Flexible Benefit: Pengertian, Jenis, dan Tipsnya

flexible benefit

Dalam dunia penggajian, ada banyak skema yang bisa diterapkan perusahaan, salah satunya skema flexible benefit.

Flexible benefit merupakan skema pemberian benefit kepada perusahaan di mana karyawan dapat memilih manfaat sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan karyawan berkualitas dan juga meningkatkan daya tarik perusahaan sebagai tempat bekerja namun dengan cara yang lebih relevan untuk tiap individu.

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai flexible benefit mulai dari pengertiannya, manfaat, jenis-jenisnya, hingga tips menyusunnya.

Baca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:

Apa yang Dimaksud dengan Flexible Benefit?

flexible benefit

Ketika membicarakan mengenai benefit karyawan, ada dua skema yang sering dipilih oleh HR, yakni dengan sifat normatif dan bersifat fleksibel.

Benefit normatif merupakan benefit yang diberikan oleh perusahaan sebagai bentuk pemenuhan kewajiban terhadap aturan UU Ketenagakerjaan dan peraturan pemerintah.

Normatif benefit ini memiliki sifat yang kaku dan tidak dapat digantikan, misalnya pada BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan sejenisnya.

Sedangkan benefit fleksibel merupakan tunjangan tambahan dari perusahaan di luar benefit normatif.

Di sini karyawan dapat memilih paket manfaat dari alternatif-alternatif yang ditawarkan oleh perusahaan.

Benefit ini dibuat sebagai wadah akomodasi kebutuhan karyawan yang berbeda-beda, mengingat tidak semua memiliki kebutuhan manfaat yang sama di waktu yang sama.

Di sini perusahaan tetap membuat kerangka dan batasannya, misalnya jenis benefit yang tersedia, aturan eligibility, periode pemilihan hingga nilai maksimal yang dapat digunakan.

Melalui mekanisme ini, karyawan merasa terlibat dalam memilih benefit sesuai kebutuhan mereka dan perusahaan memiliki kontrol atas kebijakan yang ada, alokasi biaya, dan tata kelolanya.

Saat ini, memberikan flexible benefit menjadi tren yang semakin populer, di mana ada sekitar 67% bisnis kecil memilih skema ini dibandingkan dengan paket benefit standar.

gajihub banner 3

Baca Juga: Program Benefit Karyawan: Jenis dan Manfaatnya

Apa Manfaat dari Flexible Benefit?

Flexible benefit ini penting untuk memberikan nilai tambah yang lebih relevan di luar gaji yang telah diberikan.

Berikut 4 manfaat yang bisa didapatkan dengan memberikan benefit yang fleksibel ini:

1. Meningkatkan Retensi Karyawan

Fleksibel benefit membantu perusahaan untuk meningkatkan retensi karyawan.

Dengan adanya paket benefit yang relevan ini dengan kebutuhan karyawan membuat karyawan merasa kebutuhan mereka dipenuhi oleh perusahaan.

Ini akhirnya membuat karyawan betah bekerja di perusahaan karena adanya perlindungan kesehatan dan dukungan untuk keluarga mereka,

Tentunya cara ini dapat membantu menurunkan tingkat turnover karyawan yang biasanya menjadi penyebab tingginya biaya untuk rekrutmen ulang, onboarding, training, dan risiko penurunan produktivitas saat posisi kosong.

Ketika benefit diberikan secara konsisten dan asil, maka loyalitas karyawan dapat meningkat dan keputusan karyawan untuk bertahan menjadi semakin kuat.

2. Perkuat Daya Tarik Perusahaan

Benefit yang fleksibel juga dapat memperkuat daya tarik perusahaan.

Biasanya ketika perusahaan melakukan hiring karyawan, benefit fleksibel ini menjadi pembeda ketika kandidat membanding penawaran yang mirip.

Dengan adanya program-program seperti asuransi, cuti tambahan, fleksibilitas kerja, dan dukungan pengembangan diri dapat meningkatkan persepsi bahwa perusahaan peduli dalam membangun employee experience.

Baca Juga: Voluntary Benefits: Pengertian, Manfaat, dan Tipsnya

3. Meningkatkan Produktivitas

Ketika karyawan merasa aman dan mendapatkan dukungan, mereka bisa lebih fokus untuk bekerja, terlebih ketika benefit yang diberikan sesuai kebutuhan mereka.

Benefit yang fleksibel ini membuat karyawan dapat memilih dukungan kesejahteraan yang paling bermanfaat yang dapat membantu mengurangi risiko burnout.

Misalnya seperti program wellness, akses konseling, hingga benefit kesehatan tambahan.

Ini termasuk dengan dukungan-dukungan lain seperti tunjangan transportasi, uang makan, hingga komunikasi yang dapat dipilih karyawan sesuai kebutuhan mereka.

Jadi, mereka bisa mengurangi distraksi finansial harian.

Dengan pemberian manfaat yang lebih tepat sasaran, membuat produktivitas menjadi lebih stabil dan konsisten.

4. Meningkatkan Pemahaman Benefit dan Biaya Program

Manfaat yang terakhir dari fleksibel benefit adalah untuk meningkatkan pemahaman benefit dan biaya program.

Ketika karyawan diberikan pilihan untuk memilih program benefit mereka sendiri, maka karyawan dapat terdorong untuk belajar mengenai benefit yang ditawarkan dan biaya yang dibutuhkan.

Dari sini dapat dicegah terjadinya kesalahpahaman dan karyawan dapat menikmati manfaat secara maksimal.

Ini berlaku tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga bagi karyawan.

Dari sisi perusahaan, program benefit fleksibel lebih efektif dan maksimal dengan hanya membayar benefit yang diinginkan.

Sedangkan dari sisi karyawan diuntungkan karena dapat memilih benefit yang tepat sasaran.

Baca Juga: Benefit Strategy: Pengertian dan Tahap dalam Membuatnya

Apa Saja Jenis-Jenis Benefit yang Ada di Perusahaan?

flexible benefit

Berikut 6 jenis benefit yang bisa ditawarkan perusahaan kepada karyawan dalam program flexible benefit ini:

1. Kesehatan dan Perlindungan

Jenis yang pertama adalah benefit kesehatan dan perlindungan.

Benefit ini dapat menciptakan rasa aman pada diri karyawan dan keluarga ketika terjadi risiko kesehatan ataupun kecelakaan.

Misalnya asuransi kesehatan tambahan di luar BPJS, asuransi jiwa, rawat jalan dan rawat inap, kacamata dan dental, medical check up secara berkala, hingga konseling psikolog.

Biasanya benefit kesehatan menjadi yang paling terasa nilainya karena dapat langsung digunakan ketika dibutuhkan.

Baca Juga: Gaji Bukan Segalanya: Ini Benefit yang Dicari Kandidat Saat Ini

2. Benefit Keuangan di Luar Gaji

Jenis benefit ini diberikan sebagai dukungan uang atau pengganti biaya yang dapat membantu beban hidup karyawan.

Misalnya tunjangan transportasi, makan, komunikasi, tunjangan rumah, bonus kinerja, insentif penjualan, THR, bantuan pendidikan, hingga dana pensiun tambahan.

Namun pastikan bahwa benefit ini memiliki aturan yang jelas agar konsisten dan tidak menimbulkan kecemburuan antar tim.

3. Work Life Balance dan Fleksibilitas

Benefit work life balance membantu karyawan untuk mengelola ritme kerja dan kehidupan personal tanpa perlu mengorbankan produktivitas.

Contohnya adalah memberikan cuti tambahan di luar cuti tahunan, cuti sakit yang lebih fleksibel, cuti parental, jam kerja fleksibel, hybrid ataupun remote untuk posisi tertentu, kebijakan time off untuk keperluan keluarga, hingga welleness day.

Biasanya memberikan benefit ini dapat berdampak besar pada retensi dan engegement.

Baca Juga: Fringe Benefit: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

4. Pengembangan Karier dan Kompetensi

Pengembangan karier dan kompetensi karyawan menjadi bagian penting.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan skill dan menyiapkan karyawan untuk tumbuh bersama perusahaan.

Contoh dari benefit ini adalah budget training, sertifikasi, kelas online, mentoring, coaching, leadership program, rotasi jabatan, jalur karier yang jelas, dan dukungan pendidikan lanjutan.

Benefit ini memiliki peran penting dalam menekan turnover karyawan yang memutuskan resign karena merasa stagnan.

5. Fasilitas Kerja dan Produktivitas

Untuk mendukung produktivitas karyawan, fasilitas kerja menjadi hal yang perlu diperhatikan perusahaan.

Misalnya adalah laptop atau perangkat kerja, subsidi internet, WFH, fasilitas perangkat kerja seperti kursi kerja yang nyaman, seragam, fasilitas makan di kantor, transport shuttle, hingga ruang laktasi atau daycare jika memungkinkan.

Baca Juga: Status Karyawan: Jenis dan Cara Menentukannya

6. Apresiasi

Perlu dipahami bahwa tidak semua benefit diberikan dalam bentuk yang.

Perusahaan juga bisa memberikan beenfit dalam program apresiasi untuk meningkatkan motivasi dan budaya kerja.

Contohnya adalah reward berdasarkan pencapaian, employee of the month, penghargaan masa kerja, voucher hadiah, poin reward yang dapat ditukar, hingga pengajuan publik di dalam forum internal.

Pastikan dalam pemberian benefit ini transparan agar dianggap adil oleh karyawan.

7. Kesejahteraan Sosial

Terakhir adalah kesejahteraan sosial.

Benefit ini bersifat sebagai pelengkap, yang bisa jadi pembeda untuk employer branding.

Misalnya dengan memberikan membership gym, kelas olahraga, acara family gathering, komunitas hobi, bantuan relokasi, program CSR, hingga benefit gaya hidup misalnya memberikan diskon.

Ini cocok untuk meningkatkan sense of belonging dan pengalaman kerja yang lebih menyenangkan.

Baca Juga: Compensation Planning, Ketahui Arti, Tujuan, Hingga Tahapannya

Apa Saja Tips dalam Menyusun Flexible Benefit Karyawan?

fleksibel

Sebelum benefit ini disusun oleh perusahaan, pastikan bahwa benefit yang ditawarkan tidak hanya menarik di atas kerja, tetapi benar-benar bermanfaat bagi katyawan.

Ada dua kunci di sini yakni relevansi dengan kebutuhan karyawan dan kontrol biaya yang tetap sehat untuk perusahaan.

Berikut 5 tips yang dapat Anda lakukan untuk menyusun flexible benefit untuk karyawan:

1. Pahami Kebutuhan Perusahaan

Pertama adalah dengan memahami kebutuhan dari perusahaan.

Anda dapat melakukan dengan mengumpulkan data karyawan.

Ini dapat melalui survei singkat, interview, hingga dari catatan exit interview untuk mendapatkan alasan mengapa karyawan memilih bertahan ataupun resign.

Dari sini Anda dapat membuat kelompok sesuai profil, misalnya dari level jabatan, usia, status keluarga, hingga lokasi kerja.

Bedakan juga kebutuhan dari sifatnya, seperti wajib, penting, dan hanya nice to have sehingga prioritasnya jelas.

Baca Juga: Arti Manajemen Kompensasi, Manfaat, Tips Mengoptimalkannya

2. Pilih Benefit Dasar yang Paling Berpengaruh

Sebelum memutuskan benefit apa saja yang dipilih, pastikan benefit dasarnya sudah kuat dan juga konsisten.

Fokuskan pada hal yang paling sering dirasakan oleh karyawan, seperti perlindungan kesehatan, kebijakan cuti, hingga dukungan ketika sakit.

Jangan lupa untuk aturannya sudah jelas, misalnya siapa yang eligible, cara klaim, hingga batas penggunaannya.

Dengan memberikan benefit dasar yang rapi, maka dapat menurunkan potensi komplain karena perusahaan dapat memberikan rasa aman.

Ketika pondasi dari benefit ini kuat, HR dapat menambahkan benefit lainnya tanpa meninggalkan rasa tidak adil dan juga kebingungan.

3. Tetapkan Opsi yang Jelas dan Relevan

Perlu dipahami bahwa tidak semua karyawan membutuhkan benefit yang sama, jadi fleksibilitas dapat membuat paket terasa lebih relevan.

Perusahaan juga bisa memberikan tambahan benefit seperti dental, financial planning, kupon makan, tunjangan transportasi, hingga dukungan tempat tinggal.

Ini dapat membuat merasa terlibat karena dapat memilih benefit yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga: Compensation Benchmarking: Panduan Lengkap untuk HR

4. Buat Aturan yang Konsisten

Tips keempat adalah dengan membuat aturan yang konsisten.

Sebagus apapun benefit yang ditawarkan tetap bisa gagal jika aturan dan komunikasinya tidak jelas.

Jadi, tulis kebijakan benefit ini secara ringkas, mudah diakses, dan tidak menimbulkan interpretasi ganda antar tim.

Komunikasi benefit ini secara berkala, tidak hanya pada saat proses onboarding, agar karyawan dapat ingat hak-hak mereka dan cara menggunakannya.

5. Lakukan Evaluasi Program

Terakhir adalah dengan melakukan evaluasi program benefit ini.

Benefit karyawan bukanlah program yang bisa sekali jadi, jadi perlu dilakukan evaluasi rutin.

Anda dapat melakukannya dengan melihat tingkat pemakaian benefit, biaya per karyawan, hingga benefit yang paling berdampak pada retensi dan absensi.

Baca Juga: Cost Benefit Analysis: Pengertian, Manfaat, Cara Melakukannya, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai flexible benefit yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa flexible benefit menjadi bagian penting untuk meningkatkan retensi karyawan.

Pada skema benefit ini, karyawan diberikan pilihan untuk memilih benefit yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tentunya agar pemberian benefit ini dapat berjalan secara optimal, perusahaan perlu mendukungnya dengan pengelolaan penggajian dan benefit karyawan secara tepat.

Gunakan software payroll dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan penggajian karyawan.

Dengan GajiHub, Anda tidak perlu lagi mengelola penggajian dan benefit karyawan secara manual karena semuanya dapat dilakukan secara otomatis di GajiHub.

Jadi tunggu apa lagu, daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar