereka terbiasa untuk bekerja dengan data kuantitatif dan statistik.
Dengan adanya profesi ini, mereka dapat berperan untuk mengumpulkan dan menganalisis data perilaku, misalnya berkaitan dengan angka penjualan dan riset pasar.
Dari informasi ini nantinya data analyst dapat menggunakannya untuk menghasilkan laporan internal ataupun klien sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat.
4. Perencana Keuangan
Seorang perencana keuangan bertugas memberikan rekomendasi kepada individu atau perusahaan dengan tujuan membantu mencapai tujuan keuangan.
Ini berkaitan dengan merancang anggaran, menabung untuk pendidikan, dan juga menginvestasikan modal di pasar saham.
Mereka juga bertanggung jawab untuk menjaga catatan klien, menjadi pihak yang menghubungkan dengan klien dan profesional keuangan lainnya, termasuk melakukan analisis keuangan.
Dengan pemahaman yang baik mengenai strategi keuangan membuat lulusan jurusan ini cocok untuk bekerja di bidang ini.
Baca Juga: Perbedaan Sales dan Marketing & Tips Meningkatkan Kolaborasi
5. Analis Investasi
Prospek berikutnya adalah sebagai analis investasi di mana mereka bekerja memeriksa informasi dan investasi sehingga bisa menentukan strategi yang sesuai.
Mereka bertanggung jawab untuk meninjau keputusan investasi sebelumnya, bekerja sama dengan manajer dana, menyusun laporan nasihat, dan mengembangkan midal.
Dengan kemampuan dalam menganalisis risiko yang ada, jurusan ini sangat ideal untuk bekerja di bidang ini.
6. Business Analyst
Selain analis investasi, jurusan ini juga memiliki prospek untuk menjadi analis bisnis.
Analis bisnis atau business analyst bertanggung jawab untuk meninjau operasi, struktur, dan kebijakan perusahaan sehingga bisa memberikan rekomendasi solusi untuk mencapai tujuan.
Ini dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan perusahaan dan masalah yang sedang dihadapi.
Dengan pemahaman yang dimiliki jurusan ini khususnya terhadap analisis risiko dan ketepatan dalam evaluasi masalah bisnis bisa membantu perusahaan mengidentifikasi peluang perbaikan dan mengurangi risiko operasional.
Baca Juga: Contoh Job Deskripsi Manajer Keuangan, Skill, dan Syaratnya
7. Underwiter
Prospek berikutnya adalah underwriter di mana pekerjaan ini memiliki peran yang besar untuk menentukan permohonan asuransi berhak diterima sesuai faktor risiko perusahaan, misalnya usia dan keseharan.
Ini dilakukan dengan meninjau berkas yang diajukan oleh pemohon dan meminta informasi lebih lanjut ketika dibutuhkan.
Lulusan aktuaria memiliki kemampuan dalam menilai dan menghitung risiko yang baik di mana ini jadi inti dari pekerjaan underwriter.
8. Analis Risiko
Rekomendasi prospek berikutnya adalah analis risiko.
Mereka bertugas untuk memberikan saran kepada bisnis mengenai potensi risiko yang dapat mengganggu kesehatan bisnis.
Mereka juga dapat memprediksikan tren di masa depan dan memperkirakan faktor-faktor risiko lainnya.
Dengan kemampuan untuk mengidentifikasi dan memodelkan risiko membuat lulusan aktuaria cocok untuk bekerja di sini.
Baca Juga: 8 Skill Business Acumen, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya
9. Manajer Investasi
Seorang manajer investasi bertanggung jawab untuk mengelola portofolio milik nasabah dan juga portofolio kolektif dari para nasabah.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan keuntungan nasabah yang menginvestasikan dana di bursa efek.
10. Pengusaha
Prospek yang terakhir adalah menjadi seorang pengusaha.
Ilmu aktuaria tidak hanya membuat seseorang harus bekerja di bawah perusahaan atau organisasi, namun Anda juga bisa membuka bisnis sendiri.
Lulusan aktuaria memiliki ilmu yang kuat mengenai analisis risiko keuangan, di mana ini cocok untuk menjadi pengusaha yang mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis.
Baca Juga: Berpikir Komputasional: Arti, Manfaat, Contoh, dan Tipsnya
Berapa Gaji untuk Lulusan Jurusan Aktuaria?

Nah, ini saat yang ditunggu yakni mengenai gaji untuk lulusan jurusan aktuaria, yakni sebagai berikut:
1. Untuk Fresh Graduate
Dari data yang didapatkan dari Payscale, kisaran gaji yang dimiliki oleh lulusan dari jurusan aktuaria di tingkat fresh graduate adalah antara Rp7,5 juta hingga Rp16,7 juta.
Namun nominal ini masih bisa lebih tinggi tergantung dengan skala perusahaan dan lokasi kerja.
Baca Juga: Daftar 20 Pekerjaan Swasta Gaji Tinggi, Apa Saja?
2. Potensi Kenaikan Gaji
Gaji untuk lulusan jurusan aktuaria ini masih bisa mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya pengalaman dan kualifikasi yang dimilikinya.
Setelah berkarier selama 5-10 tahun dan didukung dengan sertifikasi yang lengkap, lulusan aktuaria bisa mendapatkan gaji antara Rp30.000.000 hingga Rp50.000.000 per bulan.
Terlebih jika Anda menduduki posisi manajerial atau menjadi partner di perusahaan konsultan, maka Anda bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi.
3. Faktor Kenaikan Gaji Jurusan Aktuaria
Buat Anda yang berkeinginan untuk meningkatkan gaji jurusan aktuaria, maka ada faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Misalnya adalah dari sertifikasi yang dimiliki, pengalaman kerja, dan juga bidang spesialisasi.
Semakin banyak sertifikasi yang dimiliki, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.
Pengalaman kerja di perusahaan ternama atau di luar negeri juga dapat meningkatkan gaki secara signifikan.
Baca Juga: 10 Jurusan HRD yang Cocok untuk Anda Beserta Tugasnya
Apa Saja Sertifikasi Jurusan Aktuaria?
Anda bisa mendapatkan sertifkasi dengan mengikuti ujian kompetensi dari Persatuan Aktuaris Indonesia.
Namun selain itu, Anda juga bisa mendapatkan 2 sertifikasi aktuaris yang diakui secara internasional berikut ini:
1. Casualty Actuarial Society (CAS)
Sertifikasi ini memiliki fokus di bidang aktuaria yang berhubungan dengan asuransi kerugian, misalnya seperti asuransi properti dan kecelakaan.
2. Certified Actuarial Analyst (CAA)
Certified actuarial analyst merupakan sertifikasi hasil kerja sama dari Institute and Faculty of Actuaries (IFoA) di Inggris dan Society of Actuaries (SOA) di Amerika Serikat.
Pemilik dari sertifikat ini dapat berkarier di berbagai negara karena telah diakui secara internasional.
Baca Juga: 10 Prospek Kerja Jurusan Sistem Informasi Paling Menjanjikan
Apa Saja Keterampilan untuk Mendukung Jurusan Aktuaria?

Untuk mendukung karier sebagai lulusan dari aktuaria, berikut keterampilan yang penting untuk Anda miliki:
1. Teknis dan Analitis
Keterampilan yang pertama adalah berkaitan dengan teknis dan analitis.
Ini menjadi hal wajib jika Anda ingin berkarier sebagai aktuaria.
Dengan keterampilan ini Anda bisa dengan mudah menganalisis data secara akurat dan menggunakan model matematika untuk memprediksi kejadian yang ada di masa depan.
Ini termasuk keterampilan dalam menggunakan software analitik dan pemrograman visualisasi data, misalnya Python atau Excel.
Baca Juga: 26 Prospek Kerja Jurusan Manajemen dan Keterampilan yang Dibutuhkan
2. Komunikasi dan Presentasi
Selain memiliki kemampuan dalam mengolah angka, Anda juga harus mampu menjelaskan hasil analisis kepada orang yang tidak memiliki latar belakang teknis.
Ini artinya keterampilan komunikasi dan presentasi ini penting ketika Anda harus merekomendasikan kepada manajemen atau klien.
Dengan kemampuan ini juga Anda dapat memastikan data dan solusi yang ditawarkan mudah dipahami dengan baik.
3. Manajemen Risiko
Keterampilan yang terakhir adalah manajemen risiko di mana ini inti dari pekerjaan seorang aktuaris.
Keterampilan ini membuat Anda bisa mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola berbagai risiko yang dihadapi oleh perusahaan ataupun dana pensiun yang dikelola.
Baca Juga: Kerja Tidak Sesuai Jurusan: Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai jurusan aktuaria yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa jurusan aktuaria menjadi salah satu jurusan dengan peluang kerja yang menjanjikan dan dengan gaji yang menjanjikan.
Pastinya untuk mendukung Anda memiliki karier yang baik, pertimbangkan untuk mengambil sertifikasi dan melengkapinya dengan keterampilan yang relevan.
Untuk perusahaan, pastikan Anda melakukan pengelolaan karyawan secara tepat untuk mendukung setiap potensi yang ada di perusahaan.
Gunakan software absensi dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan karyawan.
GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Jurusan Aktuaria: Prospek dan Gajinya - 22 January 2026
- 10 Prospek Karier Digital Marketing dan Gajinya - 22 January 2026
- Karyawan Melanggar NDA, Apa Konsekuensinya? - 21 January 2026