Tahukah Anda bahwa konflik di tempat kerja menjadi salah satu contoh yang sering terjadi.
Selain memberikan dampak yang negatif kepada perusahaan, konflik di tempat kerja juga bisa memberikan dampak yang positif, lho.
Tentunya agar konflik ini bisa memberikan dampak positif, perusahaan harus bisa mengelolanya dengan baik.
Lalu apa saja contoh konflik yang ada di tempat kerja dan bagaimana cara mengelolanya?
Untuk menemukan jawabannya, yuk simak penjelasan yang ada di bawah ini:
Apa Saja Contoh Konflik di Tempat Kerja?

Ketika terjadi konflik di tempat kerja, secara tidak langsung bisa menurunkan produktivitas karyawan.
Namun perlu dipahami bahwa konflik ini menjadi hal yang umum terjadi dan bahkan tidak bisa dihindari.
Oleh karenanya penting bagi Anda untuk memahami apa saja konflik di tempat kerja ini.
Berikut 3 contoh konflik di tempat kerja yang penting untuk Anda pahami:
1. Konflik berbasis tugas
Konflik berbasis tugas umumnya terjadi ketika seorang anggota tim tertinggal dalam informasi atau gagal memenuhi tanggung jawab yang telah ditetapkan.
Serangan pribadi dapat muncul, sehingga membuat seseorang merasa ditargetkan dan dirugikan.
Selesaikan konflik ini dengan memastikan semua pihak memahami peran dan tanggung jawab mereka.
Jelaskan proses mereka dan pastikan fokus pada masalah, bukan pada karyawan.
Baca Juga: Work Life Conflict: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
2. Konflik dengan gaya kepemimpinan manajer
Meskipun niat baik, manajer dan karyawan dapat berselisih tentang metode kepemimpinan.
Seorang karyawan dapat merasa kewalahan oleh kepribadian manajer tipe A, atau mereka menginginkan bimbingan dari manajer yang lebih santai.
Ketika hal ini terjadi, tetapkan pedoman dengan jelas dan pastikan semua pihak memahami bahwa tujuan diskusi adalah bekerja sama menuju solusi konkret.
Berikan ruang bagi karyawan yang kewalahan untuk menemukan ritme mereka sendiri, dan jaga saluran komunikasi tetap terbuka bagi mereka yang membutuhkan bimbingan lebih.
3. Konflik dengan pelanggan
Hubungan pelanggan yang baik sangat penting bagi bisnis yang sukses.
Biarkan pelanggan mengekspresikan perasaannya dan tanggung jawab perusahaan atas kesalahan yang terjadi.
Gunakan pernyataan empati sepanjang diskusi untuk menunjukkan kepedulian dan pemahaman Anda.
Namun, ketahui sebelumnya sejauh mana Anda bersedia pergi untuk menjaga kepuasan pelanggan.
Baca Juga: Manajemen Konflik: Pengertian, Gaya, Manfaat, dan Strateginya
Bagaimana Cara Mengelola Konflik di Tempat Kerja?

Setelah Anda memahami contohnya, lalu bagaimana cara menyelesaikan konflik di tempat kerja?
Konflik di tempat kerja dapat terlihat menakutkan, tetap kenyataannya menjadi lebih mudah dengan penerapan di dunia nyata.
Untuk memulainya, berikut enam langkah yang dapat Anda ikuti untuk mengurangi konflik dalam tim Anda.
1. Temukan sumber konflik
Untuk menyelesaikan konflik, Anda dapat mulai dengan mengidentifikasi sumbernya.
Hal ini memberi Anda gambaran jelas tentang situasi dan faktor-faktor yang memicu konflik menjadi lebih parah.
Selain itu, dengan menentukan sumber konflik, kedua belah pihak dapat memulai proses penyelesaian dari titik awal yang sama.
Untuk menemukan sumber konflik, ajukan pertanyaan dan biarkan kedua belah pihak memberikan tanggapan.
Tujuan di sini adalah mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang sudut pandang masing-masing pihak.
Pada akhir langkah ini, Anda akan memiliki dasar pemahaman bersama yang dapat digunakan untuk membangun proses penyelesaian konflik selanjutnya.
2. Cari ruang yang aman
Sebelum memulai proses penyelesaian, penting untuk menyiapkan lingkungan yang kondusif.
Bawa kedua belah pihak ke ruang yang aman di mana masalah dapat dibahas secara privat.
Hindari memilih tempat yang menguntungkan salah satu pihak (seperti kantor salah satu pihak) untuk memastikan tidak ada pihak yang mendapat keuntungan tidak adil.
Menemukan tempat netral akan memungkinkan semua pihak berpartisipasi dalam percakapan konstruktif.
Baca Juga: Pahami Cara Mengatasi Mansplaining dalam Lingkungan Kerja
3. Aktif mendengarkan
Setelah menemukan lingkungan yang tepat, biarkan masing-masing pihak menyampaikan pendapatnya tentang masalah yang ada.
Berikan waktu yang sama kepada kedua belah pihak untuk berbagi perspektif mereka tanpa memihak salah satu pihak.
Tetap positif namun tegas selama percakapan ini untuk mendorong kejujuran dan menempatkan diri Anda sebagai pihak yang memfasilitasi penyelesaian.
Mendengarkan secara aktif pada tahap ini akan memastikan kedua belah pihak merasa didengar.
4. Lakukan penyelidikan sendiri
Setelah mendengarkan perspektif kedua belah pihak, luangkan waktu untuk menyelidiki situasi secara mandiri.
Hindari membuat kesimpulan prematur berdasarkan percakapan awal, dan sebaliknya, gali lebih dalam masalah tersebut untuk membangun gambaran yang tidak bias.
Anda dapat mengadakan percakapan satu lawan satu dengan masing-masing pihak pada tahap ini untuk memastikan Anda memahami perspektif semua orang.
Perhatikan prasangka tersembunyi yang mungkin mendasari konflik.
Baca Juga: Chaotic Working: Dampak dan Cara Mengatasinya
5. Tentukan tujuan bersama
Setelah melakukan penyelidikan sendiri, saatnya menentukan tujuan bersama.
Tujuan ini akan bervariasi tergantung pada konflik, namun harus menetapkan landasan bersama yang dapat digunakan untuk menemukan solusi akhir.
Duduklah bersama kedua belah pihak dan diskusikan tujuan ini; brainstorm solusi dan terbuka terhadap saran.
6. Tentukan solusi
Ubah tujuan bersama menjadi solusi yang akan menyelesaikan konflik secara permanen.
Solusi ini harus memenuhi masalah dasar tanpa menguntungkan salah satu pihak secara berlebihan.
Saat menentukan solusi, pastikan setiap pihak memahami peran yang akan mereka mainkan dalam penyelesaian, dan usahakan untuk mengatasi akar masalah agar tidak terulang kembali.
Baca Juga: Conflict of Interest: Arti, Dampak, Hingga dan Cara Mengatasinya
Apa Saja Tips Mengelola Konflik di Tempat Kerja?

Penyelesaian konflik di tempat kerja dapat sulit diatasi, terutama dalam perselisihan yang kompleks.
Berikut beberapa tips yang akan memudahkan proses tersebut.
1. Bertindak segera
Jika konflik dibiarkan tanpa penanganan, berpotensi meluas dan tidak terkendali.
Ketegangan meningkat dan lebih banyak karyawan mungkin terlibat dalam drama tersebut.
Hindari efek ini dengan bertindak segera untuk mengelola konflik begitu muncul.
Dalam banyak kasus, Anda dapat menemukan bahwa kesalahpahaman sederhana dapat diselesaikan dengan pembicaraan yang cepat dan jujur.
Baca Juga: Konflik Fungsional: Penyebab, Dampak, dan Cara Penyelesainnya
2. Jaga suasana positif
Hindari secara eksplisit menyatakan bahwa tujuan Anda adalah “menyelesaikan konflik,” karena hal ini dapat memecah belah dan membuat satu pihak berhadapan dengan pihak lain.
Sebaliknya, beritahu karyawan Anda bahwa Anda hanya ingin mendengarkan pendapat mereka tentang masalah tersebut atau mengadakan sesi brainstorming.
3. Fokus pada masalah, bukan pada orang
Saat menyelesaikan konflik di tempat kerja, karyawan bukanlah musuh.
Serangan pribadi tidak efektif dan merusak, jadi hindari hal tersebut dalam diskusi Anda.
Sebaliknya, fokuslah pada pemecahan masalah dan brainstorming kolaboratif.
Baca Juga: Toxic Workplace: Pengertian, Tanda, dan Cara Menghadapinya
Apa Saja Skill yang Dibutuhkan dalam Penyelesaian Konflik di Tempat Kerja?

Tentunya untuk bisa menyelesaikan konflik di tempat kerja dibutuhkan skill yang memadai.
Berikut skill-skill yang dibutuhkan untuk bisa mengatasi konflik di tempat kerja:
- Komunikasi: Komunikasi yang jelas dan akurat membuat pihak-pihak merasa didengar dan membuat ekspektasi jelas ke depannya.
- Kecerdasan emosional: Memahami perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain dapat mempercepat proses penyelesaian konflik.
- Empati: Memahami sudut pandang orang lain dapat membuat karyawan merasa didengar dan menumbuhkan budaya kerja yang sehat.
Baca Juga: Culture Shock di Tempat Kerja: Dampak dan Cara Mengatasi
Kesimpulan
Itulah penjelasan lengkap mengenai contoh konflik di tempat kerja yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat dipahami bahwa konflik di tempat kerja bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman, namun jika diatasi dengan baik bisa berdampak baik bagi perusahaan.
Tim yang pernah melalui konflik dapat lebih memahami satu sama lain dan juga bisa melatih komunikasi dengan baik.
Tentunya agar setiap konflik di tempat kerja dapat diatasi dengan baik, dibutuhkan dukungan penuh dari perusahaan.
Salah satunya adalah melalui pengelolaan karyawan dengan sebaik mungkin dan dukungan dengan manajemen data karyawan dari GajiHub.
GajiHub merupakan manajemen data karyawan yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Contoh Konflik di Tempat Kerja dan Cara Mengelolanya - 23 February 2026
- UMP Jakarta Tahun 2026: Ini Detail Lengkapnya - 23 February 2026
- Panduan Lengkap Cara Membuat Website Bisnis Paling Mudah - 23 February 2026