Perlukah HR Mengecek Media Sosial Kandidat?

mengecek media sosial

Dalam proses rekrutmen penting bagi perusahaan untuk melakukan background screening, termasuk mengecek media sosial kandidat.

Ini menjadi salah satu langkah untuk menilai kelayakan kandidat untuk mengisi posisi di perusahaan, termasuk kelayakan dalam hal kepribadian.

Namun ternyata mengecek media sosial kandidat ini masih sering menjadi perdebatan, boleh atau tidaknya.

Banyak pihak yang menganggap pengecekan media sosial ini terlalu berlebihan namun di mata HR, pengecekan ini dilakukan untuk menilai kualitas kandidat.

Nah, sebenarnya apa sih pentingnya pengecekan media sosial ini dan apa tujuannya?

Untuk membahas mengenai pentingnya pengecekan media sosial yang dilakukan oleh HR, GajiHub akan menjelaskannya secara lengkap di bawah ini:

Mengenal Background Checking dalam Rekrutmen

mengecek media sosial

Background checking merupakan salah satu langkah yang ada di dalam proses rekrutmen dengan tujuan memeriksa latar belakang kandidat secara keseluruhan.

Ada berbagai jenis pengecekan latar belakang ini, mulai dari pengecekan catatan kriminal, riwayat pekerjaan, riwayat pendidikan, status hukum, hingga catatan kesehatan kandidat.

Selain pengecekan-pengecekan di atas, ada juga perusahaan yang melakukan pengecekan tambahan untuk menilai kepribadian dan karakter dari kandidat.

Ini dilakukan untuk menilai kecocokan antara pelamar kerja dengan posisi yang dilamar.

Pengecekan ini dapat dilakukan melalui rekan kerja atau atasan lama kandidat ataupun melalui media sosial yang dimiliki oleh kandidat.

Baca Juga: Sosial Media Rekrutmen: Pengertian, Manfaat, dan Strateginya

Benarkah HR Cek Media Sosial Saat Rekrutmen?

Meski bagi HR mengecek media sosial kandidat pelamar kerja jadi bagian penting untuk penilaian kecocokan, namun apakah pengecekan ini benar-benar dilakukukan?

Dari sebuah survei yang dilakukan oleh The Harris Poll, ada 70% pemberi kerja di Amerika Serikat yang melakukan pengecekan media sosial setiap kandidat pelamar kerja.

Media sosial yang dicek ini pun beragam, mulai dari LinkedIn, Instagram, hingga X/Twitter.

Namun ada juga pemberi kerja yang mengecek akun TikTok dan YouTube dari kandidat.

Di sisi lain, 20 negara bagian di Amerika Serikat melarang perusahaan untuk meminta kandidat membagikan media sosial yang mereka miliki.

Ini juga terjadi di Regulator Uni Eropa yang melarang staf HR melakukan background checking di media sosial.

Di Indonesia sendiri hingga saat ini belum ada aturan yang melarang proses rekrutmen dengan pengecekan media sosial kandidat.

Jadi, semuanya dikembalikan kepada aturan perusahaan masing-masing.

Berpengaruh atau tidaknya media sosial dalam proses rekrutmen juga tergantung pada aturan dan tahapan yang berlaku di perusahaan yang dilamar.

Baca Juga: 6 Metode Talent Sourcing dan Kelebihan & Kekurangannya

Apa Tujuan HR Cek Media Sosial Kandidat?

mengecek media sosial

Mengecek media sosial kandidat dilakukan dengan berbagai tujuan di dalamnya.

Berikut 6 tujuan dari pengecekan media sosial yang dilakukan oleh HR:

1. Menilai Culture Fit

Tujuan yang pertama adalah untuk menilai kecocokan budaya perusahaan dengan karyawan atau dikenal dengan culture fit.

Ini bisa dilihat dari postingan dan interaksi yang ada di media, seperti komentar yang diberikan hingga postingan yang dibagikan.

Dengan menilai culture fit ini perusahaan dapat menilai kecocokan antara kandidat dengan budaya yang ada di perusahaan.

2. Memahami Kepribadian Kandidat

Tujuan kedua adalah untuk memahami kepribadian dari kandidat.

Dengan melakukan skrining media sosial ini, pemberi kerja bisa mendapatkan gambaran secara utuh, termasuk untuk mengetahui minat, hobi, dan cara berinteraksi yang dilakukan di luar interview.

Baca Juga: Digital Recruitment: Manfaat dan Cara Menerapkannya

3. Verifikasi Informasi

Pemeriksaan media sosial juga dilakukan untuk verifikasi informasi yang ada di CV.

Dengan memeriksa media sosial kandidat ini, HR dapat verifikasi kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh kandidat.

4. Mendeteksi Bahaya

Memeriksa media sosial kandidat juga dapat dilakukan untuk mendeteksi bahaya.

Misalnya untuk mendeteksi adanya konten provokasi, diskriminasi, tidak profesional, ataupun yang berkaitan dengan aktivitas ilegal.

Baca Juga: Contoh Job Deskripsi Sosmed Specialist, Skill, dan Tips Merekrut

5. Menilai Keterampilan

Melalui media sosial HR juga bisa menilai keterampilan yang dimiliki oleh kandidat.

Terlebih jika posisi yang dilamar ini berhubungan dengan media sosial seperti social media specialist, dengan mengeceknya HR bisa menilai komunikasi dan kreativitas dari kandidat.

6. Identifikasi Risiko Reputasi

Terakhir adalah untuk mengidentifikasi risiko reputasi.

Ini dilakukan untuk mencegah rusaknya reputasi perusahaan di mata publik atau klien karena merekrut karyawan yang salah.

Baca Juga: Candidate Persona: Aspek, Cara Membuat dan Contohnya

Apa Saja Pro dan Kontra Mengecek Media Sosial?

mengecek media sosial

Seperti penjelasan sebelumnya, ketika membahas mengenai pengecekan media sosial, ada pihak yang pro dan ada juga yang kontra.

Seperti apa pro dan kontrak cek media sosial yang dilakukan oleh HR ini?

Berikut penjelasannya untuk Anda:

Pro

  • Untuk digunakan memahami perilaku calon kandidat karyawan yang tidak ditunjukkan pada saat proses interview. Misalnya menuliskan komentar yang menyinggung atau memiliki perilaku yang kurang pantas.
  • Dapat dilakukan dengan cepat dan juga mudah karena tidak dibutuhkan biaya ataupun bantuan dari pihak luar.
  • Mengkonfirmasi keahlian yang dimiliki oleh kandidat.

Baca Juga: 6 Cara Cepat Screening Karyawan & Faktor yang Memperlambatnya

Kontra

  • Apa yang ada di media sosial dapat dipalsukan oleh mereka sendiri atau oleh orang lain yang hack akun mereka.
  • Dalam penggunaannya, ada beragam pola yang dapat berbeda-beda, misalnya ada yang aktif dan ada yang tidak.
  • Dapat menimbulkan bias karena terdapat informasi pribadi kandidat, misalnya agama, suku dan rasa, usia, status pernikahan, hingga ideologi politik yang dimilikinya.

Baca Juga: Ketahui Pentingnya Screening Interview dalam Proses Rekrutmen

Tips Social Media Screening untuk Kandidat dan HR

medsos

Buat perusahaan dan HR yang menggunakan skrining media sosial, ada beberapa tips yang perlu dilakukan, yakni:

  • Lakukan screening media sosial setelah tahapan interview telah selesai dilakukan untuk menghindari bias.
  • Pahami bahwa di media sosial kandidat cenderung lebih santai dan tidak menunjukkan sisi profesionalisme mereka.
  • Anda bisa menggunakan metode lain untuk mengkonfirmasi latar belakang kandidat, misalnya referensi dari tempat kerja sebelumnya.
  • Mintalah bantuan pihak ketika untuk membantu merekrut kandidat yang dibutuhkan atau disebut juga dengan outsourching.

Selain tips untuk HR dan perusahaan, ada 6 tips yang bisa dilakukan kandidat karyawan dalam menghadapi screening media sosial ini, yakni:

  • Pastikan Anda mempertimbangkan secara matang sebelum membagikan sesuatu di media sosial.
  • Hapuslah komentar atau postingan yang bersifat menyinggung atau diskriminatif.
  • Gunakan bahasa yang profesional dan santun dalam berkomentar dengan pengguna lain.
  • Ikut bergabung dengan diskusi online yang bermanfaat dan dapat membuka wawasan Anda.
  • Tunjukkan kemampuan, pengalaman kerja, dan pencapaian yang pernah Anda dapatkan.
  • Batasi akses pada informasi yang dirasa kurang nyaman untuk dibagikan dengan orang lain.

Baca Juga: Screening CV: Hal yang Perlu Diperhatikan dan Tahapannya

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai mengecek media sosial oleh HR yang dapat menjadi referensi untuk Anda.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa di Indonesia mengecek media sosial kandidat dilakukan untuk mengetahui karakter dan keterampilan yang dimiliki.

Boleh atau tidaknya tidak ada aturan yang membahasnya dan semua dikembalikan kepada aturan yang dimiliki oleh perusahaan.

Namun pastikan Anda melakukan pemeriksaan media sosial ini setelah proses wawancara dilakukan dengan kandidat.

Ini dilakukan untuk menghindari bias yang dapat berpengaruh pada penilaian Anda terhadap kandidat.

Untuk memudahkan Anda dalam mengelola karyawan di perusahaan Anda, Anda dapat menggunakan sistem HRIS dari GajiHub.

GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan.

Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.

Desi Murniati

Tinggalkan Komentar