Ketika karyawan merasa tidak puas dengan perusahaan mereka bisa melakukan aksi, salah satunya aksi demo naik gaji.
Aksi demo ini ingin naik gaji menjadi aksi puncak atas ketidakpuasan yang telah lama dirasakan.
Ini biasa didasari oleh upah yang tidak sesuai, beban kerja yang semakin berat, hingga komunikasi yang kurang antara manajemen dengan karyawan.
Dalam memahami demo yang dilakukan oleh karyawan ini tim HR perlu melihatnya secara terbuka.
Jangan hanya melihat bentuk perlawanannya namun lihat sebagai sinyal penting untuk hal-hal yang harus diperbaiki.
Jadi, langkah pertama adalah mendengarkan keluhan yang diajukan oleh karyawan.
Cara ini dilakukan untuk menjaga hubungan antara perusahaan dan karyawan tetap baik dan agar dapat membuka ruang diskusi yang sehat sehingga ditemukan solusi.
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai demo karyawan naik gaji mulai dari faktor penyebab, aturan, hingga cara menghadapinya.
Untuk lebih lengkapnya Anda dapat menyimak penjelasan yang ada di bawah ini:
Apa Saja Faktor yang Menyebabkan Karyawan Demo Naik Gaji?

Ketika karyawan melakukan demo naik gaji, ini dilakukan bukan tanpa alasan.
Biasanya demo dilakukan setelah karyawan mengajukan tuntutan untuk naik gaji namun tidak didengar oleh perusahaan.
Oleh karenanya penting bagi perusahaan untuk memahami apa saja faktor yang menyebabkan karyawan melakukan demo naik gaji ini, yakni sebagai berikut:
1. Ketidaksesuaian Upah
Faktor yang pertama adalah adanya ketidaksesuaian upah.
Ketika seorang karyawan dihadapkan pada situasi tugas dan tanggung jawab makin bertambah namun tidak dibarengi dengan kenaikan upah, maka mereka bisa menuntut kenaikan upah.
Terlebih jika mereka mengetahui rekan kerja dengan posisi yang sama mendapatkan upah yang lebih tinggi.
Tuntutan kenaikan upah ini dilakukan karena mereka merasa tidak dihargai dan memilih melakukan demo sebagai bentuk langkah protes mereka.
2. Sistem Penggajian Kurang Transparan
Kedua karena sistem penggajian yang kurang transparan.
Meski saat ini sudah ada sistem penggajian otomatis, namun masih banyak perusahaan yang tidak menerapkannya ke perusahaan.
Ini membuat karyawan merasa tidak adil dengan sistem kenaikan gaji yang tidak jelas bahkan tidak adil.
Misalnya, ketika karyawan ada yang telah bekerja bertahun-tahun tidak mendapatkan kenaikan gaji, padahal karyawan baru mendapatkan kompensasi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Tren Kenaikan Gaji 2020-2025 dan Tips Menghadapinya
3. Kurangnya Dialog antara Karyawan dan HR
Faktor penyebab berikutnya adalah karena kurangnya dialog antara karyawan dengan HR.
Sebenarnya sebelum karyawan melakukan demo, mereka telah menyuarakan kebutuhan mereka namun tidak didengarkan oleh karyawan.
Nah, pada saat keluhan mereka tidak ditanggapi, akhirnya mereka melakukan aksi demo sebagai teriakan dan usaha terakhir yang dapat dilakukan agar tuntutan segera dipenuhi.
4. Biaya Hidup yang Tinggi
Faktor yang terakhir adalah karena biaya hidup yang semakin tinggi.
Meski setiap tahun pemerintah memberikan kenaikan UMK/UMP, namun masih ada perusahaan yang membayar karyawan di bawah UMK.
Ada juga karyawan yang merasa tidak cukup dengan UMK karena kenaikan harga kebutuhan pokok hingga transportasi.
Ini membuat pendapatan yang didapatkan karyawan tidak dapat memenuhi kebutuhan dan menginginkan kenaikan gaji.
Baca Juga: 8 Jenis Struktur Peningkatan Gaji Karyawan dan Tips Memilihnya
Bagaimana Aturan Mengenai Karyawan Demo Naik Gaji?

Setelah membahas mengenai faktor yang menyebabkan karyawan melakukan demo untuk kebaikan upah, lalu bagaimana aturan kenaikan upah karyawan berdasarkan Undang-Undang?
Di dalam UU Ketenagakerjaan tidak ada aturan yang secara tegas menjelaskan mengenai berapa persen kenaikan upah karyawan.
Namun kenaikan upah ini dapat disesuaikan dengan upah minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Perusahaan juga diperbolehkan untuk menetapkan kenaikan upah sesuai dengan struktur dan skala upah yang telah disusun dengan pertimbangan kinerja karyawan dan keadaan keuangan perusahaan.
Namun untuk menetapkan ini perusahaan perlu menyusun struktur dan skala upah secara transpatan dan adil dengan melakukan komunikasi yang baik bersama karyawan berkaitan dengan kebijakan penggajian.
Baca Juga: Kenaikan Gaji Per Tahun: Aturan di Indonesia dan Rata-Ratanya
Apa Saja Dampak dari Karyawan Demo Naik Gaji?
Ketika karyawan melakukan demo untuk kenaikan upah ini menjadi salah satu bentuk menyampaikan aspirasi.
Namun, dari aksi ini bisa memberikan dampak yang besar bagi perusahaan, lho.
Apalagi jika demo dilakukan dalam skala besar dan berkepanjangan.
Berikut 4 dampak yang bisa didapatkan perusahaan dari aksi demo yang dilakukan oleh karyawan:
1. Terhambatnya Operasional Perusahaan
Dampak yang pertama adalah terhambatnya operasional perusahaan.
Ketika karyawan melakukan demo, mereka tentunya meninggalkan pekerjaan mereka untuk sementara.
Ini mengakibatkan proses produksi, pelayanan, hingga proyek yang sedang berjalan dapat terhenti.
Dari berhentinya ini membuat target menjadi sulit untuk dicapai yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan.
2. Citra Perusahaan Dapat Menurun
Kedua, dengan demo kenaikan upah juga dapat menurunkan citra dari perusahaan.
Ini karena citra perusahaan sangat dipengaruhi oleh hubungan antara perusahaan dengan karyawan.
Terlebih jika aksi demo tersebut diberikan di media sosial atau bahkan media massa.
Ini bisa membuat calon investor, mitra bisnis, hingga pelamar kerja dapat kehilangan minat dan kepercayaan terhadap perusahaan.
Ini terjadi karena mereka menganggap perusahaan tidak mampu mengelola karyawan dengan baik.
Baca Juga: 9 Faktor Penentu Kenaikan Gaji, Aturan, dan Tips Implementasinya
3. Hubungan Manajemen dan Karyawan Menjadi Rusak
Jika demo terjadi karena karyawan merasa tidak didengarkan atau diperlakukan secara adil, maka hubungan kerja antara karyawan dan manajemen dapat menjadi renggang, bahkan rusak.
Lingkungan kerja yang awalnya positif karena adanya demo bisa bisa berubah menjadi penuh kecurigaan dan dapat berdampak pada motivasi kerja mereka.
4. Dapat Memicu Tuntutan dari Karyawan Lainnya
Demo yang dilakukan karyawan juga dapat memicu tuntutan dari karyawan lainnya.
Misalnya satu divisi berhasil naik gaji setelah demo, maka divisi lain dapat menuntut hal yang sama.
Jika keadaan ini tidak diatasi dengan baik, maka dapat berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan.
Baca Juga: Penyesuaian Gaji Karyawan: Faktor, Jenis, dan Penerapannya
Bagaimana Cara Menghadapi Karyawan Demo Naik Gaji?

Ketika karyawan melakukan demo untuk menuntut kenaikan upah, HR berperan penting untuk menjadi penghubung antara manajemen dengan karyawan.
Di sini dibutuhkan pendekatan yang bijak agar situasi tidak semakin keruh dan operasional perusahaan dapat tetap berjalan dengan lancar.
Berikut 5 cara menghadapi karyawan yang demo untuk kenaikan upah:
1. Dengar dan Validasi Aspirasi
Cara pertama yang dapat dilakukan untuk menghadapi karyawan demo naik gaji adalah dengan mendengarkan dan melakukan validasi aspirasi.
Di sini Anda dapat membuka ruang dialog antara perwakilan karyawan ataupun dari serikat pekerja.
Cobalah untuk melakukan validasi perasaan karyawan tanpa perlu menyalahkan atau menolak aspirasi mereka.
Penting bagi Anda untuk menunjukkan bahwa perusahaan peduli dan terbuka untuk mencari solusi bersama.
Baca Juga: Cara Menghitung Kenaikan Gaji Secara Berkala
2. Lakukan Evaluasi Kebijakan
Setelah Anda memahami isi dari tuntutan mereka, HR dapat melakukan evaluasi struktur dan skala upah yang ada.
Lakukan penilaian apakah telah sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab, dan juga standar industri yang ada.
Jika di sini ditemukan adanya ketimpangan, Anda dapat mengajukan rekomendasi kepada pihak manajemen untuk dilakukan penyesuaian.
3. Lakukan Komunikasi secara Transparan
Cara ketiga adalah dengan melakukan komunikasi secara transparan.
Penting bagi HR untuk memastikan informasi yang berkaitan dengan kebijakan pengupahan, kriteria kenaikan gaji, hingga kondisi keuangan perusahaan disampaikan secara transparan kepada perusahaan.
Dengan cara ini karyawan dapat lebih memahami kondisi perusahaan dan alasan di balik keputusan tersebut.
Baca Juga: Strategi Perusahaan Menentukan Gaji Karyawan dan Faktornya
4. Lakukan Negosiasi
Keempat Anda dapat melakukan negosiasi dengan memberikan solusi terbaik.
Untuk proses negosiasi ini pastikan menguntungkan kedua belah pihak.
Contohnya adalah ketika perusahaan belum mampu memberikan kenaikan gaji, HR dapat menawarkan alternatif misalnya dengan tunjangan tambahan, pelatihan pengembangan diri, hingga peninjauan gaji dalam jangka waktu tertentu.
5. Persiapkan Rencana Darurat
Jika Anda sudah melakukan empat hal di atas namun demo masih berlanjut, Anda dapat menyiapkan rencana darurat untuk memastikan kelancaran bisnis.
Misalnya adalah dengan reschedule jadwal, alokasi tugas sementara, ataupun melakukan kolaborasi dengan divisi lain untuk menutup kekosongan.
Baca Juga: Cara Pengajuan Kenaikan Gaji dan Contoh Suratnya
Apa Saja Langkah-Langkah Meminta Naik Gaji Selain Demo?

Sebelum karyawan memutuskan untuk demo, biasanya mereka sudah menempuh langkah-langkah meminta atau mengajukan naik gaji sebelumnya.
Buat karyawan yang ingin meminta kenaikan gaji, ada langkah-langkah yang bisa ditempuh sebelum melakukan demo.
Berikut langkah-langkah tersebut:
1. Memilih Waktu yang Tepat
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan memilih waktu yang tepat.
Sebaiknya hindari waktu-waktu krusial seperti ketika perusahaan sedang banyak masalah ataupun ketika atasan Anda sedang sibuk.
Lakukannya setelah proyek besar selesai dilakukan ataupun ketika perusahaan mencapai kesuksesan tertentu.
2. Buat Jadwal dengan HR
Langkah kedua adalah dengan membuat jadwal pertemuan dengan HR.
Atur jadwal ini untuk mendiskusikan evaluasi kinerja dan kompensasi Anda.
Melalui cara ini dapat menunjukkan profesionalisme dan keseriusan Anda untuk membahas topik tersebut.
Baca Juga: 11 Langkah Melakukan Efisiensi Biaya Penggajian
3. Teliti Gaji di Lapangan
Sebelum mengajukan kenaikan gaji, penting untuk meneliti gaji yang ada di lapangan, khususnya di industri yang sama dengan industri Anda.
Informasi ini dapat membantu Anda dalam menentukan angka yang realistis dan mendukung argumen Anda ketika bernegosiasi dengan HR.
4. Pertimbangkan Benefit Lainnya
Selain gaji pokok, Anda dapat memperhatikan benefit lainnya yang ditawarkan, seperti tunjangan, saham, hingga cuti tambahan.
Jika tidak ada penawaran kenaikan gaji yang signifikan, bisa saja perusahaan memberikan benefit lain sebagai kompensasi.
Baca Juga: 13 Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya
5. Perhatikan Kinerja Anda
Tentunya sebelum mengajukan kenaikan gaji, penting untuk memperhatikan kinerja Anda.
Anda dapat menyusun daftar pencapaian dan kontribusi Anda yang dapat berdampak positif bagi perusahaan.
Dari data-data ini Anda dapat menggunakannya untuk memperkuat argumen Anda untuk naik gaji.
6. Gunakan Prestasi sebagai Dasar
Anda dapat memfokuskan argumen Anda pada pencapaian dan kontribusi yang telah diberikan.
Sebaiknya hindari menyebutkan alasan pribadi, misalnya kebutuhan finansial.
Gunakan alasan profesional agar lebih efektif.
Baca Juga: Promosi Jabatan: Pengertian, Prosedur, dan Jenisnya
7. Jelaskan Persentase Kenaikan yang Diinginkan
Untuk meminta kenaikan gaji, jelaskan persentase kenaikan gaji yang diinginkan.
Pastikan juga angka yang Anda berikan dapat realistis dan didukung oleh data dari riset yang Anda lakukan.
8. Lakukan Negosiasi Jika Permohonan Ditolak
Terakhir, Anda dapat melakukan negosiasi jika permohonan kenaikan gaji Anda ditolak oleh perusahaan.
Anda dapat menanyakan langka apa saja yang dapat diambil untuk bisa naik gaji di masa depan.
Melalui cara ini HR dapat melihat komitmen Anda untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
Baca Juga: Pengertian Underpaid dan Ciri-Cirinya, Wajib Tahu!
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai karyawan demo naik gaji yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa karyawan demo naik gaji dilakukan bukan tanpa alasan.
Biasanya ini menjadi cara terakhir yang dilakukan setelah melakukan langkah-langkah negosiasi yang tidak berhasil.
Meski terlihat sepele, namun demo yang dilakukan karyawan ini dapat berdampak negatif bagi perusahaan.
Oleh karenanya penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan karyawan termasuk penggajian karyawan.
Gunakan GajiHub untuk memudahkan pengelolaan penggajian karyawan di perusahaan Anda.
GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan, termasuk penggajian karyawan.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Overconfidence di Dunia Kerja: Dampak dan Cara Mengatasi - 19 January 2026
- Perlukah HR Mengecek Media Sosial Kandidat? - 19 January 2026
- Karyawan Demo Naik Gaji: Dampak dan Cara Mengatasinya - 19 January 2026