Arti Follow Up dalam Dunia Kerja dan Cara Melakukannya

arti follow up

Dalam dunia kerja, follow up memiliki arti yang sangat penting.

Ini biasanya berkaitan dengan komunikasi, baik antar tim ataupun dengan klien.

Untuk penempatannya, follow up ini sering dituliskan pada akhir pesan dan disingkat dengan FU.

Lalu apa arti dari follow up ini dan bagaimana cara melakukannya?

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai arti follow Up dan juga cara melakukannya.

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai arti follow up ini, Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Apa Arti dari Follow Up di Dunia Kerja?

arti follow up

Arti follow up adalah aktivitas menindaklanjuti suatu tugas, kegiatan, dan juga pembicaraan.

Istilah ini berasal dari bahasa Inggris yang juga sering digunakan untuk tindakan mengejar sesuatu.

Sedangkan dalam konteks bisnis dan pekerjaan, follow up memiliki arti mengambil langkah-langkah lebih lanjut dengan tujuan mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, untuk bisa memancing respons dari calon klien, perusahaan perlu menghubungi mereka secara rutin.

Aktivitas menghubungi mereka secara rutin ini yang disebut dengan follow up.

Selain itu follow up juga dapat digunakan untuk menindaklanjuti kegiatan atau langkag berikutnya.

Misalnya rekan kerja Anda berjanji untuk memberikan dokumen dan informasi dalam waktu tiga hari kerja.

Jika dalam waktu tersebut Anda meminta dokumen kepada mereka, itu artinya Anda telah melakukan follow up.

gajihub banner

Baca Juga: Contoh Template Menghubungi Kandidat di Linkedin Terbaik

Mengapa Follow Up Penting?

Ada 3 alasan mengapa melakukan follow up ini penting dalam dunia kerja, yaitu:

1. Untuk Menjaga Komunikasi yang Efektif

Dalam hubungan bisnis dengan customer, follow up digunakan untuk memastikan setiap orang memiliki pemahaman yang sama terkait tugas dan tidak ada informasi penting yang terlewatkan.

Cara ini dapat membantu menghindari kesalahpahaman dan memastikan semua pihak mengetahui perkembangan terbaru dari sebuah proyek atau tugas.

Baca Juga: Referensi Kerja: Tips Memintanya dan Contoh Email Permohonan

2. Untuk Meningkatkan Produktivitas

Alasan berikutnya mengapa follow up penting adalah untuk meningkatkan produktivitas.

Sebagai karyawan, Anda dapat lebih mudah memastikan tugas-tugas mana yang telah diberikan sesuai jadwal dengan melakukan follow up ini.

Ini dapat menjadi strategi yang membantu Anda dan tim untuk lebih fokus pada target yang telah ditentukan.

Dengan kata lain, ketika Anda rutin melakukan follow up, maka Anda dapat mendeteksi setiap hambatan yang ada dengan lebih cepat.

Jadi, Anda juga dapat mencari solusinya dengan cepat pula.

Dengan begitu produktivitas tim juga dapat meningkat dan proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

3. Mengatasi Permasalahan dengan Lebih Cepat

Alasan yang terakhir adalah membantu mengatasi permasalahan dengan lebih cepat.

Ini bisa mengatasi permasalahan berkaitan dengan tugas yang diberikan atau informasi yang kurang jelas, follow up dapat membantu menyelesaikannya sebelum semakin parah.

Jadi, Anda dapat mengambil keputusan secara cepat agar proyek dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Kerja Cerdas: Ini Pentingnya dan Cara Melakukannya

Kapan Harus Melakukan Follow Up?

arti follow up

Untuk melakukan follow up, ada waktu-waktu terbaik yang dapat Anda gunakan.

Berikut 4 situasi Anda perlu untuk melakukan follow up:

1. Pada Saat Menunggu Respon dari Rekan Kerja atau Atasan

Anda dapat melakukan follow up pada saat menunggu respons dari rekan kerja atau atasan.

Jika Anda menunggu balasan dari rekan kerja atau atasan Anda berkaitan dengan tugas atau proyek tertentu, ini saatnya Anda untuk melakukan follow up.

Contohnya adalah ketika Anda harus mengirim pesan atau email, maka Anda dapat menunggu satu hari sebelum melakukan follow up untuk memastikan pesan Anda telah diterima dengan baik dan pihak lain sedang memproses permintaan dari Anda.

2. Setelah Proposal Dikirimkan

Anda juga dapat melakukan follow up setelah proposal dikirimkan.

Anda yang berinisiatif melakukan follow up di sini dapat menunjukkan bahwa Anda serius dan berusaha untuk meyakinkan calon pelanggan untuk melakukan pembelian produk atau layanan Anda, termasuk melakukan repeat order,

Tidak hanya itu, melakukan follow up juga menjadi kesempatan yang baik untuk mendapatkan feedback atau konfirmasi bahwa mereka telah menerima dokumen tersebut.

Sehingga Anda dapat mengetahui apakah mereka akan membeli produk atau jasa Anda atau tidak.

Anda juga dapat menawarkan konsultasi gratis untuk membantu meningkatkan penjualan.

Baca Juga: Contoh SMS Panggilan Interview, Template, dan Manfaatnya

3. Setelah Rapat Dilakukan

Follow up juga dapat dilakukan setelah rapat dilakukan.

Follow up setelah rapat dilakukan untuk merangkum apa saja yang telah dibahas dan langkah-langkah yang perlu diambol.

Follow up ini membantu memastikan semua peserta rapat dapat memahami apa yang perlu dilakukan dan tidak ada poin penting yang terlupakan.

4. Setelah Melakukan Wawancara Kerja

Terakhir setelah melakukan wawancara kerja.

Melakukan follow up setelah wawancara kerja menjadi langkah penting untuk menunjukkan antusiasme dan minat.

Bagi kandidat minta terhadap pekerjaan, sedangkan bagi kandidat minat untuk merekrut kandidat yang bersangkuran.

Misalnya ketika perusahaan Anda tertarik merekrut kandidat A dan sudah menawarkan offering, Anda bisa melakukan follow up untuk memastikan ketertarikan kandidat.

Sedangkan bagi kandidat, melakukan follow up digunakan untuk mendapatkan kabar hasil dari wawancara kerja.

Baca Juga: New Hire Survey: Contoh Pertanyaan dan Tipsnya

Bagaimana Cara Melakukan Follow Up yang Efektif?

arti follow up

Selain memahami arti dari follow up, penting juga bagi Anda untuk memahami cara melakukan follow up yang efektif.

Ini dilakukan untuk menjaga hubungan profesional dengan rekan kerja atau dengan atasan.

Berikut cara melakukan follow up yang penting untuk Anda lakukan:

1. Memilih Waktu Paling Tepat

Dalam melakukan follow up, penting bagi Anda untuk memilih waktu yang paling tepat.

Hindari terlalu cepat melakukan follow up karena dapat menunjukkan bahwa Anda tidak sabaran.

Termasuk jika terlalu lama dapat membuat kesempatan terlewat ataupun masalah terlanjur menjadi lebih besar.

Jadi, kapan waktu paling tepat melakukan follow up ini?

Anda dapat menunggu beberapa hari setelah mengirimkan email atau pesan pertama.

Misalnya ketika Anda menunggu respons dari rekan kerja, Anda dapat memberikan waktu 2-3 hari terlebih dahulu.

2. Gunakan Kalimat yang Sopan

Cara kedua adalah dengan menggunakan kalimat yang sopan dan juga jelas ketika Anda melakukan follow up.

Anda dapat menyapa mereka dengan menggunakan nama mereka, kemudian ucapkan terima kasih atas waktu dan perhatian yang mereka berikan.

Setelah itu jelaskan secara singkat alasan Anda menghubungi dan apa yang Anda harapkan.

Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih agar Anda dapat membangun hubungan dengan baik.

Baca Juga: 8 Strategi Menerapkan Hiring Mass secara Efektif

3. Beri Pengingat

Dalam melakukan follow up, jangan lupa untuk memberikan pengingat.

Di dalam pesan yang Anda kirimkan, jangan lupa untuk menyebutkan secara spesifik nama topik atau tugas yang sedang dibahas.

Dengan adanya pengingat ini dapat membantu pihak yang Anda hubungi untuk mengingat kembali konteks dari komunikasi sekaligus membangun hubungan yang baik.

4. Lakukan Tindak Lanjut dengan Cepat

Terakhir, lakukan tindak lanjut dengan cepat.

Memberikan respons yang cepat dapat menunjukkan bahwa Anda serius dan memiliki komitmen yang baik terhadap suatu tugas atau proyek.

Jadi, setelah Anda menerima balasan, segera lakukan tindak lanjut apa saja yang perlu dilakukan.

Misalnya ketika atasan atau rekan kerja Anda meminta informasi tambahan, Anda sebaiknya memberikan dengan secepat mungkin.

Setelah itu, jika atasan atau rekan kerja melakukan konfirmasi, pastikan Anda mencatatnya dan melakukan tindak lanjut sesuai dengan arahan yang ada.

Baca Juga: Perbedaan Onboarding dan Offboarding dan Prosesnya

Contoh Follow Up

tindaklanjut

Untuk membantu Anda memudahkan dalam melakukan follow up, berikut contoh follow up yang dapat menjadi referensi Anda:

Contoh Follow Up di Email

Subject: Follow Up: Penawaran Kerjasama

Selamat Siang,

Pada kesempatan ini saya ingin menanyakan mengenai penawaran kerjasama yang minggu lalu saya kirimkan kepada Saudara [nama pelanggan]. Terakhir kali Saudara [nama pelanggan] menyebutkan bahwa membutuhkan waktu untuk mendiskusikannya dengan tim. Apakah sudah ada info terbaru yang perlu saya ketahui.

Saya harap bisa mendapatkan kabar secepatnya. Terima kasih.

Salam,

[nama Anda]

Baca Juga: Cara Memantau Sales Canvassing dan Rekomendasi Software

Contoh Follow Up di WA

Hai, [nama rekan kerja]

Berkaitan dengan proyek yang kita bahas minggu lalu, apakah sudah ada informasi terbaru? Jika sudah bisa berkabar ya. Ditunggu.

Terima kasih.

Baca Juga: Contoh Job Deskripsi Teknisi, Skill Penting, dan Kualifikasi

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan mengenai arti follow up yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa follow up memiliki arti sebagai aktivitas menindaklanjuti dari suatu tugas, proyek, atau pembicaraan.

Dalam dunia kerja follow up ini sering dilakukan dengan rekan kerja, atasan, partner kerjasama, hingga customer atau klien.

Melakukan follow up dapat membantu memperlancar proyek yang sedang berjalan dan jika berhubungan dengan pelanggan, dapat membantu Anda mendapatkan pelanggan baru.

Sama halnya dengan follow up yang penting bagi bisnis, bagi perusahaan melakukan pengelolaan karyawan juga sangat penting untuk dilakukan.

Pengelolaan karyawan dapat membantu perusahaan memastikan karyawan bekerja dengan nyaman sehingga mereka bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas.

Untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan, Anda dapat menggunakan software absensi dari GajiHub.

GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.

Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar