Career paralysis menjadi pembahasan yang menarik dalam dunia kerja dan bisa jadi Anda sedang mengalaminya.
Career paralysis merupakan keadaan di mana seseorang merasa terjebak di dalam karier yang berjalan secara stagnan.
Keadaan ini sering dialami oleh karyawan, khususnya ketika harus menghadapi dunia kerja yang semakin hari semakin dinamis.
Jika keadaan ini dibiarkan begitu saja, tentunya dapat menghambat seseorang untuk mencapai pengembangan karier.
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai career paralysis mulai dari pengertiannya, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya.
Untuk informasi lebih lengkapnya Anda dapat membaca penjelasan yang ada di bawah ini:
Apa yang Dimaksud Career Paralysis?

Career paralysis merupakan keadaan di mana seseorang merasa stagnan dengan kariernya saat ini sehingga tidak dapat bergerak maju untuk pengembangan karier di masa depan.
Keadaan ini pastinya dapat terjadi kepada siapa saja, baik itu pada karyawan baru ataupun pada karyawan yang sudah lama bekerja dan berpengalaman.
Ketika Anda berada di keadaan ini, Anda merasa bahwa Anda tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier Anda.
Biasanya dalam keadaan ini Anda merasa tidak dapat mengubah jalur karier Anda meskipun Anda tidak merasa puas dan bahagia dengan pekerjaan saar ini.
Bahkan keadaan ini tetap membuat seseorang merasa terjebak dan tidak dapat menentukan arah meskipun di saat itu kesempatan terbuka lebar di depan mata.

Baca Juga: Career Planning: Manfaat, Komponen, dan Langkah Membuatnya
Apa Penyebab Terjadinya Career Paralysis?

Alasan merasa terjebak dalam karier bervariasi dan dapat meliputi:
- Merasa tidak bisa pindah pekerjaan: Anda mengambil posisi tersebut terutama karena gaji dan sekarang merasa tidak bisa pindah pekerjaan jika itu berarti mendapatkan gaji yang lebih rendah.
- Terlalu spesialis: Ketika pekerjaan Anda menjadi sangat spesialis, Anda khawatir bahwa keterampilan Anda terlalu sempit untuk digunakan di pekerjaan baru.
- Merasa nyaman di posisi Anda: Setelah beberapa tahun di pekerjaan yang sama, Anda merasa nyaman di peran Anda dan kewalahan dengan gagasan untuk melakukan perubahan, meskipun Anda tidak berkembang secara profesional.
- Merasa terintimidasi oleh teknologi atau keterampilan baru: Anda merasa terintimidasi oleh keterampilan baru yang Anda butuhkan untuk maju dalam karier Anda, seperti belajar perangkat lunak, memberikan presentasi, atau memimpin tim.
Baca Juga: Career Plateau: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Tanda dari Career Paralysis?

Berikut adalah tanda-tanda bahwa Anda telah kehilangan momentum dalam karier Anda:
1. Pekerjaan Tidak Lagi Menantang
Tanda yang pertama adalah Anda merasa pekerjaan Anda tidak lagi menantang.
Ini terjadi karena Anda telah bekerja cukup lama sehingga merasa pekerjaan Anda sudah biasa saja.
2. Merasa Bosan di Tempat Kerja
Tanda yang kedua adalah Anda merasa bosan di tempat kerja.
Bagaimana pun Anda memotivasi diri Anda, Anda tetap merasa bosan dengan rutinitas Anda di tempat kerja.
Baca Juga: Jenjang Karir: Arti, Manfaat, Cara Membangun, dan Contohnya
3. Kinerja atau Produktivitas Menurun
Tanda yang paling terlihat adalah kinerja dan produktivitas menurun.
Ini terjadi karena Anda tidak lagi termotivasi untuk pekerjaan Anda dan merasa bosan dengan pekerjaan Anda sehingga membuat Anda malas untuk meningkatkan produktivitas.
4. Takut Mengembangkan Diri
Career paralysis juga ditandai dengan perasaan takut untuk mengembangkan diri.
Anda sebenarnya ada perasaan ingin mengembangkan diri namun di dalam diri Anda muncul ketakutan apakah pengembangan diri ini dibutuhkan.
Akhirnya membuat diri Anda terus stag ada di posisi yang sama selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Career Planner: Pengertian, Manfaat, dan Prosesnya
5. Pekerjaan Tidak Sejalan dengan Nilai-Nilai Anda
Tanda berikutnya adalah pekerjaan tidak sejalan dengan nilai-nilai yang Anda miliki.
Anda bahkan merasa tidak tahu tujuan Anda melakukan pekerjaan tersebut dan merasa kosong setiap kali melakukan pekerjaan Anda.
Baca Juga: Cara Evaluasi Diri untuk Pengembangan Karier dan Tipsnya
6. Tidak Termotivasi
Career paralysis juga ditandai dengan sikap tidak termotivasi.
Bahkan ketika Anda mendapatkan penawaran yang besar dari perusahaan, Anda tetap tidak merasa termotivasi.
Baca Juga: Switch Career: Pengertian, Alasan, dan Caranya
7. Mudah Merasa Stres
Tanda berikutnya adalah Anda mudah merasa stres, ini terjadi bahkan untuk tekanan kecil yang Anda dapatkan.
Termasuk tekanan yang sebelumnya terasa biasa, karena keadaan ini menjadi luar biasa.
8. Kesehatan Mental dan Fisik Terganggu
Terakhir adalah kesehatan mental dan fisik Anda terganggu.
Ini adalah tanda akhir dari career paralysis yang diabaikan terus menerus.
Oleh karenanya penting bagi Anda untuk mencari solusi untuk mengatasi keadaan ini.
Baca Juga: Career Development: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya
Bagaimana Cara Mengatasi Career Paralysis?

Berikut adalah 8 cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi career paralysis:
1. Evaluasi Tujuan dan Nilai yang Anda Miliki
Langkah pertama dalam melakukan perubahan adalah menilai apa yang benar-benar Anda inginkan dari karier Anda.
Pikirkan bagaimana Anda ingin hidup Anda terlihat dalam lima atau sepuluh tahun ke depan, baik secara profesional maupun pribadi.
Tanyakan pada diri Anda apakah pekerjaan yang Anda jalani saat ini dapat memberikan kehidupan tersebut atau apakah Anda memerlukan perubahan.
Misalnya, jika Anda ingin membeli rumah dalam lima tahun, tetapi Anda tahu bahwa gaji Anda saat ini tidak mencukupi, tujuan Anda harus mencakup mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.
Selain itu, renungkan nilai-nilai Anda dan apakah perusahaan Anda mempromosikan hal-hal yang Anda pedulikan, seperti berkontribusi pada komunitas, inisiatif lingkungan, dan lingkungan kerja yang mendukung.
Faktor-faktor ini penting dipertimbangkan saat Anda memutuskan apakah harus pindah perusahaan atau bahkan beralih karier sepenuhnya.
Jika Anda menyadari perusahaan Anda sangat cocok untuk Anda, tetapi Anda masih merasa terjebak, Anda dapat mempertimbangkan industri yang berbeda.
Baca Juga: 10 Jenis Pembinaan Karir, Arti, Manfaat, Hingga Tips Memilihnya
2. Identifikasi Apa yang Anda Kuasai
Alih-alih fokus pada keterampilan yang tidak Anda miliki, buatlah daftar hal-hal yang dapat Anda lakukan.
Sertakan keterampilan teknis dan interpersonal Anda.
Misalnya, Anda saat ini bekerja di departemen IT dan memimpin komite kegiatan.
Anda ingin mencatat semua sifat yang membuat Anda menjadi aset berharga bagi perusahaan saat ini atau calon pemberi kerja di masa depan.
Saat mengembangkan daftar ini, pertimbangkan keterampilan atau kemampuan mana yang paling Anda nikmati.
Ini dapat membantu Anda menentukan apakah Anda merasa terjebak karena tidak lagi melakukan tugas-tugas yang Anda sukai, hal-hal yang awalnya menarik Anda ke peran Anda.
Peran Anda telah berubah seiring waktu untuk mencakup sebagian besar tugas yang tidak Anda sukai.
Pertimbangkan untuk berbicara dengan atasan Anda tentang cara memasukkan lebih banyak tugas ini ke dalam rutinitas harian Anda.
Baca Juga: Manajemen Karir: Arti, Tujuan, Manfaat, hingga Tantangannya
3. Perluas Jaringan Sosial Anda
Memiliki jaringan sosial yang besar dan beragam dapat membantu Anda maju dalam karier dengan menghubungkan Anda dengan profesional di berbagai industri yang melakukan berbagai peran.
Baik secara langsung maupun online, Anda dapat menggunakan jaringan Anda untuk:
- Mempelajari bidang dan perusahaan yang berbeda
- Minta saran
- Bekerja sama dalam ide
- Berbagi pengetahuan
- Menemukan peluang kerja
4. Pelajari Hal Baru
Anda dapat keluar dari zona nyaman dengan mempelajari keterampilan baru.
Pertimbangkan untuk mengikuti kursus online untuk belajar perangkat lunak baru, mengikuti workshop pemrograman pemula, atau menghadiri seminar kepemimpinan.
Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi landasan untuk kemajuan karier, baik di perusahaan saat ini maupun di tempat baru.
Anda juga dapat mempertimbangkan untuk kembali ke sekolah jika memutuskan ingin mengejar jalur karier baru.
Dapatkan gelar sarjana untuk memulai karier di bidang baru, atau dapatkan gelar magister jika ingin mengejar peran manajemen.
Baca Juga: Career Break: Alasan dan Cara Merencanakannya
5. Temukan Mentor
Berbicara dengan seseorang tentang frustrasi dan kekhawatiran Anda dapat membantu Anda merasa lebih ringan.
Temukan seseorang yang Anda kagumi, yang telah mengalami tantangan serupa dan akan jujur kepada Anda.
Pertimbangkan untuk bekerja sama dengan life coach, konselor karier, atau mentor profesional untuk mengidentifikasi penyebab perasaan Anda dan menciptakan solusi.
6. Dapatkan Inspirasi
Untuk membantu Anda keluar dari kebuntuan, temukan cara untuk merasa terinspirasi.
Berikut beberapa ide:
- Lakukan sesuatu yang dulu Anda sukai, seperti menggambar atau melukis
- Mulailah hobi baru, seperti menari balet atau melatih tim sepak bola remaja
- Pergi berlibur
- Jalin kembali hubungan dengan teman lama
- Lakukan yoga atau meditasi
- Bacalah buku-buku motivasi atau dengarkan podcast pengembangan diri
- Habiskan waktu di alam
Dorongan inspirasi Anda dapat memicu kreativitas dan motivasi yang Anda butuhkan untuk melakukan perubahan besar dalam kehidupan pribadi atau profesional Anda.
Baca Juga: Career Capital: Pengertian dan Cara Mengembangkannya
7. Buat Tujuan
Bagian dari merasa terjebak dalam karier Anda mungkin karena Anda tidak memiliki tujuan yang jelas.
Anda ingin melakukan perubahan “suatu saat nanti,” tetapi tanpa definisi yang jelas tentang rencana Anda, sulit untuk mulai bekerja menuju perubahan tersebut.
Tetapkan tujuan S.M.A.R.T. yang:
- Spesifik: Tujuan Anda harus didefinisikan dengan jelas, bukan pernyataan yang samar.
- Terukur: Anda harus dapat mengukur tujuan secara objektif, seperti angka, peringkat, atau persentase.
- Dapat dicapai: Buat tujuan Anda realistis.
- Relevan: Tujuan Anda harus mengatasi masalah spesifik Anda dan memiliki dampak langsung dalam memperbaikinya.
- Berbasis waktu: Tetapkan batas waktu untuk tujuan Anda dan tonggak pencapaian di sepanjang jalan.
8. Bangun Kepercayaan Diri Anda
Ketika Anda merasa terjebak, hal itu dapat memengaruhi cara Anda memandang diri sendiri.
Membangun kepercayaan diri dapat membantu Anda mengambil lebih banyak risiko, seperti meminta promosi, bertemu dengan atasan Anda tentang peluang baru, dan melamar pekerjaan lain.
Anda dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri Anda dengan:
- Berpakaian lebih profesional di tempat kerja
- Melakukan sesuatu yang menakutkan, seperti bernyanyi karaoke atau menjual karya seni Anda
- Berolahraga
- Melatih pembicaraan positif pada diri sendiri
- Mengembangkan keterampilan koping positif untuk stres dan kecemasan
Baca Juga: Download Template Career Planner, Contoh, dan Tipsnya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai career paralysis yang dapat menjadi referensi Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa career paralysis merupakan keadaan di mana Anda merasa tidak berkembang dengan karier yang Anda miliki saat ini.
Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk karyawan yang awal merasa baik-baik saja dengan karier mereka.
Meski keadaan ini terlihat sepele, namun jika dibiarkan dapat memberikan dampak negatif terhadap kinerja dan produktivitas.
Oleh karenanya ketika Anda mengalami hal ini, Anda harus mencari solusi agar tidak memberikan dampak buruk untuk pekerjaan Anda.
Selain dari sisi karyawan, perusahaan juga harus memberikan dukungan penuh kepada karyawan agar karyawan dapat meningkatkan produktivitas.
Caranya adalah dengan memberikan dukungan terbaik bagi karyawan, misalnya menanyakan kebutuhan karyawan dan tujuan karier karyawan.
Selain itu dukung juga dengan pengelolaan karyawan terbaik, baik dari sisi pencatatan kehadiran, pengajuan cuti, penggajian, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
Untuk mendukung perusahaan Anda dalam memudahkan pengelolaan karyawan, gunakan software absensi dari GajiHub.
GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Quiet Leadership: Ini Kelebihan dan Kekurangannya - 9 January 2026
- 7 Cara Mengatasi Underperformance Employee - 9 January 2026
- Career Paralysis: Pengertian, Tanda, dan Cara Mengatasinya - 8 January 2026