GajiHubTalk: Transformasi HR di Era Bisnis Modern

transformasi HR banner 2

Pada webinar yang diadakan oleh GajiHub dengan tema “ransformasi HR di Era Bisnis Modern”, peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan HR, namun juga terbuka untuk non-HR.

Webinar ini bertujuan memahami bagaimana peran HR di perusahaan dapat bertransformasi dari tugas administratif menjadi mitra strategis yang memberikan kontribusi signifikan dalam dunia kerja yang cepat dan kompleks.

Webinar ini dihadiri oleh dua pembicara utama, Kak Intan dari PT Haloka Grup Indonesia dan Mas Zenggi Surya dari GajiHub, serta sesi tanya jawab yang mengundang interaksi antara narasumber dan peserta.

Webinar ini dimulai dengan penjelasan mengenai tujuan utama dari transformasi HR, yaitu mengubah HR dari yang semula berfokus pada tugas administratif menjadi mitra strategis yang mendukung pencapaian tujuan bisnis perusahaan.

Dalam webinar ini, peserta diajak untuk memahami tantangan-tantangan yang dihadapi oleh HR dan bagaimana perubahan mindset serta teknologi seperti HRIS (Human Resource Information System) dapat mempercepat transformasi ini.

Pemaparan Materi oleh Kak Intan: Transformasi HR di Era Bisnis Modern

transformasi hr 3

Kak Intan memperkenalkan diri dengan latar belakang karirnya di bidang HRGA, Compensation & Benefit, Trainer, serta HR Generalis yang juga menangani finance.

Dalam sesi interaktif, Kak Intan mengungkapkan bahwa banyak HR yang masih terjebak dalam tugas administratif yang repetitif, seperti pengelolaan absensi, rekrutmen, penggajian, dan konseling. Hal ini menyebabkan HR sulit berkembang menjadi mitra strategis bagi perusahaan.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh HR menurut Kak Intan adalah:

  • Ketergantungan pada Tugas Administratif: Meskipun HR memiliki peran yang lebih kompleks, seringkali HR masih dianggap sebagai fungsi administratif semata.
  • Tekanan Bisnis yang Tinggi: Bisnis menginginkan keputusan yang cepat dan berbasis data, sementara HR sering dianggap tidak memberikan keuntungan langsung.
  • Keterbatasan Sumber Daya: Banyak perusahaan hanya memiliki satu HR untuk menangani lebih dari 100 karyawan, yang mengakibatkan beban kerja yang sangat tinggi dan fokus yang terpecah pada tugas administratif yang repetitif.

Realita dan Tantangan HR Saat Ini

Meskipun organisasi bergerak dengan cepat, banyak HR yang masih menggunakan metode manual dan terpisah-pisah. Beban kerja yang besar mengakibatkan satu HR harus menangani lebih dari seratus karyawan.

Dalam konteks ini, HR tidak hanya berperan sebagai konselor yang mendengarkan keluhan, tetapi juga harus menjadi pengambil keputusan strategis.

Transformasi HR menjadi mitra strategis memerlukan dukungan sistem yang tepat dan perubahan mindset.

Proses Manual dalam HR: Tantangan yang Menghambat

Kak Intan berbagi pengalaman pribadinya dalam mengelola payroll secara manual. Mulai dari mencetak slip gaji satu per satu hingga penggunaan Excel untuk absensi dan perhitungan yang memakan banyak waktu dan tenaga.

Proses manual ini menghambat HR untuk fokus pada pengembangan karyawan dan peran strategis. Selain itu, metode rekrutmen yang masih konvensional, seperti pengiriman CV via pos, dianggap membuang waktu dan sumber daya.

Sistem yang Belum Siap untuk Perubahan

Walaupun harapan terhadap HR semakin tinggi, banyak sistem dan proses yang belum mendukung perubahan.

Banyak HR yang masih sibuk dengan pekerjaan reaktif, seperti menangani kontrak karyawan yang hampir habis atau pengajuan lowongan mendadak.

Data SDM yang tersebar di berbagai tempat juga menyulitkan pengambilan keputusan yang efektif. Untuk itu, transformasi HR dibagi dalam tiga tahap:

  • Operasional: Merapikan SOP, alur kerja, dan tugas administratif.
  • Taktis: Menggunakan data untuk membuat keputusan berbasis analisis tren dan kebutuhan SDM.
  • Strategis: HR terlibat sejak awal dalam perumusan strategi bisnis dan people strategy.

Kunci Transformasi HR: Mindset, Sistem, dan Teknologi

Transformasi HR membutuhkan perubahan mindset yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada cara berpikir HR.

HR harus berpindah dari kerja reaktif menjadi proaktif, fokus pada dampak yang dihasilkan bagi organisasi, dan bukan hanya menyelesaikan tugas administratif.

Perubahan ini harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari merapikan fondasi operasional, memanfaatkan data, hingga akhirnya menjadi mitra strategis bagi manajemen.s

Baca juga: GajihubTalk: Workplace Reboot – Adaptasi HR di Era Gen Z

Pemaparan Mas Zenggi Surya : Digitalisasi dan Peran HRIS

transformasi hr 1

Mas Zenggi Surya, seorang Senior Konsultan GajiHub, menjelaskan bagaimana HRIS dapat menjadi solusi bagi HR dalam menghadapi tantangan transformasi. HRIS adalah platform terintegrasi yang menyatukan data absensi, cuti, payroll, dan data karyawan dalam satu tempat.

Dengan HRIS, proses operasional yang dulunya dilakukan secara manual, seperti pengajuan cuti dan perhitungan gaji, dapat dilakukan secara otomatis, mengurangi kesalahan dan meningkatkan efisiensi.

Manfaat HRIS:

  • Efisiensi Waktu: Proses yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari, kini dapat diselesaikan dalam waktu singkat (1-2 jam).
  • Akurasi Data: HRIS memastikan akurasi data yang tinggi dan memudahkan audit.
  • Akses Informasi: Data dapat diakses kapan saja secara online, mempermudah HR dalam pengambilan keputusan.
  • Kepatuhan Regulasi: HRIS secara otomatis memperbarui regulasi terbaru, memastikan kepatuhan terhadap peraturan.
  • Pengalaman Karyawan: Proses yang lebih transparan dan cepat meningkatkan pengalaman karyawan dalam berinteraksi dengan HR.

Dampak Digitalisasi HR terhadap Bisnis dan Karyawan

Bagi pemilik bisnis, HR yang masih bekerja secara manual sulit memberikan insight strategis yang cepat dan tepat.

Sementara itu, bagi karyawan, proses manual sering menyebabkan keterlambatan informasi, ketidaktransparanan, dan potensi konflik internal.

Oleh karena itu, HR yang menggunakan HRIS dapat meningkatkan profesionalitas dan mengoptimalkan peran HR sebagai mitra strategis.

Sesi Tanya Jawab: Menata Kerangka Kerja HR yang Efisien

transformasi hr 2

Dalam sesi tanya jawab, dijelaskan pentingnya mendokumentasikan SOP, alur kerja, dan kebijakan HR dalam satu dokumen terstruktur (misalnya HR Book).

Hal ini akan memastikan bahwa seluruh pihak memiliki acuan yang sama dan dapat menghindari tumpang tindih tugas.

Pembagian tugas antar HR, terutama jika ada beberapa HR dalam satu perusahaan, juga penting untuk mengurangi beban kerja yang berlebihan.

Menangani Trial dan Error Implementasi HRIS

Implementasi HRIS memerlukan waktu untuk trial dan error, terutama saat memigrasikan data dan melakukan verifikasi.

Untuk meyakinkan manajemen tentang efisiensi dan akurasi yang meningkat, HR harus menunjukkan progres dan hasil nyata yang dihasilkan oleh sistem.

Hambatan Menuju Level Strategis

Hambatan utama dalam transformasi HR adalah terjebaknya HR dalam pekerjaan administratif rutin.

Oleh karena itu, perubahan besar harus dimulai dari pengelolaan fondasi operasional yang lebih baik, memanfaatkan data, hingga HR menjadi mitra strategis yang lebih berfokus pada dampak pekerjaannya terhadap bisnis.

Indikator Peralihan HR dari Operasional ke Strategis

HR harus dilibatkan sejak tahap awal perencanaan keputusan bisnis, bukan hanya pada tahap akhir untuk pelaksanaan administratif.

People strategy harus selaras dengan strategi bisnis, dan data SDM harus dianalisis untuk mengetahui tren dan masalah yang ada, seperti turnover yang tinggi.

Tanggung jawab transformasi ini melibatkan kolaborasi erat antara HR dan manajemen puncak untuk keberhasilan yang optimal.

Fasilitas Trial dan Dukungan dari Gaji Hub

GajiHub menawarkan trial gratis selama 14 hari untuk membantu perusahaan mencoba sistem HRIS dan mendukung edukasi selama proses transformasi.

Hal ini bertujuan untuk membantu perusahaan memulai perjalanan mereka dalam mengubah HR menjadi mitra strategis.

Penutup

Webinar ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya transformasi HR secara bertahap, dimulai dengan perubahan mindset, perbaikan sistem, dan pemanfaatan teknologi yang tepat.

Transformasi HR yang berhasil dapat membawa dampak besar terhadap pertumbuhan bisnis dan menciptakan budaya kerja yang lebih produktif dan efisien.

Kesimpulan

Transformasi HR membutuhkan perubahan mindset dari yang sebelumnya berfokus pada tugas administratif menuju peran strategis yang mendukung keputusan bisnis.

Dengan dukungan sistem HRIS dan kolaborasi antara HR dan manajemen, HR dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan.

Oleh karena itu, GajiHub, sebagai platform HRIS terkemuka, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan data untuk mengelola karyawan dengan cara yang lebih efisien dan efektif.

GajiHub juga berkomitmen untuk terus memberikan solusi yang mendukung perusahaan dalam menjalani transformasi HR yang berbasis data dan teknologi.

sugi priharto

Tinggalkan Komentar