Karyawan half day menjadi bentuk dari fleksibilitas yang ada di dunia kerja saat ini.
Seperti yang diketahui, dunia kerja modern identik dengan fleksibilitas yang tinggi khususnya yang berkaitan dengan sumber daya manusia.
Dengan adanya karyawan half day ini, perusahaan bisa mengatur jadwal dengan lebih fleksibel menyesuaikan dengan jadwal dari karyawan.
Tentunya agar pengaturan jadwal bisa dilakukan secara efektif, dibutuhkan pengelolaan yang tepat.
GajiHub hadir sebagai software absensi yang mendukung kemudahan pengelolaan jadwal karyawan, termasuk untuk pengelolaan karyawan half day.
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai karyawan half day, mulai dari pengertiannya, alasan menerapkannya, hingga cara menyikapinya.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Apa yang Dimaksud dengan Karyawan Half Day?

Karyawan half day atau karyawan setengah hari adalah karyawan yang bekerja dengan jam kerja lebih singkat dibandingkan dengan karyawan penuh waktu.
Secara umum mereka bekerja dengan durasi kerja 4 jam dalam satu hari.
Sistem kerja ini tidak diterapkan di semua bidang atau sektor pekerjaan dan hanya pekerjaan tertentu yang tidak membutuhkan kehadiran sepanjang hari yang bisa menetapkan sistem ini.
Biasanya sistem ini diterapkan untuk mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pekerjaan freelancer yang memang membutuhkan pekerjaan dengan waktu yang fleksibel.
Memilih sistem pekerjaan setengah hari ini menjadi pilihan terbaik di tengah tren work life balance karena dapat meningkatkan kebutuhan kerja yang fleksibel.
Selain itu, dengan menerapkan sistem kerja ini perusahaan juga bisa mendapatkan tenaga kerja dengan produktivitas yang tinggi tanpa harus terikat jam kerja seperti biasanya.

Baca Juga: Kerja Part Time: Pengertian, Contoh, dan Aturannya di Indonesia
Alasan Perusahaan Menerapkan Half Day
Kebijakan karyawan setengah hari ini telah banyak diterapkan oleh banyak perusahaan.
Dengan menerapkan sistem kerja ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dengan cara memberikan fleksibilitas yang tinggi kepada karyawan.
Berikut 3 alasan mengapa banyak perusahaan memutuskan menerapkan kebijakan paruh waktu ini:
1. Biaya Operasional Lebih Efisien
Dengan adanya kebijakan kerja paruh waktu ini, perusahaan dapat lebih efisien dalam biaya operasional.
Ini karena perusahaan dapat memangkas biaya tenaga kerja dan tetap dapat mempertahankan produktivitas di perusahaan.
Sistem ini juga berlaku bagi beberapa posisi yang memang tidak dibutuhkan jam kerja penuh.
Misalnya posisi freelancer, konsultan, customer service, dan posisi lainnya yang tidak mengharuskan karyawan bekerja di kantor seharian penuh.
Baca Juga: Kerja Paruh Waktu Online: Manfaat dan 12 Rekomendasinya
2. Lebih Fleksibel
Alasan kedua adalah lebih fleksibel karena kebijakan ini bisa memberikan ruang bagi karyawan yang memiliki kebutuhan khusus.
Ini bisa dilakukan oleh mahasiswa, orang tua yang masih memiliki tugas di rumah, hingga mereka yang membutuhkan pekerjaan freelance di luar pekerjaan utama.
3. Mendukung Inklusivitas
Alasan yang ketiga adalah untuk mendukung inklusivitas di mana merupakan tindakan menghargai setiap individu manusia tanpa memandang perbedaan yang ada di dalam diri mereka.
Dengan menerapkan half day ini, perusahaan dapat mendukung setiap hal yang dimiliki setiap orang untuk bekerja tanpa harus mengorbankan standar produktivitas.
Bisa dibilang sistem ini menguntungkan bagi karyawan karena sistem kerja ini memiliki jam kerja fleksibel, namun tetap saja perusahaan harus menerapkannya sesuai dengan regulasi dan ketentuan pemerintahan.
Dalam UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, karyawan paruh waktu tetap memiliki hal atas jam kerja minimum, dengan upah yang sesuai dengan standar ketentuan proporsional, dna juga diberikan hak cuti serta jaminan sosial.
Dengan memahami semua aspek hukum sebelum diterapkannya sistem ini, perusahaan dapat membuat rencana sistem kerja secara profesional dan tetap mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Baca Juga: 20 Jenis Jadwal Kerja yang Bisa Perusahaan Terapkan
Bagaimana Regulasi Karyawan Half Day di Indonesia?

Ketika membahas mengenai regulasi karyawan setengah hari, maka kita harus melihat aturan jam kerja yang berlaku di Indonesia.
Seperti yang diketahui, dalam Pasal 81 angka 23 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 77 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan dijelaskan bahwa setiap pengusaha wajib mematuhi aturan jam kerja, yakni:
- 7 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau
- 8 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.
Namun aturan ini tidak berlaku bagi sektor-sektor tertentu.
Untuk sektor yang menerapkan jam kerja kurang dari ketentuan yang berlaku, karakteristik yang dimilikinya adalah sebagai berikut:
- Penyelesaian pekerjaan kurang dari 7 jam 1 hari dan kurang dari 35 jam 1 minggu;
- Waktu kerja fleksibel; atau
- Pekerjaan dapat dilakukan di luar lokasi kerja.
Dari aturan tersebut, dapat dipahami bahwa perusahaan boleh mempekerjakan karyawan di bawah jam kerja standar yang telah ditetapkan.
Perusahaan juga harus memberikan upah yang layak kepada karyawan sesuai aturan tersebut di mana disesuaikan dengan jam kerja karyawan.
Baca Juga: Gig Worker: Pengertian, Jenis, dan Tips Menemukannya
Apa Saja Bidang Pekerjaan yang Cocok untuk Karyawan Half Day?

Seperti penjelasan sebelumnya, tidak semua bidang pekerjaan cocok untuk menerapkan kerja setengah hari ini.
Berikut 4 bidang pekerjaan yang cocok untuk diterapkan kepada karyawan half day:
1. Administrasi
Jenis yang pertama adalah administrasi di mana biasanya diterapkan sistem shift.
Jadi, karyawan nantinya bisa bergantian untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab administrasi ini.
Biasanya ini diterapkan di perusahaan kecil ataupun setingkat UMKM.
2. Pendidikan
Bidang pendidikan juga menjadi salah satu bidang yang cocok untuk menerapkan sistem setengah hari.
Terlebih untuk pendidikan non formal seperti lembaga kursus atau privat.
Jadi, karyawan bisa tetap melakukan pekerjaan setengah hari tanpa meninggalkan tugas utama mereka.
Baca Juga: Side Hustle: Manfaat, Contoh, dan Tips Mendapatkannya
3. Retail
Retail menjadi bidang pekerjaan yang terkenal sering menerapkan sistem kerja setengah hari.
Di sini karyawan dapat bekerja dengan sistem shift bergantian dengan karyawan lainnya.
4. Digital Kreatif
Sebagai bidang pekerjaan yang tidak harus berangkat ke kantor, digital kreatif juga cocok untuk menerapkan sistem half day.
Mulai dari content writer, admin media sosial, hingga desainer grafis cocok untuk menerapkan sistem half day ini.
Baca Juga: Aturan Pekerja Lepas Harian dan Hak yang Didapatkan
Bagaimana Cara Menerapkan Karyawan Half Day?

Setelah Anda memahami alasan mengapa perusahaan menerapkan sistem kerja half day ini, penting bagi perusahaan Anda untuk menerapkan sistem kerja ini secara efektif.
Berikut 5 cara menerapkan sistem kerja half day secara efektif di perusahaan Anda:
1. Buat Kebijakan secara Tertulis
Cara pertama yang penting untuk dilakukan adalah dengan membuat kebijakan secara tertulis.
Di sini Anda dapat mencantumkan jam kerja dimulai dan berakhir, jumlah hari kerja dalam satu minggu, hingga mengatur pergantian shift jika memang diperlukan.
Dengan cara ini karyawan memiliki panduan yang jelas dan mereka bisa dengan mudah untuk menaatinya.
Baca Juga: Status Karyawan: Jenis dan Cara Menentukannya
2. Terapkan Sistem Absensi Online
Kedua, terapkan sistem absensi online.
Dengan sistem absensi online ini, tim HR dapat lebih mudah untuk memonitoring karyawan paruh waktu.
Termasuk untuk mencatat jam kerja karyawan half day agar produk penggajian dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan kinerja yang dimiliki oleh karyawan.
3. Tentukan Beban Kerja yang Sepadan
Ketiga, tentukan beban kerja yang sepadan.
Karena karyawan bekerja setengah hari, maka beban kerjanya juga harus sesuai.
HR bisa mendukung mereka untuk fokus terhadap peran utama yang wajib untuk dikerjakan.
Cara ini dilakukan agar karyawan setengah hari dapat bekerja secara efektif dan tidak mengganggu alur kerja karyawan penuh waktu.
Baca Juga: Cara Menghitung Jam Kerja Karyawan di Indonesia
4. Gunakan Sistem Penilaian Kinerja
Untuk memudahkan HR dalam menilai kinerja karyawan setengah hari, Anda bisa menggunakan sistem penilaian kinerja.
Dengan adanya sistem ini, HR bisa melakukan penilaian hasil kerja yang dilakukan oleh karyawan paruh waktu dengan menggunakan indikator yang dimilikinya.
Ini sangat sesuai diterapkan pada sistem kerja yang tidak menuntut kehadiran karyawan.
5. Buat Kebijakan Sesuai Regulasi
Cara terakhir adalah dengan membuat kebijakan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Meski berstatus setengah hari, karyawan ini tetap mendapatkan perlindungan dan hak yang sama dengan karyawan yang bekerja penuh waktu.
Ini terdiri dari upah yang layak, jaminan sosial, cuti tahunan, hingga jaminan keselamatan dan keamanan ketika bekerja.
Jadi HR harus memastikan membuat dokumen resmi dan juga tertulis secara jelas sesuai dengan kebijakan yang ada di perusahaan.
Baca Juga: Side Job Adalah: Manfaat dan 15 Rekomendasinya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai karyawan half day yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas, karyawan half day tetap memiliki hak dan perlindungan layaknya karyawan full day, meski di sini mereka tidak bekerja secara penuh.
Jadi penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan karyawan secara tepat untuk mendukung pemenuhan hak dan kewajiban tersebut.
Gunakan sistem HRIS dari GajiHub untuk memberikan dukungan terbaik dalam memenuhi hak dan perlindungan karyawan Anda.
GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Untuk dukungan karyawan paruh waktu, GajiHub memudahkan Anda untuk membuat jadwal kerja atau shift kerja secara mudah dan cepat.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Karyawan Half Day: Regulasi dan Cara Menerapkannya - 12 January 2026
- Chaotic Working: Dampak dan Cara Mengatasinya - 12 January 2026
- Quiet Leadership: Ini Kelebihan dan Kekurangannya - 9 January 2026