Dalam dunia kerja, ada berbagai istilah yang digunakan untuk mengategorikan jenis pekerjaan mereka, salah satunya adalah grey collar worker.
Istilah grey collar worker muncul sebagai respons atas dinamika yang ada di dunia kerja yang semakin kompleks dan tidak dapat dikategorikan menjadi white collar ataupun blue collar worker.
Lalu apa yang dimaksud dengan grey collar worker dan apa perbedaannya dengan blue collar dan white collar worker?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai grey collar worker.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat membacanya di bawah ini:
Apa Pengertian dari Grey Collar Worker?

Grey collar worker merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan pekerja yang tidak sepenuhnya masuk ke kategori white collar ataupun blue collar.
Grey collar ini biasanya memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan pekerjaan teknis, namun juga masih terlibat dalam pekerjaan administratif ataupun manajerial.
Bisa dibilang jenis pekerjaan ini dianggap sebagai jembatan antara pekerjaan fisik (blue collar) dengan pekerjaan profesional yang bersifat administratif ataupun manajerial (white collar).
Di sini, grey collar memiliki keterampilan yang menjadi gabungan dari aspek-aspek teknis dan administratif.
Mereka banyak dibutuhkan untuk industri yang membutuhkan keterampilan khusus, misalnya industri teknologi informasi, kesehatan, hingga pekerjaan yang berhubungan dengan keselamatan publik, misalnya polisi atau petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga: Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen
Apa Perbedaan Grey Collar Worker dengan White dan Blue Collar?

Ketika membahas mengenai grey collar worker, pastinya tidak dapat dipisahkan dari white dan blue collar.
Sebenarnya apa sih perbedaan antara ketiganya ini?
1. Blue Collar Worker
Secara umum, blue collar melibatkan banyak pekerjaan fisik yang membutuhkan tenaga.
Pekerjaan ini hanya memerlukan ijazah SMA, atau bisa juga merupakan profesi teknis yang memerlukan pelatihan di kelas dan lapangan selama bertahun-tahun.
Misalnya, asisten tukang atap datang ke pekerjaan tanpa pengalaman dan bekerja langsung di bawah pengawasan tukang atap senior.
Di sisi lain, dengan pelatihan dan pengalaman, seorang ahli listrik memiliki gelar sarjana teknik listrik dan mendapatkan gaji profesional.
Meskipun ada perbedaan ini, kedua profesi tersebut umumnya dikelompokkan sebagai pekerjaan buruh kasar karena keduanya memerlukan tenaga kerja manual.
Pekerjaan white collar lainnya yang umum adalah:
- Tukang ledeng/pemasang pipa
- Tukang kebun/pemelihara taman
- Petugas kebersihan/penjaga gedung
- Teknisi mesin/pembuat bagian
- Mekanik/teknisi otomotif
- Pencuci mobil/petugas parkir
- Pengemudi pengiriman/taxi/bus/kurir
- Sebagian besar pekerjaan di gudang dan dermaga muat
- Pengecat/pemasang drywall/plester
Baca Juga: Pekerja Kerah Putih dan Biru: Pengertian, Contoh dan Perbedaannya
2. White Collar Worker
White collar worker atau pekerjaan kerah putih umumnya dilakukan di dalam ruangan dan di lingkungan kantor, meskipun semakin banyak yang dilakukan dari rumah.
Meskipun di masa lalu, pekerja kantoran hampir selalu mendapatkan gaji yang jauh lebih tinggi daripada pekerja buruh, hal itu tidak lagi berlaku.
Demikian pula, pekerjaan kantoran tidak lagi selalu membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi daripada pekerjaan buruh.
Misalnya, resepsionis kantor mendapatkan gaji mendekati upah minimum, sementara manajer bank mendapatkan gaji yang jauh lebih tinggi, namun keduanya adalah pekerja kantoran.
Seorang karyawan customer service tingkat pemula yang baru lulus SMA, sementara CEO perusahaan tersebut memiliki gelar MBA dalam bidang keuangan dan akuntansi.
Pekerjaan kelas putih yang umum meliputi:
- Customer service representative
- Pemimpin pengembangan tim/supervisor/manajer kantor
- Akuntan/analis keuangan/auditor
- Sales/sales manager
- Spesialis inventaris/logistik
- Pengacara/paralegal/sekretaris hukum
3. Grey Collar Worker
Pekerja grey collar merupakan pekerja yang menjalankan dua peran sekaligus di dalam pekerjaan mereka.
Mereka memiliki tanggung jawab teknis seperti halnya blue collar, namun juga memiliki elemen administratif seperti halnya while collar.
Untuk pendidikan, grey collar ada yang mewajibkan gelar tertentu, bahkan termasuk pendidikan profesi, misalnya pada perawat.
Namun ada juga pekerjaan grey collar yang bisa dilakukan oleh lulusan SMA ditambah dengan sertifikasi atau pelatihan, misalnya untuk petugas pemadam kebakaran.
Berikut contoh pekerjaan grey collar:
- Teknisi IT
- Perawat
- Polisi
- Petugas pemadam kebakaran
- Koki
- Petugas keamanan
Baca Juga:Pengertian Profesi, Ciri-Ciri, dan Bedanya dengan Pekerjaan
Apa Saja Faktor yang Meningkatkan Grey Collar Worker?

Dalam pertumbuhan pekerja grey collar, ada 3 faktor penting di dalamnya, yakni:
1. Adanya Perkembangan Teknologi
Faktor pertama adalah karena adanya perkembangan teknologi.
Dengan adanya perkembangan teknologi ini membuat pekerjaan-pekerjaan membutugkan kombinasi antara kemampuan teknis dengan administratif.
Contohnya adalah di bidang IT sering kali dibutuhkan peran-peran teknis yang memiliki pemahaman mendalam mengenai sistem, namun juga dibutuhkan kemampuan pengelolaan proyek ataupun berkomunikasi dengan tim manajemen.
Baca Juga: Blue Collar Crime, Apa itu dan Apa Saja Contohnya?
2. Meningkatkan Pekerjaan di Bidang Kesehatan dan Keselamatan Publik
Faktor kedua adalah adanya peningkatan pekerjaan di bidang kesehatan dan keselamatan publik.
Pekerjaan di bidang kesehatan dan keselamatan publik juga memiliki kontribusi dalam meningkatkan jumlah pekerja grey collar.
Contohnya adalah profesi seperti perawat, petugas pemadam kebakaran, hingga polisi.
Untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan ini dibutuhkan keterampilan fisik sekaligus keterampilan administratif.
3. Adanya Globalisasi dan Kompleksitas Ekonomi
Dengan adanya globalisasi dna kompleksitas ekonomi, membuat pekerjaan grey collar semakin dibutuhkan.
Hal ini karena globalisasi dan kompleksitas ekonomi di dunia mendorong perusahaan untuk mencari pekerjaan dengan kemampuan teknis dan administratif.
Ini dapat mendorong adanya lebih banyak pekerja dengan kemampuan multidimensional di mana ini sering dikategorikan sebagai pekerjaan kerah abu-abu.
Baca Juga: Pentingnya Candidate Experience dan Cara Meningkatkannya
Apa Saja Contoh dari Grey Collar Worker?

Agar Anda dapat lebih memahami grey collar worker, berikut contoh pekerjaan yang masuk ke kategori pekerja kerah abu-abu ini:
- Teknisi IT: Memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki dan memelihara perbaikan sistem komputer perusahaan. Biasanya mereka juga terlibat dalam perencanaan sistem dan juga proses administrasi perusahaan.
- Perawat: Perawat nyatanya tidak hanya bekerja untuk tindakan medis, namun juga bertanggung jawab untuk dokumentasi pasien dan kebutuhan administrasi di rumah sakit lainnya.
- Polisi: Polisi memiliki tugas berkaitan dengan keamanan, namun juga terlibat dalam menyusun laporan dan tugas administrasi lainnya.
Karena kemampuan mereka dalam mengerjakan keterampilan lintas bidang, grey collar worker saat ini semakin mendapatkan pengakuan dalam dunia kerja modern.
Baca Juga: Apa Itu Profesi dan Perbedaannya dengan Pekerjaan
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai grey collar worker yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat dipahami bahwa grey collar merupakan istilah yang diberikan untuk pekerja yang melakukan pekerjaan teknis dan administrasi sekaligus.
Di dunia kerja yang serba teknologi seperti saat ini membuat kebutuhan pekerja semakin kompleks dan membuat kebutuhan akan pekerja kerah abu-abu semakin tinggi.
Bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja kerah abu-abu ini, pastikan melakukan pengelolaan karyawan dengan baik dan benar.
Pengelolaan karyawan ini sangat penting untuk mendukung produktivitas dan peningkatan kinerja karyawan.
Termasuk memberikan perlindungan kepada karyawan, karena bagaimana pun pekerja kerah abu-abu ini masih berhubungan dengan pekerjaan teknis.
GajiHub menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin melakukan otomatisasi pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.
GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk memudahkan pengelolaan karyawan.
Mulai dari fitur absensi online, perhitungan penggajian, hingga untuk kelola BPJS yang menjadi bagian penting bagi karyawan, khususnya pekerja kerah abu-abu.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Career Paralysis: Pengertian, Tanda, dan Cara Mengatasinya - 8 January 2026
- Shift Shock: Penyebab dan Cara Mengatasi - 8 January 2026
- Grey Collar Worker: Perbedaan dengan Blue dan While Collar - 8 January 2026