Untuk mendukung penjualan yang optimal, perusahaan perlu menentukan sales target.
Melalui sales target ini perusahaan dapat meningkatkan keuntungan dan juga membantu perusahaan untuk fokus pada target yang telah ditentukan.
Dari sini tim sales dapat mengukur kinerja secara tepat untuk hasil yang lebih optimal.
Dengan cara ini perusahaan dapat dengan mudah memaksimalkan potensi untuk mencapai tujuan bisnis.
Lalu apa yang dimaksud dengan sales target dan bagaimana cara menentukannya?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai sales target mulai dari pengertiannya, cara menentukan, hingga cara memantaunya.
Untuk penjelasan lengkapnya yuk simak di bawah ini:
Apa yang Dimaksud dengan Sales Target?

Sales target atau target penjualan adalah tujuan yang ditetapkan oleh tim sales dalam kurun waktu, metode dan juga satuan ukuran tertentu.
Di sini manajer dapat membuat target sesuai dengan metrik yang paling akurat untuk mendukung keberhasilan tim.
Dengan adanya target penjualan yang jelas, tim penjualan dapat berkembang dengan baik karena mereka dapat fokus dengan tujuan yang ingin dicapai.
Biasanya, target penjualan ditetapkan pada awal periode bisnis dan menjadi tanggung jawab dari tim sales, baik secara umum ataupun anggota tim sales.
Tentunya dalam menetapkan target penjualan ini tidak bisa dilakukan secara asal.
Perusahaan harus mempertimbangkan metrik paling akurat untuk mendukung kesuksesan tim.
Berikut 4 metrik yang bisa digunakan untuk menentukan target penjualan:
- Jumlah unit yang terjual
- Jumlah pendapatan
- Jumlah penjualan
- Jumlah klien baru

Baca Juga: Contoh Job Deskripsi Sales, Skill Penting, dan Kualifikasinya
Bagaimana Cara Menentukan Sales Target?

Untuk menentukan target penjualan, berikut cara yang dapat Anda lakukan:
1. Analisis Data Penjualan Periode Sebelumnya
Cara pertama adalah dengan menganalisis data penjualan pada periode sebelumnya.
Cara ini dilakukan untuk memahami tren yang ada sekaligus untuk melihat kinerja penjualan sebelumnya untuk memprediksi dan menyusun strategi penjualan di masa yang akan datang.
2. Evaluasi Pasar
Selanjutnya Anda dapat mulai mengevaluasi pasar.
Di sini penting bagi Anda untuk memperhatikan permintaan produk yang sedang banyak dicari, kompetisi, dan juga tren industri.
Ketika Anda dapat melihat situasi pasar, maka Anda dapat menetapkan target secara realistis dengan menyesuaikan kondisi yang ada.
Baca Juga: 17 Contoh OKR Tim Sales dan Cara Mengoptimalkannya
3. Tentukan Tujuan Bisnis dengan Realistis
Ketiga, tentukan tujuan bisnis Anda secara realistis.
Ini dilakukan baik untuk jangka panjang ataupun jangka pendek.
Target yang ditetapkan ini harus sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
Ini dilakukan agar apa yang dilakukan dapat mendukung tercapainya target tersebut.
4. Lakukan Segmentasi Pasar
Selanjutnya Anda dapat membagi pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil dan juga spesifik.
Tujuan ini dilakukan untuk memudahkan Anda dalam menetapkan target yang lebih akurat untuk setiap segmen yang ada.
Baca Juga: Evaluasi Gaji Berdasarkan Performa, Bagaimana Caranya?
5. Identifikasi Peluang Pertumbuhan
Dalam melakukan target penjualan penting bagi Anda untuk mengidentifikasi peluang untuk pertumbuhan.
Di sini Anda dapat mencari tahu peluang pertumbuhan yang belum dimanfaatkan, misalnya target baru atau pangsa pasar baru.
Dengan melakukan identifikasi peluang ini, Anda dapat menetapkan target yang lebih serius namun juga realistis.
6. Lakukan Monitoring dan Evaluasi secara Berkala
Cara terakhir adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Misalnya dengan mengawasi perkembangan target penjualan setiap bulannya.
Cara ini dapat membantu Anda membuat strategi yang sesuai dan memastikan setiap target penjualan tetap relevan dengan kondisi pasar yang terus mengalami perubahan.
Baca Juga: 7 Contoh OKR Sales, Manfaat, Tips Optimalisasinya
Mengapa Menetapkan Sales Target Penting Dilakukan?

Ketika membicarakan mengenai penetapan target penjualan, maka ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan.
Berikut 4 manfaat yang bisa didapatkan tersebut:
1. Memantau Keberhasilan
Manfaat yang pertama adalah untuk memantau keberhasilan.
Biasanya target ini disesuaikan dengan jumlah pendapatan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menutup biaya operasional dan produksi sembari menghasilkan profit.
Jadi, ketika tim dapat mencapai target yang telah ditentukan, maka perusahaan dapat dengan mudah menilai apakah target tersebut cukup untuk operasional perusahaan.
Melalui penetapan dan pencapaian yang lebih besar menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
2. Meningkatkan Motivasi Tim
Manfaat kedua adalah membantu meningkatkan motivasi tim.
Hal ini karena ketika tim berhasil mencapai target yang telah ditentukan, artinya mereka telah berkontribusi pada keberhasilan perusahaan.
Cara ini dapat mendukung setiap anggota tim untuk terus bekerja keras dan meningkatkan produktivitas,
Ketika tim berhasil mencapai target penjualan, mereka juga merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka dan membuat mereka lebih loyal sehingga turnover tetap rendah.
Baca Juga: Jobdesk Sales Representative, Skill, Pendidikan, dan Gajinya
3. Merencanakan Pertumbuhan
Meskipun target memiliki tujuan jangka pendek, namun target ini juga dapat membantu perusahaan merencanakan pertumbuhan.
Biasanya perusahaan meningkatkan target di setiap periode untuk mencapai tujuan jangka panjang, misalnya meningkatkan pendapatan atau menciptakan basis pelanggan lebih besar.
Melalui cara ini perusahaan dapat mencapai pertumbuhan berkelanjutan sehingga tim dapat terus berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka.
4. Menentukan Ekspektasi
Manfaat yang terakhir adalah untuk menentukan ekspektasi.
Ini penting dilakukan agar setiap orang paham tujuan yang sedang mereka kejar sehingga dapat membuat rencana jadwal yang tepat.
Contohnya adalah ketika tujuan penjualan anggota tim mendapatkan 20 pelanggan, maka mereka dapat menargetkan setidaknya satu pelanggan baru setiap hari.
Dengan ekspektasi yang jelas juga dapat membantu perusahaan mengukur kesuksesan sendiri secara lebih mudah.
Ini juga dapat membantu memastikan mereka berada di jalur yang benar dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Baca Juga: 25 Contoh KPI Tim Sales dan Cara Membuatnya
Apa Saja Jenis-Jenis Target Penjualan?
Ada 3 jenis target penjualan yang penting untuk dipahami, yaitu:
1. Target Penjualan Produk
Sales target produk merupakan target yang melibatkan keuntungan dari hasil penjualan barang.
Di sini barang yang dijual dapat diubah dalam bentuk mata uang.
Di mana setiap perusahaan pastinya berharap barang yang dijual dapat segera laku.
Pengukuran kesuksesan pada jenis ini dilakukan dengan menghitung berapa banyak barang yang berhasil terjual atau banyaknya uang yang didapatkan tim.
Jika pendapatan ini sesyai dengan target, maka sales dinyatakan berhasil mencapai sales target.
Baca Juga: 9 Langkah Merekrut Sales Berkualitas + 12 Tips Terbaiknya
2. Target Persentase Distribusi
Target ini merupakan jenis target yang dinilai dari keberhasilan perusahaan dalam mendistribusikan suatu produk ke pihak lain seperti retail, outlet, hingga pengecer.
Jika persentase permintaan barang baik, maka sales target berhasil dicapai.
3. Target Promosi
Jenis yang terakhir adalah target promosi, di mana ini ditentukan oleh perusahaan sesuatu ajang promosi dari perusahaan.
Ketika perusahaan membuat kegiatan promosi, maka terdapat keuntungan yang diharapkan,
Karakteristik dari jenis target pemasaran ini adalah waktu yang singkat dengan modal yang cukup besar.
Tidak heran jika promosi lebih cenderung besar dibandingkan pencapaiannya.
Kegiatan promosi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari iklan di radio, media sosial, koran, dan sebagainya.
Baca Juga: 9 Jenis Struktur Komisi Penjualan dan Cara Memilihnya
Bagaimana Cara Memantau Sales Target Perusahaan?

Dalam sales target, tidak hanya penting untuk menentukan targetnya namun juga terkait pemantauannya.
Ini dilakukan untuk memastikan tujuan bisnis dapat tercapai dengan baik sekaligus identifikasi bagian mana saja yang perlu diperbaiki.
Berikut 5 cara yang dapat Anda lakukan untuk memantau sales target ini:
1. Gunakan Software CRM
Cara memantau yang pertama adalah dengan menggunakan software CRM atau Customer Relationship Management.
Software CRM merupakan software yang membantu melacak seluruh aktivitas penjualan, dari prospek hingga closing.
Anda juga dapat dengan mudah memantau kinerja tim penjualan dan melihat apakah mereka berhasil mencapai target yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Contoh SOP Tim Sales, Manfaat, dan Cara Penggunaannya
2. Tetapkan KPI
Kedua, dengan menetapkan KPI atau Key Performance Indicator.
Dengan cara ini Anda dapat menetapkan metrik yang relevan, seperti tingkat konversi, rata-rata nilai transaksi, jumlah prospek baru, dan lainnya.
3. Adakan Rapat secara Rutin
Selanjutnya Anda dapat mengadakan rapat secara rutin.
Ini dapat berupa rapat mingguan atau bulanan untuk melakukan evaluasi tim penjualan,
Anda dapat mendiskusikan pencapaian, tantangan, dan strategi yang digunakan untuk meningkatkan penjualan.
Baca Juga: KPI Dashboard: Manfaat, Contoh, dan Cara Membuatnya
4. Buat Laporan Penjualan
Pemantauan target penjualan berikutnya dapat Anda lakukan dengan membuat laporan penjualan.
Anda dapat membuatnya dalam periode harian, mingguan, atau bulanan.
Bagian penting yang harus ada dalam laporan penjualan ini di antaranya target, analisis tren, hingga prediksi penjualan di masa depan.
5. Kumpulkan Feedback
Terakhir, kumpulkan feedback yang berkaitan dengan tantangan yang dihadapi.
Jangan lupa juga untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tim sales.
Baca Juga: 18 Contoh KPI Sales, Arti, serta Pentingnya bagi Perusahaan
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai sales target yang dapat menjadi referensi Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa sales target menjadi bagian penting bagi perusahaan untuk memantau keberhasilan tim penjualan.
Namun tentunya agar target penjualan ini dapat berjalan secara optimal dibutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dalam pengelolaan karyawan.
Gunakan manajemen data karyawan dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.
GajiHub merupakan manajemen data karyawan yang dilengkapi berbagai fitur untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Quiet Leadership: Ini Kelebihan dan Kekurangannya - 9 January 2026
- 7 Cara Mengatasi Underperformance Employee - 9 January 2026
- Career Paralysis: Pengertian, Tanda, dan Cara Mengatasinya - 8 January 2026