Overconfidence di Dunia Kerja: Dampak dan Cara Mengatasi

overconfidence di dunia kerja

Overconfidence di dunia kerja dapat menjadi permasalahan yang membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman.

Ketika membahas mengenai rasa percaya diri, sebenarnya rasa percaya ini menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap karyawan.

Ketika karyawan merasa percaya diri, maka mereka dapat menjalankan pekerjaan mereka dengan baik karena mereka yakin dengan kemampuan mereka.

Namun ini dapat menjadi masalah ketika rasa percaya diri yang dimiliki terlalu berlebihan atau overconfidence.

Ketika karyawan memiliki rasa percaya diri terlalu berlebihan ini dapat menimbulkan dampak yang buruk untuk orang-orang di sekitar, termasuk untuk pekerjaan.

Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai overconfidence di dunia kerja mulai dari pengertiannya, bahaya, dampak, dan cara mengatasinya.

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Apa yang Dimaksud dengan Overconfidence di Dunia Kerja?

overconfidence di dunia kerja

Overconfidence merupakan keadaan yang dialami seseorang yang terlalu membanggakan kemampuan yang dimiliki, padahal sering kali tidak sesuai denga kenyataan.

Ketika keadaan ini terjadi di dunia kerja, maka bisa membuat seseorang sulit untuk melihat kelemahan di dalam dirinya.

Dalam dunia kerja, memahami diri sendiri tidak hanya berkaitan dengan kelebihan yang dimiliki, tetapi juga kelemahan di dalam dirinya.

Jika seseorang hanya memahami kelebihan di dalam diri, ini dapat menghilangkan perspektif objektif kemampuan diri yang dapat berpengaruh dalam pengambilan keputusan ketika mengevaluasi pekerjaan.

Jadi penting bagi karyawan untuk memiliki rasa percaya diri secara tidak berlebihan agar dapat menciptakan kenyamanan di tempat kerja dan dapat bekerja dengan baik.

gajihub banner

Baca Juga: Toxic Workplace: Pengertian, Tanda, dan Cara Menghadapinya

Mengapa Overconfidence di Dunia Kerja Berbahaya?

overconfidence di dunia kerja

Ketika seseorang merasa terlalu percaya diri, ini bisa membahayakan ketika berada di lingkungan kerja.

Hal ini karena seseorang menjadi kurang bisa menganalisis dan tidak berhati-hati ketika mengambil suatu keputusan.

Berikut 10 bahaya overconfidence bagi dunia kerja:

1. Kualitas Kerja Dapat Menurun

Bahaya yang pertama adalah ketika seseorang terlalu percaya diri dapat menurunkan kualitas kerja.

Ini karena seseorang yang terlalu percaya diri biasanya merasa pekerjaannya baik tanpa adanya cela.

Jika rasa percaya diri ini diimbangi dengan kenyataan, tentunya baik.

Namun, jika kualitas pekerjaan mereka justru menurun bisa menyebabkan permasalahan.

Rasa percaya diri yang tinggi ini membuat seseorang sulit untuk menerima kritik yang membangun.

Sehingga ini dapat berpengaruh pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.

2. Risiko Kecelakaan Kerja

Bahaya yang kedua adalah risiko kecelakaan kerja yang dapat mengintai orang dengan rasa percaya diri berlebihan.

Ini terjadi karena mereka dengan rasa percaya diri berlebihan menganggap diri mereka kebal aturan dan sangat yakin mereka tidak akan melakukan kesalahan.

Jadi, mereka akhirnya bekerja tanpa mematuhi SOP yang ada dan karena inilah risiko kecelakaan kerja lebih tinggi.

Baca Juga: Toxic Productivity: Pengertian, Ciri, dan Cara Mengatasinya

3. Terjadinya Konflik

Rasa percaya diri yang berlebihan juga sering membuat seseorang menjadi arogan.

Biasanya, orang-orang sekelilingnya yang paling merasakannya dibandingkan dengan diri mereka sendiri.

Mereka ini memiliki kecenderungan untuk omong besar, tidak peduli, dan bisa meremehkan orang lain.

Ini semakin memungkinkan terjadinya konflik dan membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman.

4. Menurunkan Produktivitas

Bahaya berikutnya adalah bisa menurunkan produktivitas.

Ini tidak hanya terjadi pada orang yang bersangkutan tetapi juga ke seluruh organisasi.

Konflik ini dapat berupa adu argumen, di mana dapat berujung pada suasana canggung atau drama di tempat kerja.

Tentunya jika ini terjadi bisa membuat produktivitas menjadi menurun.

Baca Juga: Toxic Leadership: Tanda dan Cara Menyikapinya

5. Mudah Menyalahkan Orang Lain

Karena mereka merasa tidak memiliki celah dan kesalahan, maka ketika terjadi suatu masalah mereka mudah untuk menyalahkan orang lain.

Mereka ini tetap tidak merasa bersalah sekali pun bukti-bukti menyatakan mereka bersalah.

Mereka justru mencari orang lain untuk disalahkan dan keadaan seperti ini hanya bisa dihentikan ketika pihak manajemen melakukan tindakan tegas.

6. Tidak Bisa Menghargai Orang Lain

Orang dengan rasa percaya diri berlebihan juga tidak bisa menghargai orang lain.

Padahal agar bisa bekerja sama di dalam tim dibutuhkan sikap saling menghargai.

Nah, pada orang dengan overconfidence ini mereka merasa bahwa semua kesuksesan adalah berkat usaha diri mereka sendiri dan tidak segan untuk menerima pujian.

Jadinya, mereka sering melupakan upaya yang telah dilakukan orang lain dan ketika akhirnya mencapai keberhasilan, bisa membuat tim merasa sia-sia dan tidak diapresiasi.

Baca Juga: Chaotic Working: Dampak dan Cara Mengatasinya

7. Merendahkan Orang Lain

Selain tidak menghargai orang lain, mereka juga bisa merendahkan orang lain.

Dibandingkan memberikan kritik yang membangun, mereka yang overconfidence di dunia kerja justru menganggap orang lain tidak becus.

Jadinya kesalahan yang terjadi tidak bisa diperbaiki dan bisa menimbulkan konflik.

8. Persiapan yang Kurang

Karena terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya, mereka berpotensi untuk kurang persiapan, misalnya ketika harus menyiapkan presentasi bisnis.

Ini juga membuat seseorang luput dari hal-hal yang sebenarnya penting.

Baca Juga: Ciri-Ciri dan Cara Mengatasi Karyawan Red Flag

9. Pengambilan Keputusan yang Keliru

Bahaya berikutnya adalah dari keyakinan diri yang salah.

Ini bisa membuat mereka tidak berhari-hati dalam mengambil keputusan.

Mereka dapat cenderung mengambil keputusan berdasarkan intuisi, bukan dari pengalaman atau pengetahuan mereka.

Tentu saja ini bisa memberikan dampak yang serius, terlebih jika berhubungan dengan investasi.

10. Membuat Lingkungan Kerja Tidak Nyaman

Bahaya yang terakhir adalah bisa membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman.

Dari lingkungan kerja yang tidak nyaman ini bisa memberikan efek domino, yakni berupa penurunan kualitas kerja, kesejahteraan karyawan, hingga terjadinya resign besar-besaran.

Baca Juga: Narsistik di Tempat Kerja: Ciri dan Cara Menghadapi

Apa Dampak dari Overconfidence di Dunia Kerja?

terlalu percaya diri

Selain bahaya yang telah dijelaskan sebelumnya, ada juga dampak negatif dari sikap overconfidence di dunia kerja ini, yakni:

1. Kinerja Tim Dapat Menurun

Ketika ada satu karyawan yang terlalu percaya diri di dalam tim, ini bisa menciptakan ketegangan di dalam tim.

Ini terjadi karena karyawan tersebut tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain.

2. Meningkatkan Risiko Kesalahan

Kedua, bisa meningkatkan risiko kesalahan.

Ketika seseorang mengabaikan saran yang ada, mereka lebih rentan untuk membuat kesalahan dengan dampak yang besar.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Underperformance Employee

3. Merusak Hubungan Kerja

Sikap angkuh dan tidak bersedia mendengarkan orang lain juga bisa merusak komunikasi dan hubungan dengan rekan kerja.

Rekan kerja menjadi tidak nyaman karena bisa disalahkan dan tidak mendapatkan apresiasi.

4. Tidak Dapat Berkembang

Pada akhirnya karyawan dengan overconfidence ini mengalami kesulitan untuk berkembang.

Ini karena mereka enggan untuk memperbaiki diri sehingga mereka kurang mendapatkan promosi atau pengembangan.

Baca Juga: Corporate Stockholm Syndrom: Bagimana Cara Menanganinya?

Bagaimana Cara Mengatasi Overconfidence di Dunia Kerja?

overconfidence di dunia kerja

Jika Anda menemukan keadaan overconfidence di dalam diri karyawan, penting bagi Anda untuk mengatasinya dengan baik.

Jangan sampai overconfidence ini memberikan dampak yang buruk di dunia kerja, hingga mengakibatkan ketidaknyamanan pada karyawan lain.

Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan:

1. Latih Kesadaran Diri

Cara pertama adalah dengan melatih kesadaran diri dalam diri di dalam setiap karyawan yakni dengan melakukan evaluasi secara rutin.

Di sini Anda dapat mempertanyakan keyakinan dan asumsi yang ada, termasuk memastikan untuk tidak mengaburkan pengambilan keputusan.

2. Mintalah Saran dan Masukan

Kedua, mintalah saran dan juga masukan dari orang lain.

Misalnya berkaitan dengan hal-hal yang perlu diperbaiki atau pendapat orang lain mengenai salah satu karyawan yang diduga memiliki sifat overconfidence ini.

Dengan cara ini Anda dapat lebih memahami seperti apa keadaan di lingkungan kerja Anda, khususnya yang berhubungan dengan karyawan.

Baca Juga: 6 Tanda Seorang Workaholic dan Cara Mengatasinya

3. Berpikir dengan Kritis

Ketika Anda dihadapkan untuk mengambil keputusan, penting untuk menggunakan penalaran Anda.

Jangan hanya mendengarkan satu sisi saja, namun lihatlah lebih luas agar Anda bisa berpikir secara kritis dan melihat keadaan yang sebenarnya.

4. Ambil Keputusan sesuai Data

Sebagai HR, penting bagi Anda untuk mengambil keputusan secara tepat, yakni berdasarkan data.

Hindari penggunaan emosi atau perasaan ketika mengambil keputusan, khususnya untuk hal-hal yang dianggap sangat penting.

5. Kembangkan Sikap Berempati

Terakhir adalah dengan mengembangkan sikap berempati.

Ini harus dimiliki oleh setiap karyawan agar mereka bisa memahami keadaan satu sama lain tanpa saling menghakimi.

Baca Juga: 28 Tanda Red Flag Interview, HRD Wajib Tahu

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai overconfidence di dunia kerja yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa overconfidence di dunia kerja dapat mengakibatkan perasaan tidak nyaman di lingkungan pekerjaan.

Memang, ketika seorang karyawan memiliki rasa percaya diri ini bisa membantu mereka untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

Namun jika terlalu percaya diri justru bisa menciptakan ketidaknyamanan di lingkungan kerja.

Oleh karenanya penting bagi tim HR untuk bisa mengatasi overconfidence ini agar tidak memberikan dampak yang buruk bagi tim dan perusahaan.

Salah satu cara yang penting untuk dilakukan adalah dengan melakukan pengelolaan karyawan secara baik dan benar.

Gunakan software absensi dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.

GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan,

Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar