Mengatur gaji karyawan sering menjadi tantangan besar bagi para pelaku UMKM. Nah, di satu sisi, gaji adalah bentuk apresiasi dan kebutuhan utama karyawan.
Di sisi lain, kesalahan perhitungan gaji juga sering terjadi dan berdampak langsung pada arus kas bisnis dan menghambat operasional.
Tidak sedikit UMKM yang sebenarnya memiliki penjualan stabil, tetapi tetap kesulitan membayar gaji tepat waktu karena pengelolaan keuangan yang kurang rapi.
Lalu, bagaimana cara UMKM mengatur gaji karyawan agar tetap sehat tanpa mengganggu arus kas? Berikut pembahasan lengkapnya.
Kenapa Gaji Karyawan Bisa Mengganggu Arus Kas UMKM?

Banyak UMKM menetapkan gaji karyawan hanya berdasarkan kesanggupan, tanpa menghitung kondisi keuangan secara menyeluruh.
Akibatnya, ketika penjualan menurun atau pembayaran dari pelanggan terlambat masuk, bisnis langsung kewalahan.
Hitung Gaji Berdasarkan Kemampuan Cash Flow, Bukan Omzet
Kesalahan paling umum UMKM adalah menetapkan gaji berdasarkan omzet, bukan arus kas bersih. Padahal omzet belum tentu mencerminkan uang yang benar-benar siap digunakan.
Idealnya, gaji karyawan diambil dari:
- Pendapatan yang sudah benar-benar diterima
- Setelah dikurangi biaya tetap seperti sewa, listrik, dan operasional
- Bukan dari uang yang masih menunggu cair
Dengan cara ini, UMKM bisa memastikan pembayaran gaji tidak mengganggu kebutuhan penting lain seperti restock barang atau biaya operasional harian.
Pisahkan Gaji Tetap dan Gaji Variabel

Agar lebih fleksibel, UMKM bisa membagi sistem gaji menjadi dua komponen:
1. Gaji Tetap
Gaji tetap adalah gaji pokok yang dibayarkan oleh perusahaan secara rutin setiap bulannya. Nominalnya sendiri sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan bisnis saat sedang aman, bukan pada kondisi terbaik.
2. Gaji Variabel atau Insentif
Diberikan berdasarkan performa penjualan, target, atau volume kerja. Dengan sistem ini, ketika penjualan sedang turun, beban gaji tidak terlalu menekan arus kas.
Pendekatan ini cukup umum digunakan UMKM yang bergerak di bidang retail, online shop, dan jasa.
Atur Jadwal Gajian yang Realistis
UMKM tidak selalu harus mengikuti sistem gajian tanggal 25 atau akhir bulan seperti perusahaan besar. Yang terpenting adalah konsisten dan transparan.
Beberapa UMKM memilih:
- Gajian setiap awal bulan setelah rekap penjualan
- Gaji pokok bulanan + insentif mingguan
- Sistem harian untuk pekerja lepas
Selama disepakati sejak awal, jadwal gajian yang realistis justru membantu menjaga arus kas tetap stabil.
Kelola Arus Kas dengan Memperhatikan Sistem Pembayaran

Banyak UMKM saat ini menggunakan sistem pembayaran yang fleksibel, termasuk pembayaran di tempat atau COD. Namun, sistem ini bisa berdampak pada keterlambatan arus kas jika tidak dikelola dengan baik.
Jika bisnismu menggunakan sistem COD atau cod ongkir, pastikan:
- Ada pencatatan jelas antara pesanan terkirim dan dana yang belum cair
- Gaji karyawan tidak bergantung pada dana COD yang belum masuk
- Dana cadangan tetap tersedia untuk operasional
Dengan manajemen yang tepat, sistem pembayaran apa pun tetap bisa berjalan tanpa mengganggu penggajian.
Gunakan Pencatatan Keuangan yang Rapi
Tanpa pencatatan yang jelas, UMKM akan sulit memprediksi kemampuan membayar gaji. Catat secara rutin:
- Pendapatan masuk
- Pengeluaran tetap dan variabel
- Gaji dan insentif karyawan
Dengan data yang rapi, keputusan terkait gaji bisa dibuat berdasarkan kondisi nyata, bukan asumsi.
Mengatur gaji karyawan tanpa mengganggu arus kas bukan hal yang mustahil bagi UMKM. Kuncinya ada pada perencanaan yang realistis, pencatatan keuangan yang rapi, serta pengendalian biaya operasional seperti pengiriman dan sistem pembayaran.
Dengan arus kas yang sehat, UMKM bisa membayar gaji tepat waktu, menjaga kepercayaan karyawan, dan tetap fokus mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Kendalikan Biaya Operasional dengan Jasa Pengiriman Lion Parcel

Gaji bukanlah satu-satunya pengeluaran UMKM yang besar, ada biaya produksi hingga logistik yang berpengaruh terhadap arus kas.
Menggunakan jasa pengiriman yang efisien dan transparan seperti Lion Parcel akan sangat membantu membantu UMKM untuk mengontrol biaya ongkir dan menjaga margin tetap sehat.
Ketika biaya pengiriman terkendali, alokasi dana untuk gaji karyawan pun menjadi lebih aman.
*Artikel ini hasil kerja sama antara Lion Parcel dan GajiHub
- 10 Contoh Tanda Tangan Simple dan Cara Membuatnya - 5 February 2026
- Cara UMKM Mengatur Gaji Karyawan Tanpa Mengganggu Arus Kas - 5 February 2026
- 20 Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan dan Template Gratisnya - 4 February 2026