Memahami sistem gaji SPG menjadi bagian yang harus dilakukan oleh perusahaan, vendor tenaga kerja, ataupun pencari kerja.
SPG atau singkatan dari Sales Promotion Girl memiliki tugas untuk mempromosikan produk, memberikan informasi kepada pelanggan, menawarkan produk, hingga membantu meningkatkan penjualan toko, pusat perbelanjaan, pameran, hingga acara promosi.
SPG ini memiliki status kerja sebagai karyawan kontrak reguler atau pekerja freelance di berbagai event.
Dalam praktiknya, sistem gaji SPG tidak selalu sama.
Di sini ada SPG yang menerima gaji bulanan, upah harian, bayaran per shift, hingga penghasilan berdasarkan target penjualan.
Sebagian perusahaan juga menggabungkan upah tetap dengan komisi, bonus, uang transportasi, dan uang makan.
Perbedaan sistem tersebut membuat calon SPG perlu memahami rincian penghasilan sebelum menerima pekerjaan.
Di sisi lain, perusahaan dan HRD perlu memastikan sistem penggajian disusun secara transparan, sesuai dengan perjanjian kerja, serta memenuhi ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Lantas, bagaimana sistem gaji SPG diterapkan, berapa kisaran penghasilannya, dan bagaimana cara menghitungnya?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai sistem gaji SPG, kisaran gajinya, dan cara menghitungnya.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Apa Itu Sistem Gaji SPG?

Sistem gaji SPG adalah mekanisme yang digunakan perusahaan atau pihak pemberi kerja untuk menentukan, menghitung, dan membayarkan penghasilan kepada Sales Promotion Girl atas pekerjaan yang dilakukan.
Sistem tersebut mencakup dasar pembayaran, periode pembayaran, komponen penghasilan, ketentuan komisi, insentif, serta potongan yang diperbolehkan.
SPG umumnya bekerja untuk mempromosikan produk seperti kosmetik, makanan dan minuman, elektronik, produk rumah tangga, hingga barang konsumsi sehari-hari.
Penempatan kerja dapat berada di toko, supermarket, pusat perbelanjaan, pameran, atau lokasi acara tertentu.
Dalam praktiknya, pembayaran SPG dapat dikelola oleh perusahaan pemilik merek, perusahaan ritel, perusahaan penyedia tenaga kerja atau vendor, maupun pihak penyelenggara acara, bergantung pada pengaturan hubungan kerja dan kontraknya.
Karena itu, penting untuk membedakan pihak yang menempatkan SPG di lokasi kerja dengan pihak yang secara hukum menjadi pemberi kerja dan bertanggung jawab atas pembayaran upah.

Baca Juga: 10 Tantangan Sistem Gaji di Perusahaan Retail dan Solusinya
Bagaimana Perusahaan Menentukan Gaji SPG?
Perusahaan menentukan gaji SPG dengan mempertimbangkan beberapa aspek, mulai dari jenis pekerjaan hingga anggaran operasional dan ketentuan upah yang berlaku.
Berikut sejumlah pertimbangan yang umumnya digunakan oleh perusahaan:
1. Jenis dan durasi pekerjaan
Pertimbangan yang pertama adalah dari jenis dan durasi pekerjaannya.
SPG yang bekerja secara rutin di toko dapat memiliki skema penghasilan berbeda dari SPG yang bertugas selama dua hari dalam sebuah pameran.
2. Lokasi penempatan
Selain dari jenis dan durasi pekerjaan, pertimbangan juga dilihat dari lokasi penempatan.
Biaya tenaga kerja, ketentuan upah minimum, dan kebutuhan operasional dapat berbeda antardaerah.
3. Tanggung jawab pekerjaan
SPG yang hanya membagikan sampel produk memiliki skema berbeda dari SPG yang juga menangani transaksi dan bertanggung jawab atas target penjualan.
Semakin besar tanggung jawab yang dimiliki, maka akan semakin besar pula gaji yang bisa didapatkan.
Baca Juga: 13 Tantangan Sistem Gaji Perusahaan Manufaktur dan Solusinya
4. Pengalaman dan kompetensi
Kemampuan komunikasi, pengetahuan produk, pelayanan pelanggan, serta pengalaman promosi dapat menjadi pertimbangan dalam penawaran kompensasi.
Hal ini karena pengalaman dan kompetensi yang dimiliki berpengaruh pada penjualan yang bisa didapatkan oleh SPG.
5. Target dan komisi
Gaji SPG juga dipertimbangkan dari target dan besaran komisi yang didap
Pemberi kerja dapat memberikan insentif berdasarkan jumlah produk terjual, omzet, atau pencapaian target tertentu.
6. Status dan hubungan kerja
Pengaturan penghasilan perlu disesuaikan dengan bentuk hubungan kerja, durasi kerja, serta ketentuan hukum yang relevan.
Perusahaan sebaiknya menetapkan komponen penghasilan secara tertulis agar SPG memahami jumlah upah, periode pembayaran, kriteria bonus, dan potongan yang mungkin berlaku sebelum mulai bekerja.
Baca Juga: 10 Manfaat Sistem Penggajian Otomatis dan Contoh Softwarenya
Apa Perbedaan Gaji SPG, Upah Harian, Honor, dan Komisi Penjualan?

Walaupun sering digunakan secara bergantian dalam lowongan kerja, istilah gaji, upah harian, honor, dan komisi memiliki perbedaan dalam praktik pengupahan.
Berikut perbedaan lengkap antara gaji SPG, upah harian, honor, dan komisi penjualan:
| Istilah | Pengertian | Contoh penerapan |
|---|---|---|
| Gaji bulanan | Pembayaran berkala berdasarkan kesepakatan penghasilan bulanan | SPG toko yang menerima gaji setiap bulan |
| Upah harian | Pembayaran yang dihitung berdasarkan hari kerja sesuai ketentuan yang disepakati | SPG yang bertugas selama beberapa hari dalam pameran |
| Honor | Istilah pembayaran yang sering digunakan untuk pekerjaan atau penugasan tertentu; makna hukumnya bergantung pada hubungan kerja | Pembayaran untuk penugasan promosi tertentu |
| Komisi penjualan | Penghasilan tambahan atau variabel berdasarkan penjualan yang memenuhi kriteria | Komisi sebesar persentase tertentu dari omzet yang memenuhi syarat |
| Bonus atau insentif | Tambahan penghasilan berdasarkan pencapaian target atau ketentuan program | Bonus ketika penjualan mencapai target bulanan |
Penggunaan istilah honor atau freelance tidak otomatis menentukan status hukum pekerja.
Hubungan kerja dan hak yang berlaku perlu dinilai berdasarkan fakta pekerjaan, perjanjian, serta peraturan ketenagakerjaan yang relevan.
Baca Juga: Mengenal Prosedur Sistem Penggajian dan Cara Kerjanya
Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji SPG?
Besaran penghasilan SPG dapat berbeda menurut wilayah, jenis produk, pola kerja, pengalaman, dan skema kompensasi.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan adalah:
1. Wilayah kerja
Wilayah kerja berpengaruh dalam ketentuan upah minimum, yakni Upah Minimum Provinsi (UMP) ataupun Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Setiap daerah memiliki ketentuan upah minimum yang berbeda yang berpengaruh pada gaji yang didapatkan oleh SPG.
2. Jenis produk
Penghasilan atau gaji SPG juga dipengaruhi oleh jenis produk yang dijual.
Semakin mahal produk yang dijual dan semakin menguasai materi produk, maka semakin besar gaji yang bisa didapatkan.
3. Lokasi penempatan
Lokasi penempatan juga berpengaruh terhadap gaji yang didapatkan oleh SPG.
SPG di gerai ritel, toko khusus, pameran, atau acara promosi dapat menerima skema pembayaran berbeda.
Baca Juga: Tertarik Menjadi SPG? Simak Tugas dan Gaji SPG di Sini
4. Jam dan hari kerja
Jam dan hari kerja juga mempengaruhi gaji yang didapatkan oleh SPG.
Semakin tinggi kebutuhan pengetahuan produk dan kompleksitas penjualan dapat berpengaruh pada penawaran kompensasi.
5. Pengalaman
SPG dengan pengalaman kerja yang tinggi, bisa mendapatkan gaji yang tinggi pula.
Hal ini karena pengalaman ini berpengaruh pada kinerja yang dimiliki oleh SPG.
6. Skema komisi
Penghasilan SPG juga dipengaruhi oleh skema komisi yang ditetapkan oleh perusahaan.
Penghasilan SPG dengan komisi ini dapat berubah sesuai hasil penjualan dan ketentuan insentif.
7. Pemberi kerja
Gaji yang didapatkan SPG juga dipengaruhi oleh siapa pemberi kerja mereka.
Hal ini karena setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Baca Juga: Perbedaan Sales dan Marketing & Tips Meningkatkan Kolaborasi
Apa Saja Jenis Sistem Gaji SPG?

Sistem penggajian SPG dapat dibedakan berdasarkan periode pembayaran dan cara menentukan penghasilan.
Berikut 6 jenis sistem gaji SPG yang penting untuk diketahui:
1. Sistem gaji bulanan
Sistem gaji bulanan adalah skema pembayaran dengan periode satu bulan.
SPG yang bekerja secara rutin di toko, counter, atau gerai tertentu dapat menerima gaji bulanan sesuai perjanjian kerja.
Contohnya, SPG memperoleh upah bulanan sebesar Rp4.000.000, kemudian menerima uang transportasi Rp300.000 dan komisi penjualan sesuai pencapaian.
Penghasilan aktual dapat berubah jika terdapat komponen variabel, potongan yang sah, atau ketentuan lain dalam perjanjian.
Perusahaan juga perlu memperhatikan ketentuan upah minimum yang berlaku apabila hubungan kerjanya termasuk dalam cakupan ketentuan tersebut.
2. Sistem gaji harian
Sistem gaji harian menghitung pembayaran berdasarkan jumlah hari kerja yang disepakati.
Skema ini sering ditemukan pada pekerjaan promosi jangka pendek, seperti pameran, peluncuran produk, pembagian sampel, atau aktivasi merek.
Misalnya, SPG mendapatkan upah Rp150.000 per hari dan bekerja selama empat hari.
Total upahnya adalah Rp600.000, belum termasuk uang transportasi atau insentif apabila tersedia.
Sebelum menerima pekerjaan, SPG perlu memastikan apakah upah harian sudah mencakup waktu persiapan, briefing, dan penutupan acara.
Ketentuan mengenai waktu kerja dan pembayaran tambahan sebaiknya dijelaskan sejak awal.
3. Sistem gaji per shift
Sistem per shift menghitung pembayaran berdasarkan jadwal kerja atau giliran kerja tertentu.
Skema ini dapat diterapkan pada gerai ritel yang memiliki beberapa jadwal operasional.
Misalnya, perusahaan menyepakati pembayaran Rp100.000 untuk satu shift dengan durasi yang ditentukan.
Jika SPG bekerja selama 18 shift, penghasilan berdasarkan skema tersebut adalah Rp1.800.000.
Angka ini hanya ilustrasi perhitungan, bukan standar upah yang berlaku.
Perusahaan harus memastikan skema pembayaran sesuai dengan durasi kerja, hubungan kerja, dan ketentuan upah yang relevan.
Baca Juga: 25 Contoh KPI Tim Sales dan Cara Membuatnya
4. Sistem gaji berdasarkan target penjualan
Pada sistem berbasis target, penghasilan variabel ditentukan berdasarkan pencapaian yang telah disepakati.
Contohnya, perusahaan memberikan insentif Rp200.000 jika SPG berhasil menjual minimal 100 unit produk dalam satu bulan.
Apabila target tercapai, SPG memperoleh insentif tersebut sesuai aturan program.
Sistem ini perlu memiliki ketentuan yang jelas mengenai target, periode pengukuran, transaksi yang diakui, pembatalan penjualan, dan waktu pembayaran.
Perusahaan juga harus membedakan insentif variabel dari hak upah yang wajib dibayarkan berdasarkan hubungan kerja dan ketentuan hukum.
5. Sistem gaji pokok dan komisi
Sistem gaji pokok ditambah komisi menggabungkan penghasilan tetap dengan penghasilan yang bergantung pada penjualan.
Sebagai contoh, SPG menerima gaji pokok Rp3.500.000 dan komisi Rp500.000.
Total penghasilan sebelum tunjangan dan potongan menjadi Rp4.000.000.
Keuntungan skema ini adalah SPG memiliki komponen penghasilan tetap sekaligus peluang memperoleh tambahan pendapatan.
Namun, aturan komisi harus menjelaskan dasar perhitungan, persentase, batas waktu pencatatan penjualan, dan kondisi pembayaran.
Besarnya komisi juga tidak boleh digunakan untuk mengabaikan kewajiban upah minimum apabila kewajiban tersebut berlaku.
6. Sistem gaji borongan
Sistem borongan atau per proyek menetapkan pembayaran untuk keseluruhan penugasan, bukan semata-mata berdasarkan jumlah unit produk terjual.
Misalnya, SPG menerima pembayaran Rp900.000 untuk kegiatan promosi selama tiga hari dengan tugas dan jam kerja yang telah disepakati.
Walaupun disebut pembayaran proyek atau borongan, istilah tersebut tidak otomatis membuat pekerja kehilangan hak ketenagakerjaan.
Penentuan hak tetap perlu melihat bentuk hubungan kerja, karakter pekerjaan, serta peraturan yang berlaku.
Baca Juga: 17 Contoh OKR Tim Sales dan Cara Mengoptimalkannya
Apa Saja Komponen Gaji SPG?

Gaji yang didapatkan oleh SPG terdiri dari berbagai komponen di dalamnya, yakni sebagai berikut:
1. Gaji pokok
Gaji pokok merupakan komponen upah utama yang ditetapkan dalam perjanjian kerja atau ketentuan pengupahan yang berlaku.
Untuk SPG dengan pembayaran bulanan, gaji pokok menjadi dasar penghasilan rutin.
Dalam sistem upah harian, pembayaran ditentukan berdasarkan ketentuan upah harian yang disepakati dan aturan pengupahan yang relevan.
HRD perlu memastikan komponen upah dicatat secara benar karena susunan upah dapat memengaruhi perhitungan hak lain, seperti lembur dan THR.
2. Tunjangan transportasi dan tunjangan makan
Uang transportasi dan uang makan dapat diberikan sebagai tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, atau penggantian biaya sesuai kebijakan perusahaan.
Contohnya, perusahaan memberikan uang transportasi Rp15.000 per hari. Jika SPG bekerja selama 20 hari, jumlahnya adalah Rp300.000.
Sementara itu, uang makan Rp20.000 per hari untuk 20 hari kerja menghasilkan tambahan Rp400.000.
Perusahaan perlu menjelaskan apakah pembayaran diberikan berdasarkan kehadiran, bukti pengeluaran, atau nominal tetap.
Klasifikasi komponen tersebut juga perlu diperhatikan dalam penghitungan hak ketenagakerjaan.
3. Komisi penjualan
Komisi merupakan penghasilan yang dihitung berdasarkan transaksi atau pencapaian penjualan sesuai ketentuan program.
Sebagai contoh, jika SPG memperoleh komisi sebesar 2% dari penjualan yang memenuhi syarat dan berhasil mencatat omzet Rp25.000.000, komisinya adalah:
Rp25.000.000 × 2% = Rp500.000.
Perusahaan harus menjelaskan apakah komisi dihitung dari omzet kotor, omzet setelah diskon, atau nilai transaksi yang telah dibayar pelanggan.
Aturan retur, pembatalan, dan pembagian komisi juga harus transparan.
4. Insentif penjualan
Bonus target merupakan tambahan penghasilan yang diberikan ketika karyawan mencapai kriteria tertentu.
Sementara itu, insentif penjualan adalah istilah yang lebih luas untuk pembayaran yang mendorong atau menghargai pencapaian penjualan.
Contoh bonus target adalah pembayaran Rp300.000 ketika SPG mencapai target bulanan.
Insentif penjualan dapat berupa pembayaran per unit, komisi berdasarkan omzet, atau hadiah berdasarkan pencapaian program.
Nama komponen bukan satu-satunya faktor penentu perlakuan hukumnya.
Perusahaan harus melihat sifat pembayaran dan ketentuan yang berlaku untuk menentukan apakah suatu komponen termasuk upah atau pendapatan non-upah.
5. Upah lembur
Pembayaran lembur berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan melebihi waktu kerja normal sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk pekerja yang berhak atas upah lembur, perusahaan perlu menghitungnya berdasarkan ketentuan waktu kerja, upah sejam, dan tarif lembur yang berlaku.
Perhitungan dapat berbeda berdasarkan pola kerja dan kondisi yang diatur dalam peraturan.
Dasar hukum yang perlu diperiksa antara lain PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, serta Pemutusan Hubungan Kerja.
Baca Juga: Contoh Tes Kemampuan Sales, Jenis, dan Manfaatnya
Berapa Gaji SPG di Indonesia?
Gaji SPG tidak memiliki satu standar nominal untuk seluruh Indonesia.
Penghasilan bergantung pada lokasi, jenis produk, jam kerja, pengalaman, pemberi kerja, serta komponen komisi dan tunjangan.
Berikut besaran gaji SPG sesuai dengan penempatannya:
1. Gaji sales promotion representative
Sebagai gambaran pasar, halaman gaji Indeed untuk posisi Sales Promotion Representative di Indonesia mencatat rata-rata gaji pokok sekitar Rp3.816.512 per bulan, berdasarkan 2.700 laporan dan pembaruan pada 27 September 2026.
Angka tersebut merupakan data agregat platform, bukan standar resmi pemerintah dan bukan khusus untuk seluruh kategori SPG.
2. Gaji SPG counter
SPG counter atau toko umumnya menerima penghasilan bulanan jika bekerja secara rutin.
Besarnya dapat dipengaruhi oleh lokasi toko, merek yang diwakili, tanggung jawab pelayanan, dan sistem komisi.
Sebagai pembanding, data lowongan yang ditampilkan Indeed mencakup posisi SPG di Pekanbaru dengan kisaran Rp2.500.000–Rp3.000.000 per bulan serta sejumlah posisi promotor di kota lain dengan kisaran yang berbeda.
Nominal tersebut merupakan contoh penawaran lowongan tertentu, bukan rata-rata nasional.
3. Gaji SPG harian event
SPG event umumnya dibayar berdasarkan hari kerja atau penugasan.
Nominalnya dapat berbeda menurut durasi acara, lokasi, tanggung jawab, dan kebutuhan promosi.
Sebagai contoh lowongan yang ditampilkan Indeed, terdapat penawaran SPG dengan upah Rp130.000–Rp150.000 per hari serta penawaran SPG event di Bogor sebesar Rp300.000 per hari.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa upah harian perlu diperiksa berdasarkan detail pekerjaan, bukan dipukul rata.
Baca Juga: 9 Langkah Merekrut Sales Berkualitas + 12 Tips Terbaiknya
4. Gaji SPG produk kecantikan dan kosmetik
SPG kosmetik dapat bertugas memberikan konsultasi produk, membantu pelanggan memilih produk, melakukan demonstrasi, dan mendukung target penjualan.
Penghasilan bergantung pada merek, lokasi counter, tingkat pengalaman, dan komisi.
Belum tersedia satu angka yang dapat digunakan secara bertanggung jawab sebagai standar nasional khusus SPG kosmetik dari sumber yang sama dan terverifikasi untuk seluruh wilayah.
Untuk mengetahui kisaran aktual, calon pekerja sebaiknya membandingkan lowongan terbaru untuk merek dan lokasi yang sama serta memeriksa apakah nominal yang ditawarkan sudah termasuk komisi.
5. Gaji SPG elektronik dan gadget
SPG elektronik atau gadget biasanya membutuhkan pengetahuan produk yang lebih spesifik, seperti spesifikasi perangkat, fitur, garansi, dan perbandingan produk.
Sebagai contoh, data lowongan yang ditampilkan Indeed mencantumkan promotor perangkat elektronik di Sumenep dengan kisaran Rp2.500.000–Rp2.600.000 per bulan.
Sementara itu, sejumlah lowongan promotor perangkat di wilayah Yogyakarta menampilkan rentang sekitar Rp2.400.000–Rp3.300.000 per bulan.
Nominal tersebut merujuk pada lowongan tertentu, bukan seluruh pekerjaan elektronik atau gadget.
6. Gaji SPG makanan dan minuman
SPG makanan dan minuman dapat bekerja di supermarket, pusat perbelanjaan, pameran, atau acara promosi.
Tugasnya dapat mencakup menawarkan produk, membagikan sampel, menjaga ketersediaan produk, dan mencatat hasil promosi.
Skema penghasilannya bisa berupa upah harian, gaji bulanan, atau kombinasi upah dan insentif.
Untuk kategori ini, nominal perlu diverifikasi melalui lowongan terbaru sesuai lokasi dan jenis penugasan karena belum ada satu kisaran terverifikasi yang mewakili seluruh SPG makanan dan minuman di Indonesia.
7. Gaji SPG berbeda berdasarkan kota dan lokasi penempatan
Ya, data agregat Indeed yang diperbarui pada September 2026 menunjukkan perbedaan rata-rata gaji Sales Promotion Representative antarkota.
Sebagai ilustrasi, halaman yang sama mencatat rata-rata sekitar Rp4.596.835 per bulan di Bogor dan Rp3.482.712 di Semarang.
Data tersebut berasal dari laporan gaji yang tersedia di platform dan tidak secara khusus memisahkan seluruh jenis SPG.
| Wilayah | Rata-rata gaji yang dilaporkan | Periode pembaruan data |
|---|---|---|
| Bogor | Rp4.596.835/bulan | September 2026 |
| Tangerang | Rp4.560.339/bulan | September 2026 |
| Semarang | Rp3.482.712/bulan | Data kota yang ditampilkan pada September 2026 |
Perusahaan tetap perlu memastikan penawaran gaji memenuhi ketentuan upah minimum yang berlaku apabila pekerja dan hubungan kerjanya termasuk dalam cakupan ketentuan tersebut.
Besaran upah minimum perlu diperiksa berdasarkan wilayah dan tahun penetapan.
Baca Juga: Sales Training: Manfaat, Metode, dan Cara Merancangnya
Bagaimana Cara Menghitung Gaji SPG?

Perhitungan gaji SPG bergantung pada sistem pembayaran yang digunakan perusahaan.
Untuk memastikan penghasilan sesuai kesepakatan, setiap komponen perlu dihitung secara terpisah sebelum dijumlahkan.
Gaji SPG harian dihitung dengan mengalikan tarif upah harian dengan jumlah hari kerja yang dibayarkan.
Rumus:
Gaji harian = Upah per hari × Jumlah hari kerja yang dibayarkan
Misalnya, SPG memperoleh upah Rp150.000 per hari dan bekerja selama 20 hari.
Rp150.000 × 20 = Rp3.000.000.
Perhitungan ini belum mencakup komisi, tunjangan, lembur, atau potongan yang berlaku.
1. Bagaimana cara menghitung gaji SPG bulanan?
Untuk SPG dengan gaji bulanan, perhitungan dimulai dari upah bulanan sesuai perjanjian kerja.
Selanjutnya, perusahaan menambahkan komponen penghasilan lain yang menjadi hak pekerja.
Sebagai contoh:
- Gaji pokok: Rp3.500.000
- Uang transportasi: Rp300.000
- Komisi penjualan: Rp500.000
Total penghasilan sebelum potongan adalah Rp4.300.000.
Perhitungan aktual dapat berbeda apabila terdapat komponen tunjangan lain, ketentuan prorata, atau pembayaran tambahan yang berlaku.
2. Bagaimana cara menghitung komisi dari hasil penjualan?
Komisi dapat dihitung berdasarkan omzet, jumlah produk yang terjual, atau pencapaian lain sesuai perjanjian.
Jika perusahaan menetapkan komisi sebesar 2% dari omzet yang memenuhi syarat dan SPG mencatat penjualan Rp25.000.000, perhitungannya adalah:
Rp25.000.000 × 2% = Rp500.000.
Perusahaan perlu menjelaskan apakah omzet yang digunakan merupakan nilai sebelum atau sesudah diskon, serta bagaimana transaksi retur dan pembatalan diperhitungkan.
Baca Juga: Cara Memantau Sales Canvassing dan Rekomendasi Software
3. Bagaimana cara menghitung bonus berdasarkan target?
Bonus target dihitung berdasarkan kriteria yang ditetapkan perusahaan.
Misalnya, perusahaan memberikan bonus Rp300.000 jika SPG mencapai target penjualan bulanan sebesar Rp30.000.000.
Jika hasil penjualan mencapai Rp32.000.000, SPG memenuhi target dan memperoleh bonus Rp300.000 sesuai ketentuan program.
Apabila perusahaan menerapkan bonus bertingkat, misalnya bonus berbeda untuk pencapaian 100%, 110%, dan 120%, setiap tingkat perlu dijelaskan secara tertulis agar tidak menimbulkan perselisihan.
4. Bagaimana cara menghitung total penghasilan SPG setelah potongan?
Berikut contoh simulasi perhitungan gaji SPG menggunakan nominal ilustratif.
| Komponen | Contoh nominal |
|---|---|
| Upah harian | Rp150.000 |
| Jumlah hari kerja | 20 hari |
| Total upah harian | Rp3.000.000 |
| Komisi penjualan | Rp500.000 |
| Uang transportasi | Rp300.000 |
| Total sebelum potongan | Rp3.800.000 |
| Contoh potongan yang sah | Rp100.000 |
| Total setelah potongan | Rp3.700.000 |
Simulasi di atas mengasumsikan potongan Rp100.000 memang sah dan dapat diterapkan sesuai ketentuan.
Angka tersebut bukan standar gaji pasar atau penetapan upah yang berlaku umum.
Perusahaan harus memastikan dasar setiap potongan jelas dan sesuai peraturan.
SPG juga sebaiknya memeriksa slip gaji untuk memastikan penghasilan yang diterima sesuai perjanjian.
Baca Juga: Contoh Job Deskripsi Sales, Skill Penting, dan Kualifikasinya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai sistem gaji SPG yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa sistem gaji SPG dapat berbentuk gaji bulanan, upah harian, pembayaran per shift, komisi penjualan, ataupun kombinasi beberapa komponen.
Besaran penghasilan ini dipengaruhi oleh wilayah, jenis produk, pengalaman, durasi kerja, dan kebijakan pemberi kerja.
Untuk kemudahan pengelolaan penggajian karyawan di perusahaan Anda, gunakan software payroll dari GajiHub.
GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Sistem Gaji SPG dan Cara Menghitungnya - 12 October 2026
- Sistem Gaji Karyawan Koperasi dan Aturannya - 11 October 2026
- Gaji Apoteker di Indonesia dan Tahapan Pendidikannya - 11 October 2026