Pernahkah Anda mendengar istilah humble bragging baik dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja?
Istilah ini diberikan kepada seseorang yang merendah untuk meroket, di mana biasanya ditujukan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Tentunya sikap merendah untuk meroket ini jika tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk, khususnya dalam dunia kerja.
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai humble bragging mulai dari pengertiannya, penyebab, dan cara menghadapinya.
Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:
Apa yang Dimaksud dengan Humble Bragging?

Humble bragging merupakan istilah dari perilaku seseorang yang merendahkan dirinya (mengeluh) namun di dalamnya tersirat untuk membanggakan diri sendiri.
Dalam bahasa Indonesia istilah ini dikenal dengan ‘merendah untuk meroket’.
Ini terjadi ketika seseorang ingin menunjukkan kehebatan yang dimilikinya namun diawali dengan merendahkan dirinya terlebih dahulu.
Misalnya adalah dalam dunia kerja ketika seorang karyawan berkata ke rekan kerja mengenai project yang baru dilaksanakan, “Aduh, capek banget baru kali ini aku ngerjain project 5 hari. Biasanya loh 4 hari selesai, padahal aku sendirian.”
Selain dalam dunia kerja, ada juga dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita dengar, seperti, “Aku heran banget banyak yang bilang badanku ideal banget, padahal aku nggak pernah diet, makanku juga banyak.”
Pada orang merendah untuk meroket ini dibandingkan digunakan untuk intropeksi diri, mereka justru bertujuan agar orang lain notice keunggulan atau kelebihan yang mereka miliki.
Dari sikap ini dapat menimbulkan kesan yang negatif dan membuat orang lain merasa tidak nyaman dengan ketidakjujuran tersebut di mana meninggalkan kesan untuk pamer.

Baca Juga: 10 Ciri Penjilat di Kantor, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Apa Penyebab dari Humble Bragging?

Berikut penyebab seseorang bersikap humble bragging secara sosial dan juga psikologis:
1. Untuk Menghindari Rasa Malu
Penyebab pertama adalah untuk menghindari rasa malu.
Ini biasanya terjadi ketika seseorang sudah terlanjut malu karena membanggakan diri sehingga merendahkan dirinya untuk menyamarkan rasa malu tersebut.
Baca Juga: Contoh Adaptif dalam Bekerja dan Cara Meningkatkannya
2. Menaikkan Citra Diri
Dengan merendah untuk meroket, seseorang juga ingin menaikkan citra diri yang mereka miliki.
Biasanya mereka ingin tampil positif, kompeten, dan lebih disukai melalui cara yang halus sehingga berharap orang lain dapat melihat keunggulan dari keluhan mereka.
3. Untuk Mencari Perhatian dan Simpati
Penyebab ketiga adalah untuk mencari perhatian dan juga simpati.
Melalui keluhan yang diungkapkan, seseorang ingin mencari perhatian dan juga simpati di mana sehingga orang lain dapat memahami kesulitan yang dirasakan.
Baca Juga: People Pleaser: 10 Tanda, Penyebab, Dampak, dan Cara Menghentikannya
4. Mempromosikan Diri secara Terselubung
Melalui humble bragging seseorang juga berusaha mempromosikan diri secara terselubung atau secara tidak langsung.
Dengan cara ini seseorang dapat memamerkan kelebihan yang dimiliki tanpa terkesan membual.
5. Bagian dari Budaya
Budaya juga mendorong seseorang untuk tidak diumbar secara langsung, sehingga ini membuat seseorang melakukan merendah untuk meroket ini.
Baca Juga: Ciri-Ciri dan Cara Mengatasi Karyawan Red Flag
Bagaimana Cara Menghadapi Perilaku Humble Bragging?

Jika di dalam tempat kerja Anda ada seseorang berperilaku humble bragging, apa yang harus dilakukan?
Berikut 3 cara yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi seseorang yang berperilaku merendah untuk meroket:
1. Berikan Arahan pada Hal Positif
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan arahan pada hal positif.
Dibandingkan memberikan perhatian kepada mereka, coba untuk menanggapi dengan cara memberikan arahan pada diskusi yang dapat memberikan manfaat untuk tim Anda.
Melalui cara ini prestasi atau kelebihan yang dimiliki dapat berdampak dan mendukung proyek demi tujuan bersama.
2. Ajak agar Lebih Terbuka
Perlu diakui bahwa perilaku membanggakan diri sering kali mengganggu, jadi coba ajak mereka untuk bersikap lebih terbuka.
Ajak mereka untuk lebih jujur mengenai perasaan mereka, jika memang ingin membanggakan diri maka lakukannya secara langsung.
Cara ini dapat berguna untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih supportif.
Baca Juga: Karyawan Susah Diatur: Ciri dan Cara Menghadapinya
3. Fokus pada Kerjasama Tim
Cara yang ketiga adalah dengan fokus pada kerjasama tim.
Di sini Anda dapat mengajukan pertanyaan ataupun saran yang dapat menciptakan percakapan yang berkolaboratif.
Ini dapat mengalihkan fokus yang awalnya menceritakan pencapaian pribadi menjadi lebih terhubung antar tim.
4. Hindari Memberikan Sindiran
Dalam menghadapi seseorang yang sering bersikap merendah untuk meroket, hindari memberikan sindiran kepada mereka.
Alih-alih menyindir, sebaiknya tegur mereka secara langsung dan ungkapnya bahwa sikap seperti itu dapat membuat orang lain tidak nyaman.
Melalui cara ini orang yang bersangkutan dapat memahami kesalahan mereka dan memperbaikinya.
Baca Juga: Indisipliner Karyawan: Arti, Jenis, Contoh, dan Cara Mengatasinya
Contoh Humble Bragging dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sebelumnya telah dibahas salah satu contoh kalimat merendah untuk meroket adalah “Aduh, capek banget baru kali ini aku ngerjain project 5 hari. Biasanya loh 4 hari selesai, padahal aku sendirian.”
Selain itu, ada contoh lainnya yang penting untuk Anda pahami, apa saja?
Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda:
1. Tinggal dengan Orang Tua vs Ngekos
Sikap merendah untuk meroket dapat diberikan ketika membandingkan tinggal dengan orang tua versus ngekos.
Di sini mereka bisa bilang “Kamu enak tinggal sama orang tua, kalau aku ngekos harus mandiri” untuk menunjukkan bahwa mereka lebih mandiri jika dibandingkan dengan orang lain yang tinggal bersama orang tua.
Baca Juga: 15 Contoh Profesionalitas dalam Bekerja dan Tipsnya
2. Liburan
“Enak kamu bisa sering liburan di Jogja, kayak aku palingan bisa liburan tiga kali dalam setahun di Korea” adalah salah satu contoh ucapan merendah untuk meroket.
Bagi orang yang bersangkutan liburan tiga kali dalam setahun lebih membanggakan dibandingkan sering liburan namun di Jogja.
3. Penampilan Fisik
Merendah untuk meroket juga sering dilakukan dalam hal penampilan fisik.
Mereka biasanya mengatakan hal yang tidak sesuai dengan apa yang ada di fisik mereka, misalnya, “Sedih banget aku jadi berjerawat gini gara-gara salah pakai foundation” padahal di wajahnya hanya ada 1 jerawat.
Baca Juga: Cara Menyikapi Kandidat Tidak Sopan, HR Wajib Tahu
4. Kinerja Tinggi
“Masih nggak percaya aku bisa dapat penilaian kinerja terbaik, pada aku nggak pernah ikut pelatihan apa-apa.”
Ini adalah salah satu ucapan membanggakan diri melalui penilaian kinerja yang tinggi.
Ungkapan ini dapat terasa menyebalkan jika dikatakan di depan orang yang telah mengikuti pelatihan namun kinerjanya biasa saja.
5. Awet Muda
“Padahal usiaku hampir 30 tahun tapi masih banyak yang mengira aku anak SMA. Kan jadi malu.”
Ini adalah ucapan keluhan di mana usianya sebenarnya sudah kepala tiga kemudian ia membanggakan diri awet muda melalui pengakuan dikira masih SMA.
Baca Juga: Inisiatif Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Cara Meningkatkan
6. Gaji
“Heran banget deh aku selalu aja dapat tawaran gaji tinggi sampai 2 digit, padahal aku nggak pakai tips apapun saat wawancara.”
Ungkapan ini menunjukkan bahwa ia selalu mendapatkan penawaran gaji tinggi di saat ia tidak memiliki tips khusus.
Ini menunjukkan bahwa ia adalah orang yang hebat di mana tanpa tips apapun sudah mendapatkan tawaran gaji besar.
7. Belanja
Ucapan merendah untuk meroket berikutnya dalam hal belanja, misalnya, “Tumben banget aku bulan ini cuma abis segini, irit banget,” di saat yang dipamerkan adalah foto produk branded.
Baca Juga: Pahami Penyebab Kandidat Tidak Sopan dan Cara Mengatasinya
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai humble bragging yang dapat menjadi referensi Anda.
Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa humble bragging merupakan sikap yang merendahkan diri sendiri untuk kemudian membanggakan diri sendiri.
Sikap ini menjadi sikap negatif yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman dan dalam dunia kerja dapat mempengaruhi kerja sama tim.
Oleh karenanya penting bagi perusahaan untuk mengenali tanda-tanda humble bragging agar dapat tidak menimbulkan ketidaknyamanan antar karyawan.
Selain itu penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan karyawan dengan sebaik mungkin.
Gunakan software absensi dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Program Benefit Karyawan: Jenis dan Manfaatnya - 31 December 2025
- Gaji Data Analyst dan Jenjang Kariernya - 31 December 2025
- Absensi Sidik Jari: Ini Kelebihan dan Kekurangannya - 31 December 2025