Jika Anda selalu berpikir pemimpin selalu identik dengan banyak bicara, ini saatnya Anda berkenalan dengan quiet leadership.
Quiet leadership merupakan gaya kepemimpinan yang diidentikkan dengan sikapnya yang tenang dan tidak terlalu banyak bicara.
Jenis kepemimpinan ini berbeda dengan anggapan banyak orang di mana pemimpin selalu diidentikkan dengan orang dengan kepribadian ekstrovert.
Jenis kepemimpinan ini juga dikenal dengan introvert leadership.
Lalu apa yang dimaksud dengan quiet leadership, apa saja ciri-cirinya, dan apa kelebihan serta kekurangan yang dimilikinya?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai quiet leadership mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, dan kelebihan serta kekurangannya.
Yuk baca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:
Apa yang Dimaksud dengan Quiet Leadership?

Quiet leadership adalah sebuah gaya kepemimpinan yang berfokus pada empati, kreativitas, dan juga mendengarkan bawahannya dengan aktif.
Gaya kepemimpinan ini terkenal dengan ketelitian dan perhatiannya pada detail.
Pemimpin dengan gaya ini menghargai refleksi dan pertimbangan, serta senang menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran saat memecahkan masalah.
Ini karena mereka sering merasa lelah setelah berinteraksi dengan orang lain dan menghargai waktu sendirian untuk memulihkan energi mereka.
Dalam memimpin, mereka lebih mengutamakan kolaborasi dan komunikasi dibandingkan mengontrol tim secara penuh.
Ciri khas yang dimilikinya adalah ketenangan yang menunjukkan kepercayaan diri, bukan sebuah kesombongan.
Pada saat mereka menghadapi permasalahan, mereka dapat menyelesaikannya melalui kerja sama tim dan motivasi, bukan melalui konfrontasi.
Tentu saja mereka tidak haus kehormatan, namun sikap yang dimilikinya membuat tim menghormatinya dengan sendirinya.
Jenis kepemimpinan ini juga dapat mempengaruhi tim melalui tindakan, bukan hanya dari kata-kata mereka.
Dari sini tercipta lingkungan kerja yang suportif dan juga kolaboratif.

Baca Juga: Kemampuan Leadership: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Mengembangkannya
Apa Saja Ciri-Ciri dari Quiet Leadership?

Penting untuk diingat bahwa gaya leadership ini juga dapat berkontribusi dengan banyak sifat kunci yang menghasilkan manajer yang efektif.
Berikut adalah 5 ciri yang dimiliki oleh quiet leadership:
1. Mampu Berpikir Kreatif
Mereka dengan gaya kepemimpinan ini dapat menunjukkan tingkat kreativitas dan imajinasi yang tinggi, yang membantu mereka menemukan solusi inovatif dan metode baru dalam pemecahan masalah.
Ini karena ketika mereka diam sejatinya mereka sedang berpikir, baik itu mencari ide baru atau mencari solusi atas permasalahan yang sedang dialami.
2. Pengamat yang Teliti
Saat dihadapkan pada masalah, leader quiet dapat mengambil waktu untuk menganalisis semua sisi pembicaraan.
Ini membuat mereka dapat mengambil keputusan yang bijaksana melalui pertimbangan yang cermat.
Baca Juga: Transformational Leadership: Ini Kelebihan dan Kekurangannya
3. Pendengar Aktif
Quiet leadership sering menjadi pendengar yang baik dan memperhatikan detail kecil tentang orang lain, seperti bahasa tubuh mereka, nada suara mereka, atau pilihan kata mereka.
Hal ini memberi mereka pemahaman yang baik tentang bagaimana orang bereaksi terhadap dunia di sekitar mereka dan memungkinkan untuk membuat keputusan yang berdampak positif bagi mereka.
4. Seimbang
Saat dihadapkan pada situasi sulit, mereka tetap tenang dan percaya diri.
Mereka dapat mengatasi tantangan dan hambatan dengan membuat keputusan yang matang dan menghasilkan solusi kreatif.
Baca Juga: Task Oriented Leadership: Pengertian, Manfaat, dan Strateginya
5. Peka
Ciri-ciri berikutnya adalah mereka memiliki kepekaan yang tinggi.
Mereka sangat sadar akan orang-orang dan lingkungan di sekitar berkat kemampuan pengamatan dan mendengarkan yang kuat.
6. Mampu Berempati
Ciri-ciri selanjutnya adalah pemimpin diam ini memiliki rasa empati yang tinggi.
Di sini mereka mampu memahami kebutuhan, motivasi, serta kekhawatiran orang lain.
Cara ini membuat mereka dapat membangun hubungan yang kuat, lebih dekat dengan tim, dan juga mampu menumbuhkan kerja sama dan kepercayaan antara sama dengan lainnya.
Baca Juga: Leader Adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Bos
7. Rendah Hati
Quiet leadership juga dikenal dengan ciri-ciri rendah hari.
Mereka tetap rendah hati pada saat mampu mencapai keberhasilan ataupun saat gagal.
Jika berhasil, mereka menganggap keberhasilan tersebut adalah hasil kerja sma tim.
Mereka akan memberikan pujian kepada tim ketika mendapatkan keberhasilan.
Ketika mereka gagal, mereka menjadikan kegagalan sebagai pengalaman untuk belajar dan mengevaluasi diri.
8. Tenang Meski dalam Tekanan
Pada saat menghadapi tekanan, tips kepemimpinan ini tetap bersikap tenang dan tidak panik.
Mereka memiliki kemampuan untuk mengendalikan stres dengan baik.
Tentunya ketenangan ini dapat menular kepada tim sehingga dapat menciptakan lingkungan yang stabil dan juga positif.
Baca Juga: Pengembangan Kepemimpinan: Manfaat, Jenis, dan Langkahnya
9. Berpikir Sebelum Bertindak
Mereka juga tidak tergesa-gesa ketika mengambil keputusan.
Mereka memahami bahwa dalam mengambil keputusan waktu memiliki peranan yang penting.
Ini termasuk ketika harus menghadapi sebuah situasi, mereka melakukan analisis secara mendalam terlebih dahulu dengan meminta saran dari orang berpengalaman dan melihat permasalahan dari berbagai perspektif.
10. Dapat Menjadi Contoh yang Baik
Terakhir, dapat menjadi contoh yang baik.
Di sini pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini dapat memberikan contoh yang baik kepada tim.
Mereka memiliki kedisiplinan yang tinggi dan tidak memanfaatkan jawaban yang mereka miliki secara sembarangan.
Termasuk mematuhi aturan seperti anggota tim lainnya.
Cara ini membuat mereka bisa menjadi contoh yang baik dan menjadi panutan bagi orang lain.
Baca Juga: 7 Tahap dalam Membuat Leadership Development Plan
Apa Kelebihan dan Kekurangan Quiet Leadership?

Selain ciri-cirinya, penting juga untuk memahami apa saja kelebihan dan kekurangan dari quiet leadership ini.
Berikut kelebihan dan kekurangan dari gaya kepemimpinan ini:
Kelebihan
1. Mendukung Pikiran yang Matang
Kelebihan pertama adalah mereka dengan gaya kepemimpinan ini memiliki pikiran yang matang.
Di sini mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahan secara tenang.
Mereka juga mampu menganalisis masalah sebelum membuat kesimpulan.
Dengan cara ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan secara kreatif.
2. Kepercayaan Diri Tim Dapat Meningkat
Kelebihan yang kedua adalah dapat meningkatkan rasa percaya diri di dalam tim.
Ini terjadi karena pemimpin mampu mendengarkan anggota tim terlebih dahulu sebelum keputusan mereka ambil.
Cara ini membuat tim merasa dihargai sehingga mereka dapat terlibat dan juga meningkatkan produktivitas.
3. Mendukung Pola Pikir Jangka Panjang
Kelebihan yang ketiga adalah memberikan dukungan pola pikir jangka panjang.
Ini dilakukan ketika pemimpin mengambil keputusan di mana mereka mengandalkan data dan analisis, serta memikirkan apa yang dapat terjadi ke depannya.
Cara ini memberikan dorongan tim untuk berpikir jangka panjang dan tidak terburu-buru ketika mengambil keputusan.
Baca Juga: 15 Jenis Kompetensi Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki Manajer
Kekurangan
1. Terlalu Pendiam
Kekurangan yang pertama adalah terlalu pendiam.
Sikap tenang dan tidak banyak bicara membuat mereka dengan gaya kepemimpinan ini sering dicap sebagai pemimpin yang kurang percaya diri.
Ini akhirnya membuat orang lain meragukan kemampuan mereka dalam memimpin tim.
2. Selalu Mengutamakan Kedamaian
Kedua, gaya kepemimpinan ini juga selalu mengutamakan kedamaian.
Mereka sering menghindari konflik atau memberikan kritik demi menjaga suasana tetap damai.
Mereka juga menghindari suasana menjadi lebih tegang karena memberikan kritik atau teguran kepada anggota tim.
3. Tidak Selalu Cocok dengan Lingkungan Kerja
Terakhir, quiet leadership juga tidak selalu cocok dengan lingkungan kerja.
Biasanya ini cocok untuk orang yang introvert, memiliki kecerdasan emosional yang baik, dan juga komunikasi yang baik.
Perusahaan dengan gaya kepemimpinan ekspresif tidak cocok dengan pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini.
Baca Juga: Achievement-Oriented Leadership: Karakteristik dan Tipsnya
Bagaimana Cara Menjadi Quiet Leadership yang Efektif?

Dengan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, ada tempat kerja yang membutuhkan quiet leadership.
Quiet leadership mampu membawa kemampuan dan sifat kepribadian unik yang memberikan keseimbangan, mendorong cara berpikir alternatif, dan menawarkan cara berbeda untuk memotivasi dan berinteraksi dengan karyawan.
Gaya kepemimpinan ini juga memberikan sudut pandang lain saat mengambil keputusan terkait manajemen.
Berikut adalah daftar hal yang dapat Anda lakukan untuk menjadi quiet leader yang lebih baik:
1. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman
Memahami bagaimana gaya kepemimpinan dapat membantu Anda mengatur ruang kerja, gaya komunikasi, jadwal, dan cara berinteraksi dengan anggota tim.
Ciptakan kesempatan untuk menemukan waktu tenang yang Anda butuhkan.
Anda mungkin ingin menjadwalkan hari libur pribadi secara teratur atau menyisihkan sebagian hari Anda untuk merenung dan memikirkan apa yang terjadi di sekitar Anda.
Misalnya, Anda dapat menggunakan jam pertama hari Anda untuk bekerja sendiri di kantor sebelum mengikuti rapat atau panggilan telepon.
2. Berikan Waktu untuk Kreativitas
Sebagai seorang introvert, Anda menyukai menghasilkan ide-ide kreatif dan dapat menanamkan perilaku ini dalam tim Anda.
Pertimbangkan untuk mengadakan sesi brainstorming atau membuka saluran di mana karyawan dapat berbagi ide atau solusi baru tanpa takut dihakimi.
Anda memiliki kebebasan untuk menggunakan kreativitas Anda sendiri, dan hal ini dapat memberikan kepercayaan diri kepada tim Anda untuk melakukan hal yang sama.
Sebagai manajer introvert, Anda dapat membangun budaya di mana Anda mendorong inovasi dan memasukkan pemikiran kreatif sebagai bagian rutin dari alur kerja Anda.
3. Merekrut Karyawan yang Proaktif
Sebagai pemimpin yang pendim, Anda dapat memberdayakan karyawan Anda dan membiarkan mereka menghasilkan solusi sendiri untuk masalah.
Alih-alih menunggu instruksi, karyawan proaktif maju dalam proyek dengan mengajukan pertanyaan dan menggali informasi untuk mengambil tugas sendiri.
Keseimbangan ini menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa didukung untuk mengembangkan solusi kreatif.
Hal ini juga memungkinkan mereka memimpin proyek, yang berarti mereka lebih terlibat dalam pekerjaan mereka.
Baca juga: Tes Kepemimpinan dan Manajerial: Jenis dan Contoh
4. Kenali Kekuatan Anda
Sebagai pemimpin pendiam, Anda memiliki banyak kualitas baik.
Sifat-sifat seperti mendengarkan secara aktif, berpikir kreatif, empati, dan memiliki pendekatan yang tenang dan seimbang dapat membantu Anda membangun kepercayaan dan rasa hormat di dalam tim Anda.
Karakteristik ini membantu karyawan lain merasa dihargai dan didengarkan saat mereka mengemukakan ide dan kekhawatiran mereka.
5. Siapkan Diri untuk Situasi Menantang
Manajer introvert sering merasa tertantang oleh tugas-tugas tertentu.
Misalnya, mereka mungkin kesulitan dalam berbicara di depan umum, memimpin kelompok besar dalam seminar, atau harus berpartisipasi dalam acara networking.
Pertimbangkan pendekatan Anda terhadap situasi-situasi ini dan bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Anda mungkin dapat menyewa seorang pelatih untuk mengembangkan strategi atau meminta tips dari rekan atau mentor yang mahir dalam menangani situasi semacam ini.
6. Jelaslah Tentang Harapan Anda
Karena introvert sering kali diam, orang lain mungkin menganggap hal ini sebagai rasa malu atau kurang antusiasme.
Jika Anda menjelaskan tentang apa yang Anda butuhkan dari tim Anda, Anda dapat membantu menavigasi perbedaan tipe kepribadian.
Beritahu staf Anda bahwa meskipun Anda tidak aktif dalam obrolan ringan, Anda selalu siap untuk menjawab pertanyaan atau memberikan dukungan.
Pastikan Anda memberikan saluran dan taktik spesifik kepada karyawan tentang cara terbaik untuk berkomunikasi dengan Anda.
Menjelaskan proses kerja Anda memberikan kejelasan kepada tim dan memberdayakan mereka untuk jelas tentang apa yang mereka butuhkan dari Anda.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Buku Tentang Kepemimpinan
7. Jadilah Mentor
Sebagai quiet leader, Anda dapat menjadi mentor yang hebat karena kemampuan Anda untuk mendukung orang lain dalam keinginan mereka untuk memimpin.
Dengan keterampilan pengamatan dan persepsi yang kuat, Anda dapat memberikan umpan balik yang mendalam dan berharga kepada calon pemimpin.
Kemampuan untuk mengenali keinginan dan kebutuhan orang lain dapat membantu Anda mengungkap tujuan individu dan aspirasi karier setiap anggota tim Anda.
Hal ini, pada gilirannya, berarti Anda dapat membantu mendukung mereka dalam upaya tersebut.
8. Latih Kepercayaan Diri
Kadang-kadang leader pendiam merasa cemas saat berbicara di depan kelompok besar.
Penting untuk mengenali bakat, sifat positif, dan apa yang Anda tawarkan sebagai pemimpin.
Introvert dapat menjadi pembicara publik yang efektif, karena mereka memancarkan kepercayaan diri yang berasal dari pemikiran yang matang, kreativitas, dan pengamatan yang cermat.
Latih kepercayaan diri tersebut dengan meminta mentor atau rekan untuk mendengarkan presentasi Anda, bergabung dengan kelompok pembicara publik, atau meminta keluarga dan teman untuk membiarkan Anda berlatih bersama mereka.
9. Jangan Meremehkan Diri Sendiri
Seringkali ada banyak fokus pada sifat positif ekstrovert di tempat kerja, membuat Anda merasa kurang dihargai.
Karena Anda terus-menerus memproses pikiran dan perasaan Anda, hal ini terkadang membuat Anda menjadi kritis terhadap diri sendiri.
Penting untuk mengingat semua sifat positif yang Anda bawa ke tim Anda.
Tulis daftar tersebut dan simpan di dekat Anda sehingga Anda dapat meninjaunya saat membutuhkannya.
Belajarlah untuk memandang diri Anda dan sifat introvert Anda sebagai faktor penting dalam kesuksesan tim Anda.
Baca Juga: Karakteristik Kepemimpinan yang Baik dan Tips untuk Menjadi Pemimimpin Hebat
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai quiet leadership yang dapat menjadi referensi Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat dipahami bahwa quiet leadership merupakan gaya kepemimpinan yang fokus pada empati, kreativitas, dan mendengarkan bawahan secara aktif.
Dalam dunia kerja, banyak yang menganggap pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini tidak mampu memimpin, padahal dengan karakter mereka, mereka dapat menjadi pemimpin yang dapat memberikan contoh yang baik.
Tentunya agar quiet leader dapat memimpin dengan baik, dibutuhkan dukungan dari perusahaan.
Perusahaan perlu melakukan pengelolaan secara tepat agar setiap pemimpin dapat memimpin tim dengan baik dan benar.
Gunakan manajemen data karyawan dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Quiet Leadership: Ini Kelebihan dan Kekurangannya - 9 January 2026
- 7 Cara Mengatasi Underperformance Employee - 9 January 2026
- Career Paralysis: Pengertian, Tanda, dan Cara Mengatasinya - 8 January 2026